Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Penyebab Darah Tinggi: Kenali Faktor Risiko Sejak Dini

Penyebab Darah Tinggi: Kenali Faktor Risiko Sejak Dini

04/09/2024

Tekanan darah tinggi (hipertensi) tidak memunculkan gejala dan bisa berbahaya jika tidak mendapat penanganan tepat. Hal ini karena darah tinggi bisa meningkatkan risiko Anda terkena stroke, serangan jantung, gagal ginjal, disfungsi seksual, dan gangguan medis lainnya. Dan karena jarang menimbulkan gejala membuat hampir separuh orang dewasa tidak menyadari memilikinya. Satu-satunya jalan untuk mengetahuinya adalah dengan pemeriksaan rutin.

Namun, apa penyebab darah tinggi pada seseorang? Mari kita bahas, apa saja faktor risiko tekanan darah tinggi.

1. Usia

National Institute on Aging (NIA) menyatakan usia yang terus bertambah berdampak pada peningkatan tekanan darah. Hal ini karena pembuluh darah mengalami perubahan secara alami, seperti arteri kaku yang mampu meningkatkan risiko hipertensi.

2. Konsumsi Garam Berlebih

Garam atau natrium, adalah salah satu penyebab hipertensi. Ketika Anda mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi, tubuh akan menahan lebih banyak air untuk mencairkan natrium dalam darah. Hal ini menyebabkan peningkatan volume darah dan selanjutnya berdampak pada tekanan darah.

Di sisi lain, WHO telah menganjurkan untuk mengonsumsi garam kurang dari 5 gram per hari. Namun, faktanya banyak orang mengonsumsi garam lebih dari anjuran asupan harian dalam pola makannya. Hal ini tentu berkontribusi pada tensi yang tinggi.

3. Kegemukan

Faktor risiko penyebab tensi tinggi lainnya, obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas menyumbang sekitar 65-78% kasus hipertensi primer.

Ketika massa tubuh bertambah, organ seperti jantung harus kerja ekstra dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Ginjal juga membutuhkan aliran darah lebih tinggi agar dapat berfungsi dengan baik. Akhirnya, hal ini berpotensi meningkatkan tensi darah.

4. Gaya Hidup

Lifestyle yang tidak sehat juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini, seperti:

  • Konsumsi makanan tidak sehat, terutama makanan tinggi garam dan rendah kalium
  • Konsumsi alkohol atau kafein berlebihan
  • Kurang aktivitas fisik (sedentary lifestyle) membuat jantung harus ekstra bekerja untuk menstabilkan aliran darah
  • Stress
  • Merokok dan penumpukan plak di arteri
  • Pemakaian zat-zat seperti kokain, metamfetamin atau stimulan lainnya

5. Genetika dan Riwayat Keluarga

Memiliki anggota inti dengan riwayat medis hipertensi juga berdampak pada tingginya pengembangan potensi terkena kondisi ini.

Meski faktor keturunan tidak bisa Anda ubah, Anda bisa mempraktikkan sejumlah tindakan preventif untuk meminimalisir risiko. Misalnya, dengan menjalani pola hidup sehat, mempertahankan massa tubuh ideal, dan mengurangi asupan garam.

6. Kurangnya Kualitas Tidur

Menurut CDC, mayoritas orang yang berusia di atas 18 tahun membutuhkan setidaknya 7 jam tidur malam untuk kesehatan yang optimal. Namun, banyak pula yang tidak merasa cukup dan ini memengaruhi kesehatan, terutama jika Anda mempunyai tekanan darah tinggi.

Hal ini karena tekanan darah Anda turun sewaktu tidur. Itu memberi tubuh Anda istirahat. Mengalami insomnia, masalah tidur lainnya, atau terlalu sedikit tidur, berarti tubuh Anda tidak mendapat banyak istirahat.

7. Kehamilan

Hipertensi yang berkembang selama kehamilan disebut hipertensi gestasional dengan angka diastolik lebih tinggi dari 140/90 mmHG.

