Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Jantung Bocor: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Jantung Bocor: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

15/01/2025

Pernahkah Anda mendengar istilah jantung bocor, lalu bertanya-tanya apa sebenarnya artinya? Sebagian orang menganggapnya sebagai penyakit bawaan yang hanya menyerang bayi, padahal orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Jantung bocor yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari sesak napas yang memberat, gangguan irama jantung, hingga gagal jantung. Karena itu, mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini sangat penting. Mari kita bahas tuntas pada artikel ini.

Jantung bocor adalah istilah awam untuk dua jenis kelainan jantung yang berbeda. Pertama, adanya lubang pada sekat jantung yang memisahkan sisi kanan dan kiri, seperti defek septum atrium (ASD) atau defek septum ventrikel (VSD). Kedua, kebocoran katup jantung (regurgitasi), yaitu kondisi ketika katup tidak menutup sempurna sehingga sebagian darah mengalir kembali ke ruang sebelumnya.

Apa Itu Jantung Bocor?

Jantung bocor bukanlah nama satu penyakit tunggal. Istilah ini dipakai masyarakat untuk menggambarkan kelainan yang membuat aliran darah di dalam jantung tidak berjalan normal.

Ada dua mekanisme utama yang perlu dibedakan:

  • Lubang pada sekat jantung (pirau). Sekat atau septum adalah dinding otot yang memisahkan jantung kiri dan kanan. Bila dinding ini tidak terbentuk sempurna sejak lahir, akan ada celah yang membuat darah kaya oksigen bercampur dengan darah miskin oksigen, lalu kembali ke paru-paru alih-alih diedarkan ke seluruh tubuh. Kelompok ini disebut penyakit jantung bawaan.
  • Kebocoran katup jantung (regurgitasi). Jantung punya empat katup: mitral, trikuspid, aorta, dan pulmonal. Katup berfungsi seperti pintu satu arah yang membuka dan menutup agar darah hanya mengalir ke satu arah. Bila katup tidak menutup rapat, sebagian darah mengalir kembali. Kondisi inilah yang disebut regurgitasi atau katup jantung bocor, dan merupakan masalah katup yang paling sering ditemukan.

Istilah bocor jantung, kebocoran jantung, maupun sebutan lain seperti jantung bolong, jantung berlubang, dan lubang di jantung merujuk pada kondisi yang sama. Dalam bahasa medis, kebocoran katup jantung juga disebut regurgitasi atau insufisiensi katup, sedangkan klep jantung bocor adalah penyebutan awam untuk gangguan yang sama.

Pada bayi dan anak, jantung bocor biasanya merujuk pada lubang di sekat jantung.

Sementara pada orang dewasa, istilah ini lebih sering mengacu pada penyakit katup jantung akibat proses penuaan atau penyakit lain.

Nama medis jantung bocor bergantung pada jenisnya, antara lain atrial septal defect (ASD), ventricular septal defect (VSD), patent foramen ovale (PFO), patent ductus arteriosus (PDA), dan regurgitasi katup. Memahami cara kerja otot jantung dapat membantu Anda membayangkan mengapa kelainan kecil pada struktur ini berdampak besar pada aliran darah.

Jenis-Jenis Jantung Bocor

Setiap jenis jantung bocor memiliki lokasi, kelompok usia yang paling sering terkena, serta gejala yang berbeda.

Jenis Lokasi kelainan Sering ditemukan pada
ASD (defek septum atrium) Lubang pada sekat antara serambi (atrium) kiri dan kanan Anak dan dewasa muda; sering tanpa gejala sampai dewasa
VSD (defek septum ventrikel) Lubang pada sekat antara bilik (ventrikel) kiri dan kanan Bayi baru lahir; jenis kelainan sekat tersering
PFO dan PDA Foramen ovale atau duktus arteriosus yang tidak menutup setelah lahir Bayi dan anak; umumnya tanpa gejala
Regurgitasi katup (katup bocor) Katup mitral, trikuspid, aorta, atau pulmonal tidak menutup rapat Dewasa dan lansia; biasanya akibat degeneratif atau hipertensi

Beberapa pasien bahkan mengalami kebocoran pada lebih dari satu katup sekaligus. Tingkat keparahannya pun bervariasi, dari ringan yang cukup dipantau hingga berat yang memerlukan tindakan medis.

