Pernahkah Anda selesai cek darah, lalu bingung membaca angka gula darah puasa Anda? Angka yang tercetak di lembar hasil itu sering kali menimbulkan pertanyaan: apakah gula darah puasa saya sudah normal?
Banyak orang mengabaikan hasil pemeriksaan karena angkanya dianggap masih wajar. Padahal, gula darah puasa yang terus berada di atas normal bisa menjadi tanda awal diabetes yang tidak menimbulkan gejala apa pun. Sebaliknya, gula darah yang terlalu rendah juga berbahaya.
Artikel ini merangkum nilai gula darah puasa normal sesuai usia dan jenis kelamin, berapa lama Anda harus berpuasa sebelum tes, arti angka 100 sampai 130, serta cara menjaganya tetap stabil.
Gula darah puasa normal adalah kadar glukosa darah yang diukur setelah Anda tidak makan selama 8-12 jam, umumnya pada pagi hari sebelum makan. Rentang normalnya adalah 70-99 mg/dL. Angka 100-125 mg/dL menandakan pradiabetes, sedangkan 126 mg/dL atau lebih mengarah pada diabetes.
Glukosa puasa adalah istilah lain untuk pemeriksaan yang sama. Jadi, bila lembar hasil laboratorium Anda menuliskan “glukosa darah puasa” atau singkatan GDP, artinya tidak berbeda dengan gula darah puasa.
Baca Juga
Gula atau glukosa adalah bahan bakar utama tubuh. Dalam proses transformasi gula menjadi energi, tubuh membutuhkan insulin, yaitu hormon pankreas yang membantu menyerap glukosa dan mendistribusikannya ke sel.
Jika insulin tidak berfungsi dengan baik, seperti pada penderita diabetes, gula dalam darah bisa melonjak dan menyebabkan masalah kesehatan serius. Kekurangan gula juga bisa memicu masalah, sehingga kadar gula darah normal perlu dijaga.
Untuk mengetahuinya dibutuhkan tes, salah satunya tes gula darah puasa. Tes ini mengukur kadar gula setelah Anda tidak makan dalam waktu lama, umumnya 8-12 jam, sehingga hasilnya lebih akurat dan tidak terpengaruh makanan yang baru dikonsumsi.
Tes gula darah puasa digunakan untuk dua hal utama. Pada orang tanpa diabetes, tes ini membantu mendeteksi pradiabetes dan diabetes lebih awal. Sementara pada penderita diabetes, hasilnya dipakai tenaga medis untuk menilai apakah insulin atau obat yang dijalani sudah cukup, sekaligus menyesuaikan dosis bila perlu.
Pertanyaan gula darah puasa normal berapa paling sering muncul setelah hasil laboratorium keluar. Dalam percakapan sehari-hari, angka ini juga disebut gula puasa normal. Secara umum, hasil tes gula darah puasa dibagi menjadi tiga kategori berikut:
Jika Anda mencari tahu gula darah puasa normalnya berapa, jawabannya untuk orang dewasa tanpa diabetes adalah 70-99 mg/dL. Angka ini sama dengan kadar glukosa puasa normal yang dipakai sebagai acuan laboratorium.
| Kategori | Kadar gula darah puasa | Artinya |
|---|---|---|
| Normal | 70-99 mg/dL | Kadar gula darah sehat |
| Pradiabetes | 100-125 mg/dL | Belum diabetes, tetapi berisiko |
| Diabetes | 126 mg/dL atau lebih | Perlu pemeriksaan konfirmasi |
Kementerian Kesehatan RI sendiri menyebut kadar gula darah puasa normal berada di rentang 70-100 mg/dL. Rentang internasional dari American Diabetes Association (ADA) sedikit lebih ketat, yaitu 70-99 mg/dL. Dengan demikian, batas normal gula darah puasa adalah 99 mg/dL; begitu angkanya menyentuh 100 mg/dL, Anda sudah masuk kategori pradiabetes. Standar gula darah puasa ini dipakai baik oleh laboratorium di Indonesia maupun internasional.
