Pernahkah Anda mendengar istilah jantung bocor, lalu bertanya-tanya apa sebenarnya artinya? Sebagian orang menganggapnya sebagai penyakit bawaan yang hanya menyerang bayi, padahal orang dewasa juga bisa mengalaminya.
Jantung bocor yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari sesak napas yang memberat, gangguan irama jantung, hingga gagal jantung. Karena itu, mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini sangat penting. Mari kita bahas tuntas pada artikel ini.
Jantung bocor adalah istilah awam untuk dua jenis kelainan jantung yang berbeda. Pertama, adanya lubang pada sekat jantung yang memisahkan sisi kanan dan kiri, seperti defek septum atrium (ASD) atau defek septum ventrikel (VSD). Kedua, kebocoran katup jantung (regurgitasi), yaitu kondisi ketika katup tidak menutup sempurna sehingga sebagian darah mengalir kembali ke ruang sebelumnya.
Baca Juga
Jantung bocor bukanlah nama satu penyakit tunggal. Istilah ini dipakai masyarakat untuk menggambarkan kelainan yang membuat aliran darah di dalam jantung tidak berjalan normal.
Ada dua mekanisme utama yang perlu dibedakan:
Istilah bocor jantung, kebocoran jantung, maupun sebutan lain seperti jantung bolong, jantung berlubang, dan lubang di jantung merujuk pada kondisi yang sama. Dalam bahasa medis, kebocoran katup jantung juga disebut regurgitasi atau insufisiensi katup, sedangkan klep jantung bocor adalah penyebutan awam untuk gangguan yang sama.
Pada bayi dan anak, jantung bocor biasanya merujuk pada lubang di sekat jantung.
Sementara pada orang dewasa, istilah ini lebih sering mengacu pada penyakit katup jantung akibat proses penuaan atau penyakit lain.
Nama medis jantung bocor bergantung pada jenisnya, antara lain atrial septal defect (ASD), ventricular septal defect (VSD), patent foramen ovale (PFO), patent ductus arteriosus (PDA), dan regurgitasi katup. Memahami cara kerja otot jantung dapat membantu Anda membayangkan mengapa kelainan kecil pada struktur ini berdampak besar pada aliran darah.
Setiap jenis jantung bocor memiliki lokasi, kelompok usia yang paling sering terkena, serta gejala yang berbeda.
| Jenis | Lokasi kelainan | Sering ditemukan pada |
|---|---|---|
| ASD (defek septum atrium) | Lubang pada sekat antara serambi (atrium) kiri dan kanan | Anak dan dewasa muda; sering tanpa gejala sampai dewasa |
| VSD (defek septum ventrikel) | Lubang pada sekat antara bilik (ventrikel) kiri dan kanan | Bayi baru lahir; jenis kelainan sekat tersering |
| PFO dan PDA | Foramen ovale atau duktus arteriosus yang tidak menutup setelah lahir | Bayi dan anak; umumnya tanpa gejala |
| Regurgitasi katup (katup bocor) | Katup mitral, trikuspid, aorta, atau pulmonal tidak menutup rapat | Dewasa dan lansia; biasanya akibat degeneratif atau hipertensi |
Beberapa pasien bahkan mengalami kebocoran pada lebih dari satu katup sekaligus. Tingkat keparahannya pun bervariasi, dari ringan yang cukup dipantau hingga berat yang memerlukan tindakan medis.
Jantung bocor karena apa atau jantung bocor apa penyebabnya? Penyebab bocor jantung bergantung pada jenisnya. Secara garis besar, ada dua kelompok besar yang perlu dipahami.
Lubang pada sekat jantung terbentuk ketika proses pembentukan jantung di dalam kandungan tidak berjalan sempurna, umumnya pada minggu ke-3 hingga ke-8 kehamilan. Dinding pemisah yang seharusnya terbentuk justru meninggalkan satu atau lebih lubang.
