Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Hubungi IGD
Whatsapp
Home Blog Jantung Koroner: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Langkah Pencegahannya
Home Blog Jantung Koroner: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Langkah Pencegahannya

Jantung Koroner: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Langkah Pencegahannya

28/05/2024

Penyakit jantung, termasuk jantung koroner adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia dan terus
meningkat hingga saat ini. Negara-negara dengan jumlah kematian tertinggi akibat penyakit tersebut adalah
China, India, Rusia, Amerika Serikat, dan Indonesia.

Penderita penyakit jantung koroner di tanah air juga semakin muda, terutama karena pola hidup dan pola makan
yang salah. Untuk melakukan antisipasi sedini mungkin, ketahui penyebab, gejala, dan pencegahan penyakit ini
pada ulasan berikut.

Apa Itu Jantung Koroner?

Sebagaimana dilansir dari situs National Cancer Institute, penyakit jantung koroner adalah penyempitan atau
penyumbatan pada pembuluh darah/arteri koroner. Pembuluh darah inilah yang berperan membawa darah dan
oksigen menuju jantung.

Penyakit jantung koroner biasanya disebabkan oleh aterosklerosis atau penumpukan lemak dan plak dalam arteri
koroner. Akibat jantung koroner sendiri berpotensi memicu kondisi-kondisi berikut:

1. Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika plak kolesterol pecah dan membentuk bekuan darah yang selanjutnya menyumbat
aliran darah. Kondisi tersebut membuat aliran darah ke jantung berkurang sehingga merusak otot jantung.

Seberapa cepat Anda penderita dibawa ke IGD akan menentukan kerusakan yang terjadi pada jantung.

2. Gagal Jantung

Penyempitan arteri pada jantung atau tekanan darah tinggi secara perlahan akan melemahkan
jantung dan membuatnya jadi kaku. Akibatnya jantung kesulitan memompa darah sehingga terjadi gagal jantung.

3. Irama Jantung Tidak Teratur (Aritmia)

Kurangnya aliran darah ke jantung dapat mengubah sinyal jantung normal dan menyebabkan detak jantung tidak
teratur.

Kelompok yang berisiko tinggi terserang penyakit ini adalah mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan
penyakit jantung koroner sebelum usia 50 tahun.

Selain itu peningkatan risiko juga kerap terjadi pada lansia, wanita yang sudah menopause, perokok berat,
mengidap tekanan darah tinggi dan diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, jarang berolahraga, dan memiliki
kadar kolesterol LDL tinggi.

Penyebab Jantung Koroner

Sebagaimana telah disinggung, yang memicu penyakit ini adalah terjadinya sumbatan lemak, kolesterol, dan
zat-zat lain pada dinding bagian dalam arteri jantung. Sumbatan ini kerap disebut plak dan dapat mengganggu
kinerja jantung karena menghalangi aliran darah serta mempersempit arteri.

Selanjutnya plak juga dapat pecah dan menyebabkan blood clot, yaitu bekuan darah yang terjadi karena
saling menempelnya sel-sel dalam darah, protein, dan trombosit.

Gejala Jantung Koroner

gejala jantung koroner
Gejala Jantung Koroner

Perlu diwaspadai bahwa tanda-tanda penyakit jantung koroner pada awalnya sulit dikenali. Anda mungkin hanya
merasakan jantung berdebar kencang ketika berolahraga, karena arteri koroner yang semakin menyempit sehingga
darah tidak dapat mengalir lancar menuju jantung.

Kondisi tersebut lambat laun akan semakin sering terjadi dan bertambah parah.

Anda perlu segera ke dokter jika mengalami gejala-gejala berikut, terutama jika termasuk dalam kelompok
berisiko tinggi terserang jantung koroner.

1. Angina (Nyeri Dada)

Nyeri dada ini terasa seperti dada sesak atau tertekan, seperti tertindih sesuatu yang berat. Sementara nyeri
umumnya berlangsung pada bagian tengah atau kiri dada dan timbul ketika yang bersangkutan tengah
beraktivitas atau merasa emosional.

Namun ketika berhenti beraktivitas atau gelombang emosi mereda, rasa nyeri juga turut hilang.

2. Sesak Napas

Anda mungkin merasa seperti tidak bisa mengatur napas.

3. Kelelahan

Jangan sepelekan gejala kelelahan yang terus-menerus, bisa jadi ini karena jantung tidak dapat memompa cukup
darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

4. Serangan Jantung

Sumbatan pada pembuluh darah koroner akan menyebabkan serangan jantung dengan gejala umum nyeri dada atau
rasa tertekan, nyeri bahu atau lengan, sesak napas, dan berkeringat.

