Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Mengenal Penyakit Ankylosing Spondylitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Mengenal Penyakit Ankylosing Spondylitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ankylosing spondylitis adalah penyakit inflamasi kronis yang menyerang tulang belakang dan sendi sakroiliaka. Kondisi ini dapat memicu rasa nyeri punggung bawah dan kekakuan.

Berbeda dengan nyeri punggung biasa, keluhan pada kondisi ini sering berlangsung lama dan dapat muncul berulang. Jika diabaikan terus menerus tanpa penanganan yang tepat, peradangan dapat memengaruhi fleksibilitas tulang belakang dan aktivitas sehari-hari.

Karena gejalanya sering menyerupai keluhan nyeri otot atau kelelahan biasa, banyak orang tidak menyadari kondisi ini sejak awal. Untuk memahami secara mendalam kondisi ini, simak uraian berikut.

Apa Itu Ankylosing Spondylitis?

Penyakit Bechterew atau ankylosing spondylitis (AS) adalah salah satu jenis arthritis (radang sendi) yang utamanya menyerang tulang belakang.

Secara harfiah, ankylosing berarti kaku dan spondyl merujuk pada tulang belakang (tulang aksial). Kondisi ini secara progresif menciptakan "jembatan tulang" di antara sendi sakroiliaka (pertemuan tulang belakang dan pinggul), yang perlahan merampas fleksibilitas tubuh.

Jika peradangan berkembang hingga mencapai tulang dada, aktivitas sederhana seperti menarik napas dalam pun dapat terasa sulit karena rongga dada yang ikut menyatu dan kaku.

Gejala Ankylosing Spondylitis

Gejala awal sering kali muncul secara perlahan dan menyerupai pegal biasa. Namun, ada ciri khas yang membedakannya.

Berikut adalah beberapa gejala ankylosing spondylitis yang perlu Anda waspadai:

  • Nyeri punggung bawah dan panggul yang intens, terutama pada pagi hari atau setelah periode tidak aktif yang lama.
  • Rasa kaku yang membaik dengan olahraga. Berbeda dengan cedera otot, nyeri ini justru berkurang saat Anda aktif bergerak dan memburuk saat istirahat.
  • Nyeri yang mengganggu tidur. Sering kali membuat penderita terbangun di tengah malam karena rasa tidak nyaman.
  • Kelelahan ekstrem atau tubuh merasa sangat lemas karena sistem imun terus-menerus bekerja melawan peradangan di dalam tubuh.
  • Postur tubuh bungkuk sebagai respons terhadap nyeri punggung (Hal ini karena membungkuk ke depan cenderung meredakan nyeri).
  • Tulang belakang lurus dan kaku.
  • Ketidakmampuan menarik napas dalam-dalam jika sendi antara tulang rusuk dan tulang belakang terpengaruh.
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan.
  • Anemia.

Seiring berkembangnya penyakit, rasa sakit dapat menjalar ke leher, perut, tulang rusuk, hingga tumit. Lantas, apa penyebab ankylosing spondylitis?

Penyebab Ankylosing Spondylitis

Ankylosing spondylitis adalah penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan menyerang tubuh Anda, alih-alih melindunginya.

Hingga saat ini, para ahli masih meneliti apa penyebab penyakit ankylosing spondylitis secara pasti. Namun, penelitian telah menemukan bahwa mutasi genetik tertentu terkait erat dengan terjadinya AS.

Mutasi genetik adalah perubahan pada urutan DNA Anda yang terjadi ketika sel Anda membelah untuk membuat salinan dirinya sendiri.

Setidaknya, ada lebih dari 60 gen yang bermutasi, yang mungkin menyebabkan AS. Salah satu contohnya adalah gen antigen-B leukosit manusia (HLA-B27 atau Leukocyte Antigen-B27).

Meskipun memiliki kaitan yang sangat kuat, keberadaan gen ini bukan satu-satunya penentu; faktanya, tidak sedikit orang tanpa gen HLA-B27 yang tetap dapat mengembangkan penyakit ini, sementara banyak orang yang memilikinya justru tidak pernah menunjukkan gejala sama sekali.

Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang seseorang terkena kondisi ini meliputi:

  • Usia - Biasanya mulai muncul pada masa remaja akhir atau dewasa muda (di bawah usia 40 tahun).
  • Jenis Kelamin - Pria diketahui memiliki risiko lebih tinggi dan gejala yang cenderung lebih parah dibandingkan wanita.
  • Riwayat Keluarga - Orang yang mempunyai saudara kandung dekat dengan AS (terutama orang tua kandung).
  • Kondisi Medis Tertentu- Orang dengan kondisi kesehatan tertentu juga lebih mungkin terkena ankylosing spondylitis, seperti penderita penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan psoriasis.