Penyebab Jantung Bocor

Jantung bocor karena apa atau jantung bocor apa penyebabnya? Penyebab bocor jantung bergantung pada jenisnya. Secara garis besar, ada dua kelompok besar yang perlu dipahami.

1. Kelainan bawaan sejak lahir

Lubang pada sekat jantung terbentuk ketika proses pembentukan jantung di dalam kandungan tidak berjalan sempurna, umumnya pada minggu ke-3 hingga ke-8 kehamilan. Dinding pemisah yang seharusnya terbentuk justru meninggalkan satu atau lebih lubang.

Penyebab pastinya belum diketahui, namun para ahli menduga kombinasi faktor berikut berperan:

  • Faktor genetik, termasuk kelainan kromosom seperti sindrom Down atau sindrom Turner.
  • Infeksi pada ibu saat hamil, misalnya rubella.
  • Paparan zat berbahaya, seperti merokok, alkohol, obat-obatan tertentu, radiasi, atau bahan kimia selama kehamilan.
  • Kondisi kesehatan ibu, seperti diabetes yang tidak terkontrol.

2. Kebocoran katup pada orang dewasa

Pada orang dewasa, jantung bocor lebih sering disebabkan oleh melemahnya atau rusaknya katup jantung. Pemicunya meliputi:

  • Proses penuaan dan hipertensi. Semakin bertambah usia, ruang jantung bisa membesar sehingga katup tertarik dan tidak dapat menutup rapat. Tekanan darah tinggi mempercepat proses ini.
  • Penyakit jantung rematik. Demam rematik akibat infeksi bakteri streptokokus yang tidak ditangani adekuat dapat merusak katup jantung.
  • Infeksi katup jantung (endokarditis). Bakteri, virus, atau jamur yang masuk melalui aliran darah dapat menempel dan merusak katup, terutama pada pengguna katup buatan atau pengguna jarum suntik.
  • Prolaps katup mitral. Salah satu kelopak katup mitral menonjol ke arah serambi kiri saat jantung berkontraksi sehingga menimbulkan arus balik darah.
  • Riwayat operasi jantung. Tindakan pada katup atau penyakit jantung bawaan sebelumnya dapat memicu kebocoran baru di kemudian hari.
  • Penyakit lain yang memperberat, seperti penyakit arteri koroner, gangguan irama jantung (fibrilasi atrium), aritmia jantung, atau gagal jantung yang melemahkan otot dan memicu kardiomiopati.
  • Tumor jantung, meski sangat langka, dapat mengganggu fungsi katup dan aliran darah.
Prolaps Katup Mitral
Prolaps Katup Mitral

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, penyakit jantung bawaan terjadi pada sekitar 8–10 dari setiap 1.000 kelahiran hidup, atau bertambah sekitar 32.000 kasus baru setiap tahun. Bahkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) memperkirakan ada 4 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap jamnya. Angka ini menunjukkan bahwa deteksi dini bukan sekadar anjuran.

Jantung Bocor pada Anak, Dewasa, dan Lansia

Pertanyaan penyebab jantung bocor pada orang dewasa sering muncul karena gejalanya baru dirasakan setelah bertahun-tahun. Pola ini berbeda pada tiap kelompok usia.

  • Bayi dan anak. Jantung bocor pada bayi dan anak paling sering berupa kelainan bawaan sekat jantung. Gejala bisa muncul sejak minggu pertama sampai beberapa bulan setelah lahir, terutama bila lubangnya sedang hingga besar.
  • Remaja dan dewasa muda. Jantung bocor pada remaja sering baru terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan atau ketika dokter mendengar bising jantung. ASD berukuran kecil bisa tidak menimbulkan keluhan sampai bertahun-tahun.
  • Dewasa dan lansia. Jantung bocor pada lansia dan orang dewasa umumnya berupa kebocoran katup. Penyebab jantung bocor pada orang tua didominasi proses degeneratif, hipertensi, serta riwayat demam rematik.

Inilah alasan mengapa jantung bocor bisa dialami siapa saja, bukan hanya anak-anak, dan mengapa pemeriksaan jantung rutin tetap penting di usia dewasa.

