Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Nyeri Dada: Penyebab, Gejala, dan Kapan Harus ke IGD

Nyeri Dada: Penyebab, Gejala, dan Kapan Harus ke IGD

Nyeri dada bisa datang dari jantung, paru-paru, otot dan tulang dinding dada, atau sistem pencernaan, sehingga rasanya mirip-mirip dan sering membingungkan untuk awam; sebagian kondisi bisa berbahaya sehingga perlu dikenali lebih dini agar tidak terlambat ke IGD rumah sakit terdekat.

Artikel ini menjelaskan penyebabnya, gejala yang perlu diwaspadai, dan kapan harus mencari pertolongan darurat agar penderitanya tertangani tepat waktu.

Mengapa dada bisa sakit?

Di dalam rongga dada ada banyak organ penting seperti jantung, pembuluh darah besar, paru-paru, selaput pembungkus paru, tulang dada dan tulang rusuk, otot, serta kerongkongan; karena letaknya berdekatan, sakit di dada bisa terlihat seperti sama dengan yang lain dan butuh pemeriksaan medis untuk memastikan sumber utamanya.

Jika muncul gejala dari serangan jantung seperti nyeri menekan di tengah dada, nyeri menjalar, sesak napas, keringat dingin, atau pusing, segera ke IGD rumah sakit terdekat untuk ditangani tenaga medis tanpa menunda.

Apa saja penyebab nyeri dada yang paling sering?

Agar lebih mudah dimengerti, berikut pengelompokan penyebab beserta cirinya.

Jantung dan pembuluh darah

  • Sindrom koroner akut/serangan jantung: nyeri dada seperti ditekan/ditimpa beban, bisa menjalar ke lengan atau rahang, disertai sesak napas dan keringat dingin; terjadi saat aliran darah jantung tersumbat di arteri koroner yang menyebabkan kerusakan hingga kematian otot jantung.
  • Angina/penyakit jantung koroner: nyeri ketika aktivitas karena aliran darah ke otot jantung berkurang akibat penyempitan pembuluh darah oleh plak; bisa reda saat istirahat namun tetap butuh evaluasi karena bila tidak segera di tangani dapat menjadi serangan jantung. Yang membedakan angina dengan serangan jantung adalah pada angina penurunan aliran darah ke otot jantung akibat penyumbatan tidak sampai menyebabkan kematian sel-sel otot jantung.
  • Perikarditis atau kelainan pembuluh besar: nyeri tajam yang memburuk saat tarik napas atau berbaring; butuh penilaian dokter untuk menyingkirkan keadaan darurat lain.

Paru-paru dan selaput paru

  • Emboli paru: bekuan darah menyumbat arteri paru, menyebabkan sesak napas mendadak, nyeri dada tajam yang bertambah saat bernapas, dan batuk, bisa berdarah; ini tentu merupakan kondisi gawat darurat yang perlu ditangani segera.
  • Pleuritis (radang selaput paru) dan penyakit paru lain: nyeri tajam setempat, memburuk saat tarik napas dalam atau batuk; evaluasi diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

Dinding dada (otot dan tulang)

  • Costochondritis: peradangan tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada; nyeri terlokalisir, bertambah saat ditekan atau digerakkan.
  • Cedera otot dada atau tulang rusuk: nyeri bertambah saat bergerak, tertawa, atau batuk; bisa terjadi setelah aktivitas atau trauma ringan.

Pencernaan dan kerongkongan

  • GERD/refluks asam lambung: rasa terbakar di belakang tulang dada, bisa memburuk setelah makan atau saat berbaring; bisa mirip sakit jantung sehingga sering membingungkan.​
  • Batu empedu atau radang pankreas: nyeri perut atas yang bisa menjalar ke dada; perlu dinilai untuk memastikan sumbernya.

Kondisi Lainnya

  • Serangan panik: dada terasa sesak atau berdebar, disertai pusing, gemetar, atau napas cepat; tetap perlu penilaian jika ragu.
  • Penyebab campuran atau lebih dari satu sumber sekaligus, sehingga pemeriksaan dokter menjadi kunci memastikan penanganan.

Gejala Nyeri Dada: tanda khas yang perlu diwaspadai

Kenali tanda bahaya berikut dan segera cari pertolongan:

  • Nyeri menekan/berat di tengah dada yang berlangsung beberapa menit atau hilang timbul, terutama jika disertai sesak napas atau keringat dingin.
  • Nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut atas, terutama di sebelah kiri dan muncul saat aktivitas fisik.
  • Sesak napas mendadak, pusing, mual, atau hampir pingsan, dengan dada seperti diremas.
  • Nyeri tajam yang makin berat saat tarik napas dalam, batuk, atau berbaring, apalagi bila disertai batuk berdarah; curiga ke arah masalah paru.
  • Keluhan tak kunjung reda lebih dari 10 menit meski istirahat, atau muncul berulang tanpa pemicu jelas; anggap darurat sampai terbukti aman.

Diagnosis Nyeri Dada

Di rumah sakit, dokter akan melakukan wawancara singkat tentang keluhan nyeri (lokasi nyeri, sifat, pemicu, dan apakah nyeri menjalar), pemeriksaan fisik, serta tes cepat seperti EKG , CT Scan, dan pemeriksaan darah untuk melihat tanda masalah jantung; langkah-langkah ini membantu memastikan apakah ada serangan jantung dan perlu tindakan segera. Jika dicurigai penyebab lain seperti dari paru atau pencernaan, dokter menyesuaikan pemeriksaan tambahan, maka yang paling penting adalah datang lebih cepat ke Rumah Sakit penanganan lebih tepat.