Penyebab pastinya belum diketahui, namun para ahli menduga kombinasi faktor berikut berperan:
Pada orang dewasa, jantung bocor lebih sering disebabkan oleh melemahnya atau rusaknya katup jantung. Pemicunya meliputi:

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, penyakit jantung bawaan terjadi pada sekitar 8–10 dari setiap 1.000 kelahiran hidup, atau bertambah sekitar 32.000 kasus baru setiap tahun. Bahkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) memperkirakan ada 4 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap jamnya. Angka ini menunjukkan bahwa deteksi dini bukan sekadar anjuran.
Pertanyaan penyebab jantung bocor pada orang dewasa sering muncul karena gejalanya baru dirasakan setelah bertahun-tahun. Pola ini berbeda pada tiap kelompok usia.
Inilah alasan mengapa jantung bocor bisa dialami siapa saja, bukan hanya anak-anak, dan mengapa pemeriksaan jantung rutin tetap penting di usia dewasa.
Jantung bocor kadang sulit disadari karena pada kebocoran ringan sering tidak menimbulkan keluhan. Mencari ciri ciri jantung bocor atau tanda tanda jantung bocor pada diri sendiri memang tidak mudah, sebab keluhannya bisa mirip penyakit lain. Sering kali gangguan ini pertama kali dicurigai saat dokter mendengar murmur, yaitu suara mendesing atau mendesir abnormal yang bersumber dari aliran darah, saat memeriksa jantung dengan stetoskop.
Keluhan yang umumnya muncul antara lain:
Pada anak, ciri-ciri jantung bocor yang khas adalah mudah capek saat menyusu atau bermain, berkeringat saat makan, napas cepat, berat badan sulit naik, serta sering mengalami infeksi saluran napas. Pada kasus berat, kulit di sekitar bibir dan kuku dapat terlihat kebiruan.
Gejala juga cenderung berbeda tergantung jenis kelainannya. Berikut gambaran gejala jantung bocor pada orang dewasa dan anak sesuai jenisnya:
Ciri ciri jantung bocor pada orang dewasa umumnya berkaitan dengan kebocoran katup, sedangkan ciri ciri jantung bocor pada anak dan bayi lebih sering berkaitan dengan kelainan bawaan sejak lahir.
| Jenis | Gejala khas |
|---|---|
| ASD | Sering tanpa gejala; bila besar, muncul sesak napas, mudah lelah, berdebar, dan gangguan pertumbuhan pada anak |
| VSD | Napas cepat, sulit menyusu, berkeringat saat makan, dan berat badan sulit naik pada bayi |
| Regurgitasi katup mitral | Sesak napas, mudah lelah, berdebar, dan pada kasus berat terjadi penimbunan cairan |
| Regurgitasi katup trikuspid | Pembengkakan akibat penimbunan cairan di kaki dan area perut |
Banyak orang bertanya, jantung bocor apakah berbahaya? Jawabannya ya, jantung bocor berbahaya bila dibiarkan tanpa penanganan, terutama jika lubang atau kebocorannya sedang hingga besar. Aliran darah yang abnormal memaksa jantung bekerja lebih keras terus-menerus.
Akibat jantung bocor yang perlu diwaspadai meliputi:
Kabar baiknya, kebocoran ringan dengan pemantauan rutin umumnya tidak menimbulkan komplikasi. Risiko memburuk justru muncul ketika kondisi dibiarkan bertahun-tahun tanpa evaluasi.
Jantung bocor apa bisa sembuh? Jawabannya, jantung bocor bisa sembuh atau setidaknya terkendali. Peluangnya sangat bergantung pada jenis kelainan, ukuran kebocoran, lokasi, usia, serta ada tidaknya gejala dan komplikasi.
Sebagian kasus jantung bocor bawaan dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. ASD berukuran sangat kecil (di bawah 5 mm) berpeluang menutup spontan, sedangkan sebagian besar VSD berukuran kecil juga menutup sendiri dalam 1–2 tahun pertama kehidupan. Jika lubang kecil, tidak bergejala, dan tidak membebani jantung, dokter biasanya cukup melakukan pemantauan berkala.
Sebaliknya, kebocoran katup pada orang dewasa umumnya tidak menutup sendiri. Regurgitasi katup yang masih ringan biasanya hanya perlu dipantau dan diperiksa berkala dengan ekokardiografi.