Pada wanita, pertanda serangan jantung bisa sedikit berbeda, yaitu, ketidaknyamanan atau nyeri pada bahu,
leher, perut, dan punggung. Penderita juga bisa merasakan gejala mulas atau masalah pencernaan.

Beberapa wanita juga mengeluhkan timbulnya kecemasan secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, serta
berkeringat dingin.

3 Pengobatan Jantung Koroner

Jangan berkecil hati dulu jika Anda divonis mengidap penyakit jantung koroner karena ada langkah pengobatan
yang dapat dilakukan.

1. Konsumsi Obat-obatan

Dokter biasanya akan merekomendasikan obat-obatan yang berhubungan dengan jantung untuk mengelola faktor
risiko. Misalnya obat penurun kadar kolesterol statin, fibrat, dan niasin, juga obat untuk menurunkan
tekanan darah seperti beta blockers, antagonis kalsium, ACE Inhibitors, dll.

Selanjutnya adalah obat antikoagulan seperti aspirin serta antiplatelet yang berfungsi meminimalkan risiko
pembekuan darah. Terakhir adalah obat untuk meringankan gejala nyeri dada.

Pastikan untuk meminum obat-obatan yang disarankan sesuai resep agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Dengan
begitu, Anda tetap dapat menjalani hidup yang berkualitas.

2. Pembedahan

Jika obat-obatan tak memberikan hasil sesuai harapan, maka prosedur operasi adalah alternatif yang dapat Anda
pertimbangkan. Tindakan pembedahan dimaksud adalah pemasangan ring jantung, dengan cara memasukkan
kateter ke bagian pembuluh darah yang tersumbat.

Prosedur ini bertujuan untuk memperlancar peredaran darah serta menjaga arteri tidak kembali menyempit.

Selanjutnya ada tindakan operasi bypass jantung untuk melancarkan aliran darah melalui rute yang
baru. Terakhir, jika kondisi jantung sudah demikian parah, penderita memerlukan donor jantung untuk
ditransplantasikan ke tubuhnya.

3. Menjalankan Pola Hidup Sehat

Cara mengatasi jantung koroner di atas tidak akan memberikan hasil yang optimal jika tanpa perubahan gaya
hidup menjadi lebih sehat. Untuk mengurangi faktor risiko, Anda perlu menjalankan pola hidup yang sehat,
yaitu:

Hindari Rokok Sepenuhnya

hindari merokok mencegah serangan jantung
Berhenti Merokok

Ini termasuk cerutu dan vape karena kebiasaan buruk ini terbukti meningkatkan risiko terserang penyakit
jantung. Tidak hanya bagi perokok, asap rokok juga berbahaya bagi orang-orang di sekitar mereka.

Jika Anda merasa kecanduan rokok, segera cari bantuan untuk mengatasinya sebelum kesehatan Anda jadi
taruhannya. Salah satunya dengan metode hipnoterapi bersama terapis profesional.

Terapkan Pola Makan Sehat

Konsumsi menu sehat dan seimbang dengan menambah porsi makanan yang dapat menyehatkan jantung. Di antaranya
adalah berbagai buah dan sayuran, ikan, biji-bijian utuh, lemak sehat, alpukat, dan sebagainya.

Kurangi atau Hindari Kuliner Beralkohol

Konsumsi Alkohol berlebihan juga membawa risiko bagi kesehatan jantung dan organ-organ penting kita.
Pasalnya, alkohol dapat memicu kelemahan otot jantung.

Meningkatkan aktivitas fisik

aktivitas fisik mencegah serangan jantung
Olahraga menjaga kesehtaan jantung

Olahraga tidak hanya menjaga kesehatan jantung, tapi juga menjaga berat badan tetap ideal, membentuk postur
tubuh lebih baik, dan mengurangi stres.

Bagi penyintas penyakit jantung koroner, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter dahulu untuk mendapatkan
rekomendasi jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan.

Mengelola Stres

Yang tak kalah penting dalam pengobatan dan pencegahan jantung koroner adalah mengelola stres Anda. Tekanan
psikis yang berkelanjutan dapat memicu peningkatan tekanan darah serta peradangan di dinding pembuluh darah
yang lambat laun bisa berakibat fatal, yaitu serangan jantung.

Untuk mengurangi stres, Anda dapat menjalankan hobi, rekreasi, mengikuti kelas yoga, atau berolahraga.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan jika penyakit jantung koroner memang berbahaya dan dapat mengancam
nyawa, apalagi jika tak segera mendapat penanganan.

Bagi Anda yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Royal
Progress
.

Namun bila terjadi kondisi darurat misalnya serangan jantung atau merasakan tanda-tanda serangan jantung,
jangan menunda untuk menghubungi IGD RS Royal Progress.