Faktor risiko penyakit jantung dan pencegahan

Mengelola faktor risiko seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan kebiasaan hidup sehat membantu menurunkan peluang munculnya nyeri dada akibat penyakit jantung di kemudian hari. Pemeriksaan berkala dan mengenali gejala tipikal/atipikal membuat rujukan dan penanganan bisa lebih cepat dan tepat.

Kapan harus ke IGD Rumah Sakit terdekat?

Segera ke IGD jika muncul gejala serangan jantung berikut ini:

  • nyeri menekan di tengah dada
  • sesak napas
  • keringat dingin
  • mual
  • nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung

Edukasi kesehatan juga menekankan bahwa nyeri dada berat, terus-menerus, atau hilang timbul dengan napas terasa pendek adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Cara mengatasi nyeri dada sementara dan kapan memeriksakan diri ke dokter

Karena penyebabnya bisa beragam dan ada yang gawat, memeriksakan diri ke dokter adalah langkah paling aman, terutama bila keluhan berulang atau disertai gejala berat seperti sesak napas atau keringat dingin. Untuk bantuan jangka pendek, istirahat dan menghindari pemicu sementara dapat menolong, tetapi prioritas tetap evaluasi medis agar tidak terlambat menangani kondisi yang membutuhkan tindakan cepat.

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami nyeri dada dan butuh konsultasi, buat jadwal konsultasi dengan dokter spesialis di RS Royal Progress untuk penilaian yang tepat dan rencana perawatan yang sesuai. Untuk kondisi darurat dengan gejala berat seperti sesak napas atau keringat dingin, segera ke IGD 24 Jam RS Royal Progress tanpa menunda.

FAQ

Apakah semua nyeri dada berarti serangan jantung?

Tidak, nyeri dada bisa berasal dari pencernaan, paru, atau dinding dada, tetapi serangan jantung harus selalu dipikirkan terlebih dahulu jika gejalanya khas atau berat.

Kapan harus ke IGD, bukan menunggu kontrol biasa?

Jika nyeri menekan di tengah dada tidak membaik dalam beberapa menit, disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, atau nyeri menjalar, langsung ke IGD.

Bagaimana membedakan GERD dengan nyeri jantung?

GERD cenderung seperti terbakar, memburuk setelah makan/berbaring, ada rasa asam di mulut, sedangkan nyeri jantung seperti ditekan dan sering disertai gejala sistemik; jika ragu, periksakan segera.

Apa itu emboli paru dan mengapa berbahaya?

Emboli paru adalah sumbatan di arteri paru oleh bekuan darah yang memicu sesak napas mendadak dan nyeri tajam saat bernapas; ini keadaan gawat darurat.

Apakah nyeri yang bertambah saat ditekan berarti bukan dari jantung?

Nyeri terlokalisir yang bertambah saat ditekan sering dari dinding dada seperti costochondritis, tetapi evaluasi dokter tetap diperlukan agar tidak keliru.

Pemeriksaan apa yang biasanya dilakukan di IGD untuk nyeri dada?

Dokter menilai gejala, memeriksa fisik, melakukan EKG, dan tes darah jantung; langkah ini membantu mendeteksi serangan jantung lebih cepat.

  • Tanda-tanda Serangan Jantung dan Langkah Penanganan yang Tepat - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes
  • Waspada dan Kenali Gejala Serangan Jantung Koroner - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes
  • Pedoman Tata Laksana Sindrom Koroner Akut - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Jakarta 2024
  • Panduan Prevensi Penyakit Kardiovaskular Aterosklerosis - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) 2022

Artikel Lainnya

Kenapa Pinggang Belakang Sakit? Ini 10 Penyebab & Cara Mengobatinya

Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa pinggang belakang sakit setiap kali membungkuk, berdiri lama, atau setelah olahraga? Sakit pinggang belakang memang sering dianggap biasa. Padahal, pada beberapa kasus nyeri di area pinggang bisa menjadi tanda adanya masalah pada otot, tulang, saraf, atau bahkan organ dalam. Agar tidak salah menafsirkan keluhan ini sebagai nyeri biasa, kenali penyebab dan […]
16/07/2026

10 Makanan Penurun Darah Tinggi Rekomendasi DASH Diet

Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering disebut silent killer karena dapat merusak tubuh tanpa gejala yang jelas. Kabar baiknya ada makanan penurun darah tinggi yang terbukti untuk membantu menurunkan tekanan darah, terutama jika mengikuti prinsip DASH Diet (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini dirancang oleh para peneliti di National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) […]
07/07/2026

Sakit Dada Sebelah Kiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda merasakan sakit dada sebelah kiri yang tiba-tiba muncul, entah saat tarik napas, batuk, atau bahkan nyerinya terasa tembus ke belakang? Saat dada kiri terasa nyeri, banyak orang langsung mengaitkannya dengan serangan jantung. Padahal, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan masalah jantung. Rasa nyeri dapat muncul seperti ditusuk, terasa di bagian atas maupun bawah […]
07/07/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down