Bila lubang atau kebocoran menimbulkan gejala dan membebani jantung, dokter akan menyarankan penanganan untuk memperbaiki struktur jantung. Umumnya kondisi ini terkelola baik dan pasien dapat kembali beraktivitas normal setelah menjalani tindakan yang tepat.
Prognosis jantung bocor umumnya baik bila ditangani sebelum komplikasi muncul. Penutupan ASD, misalnya, diketahui menurunkan risiko kematian jangka panjang dan membuat harapan hidup penderita mendekati populasi umum, terutama bila tindakan dilakukan sebelum usia 25 tahun.
Sebaliknya, ASD atau VSD besar yang tidak pernah ditangani berisiko menimbulkan gagal jantung dan hipertensi pulmonal. Jadi, pertanyaan apakah jantung bocor bisa menyebabkan kematian tidak bisa dijawab dengan satu angka pasti, karena sangat bergantung pada jenis, ukuran, dan waktu penanganan.
Pengobatan jantung bocor disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan, gejala, dan kondisi jantung pasien. Berikut pilihan penanganan yang umum dilakukan.
Obat jantung bocor tidak dapat menutup lubang atau memperbaiki katup, tetapi membantu mengurangi gejala dan meringankan kerja jantung. Yang biasa diresepkan antara lain diuretik untuk membuang kelebihan cairan, ACE inhibitor atau beta-blocker untuk melemaskan pembuluh darah, serta digoksin untuk memperkuat pompa jantung. Pasien juga dapat diberikan antibiotik profilaksis sebelum tindakan tertentu, misalnya perawatan gigi, untuk mencegah endokarditis.
Pada metode ini, dokter memasukkan selang kecil bernama kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha, lalu mengarahkannya ke jantung untuk memasang alat penutup lubang sekat. Prosedur ini tidak memerlukan pembukaan dada sehingga pemulihannya lebih cepat. Pelajari lebih lanjut kateterisasi jantung beserta prosedurnya.
Operasi jantung bocor dilakukan melalui pembedahan terbuka untuk menambal lubang pada sekat atau memperbaiki katup jantung. Perbaikan katup dapat dilakukan dengan memasang annuloplasty ring, yaitu cincin yang memperkuat dan mengencangkan katup. Bila perbaikan tidak memungkinkan, katup diganti dengan katup sintetis maupun katup biologis. Pada katup sintetis, pasien perlu menjalani terapi antikoagulan jangka panjang untuk mencegah penggumpalan darah.
Untuk kebocoran ringan tanpa gejala, pengobatan yang diberikan adalah pemantauan rutin. Pemeriksaan jantung berkala bertujuan memastikan kebocoran tidak membesar dan fungsi jantung tetap baik. Pemeriksaan seperti ekokardiografi atau echo jantung umumnya digunakan untuk menilai kondisi ini.
Selain itu, gaya hidup sehat tetap menjadi bagian penting dari pengobatan. Jalani cara menjaga kesehatan jantung dengan mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, berolahraga sesuai kemampuan, berhenti merokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah.
Baca Juga
Jantung bocor sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan rutin menjadi cara terbaik untuk mendeteksinya. Anda dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter jantung bila mengalami sesak napas yang memberat, nyeri dada, jantung berdebar tidak teratur, mudah pingsan, pembengkakan pada kaki atau perut, atau pertumbuhan anak yang terhambat.
Segera ke IGD bila muncul tanda bahaya berupa sesak napas berat, nyeri dada yang menjalar, kulit membiru, atau penurunan kesadaran. Bila Anda pernah menjalani operasi katup jantung dan mengalami demam tanpa sebab yang jelas, juga perlu segera diperiksa karena berisiko endokarditis.
Untuk memastikan kondisi Anda, konsultasikan dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Royal Progress. Tim kami didukung fasilitas diagnostik modern, mulai dari EKG, ekokardiografi, hingga kateterisasi jantung, sehingga diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara akurat dan menyeluruh.