Ciri-Ciri dan Gejala Jantung Bocor

Jantung bocor kadang sulit disadari karena pada kebocoran ringan sering tidak menimbulkan keluhan. Mencari ciri ciri jantung bocor atau tanda tanda jantung bocor pada diri sendiri memang tidak mudah, sebab keluhannya bisa mirip penyakit lain. Sering kali gangguan ini pertama kali dicurigai saat dokter mendengar murmur, yaitu suara mendesing atau mendesir abnormal yang bersumber dari aliran darah, saat memeriksa jantung dengan stetoskop.

Keluhan yang umumnya muncul antara lain:

  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas atau saat berbaring
  • Mudah lelah dan lemas
  • Jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur
  • Rasa tertekan atau tidak nyaman di dada
  • Pusing hingga pingsan
  • Pembengkakan pada kaki, telapak kaki, pergelangan kaki, atau perut
  • Batuk, terutama saat berbaring

Pada anak, ciri-ciri jantung bocor yang khas adalah mudah capek saat menyusu atau bermain, berkeringat saat makan, napas cepat, berat badan sulit naik, serta sering mengalami infeksi saluran napas. Pada kasus berat, kulit di sekitar bibir dan kuku dapat terlihat kebiruan.

Gejala juga cenderung berbeda tergantung jenis kelainannya. Berikut gambaran gejala jantung bocor pada orang dewasa dan anak sesuai jenisnya:

Ciri ciri jantung bocor pada orang dewasa umumnya berkaitan dengan kebocoran katup, sedangkan ciri ciri jantung bocor pada anak dan bayi lebih sering berkaitan dengan kelainan bawaan sejak lahir.

Jenis Gejala khas
ASD Sering tanpa gejala; bila besar, muncul sesak napas, mudah lelah, berdebar, dan gangguan pertumbuhan pada anak
VSD Napas cepat, sulit menyusu, berkeringat saat makan, dan berat badan sulit naik pada bayi
Regurgitasi katup mitral Sesak napas, mudah lelah, berdebar, dan pada kasus berat terjadi penimbunan cairan
Regurgitasi katup trikuspid Pembengkakan akibat penimbunan cairan di kaki dan area perut

Apakah Jantung Bocor Berbahaya?

Banyak orang bertanya, jantung bocor apakah berbahaya? Jawabannya ya, jantung bocor berbahaya bila dibiarkan tanpa penanganan, terutama jika lubang atau kebocorannya sedang hingga besar. Aliran darah yang abnormal memaksa jantung bekerja lebih keras terus-menerus.

Akibat jantung bocor yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Gagal jantung, ketika jantung tidak lagi mampu memompa darah dengan optimal
  • Hipertensi pulmonal atau tekanan darah tinggi pada pembuluh paru
  • Gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium
  • Stroke, akibat gumpalan darah yang terbentuk di jantung dan mengalir ke otak
  • Endokarditis, yaitu infeksi pada lapisan dalam dan katup jantung
  • Sindrom Eisenmenger, yaitu komplikasi berat penyakit jantung bawaan dengan pirau yang sudah tidak bisa ditutup

Kabar baiknya, kebocoran ringan dengan pemantauan rutin umumnya tidak menimbulkan komplikasi. Risiko memburuk justru muncul ketika kondisi dibiarkan bertahun-tahun tanpa evaluasi.

Jantung Bocor Apakah Bisa Sembuh?

Jantung bocor apa bisa sembuh? Jawabannya, jantung bocor bisa sembuh atau setidaknya terkendali. Peluangnya sangat bergantung pada jenis kelainan, ukuran kebocoran, lokasi, usia, serta ada tidaknya gejala dan komplikasi.

1. Menutup sendiri tanpa tindakan

Sebagian kasus jantung bocor bawaan dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. ASD berukuran sangat kecil (di bawah 5 mm) berpeluang menutup spontan, sedangkan sebagian besar VSD berukuran kecil juga menutup sendiri dalam 1–2 tahun pertama kehidupan. Jika lubang kecil, tidak bergejala, dan tidak membebani jantung, dokter biasanya cukup melakukan pemantauan berkala.

Sebaliknya, kebocoran katup pada orang dewasa umumnya tidak menutup sendiri. Regurgitasi katup yang masih ringan biasanya hanya perlu dipantau dan diperiksa berkala dengan ekokardiografi.

2. Perlu tindakan medis

Bila lubang atau kebocoran menimbulkan gejala dan membebani jantung, dokter akan menyarankan penanganan untuk memperbaiki struktur jantung. Umumnya kondisi ini terkelola baik dan pasien dapat kembali beraktivitas normal setelah menjalani tindakan yang tepat.