  • Coronary artery disease - Mayoclinic
  • Coronary Artery Disease - Cleveland Clinic

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Artikel Pilihan

Prosedur EVLA untuk Pengobatan Varises: Cara Kerja & Keunggulannya

Selain memberikan dampak estetik yang tidak Anda inginkan, varises juga dapat menyebabkan gejala yang kurang nyaman, seperti nyeri, pembengkakan, dan sensasi berat pada kaki. Untungnya, perkembangan teknologi medis telah membawa inovasi dalam pengobatan varises, salah satunya dengan endovenous laser ablation (EVLA). Artikel ini akan membahas apa itu EVLA, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja keuntungannya. Apa Itu […]
16/05/2024

Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati & Mencegahnya

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri perut bagian kanan bawah dan menjadi semakin parah ketika mendiamkannya? Mungkin Anda mengalami gejala radang usus buntu. Meski istilah ini cukup familiar, namun jangan sepelekan kondisi ini karena bisa memicu komplikasi serius! Untuk itu, pahami definisi, penyebab radang usus buntu dan cara mengatasinya, hingga proses diagnosis secara medis untuk mendeteksi […]
16/05/2024

DSA (Digital Subtraction Angiography) - Tindakan Revolusioner dalam Pemeriksaan dan Penanganan Pembuluh Darah

Perkembangan teknologi di bidang medis berkembang sangat pesat. Banyak inovasi baru terus bermunculan dalam bidang kedokteran. Salah satu terobosan yang signifikan dan revolusioner adalah DSA singkatan dari Digital Subtraction Angiography. Apa itu DSA? DSA adalah singkatan dari Digital Subtraction Angiography, suatu tindakan berupa teknik pencitraan medis dengan menggunakan sinar-X pada arteri dan vena. Teknik ini […]
29/04/2024

Berbagai Jenis Gangguan Pernapasan, Gejala, dan Pengobatannya

Timbulnya gejala gangguan pernapasan bisa terasa sangat tidak nyaman dan mengurangi kualitas hidup kita sehari-hari. Gangguan pernapasan umumnya terkait dengan kondisi patologis, yang berdampak pada sistem pernapasan, termasuk paru-paru. Sebagian memang cukup ringan seperti flu biasa, namun bisa juga memicu penyakit yang mengancam jiwa, yaitu pneumonia, kanker paru-paru, PPOK, dan sebagainya. Baca Juga Fakta dan […]
02/04/2024

Punya sakit maag? Pahami gejala dan pengobatannya!

Maag sering dikatakan sebagai penyakit yang tidak berbahaya bahkan terkadang dapat diremehkan oleh banyak orang. Padahal maag bisa menjadi penyakit serius jika sudah memasuki tahap komplikasi. Apa yang dimaksud dengan maag? Mari kita bahas dalam artikel kesehatan berikut. Pengertian Sakit Maag Sakit Maag dalam istilah medis disebut juga dengan Dispepsia yang aritnya penyakit diakibatkan adanya gangguan pada […]
15/03/2024
Artikel Lainnya

Sering Diabaikan, Ini 6 Gejala Jantung Lemah yang Perlu Anda Waspadai!

Tangan selalu berkeringat dan basah? Apakah Anda kemudian berpikir bahwa ini gejala jantung lemah? Tenang, Kondisi tersebut tidak selalu berarti kondisi organ jantung Anda lemah. Namun jangan abaikan pula jika Anda merasakan sesuatu pada tubuh, seperti detak jantung yang abnormal atau sesak napas. Oleh karena itu, simak hingga akhir agar Anda bisa mengenali apa saja […]
18/06/2024

Apa Itu Jantung Lemah? Ketahui Cara Mengatasi & Melindunginya

Menurut data dari WHO, kardiovaskular adalah penyebab utama kematian secara global, merenggut sekitar 17,9 juta nyawa setiap tahunnya. Sedangkan lemah jantung atau kardiomiopati, salah satu bentuk penyakit kardiovaskular, bisa menyebabkan kematian mendadak pada penderita yang terkena selama masa kanak-kanak atau remaja. Baca Juga Kardiomiopati atau Lemah Jantung: Penyebab, Gejala & Pengobatannya Pahami Gejala Serangan Jantung […]
12/06/2024

Kardiomiopati atau Lemah Jantung: Penyebab, Gejala & Pengobatannya

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian secara global, yang mengakibatkan tingginya kecacatan atau hilangnya produktivitas. Sementara kardiomiopati adalah salah satu bentuk penyakit kardiovaskular yang jarang terjadi dan sering diabaikan, namun dapat menyebabkan kematian mendadak pada individu yang terkena selama masa kanak-kanak atau remaja. Jika Anda menderita kardiomiopati (cardiomyopathies) atau juga dikenal sebagai lemah jantung, maka jantung […]
11/06/2024
1 2 3 7
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenuchevron-down