Perlu diluruskan satu hal yang sering membingungkan. Angka 80-130 mg/dL yang banyak dikutip di internet adalah target terkontrol bagi penderita diabetes, bukan rentang normal orang sehat. Jadi, jika Anda tidak menderita diabetes dan hasil puasa Anda 105 mg/dL, angka itu tidak bisa disebut normal.
Sebelumnya, ambang batas gula darah puasa untuk diagnosis diabetes ditetapkan pada 140 mg/dL. Namun, pada tahun 1997 ADA merevisi kriteria tersebut menjadi 126 mg/dL agar pradiabetes dan diabetes bisa dideteksi lebih dini.
Rentang normal gula darah puasa pada dasarnya cukup stabil di sepanjang usia. Perbedaan biasanya lebih dipengaruhi kondisi kesehatan dan kehamilan, bukan semata usia. Berikut nilai normal gula darah puasa menurut kategori usia.
| Kelompok usia | Gula darah puasa normal |
|---|---|
| Anak (di bawah 10 tahun) | 70-100 mg/dL |
| Remaja (10-18 tahun) | 70-100 mg/dL |
| Dewasa (18-64 tahun) | 70-99 mg/dL |
| Lansia (65 tahun ke atas) | 70-100 mg/dL |
| Ibu hamil (diabetes gestasional) | Di bawah 95 mg/dL |
Pada lansia, target pengobatan diabetes biasanya lebih longgar karena tubuh lebih rentan mengalami gula darah rendah. Karena itu, hasil tes lansia selalu dinilai bersama riwayat penyakit dan obat yang sedang dikonsumsi.
Untuk pria dan wanita dewasa tanpa diabetes, kadar gula darah puasa normal praktis sama, yaitu 70-99 mg/dL. Yang membedakan adalah kondisi khusus dan target pengobatan diabetes.
| Kelompok | Gula darah puasa |
|---|---|
| Pria tanpa diabetes | 70-99 mg/dL |
| Wanita tanpa diabetes | 70-99 mg/dL |
| Ibu hamil | Di bawah 95 mg/dL |
| Pria dengan diabetes (target) | 70-130 mg/dL |
| Wanita dengan diabetes (target) | 80-130 mg/dL |
Dengan kata lain, gula darah puasa normal pria (laki-laki) dan gula darah puasa normal wanita berada di rentang yang sama. Begitu pula angka gula puasa normal wanita yang tidak sedang hamil, tetap mengacu pada 70-99 mg/dL.
Ibu hamil mendapat perhatian khusus karena perubahan hormon dapat menaikkan gula darah dan memicu diabetes gestasional. Skrining gula darah biasanya dilakukan pada trimester awal dan sekitar minggu ke-24 sampai 28 kehamilan.
Waktu puasa yang dianjurkan sebelum cek gula darah puasa adalah 8-12 jam tanpa makanan dan minuman berkalori. Selama periode itu Anda masih boleh minum air putih agar tidak dehidrasi.
Aturan ini sekaligus menjawab pertanyaan gula darah puasa berapa jam dan cek gula darah puasa berapa jam. Bila puasa Anda kurang dari 8 jam atau lebih dari 14 jam, hasil tes bisa bias dan tidak menggambarkan kadar gula darah yang sebenarnya.
Beberapa hal berikut membuat hasil tes kurang akurat dan sebaiknya dihindari:
Cara paling praktis adalah mengatur jadwal makan terakhir sebelum pukul 21.00, lalu melakukan tes keesokan pagi. Bila Anda sedang sakit, mengalami infeksi, atau baru menjalani operasi, tunda dulu tes dan konsultasikan dengan dokter karena kondisi tersebut dapat memengaruhi hasil.