3. Prognosis dan harapan hidup

Prognosis jantung bocor umumnya baik bila ditangani sebelum komplikasi muncul. Penutupan ASD, misalnya, diketahui menurunkan risiko kematian jangka panjang dan membuat harapan hidup penderita mendekati populasi umum, terutama bila tindakan dilakukan sebelum usia 25 tahun.

Sebaliknya, ASD atau VSD besar yang tidak pernah ditangani berisiko menimbulkan gagal jantung dan hipertensi pulmonal. Jadi, pertanyaan apakah jantung bocor bisa menyebabkan kematian tidak bisa dijawab dengan satu angka pasti, karena sangat bergantung pada jenis, ukuran, dan waktu penanganan.

Cara Mengobati Jantung Bocor

Pengobatan jantung bocor disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan, gejala, dan kondisi jantung pasien. Berikut pilihan penanganan yang umum dilakukan.

1. Obat-obatan

Obat jantung bocor tidak dapat menutup lubang atau memperbaiki katup, tetapi membantu mengurangi gejala dan meringankan kerja jantung. Yang biasa diresepkan antara lain diuretik untuk membuang kelebihan cairan, ACE inhibitor atau beta-blocker untuk melemaskan pembuluh darah, serta digoksin untuk memperkuat pompa jantung. Pasien juga dapat diberikan antibiotik profilaksis sebelum tindakan tertentu, misalnya perawatan gigi, untuk mencegah endokarditis.

2. Kateterisasi jantung

Pada metode ini, dokter memasukkan selang kecil bernama kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha, lalu mengarahkannya ke jantung untuk memasang alat penutup lubang sekat. Prosedur ini tidak memerlukan pembukaan dada sehingga pemulihannya lebih cepat. Pelajari lebih lanjut kateterisasi jantung beserta prosedurnya.

3. Pembedahan

Operasi jantung bocor dilakukan melalui pembedahan terbuka untuk menambal lubang pada sekat atau memperbaiki katup jantung. Perbaikan katup dapat dilakukan dengan memasang annuloplasty ring, yaitu cincin yang memperkuat dan mengencangkan katup. Bila perbaikan tidak memungkinkan, katup diganti dengan katup sintetis maupun katup biologis. Pada katup sintetis, pasien perlu menjalani terapi antikoagulan jangka panjang untuk mencegah penggumpalan darah.

4. Pemantauan berkala

Untuk kebocoran ringan tanpa gejala, pengobatan yang diberikan adalah pemantauan rutin. Pemeriksaan jantung berkala bertujuan memastikan kebocoran tidak membesar dan fungsi jantung tetap baik. Pemeriksaan seperti ekokardiografi atau echo jantung umumnya digunakan untuk menilai kondisi ini.

Selain itu, gaya hidup sehat tetap menjadi bagian penting dari pengobatan. Jalani cara menjaga kesehatan jantung dengan mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, berolahraga sesuai kemampuan, berhenti merokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah.

Butuh Kepastian?

Jangan Tunda, Konsultasikan Kesehatan Anda Hari Ini

Buat Janji Sekarang

Kapan Harus ke Dokter?

Jantung bocor sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan rutin menjadi cara terbaik untuk mendeteksinya. Anda dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter jantung bila mengalami sesak napas yang memberat, nyeri dada, jantung berdebar tidak teratur, mudah pingsan, pembengkakan pada kaki atau perut, atau pertumbuhan anak yang terhambat.

Segera ke IGD bila muncul tanda bahaya berupa sesak napas berat, nyeri dada yang menjalar, kulit membiru, atau penurunan kesadaran. Bila Anda pernah menjalani operasi katup jantung dan mengalami demam tanpa sebab yang jelas, juga perlu segera diperiksa karena berisiko endokarditis.

Untuk memastikan kondisi Anda, konsultasikan dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Royal Progress. Tim kami didukung fasilitas diagnostik modern, mulai dari EKG, ekokardiografi, hingga kateterisasi jantung, sehingga diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara akurat dan menyeluruh.