Jika saat melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan, Anda terindikasi memilikinya, dokter akan memberikan penanganan untuk mengelolanya agar tidak membahayakan Anda dan janin.

Lalu, apa penyebab tekanan darah tinggi pada ibu hamil?

Berikut sejumlah kemungkinan yang menjadi penyebab tekanan darah tinggi pada bumil.

  • Kenaikan massa tubuh tidak terkendali
  • Banyak tidur atau kurang aktivitas fisik
  • Merokok
  • Minum alkohol
  • Kehamilan pertama kali
  • Riwayat keluarga dengan hipertensi gestasional
  • Mengandung lebih dari satu anak
  • Berusia 35 tahun atau lebih

8. Kondisi Medis

Meski penyebab secara keseluruhan tidak dapat teridentifikasi secara spesifik, tetapi kondisi kesehatan seseorang juga bisa berkontribusi menyebabkan hipertensi sekunder. Contohnya karena menderita penyakit gagal ginjal kronis, kelainan jantung bawaan atau kondisi jantung abnormal lain, juga penyakit autoimun tertentu.

9. Pengobatan

Beberapa obat, seperti steroid, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dekongestan, pil KB, dan obat lain juga mampu meningkatkan tensi Anda.

Penyebab darah tinggi, seperti usia, riwayat keluarga dan genetika, ras dan etnis, serta jenis kelamin, tidak bisa Anda ubah. Namun, Anda tetap bisa mengambil langkah untuk mengurangi faktor risiko hipertensi dan komplikasinya.

Jika Anda merasa memiliki risiko (seperti genetik atau riwayat keluarga) atau sudah mengalami gejala hipertensi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Royal Progress. Dengan penanganan yang tepat, Anda bisa menjalani hidup yang lebih sehat dan bebas dari risiko komplikasi serius akibat hipertensi.

  • What is High Blood Pressure? - American Heart Association
  • Hypertension - WHO International
  • Elevated blood pressure - Symptoms & causes - Mayo Clinic
  • Hypertension Prevalence Among Adults Aged 18 and Over: United States, 2017-2018 - CDC
  • Overweight and Obesity - What Are Overweight and Obesity? - NHLBI, NIH
  • About Sleep | Sleep - CDC

Artikel Lainnya

Tanpa Obat, Ini 7 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Asam lambung yang naik tiba-tiba sering membuat siapa saja merasa kurang nyaman ketika beraktivitas maupun beristirahat pada malam hari. Jika ini terjadi, pertolongan pertama saat asam lambung naik yang bisa dilakukan adalah dengan duduk tegak guna meminimalkan tekanan. Biasanya, naiknya asam lambung ditandai dengan dada terasa panas, mual, perut begah atau kembung hingga sensasi pahit […]
20/05/2026

Sering Diabaikan, 7 Gejala Campak Ini Bisa Memicu Komplikasi Serius

Kasus campak di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, bahkan tercatat 8.224 suspek dengan 572 kasus terkonfirmasi hingga awal tahun 2026. Keadaan tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap gejala campak awal yang sering dianggap menyerupai flu biasa. Campak bukan hanya menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, tetapi juga dapat memengaruhi saluran pernapasan hingga kondisi tubuh secara keseluruhan. […]
20/05/2026

Penyakit Saat Cuaca Ekstrem yang Berbahaya Tetapi Sering Diabaikan

Cuaca ekstrem dapat memunculkan berbagai penyakit yang menyerang tubuh hal ini akibat adanya perubahan suhu maupun kelembapan cukup drastis setiap harinya. Salah satu penyakit saat cuaca ekstrem yang sering terjadi adalah heatstroke karena paparan panas berlebihan dalam waktu lama. Sayangnya, banyak orang mengabaikan gejala awal gangguan kesehatan tersebut meski kondisi tubuh sudah terasa semakin tidak […]
19/05/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down