Gula darah puasa bukan satu-satunya pemeriksaan. Ada beberapa jenis tes yang dipakai untuk menilai kadar gula darah, dengan rentang normal yang berbeda.
| Jenis tes | Rentang normal |
|---|---|
| Gula darah puasa (8-12 jam) | 70-99 mg/dL |
| Gula darah sewaktu/acak | Di bawah 140 mg/dL |
| 2 jam setelah makan (TTGO) | Di bawah 140 mg/dL |
| HbA1c (rata-rata 2-3 bulan) | Di bawah 5,7% |
Gula darah sewaktu, yang juga dikenal sebagai gula darah tidak puasa atau gula darah acak, diukur kapan saja tanpa puasa sehingga sering dipakai untuk skrining cepat. Gula darah 2 jam setelah makan atau tes toleransi glukosa oral (TTGO) menilai kemampuan tubuh mengolah gula setelah beban glukosa. Sementara HbA1c menggambarkan rata-rata gula darah selama 2-3 bulan terakhir.
Pertanyaan ini paling sering muncul karena banyak hasil tes jatuh di rentang tersebut. Jawabannya bergantung pada status Anda:
Supaya lebih jelas, gula darah puasa 99 apakah normal? Ya, 99 mg/dL masih berada di batas normal. Namun angka 100-125 mg/dL, misalnya gula darah puasa 103, 109, atau 125, sudah masuk kategori pradiabetes. Sementara itu, gula darah puasa 126 mg/dL ke atas mengarah pada diabetes.
Hasil 126 mg/dL atau lebih umumnya perlu dikonfirmasi ulang dengan tes lain, misalnya pengulangan tes puasa, tes TTGO, atau pemeriksaan HbA1c sebelum diagnosis diabetes ditegakkan.
Kadar gula darah yang menyimpang dari rentang normal sering baru terasa ketika sudah cukup jauh. Berikut gejalanya:
Angka di bawah 70 mg/dL dianggap hipoglikemia oleh ADA dan pedoman perawatan diabetes lainnya. Hasil di bawah 55 mg/dL tergolong hipoglikemia berat dan membutuhkan penanganan tenaga ahli. Gejalanya meliputi gemetar, berkeringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, pusing, lemas, hingga sulit berkonsentrasi. Bila Anda mengalaminya, baca panduan cara mengatasi gula darah rendah yang aman.
Seseorang disebut hiperglikemia saat hasil tes menunjukkan di atas 126 mg/dL. Umumnya kadar gula akan menurun setelah puasa. Jika tetap tinggi meski Anda sudah berpuasa, ini bisa menjadi tanda pradiabetes, diabetes tipe 1 atau 2, maupun kondisi medis lain. Kenali ciri-ciri gula darah tinggi dan pencegahannya agar tidak berkembang menjadi komplikasi.
Hiperglikemia yang dibiarkan lama-kelamaan dapat merusak saraf, ginjal, mata, dan pembuluh darah. Karena itu, menjaga gula darah normal puasa tetap penting, baik bagi orang tanpa diabetes maupun penderita diabetes.
Langkah berikut terbukti membantu mempertahankan kadar gula darah pada rentang sehat:
Bila Anda memiliki faktor risiko diabetes, penerapan pola makan seperti pada daftar makanan untuk penderita diabetes juga bermanfaat sebagai langkah pencegahan.
Baca Juga
Konsultasikan hasil gula darah puasa Anda ke dokter bila angkanya 100 mg/dL atau lebih, terutama jika disertai gejala seperti sering haus, sering buang air kecil terutama pada malam hari, mudah lelah, penurunan berat badan tanpa sebab, penglihatan kabur, atau luka yang sulit sembuh.
Segera cari pertolongan medis bila terjadi tanda bahaya berupa muntah terus-menerus, napas cepat dan dalam, bau napas seperti buah, nyeri perut, atau penurunan kesadaran, karena ini bisa menandakan komplikasi gula darah yang berat. Gula darah di bawah 70 mg/dL yang disertai gemetar hebat, berkeringat dingin, atau sampai hilang kesadaran juga memerlukan penanganan segera.
Untuk memastikan kondisi Anda, konsultasikan dengan dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Royal Progress. Anda juga dapat memesan paket medical check up gula darah dengan hasil yang akurat dan pelayanan yang profesional.