FAQ

  • Apa itu jantung bocor?
    Jantung bocor adalah istilah awam untuk dua kelainan jantung, yaitu adanya lubang pada sekat jantung seperti ASD atau VSD, dan kebocoran katup jantung atau regurgitasi. Pada bayi dan anak umumnya berupa lubang sekat bawaan, sedangkan pada orang dewasa lebih sering berupa kebocoran katup akibat penuaan atau penyakit lain.
  • Apa penyebab jantung bocor?
    Lubang sekat jantung disebabkan gangguan pembentukan jantung di dalam kandungan, yang diduga berkaitan dengan faktor genetik dan paparan saat hamil. Sementara kebocoran katup pada orang dewasa disebabkan proses penuaan, hipertensi, penyakit jantung rematik, infeksi katup atau endokarditis, prolaps katup mitral, dan riwayat operasi jantung.
  • Apa saja ciri-ciri dan gejala jantung bocor?
    Gejala umum berupa sesak napas terutama saat berbaring, mudah lelah, jantung berdebar, rasa tertekan di dada, pusing hingga pingsan, dan pembengkakan pada kaki atau perut. Pada anak, gejalanya berupa mudah lelah saat menyusu atau bermain, berkeringat saat makan, napas cepat, dan berat badan sulit naik.
  • Apakah jantung bocor bisa sembuh?
    Ya. ASD dan VSD berukuran kecil dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak, sedangkan lubang yang lebih besar dapat ditutup melalui kateterisasi atau operasi. Kebocoran katup ringan cukup dipantau, dan yang berat dapat diperbaiki atau diganti melalui pembedahan. Prognosis umumnya baik bila ditangani sebelum timbul komplikasi.
  • Apakah jantung bocor berbahaya?
    Bila dibiarkan tanpa penanganan, jantung bocor dapat menyebabkan gagal jantung, hipertensi pulmonal, gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium, stroke, endokarditis, hingga sindrom Eisenmenger. Sebaliknya, kebocoran ringan yang dipantau rutin umumnya tidak menimbulkan komplikasi.
  • Kapan perlu periksa ke dokter?
    Segera periksakan diri bila mengalami sesak napas yang memberat, nyeri dada, jantung berdebar tidak teratur, mudah pingsan, pembengkakan pada kaki atau perut, atau pertumbuhan anak yang terhambat. Datang ke IGD bila muncul sesak napas berat, nyeri dada menjalar, kulit membiru, atau penurunan kesadaran.

  • Ventricular septal defect (VSD) - Symptoms & causes - Mayo Clinic
  • Heart Valve Repair and Replacement - Valve Replacement - Henry Ford Health - Detroit, MI
  • Leaky Heart Valve: Symptoms, Causes & Treatment - Cleveland Clinic
  • Leaking Heart Valve Life Expectancy with and without Surgery - Healthline
  • Recognizing the Symptoms of Worsening Heart Valve Disease - American Heart Association
  • Leaky Heart Valve - Penn Medicine

Artikel Lainnya

Pemeriksaan Holter Monitoring untuk Jantung: Fungsi, Cara Kerja, dan Biayanya

Jika Anda sering merasakan jantung berdebar, pusing tanpa sebab yang jelas, atau sesak napas yang datang dan pergi, dokter mungkin akan menyarankan holter monitoring. Pemeriksaan ini membantu merekam aktivitas listrik jantung selama 24 jam atau lebih untuk menemukan gangguan yang mungkin tidak terlihat saat pemeriksaan EKG biasa. Banyak gangguan irama jantung hanya muncul sesekali. Karena […]
31/08/2026

Pacemaker Jantung: Fungsi, Cara Kerja, dan Kapan Anda Membutuhkannya

Pacemaker jantung dibutuhkan ketika sistem kelistrikan alami jantung tidak lagi mampu menjaga detak jantung tetap normal. Jika detak jantung terlalu lambat, sering berhenti sesaat, atau tidak mampu menyesuaikan diri saat Anda beraktivitas, pacemaker dapat membantu mengambil alih tugas tersebut dengan mengirimkan impuls listrik kecil agar jantung tetap berdetak secara teratur. Meskipun terdengar menakutkan, pacemaker modern […]
31/08/2026

Angiografi Koroner: Prosedur, Manfaat, dan Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui

Angiografi koroner adalah pemeriksaan yang digunakan untuk melihat apakah ada penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Melalui prosedur ini, dokter dapat mengetahui kondisi pembuluh darah koroner secara lebih jelas dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Banyak orang merasa cemas saat pertama kali mendengar istilah angiografi koroner. Padahal, prosedur ini cukup umum dilakukan untuk membantu […]
31/08/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down