Diagnosis Ankylosing Spondylitis

Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas disertai adanya faktor risiko, dokter akan menyarankan serangkaian tes untuk menegakkan diagnosis. Tes tersebut antara lain:

1. Pemindaian: X-Ray/Rontgen, MRI, CT-Scan

Pemindaian adalah cara utama melihat kerusakan pada sendi sakroiliaka. Contohnya X-ray untuk melihat perubahan tulang yang sudah permanen, sementara MRI lebih efektif dalam mendeteksi peradangan pada tahap sangat awal sebelum kerusakan tulang terlihat jelas pada rontgen biasa.

2. Pemeriksaan Darah

Meski tidak ada tes darah tunggal yang dapat mendiagnosis kondisi ini secara langsung, pemeriksaan laboratorium sangat membantu mengonfirmasi adanya aktivitas peradangan sistemik. Pemeriksaan darah juga berfungsi untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain.

3. Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR atau Sed Rate)

Tes ESR berfungsi untuk mengukur seberapa cepat sel darah merah mengendap di dasar tabung reaksi.

Ketika terjadi inflamasi, protein darah akan menggumpal dan menjadi lebih berat dari biasanya. Akhirnya sel darah dengan cepat jatuh dan mengendap di dasar tabung. Semakin cepat sel darah turun, semakin parah peradangannya.

4. Genetic Testing

Dokter juga mungkin menyarankan tes darah untuk mencari keberadaan gen HLA-B27. Hasil tes yang positif dapat memperkuat diagnosis apabila Anda juga merasakan gejala klinis yang mendukung.

Pengobatan Ankylosing Spondylitis

Setelah diagnosis ditegakkan, langkah selanjutnya adalah penanganan penyakit AS. Meski terdapat sejumlah opsi penanganan, di benak pasien pasti bertanya-tanya ankylosing spondylitis apakah dapat sembuh?

Secara medis, penyakit ini bersifat kronis dan belum ada obat yang dapat menghilangkannya secara total. Namun, pengobatan saat ini sangat efektif untuk mengendalikan gejala, mengurangi peradangan, dan mencegah perburukan kondisi serta komplikasi jangka panjang.

Rencana perawatan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Hal ini termasuk jenis dan tingkat keparahan gejala, usia, serta kondisi kesehatan secara umum.

Perawatan dapat mencakup:

Latihan Fisik

Latihan fisik dan menjaga postur tubuh secara rutin dapat membantu mempertahankan kelenturan, memperluas rentang gerak, serta mengurangi gejala klinis ankylosing spondylitis.

Aktivitas seperti peregangan, yoga, latihan pernapasan, berenang, dan latihan postur dapat menjadi bagian dari perawatan menyeluruh yang juga mencakup pengobatan dan fisioterapi.

Kompres Panas atau Dingin

Anda juga dapat menggunakan bantal panas atau mandi air hangat untuk membantu meredakan nyeri dan kekakuan pada tulang belakang serta sendi yang terdampak. Sementara itu, kompres dingin atau es dapat Anda gunakan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada sendi yang terasa nyeri.

Obat-obatan

Pengobatan terbaru ankylosing spondylitis dapat melibatkan beberapa jenis obat, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan respons tubuh terhadap terapi. Di antaranya, yaitu:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan. Namun, perlu konsultasi dokter untuk penggunaan jangka panjang.
  • Obat biologik, Obat resep ini bekerja dengan menekan proses peradangan di dalam tubuh. Selain mengurangi nyeri, obat biologik juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit.
  • Kortikosteroid merupakan obat antiinflamasi yang digunakan dalam kondisi tertentu. Pada beberapa kasus, dokter dapat memberikan suntikan kortikosteroid langsung ke sendi yang mengalami peradangan untuk meredakan gejala.

Alternatif Pengobatan Lain: Akupunktur dan Terapi Pijat

Alternatif lain yang dapat membantu mengurangi nyeri dan keluhan lainnya ada akupunktur dan terapi pijat yang memberikan efek relaksasi.

Operasi

Operasi biasanya menjadi pilihan terakhir jika terjadi kerusakan sendi yang sangat parah, misalnya penggantian sendi panggul atau operasi koreksi pada tulang belakang yang sudah sangat membungkuk.

Ankylosing spondylitis adalah penyakit peradangan kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Kenali gejalanya sejak dini dan segera dapatkan penanganan agar peluang mengendalikan penyakit dan menjaga kualitas hidup menjadi lebih baik.

Jangan tunda hingga mobilitas Anda terbatas. Jika Anda bingung harus memulai dari mana atau ankylosing spondylitis berobat ke dokter apa, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dan Spesialis Penyakit Dalam.

Segera jadwalkan pemeriksaan Anda di RS Royal Progress untuk mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan komprehensif dari tim medis ahli.

FAQ

  • Apa yang dimaksud dengan ankylosing spondylitis?
    Ankylosing spondylitis adalah jenis artritis yang menyebabkan peradangan pada sendi dan ligamen tulang belakang. Penyakit ini juga dapat memengaruhi sendi perifer seperti lutut, pergelangan kaki, dan pinggul.
  • Apa yang dirasakan penderita ankylosing spondylitis?
    Umumnya penderita akan merasakan nyeri di area tulang belakang yang berkepanjangan. Nyeri ini pun dapat hilang timbul.
  • Ankylosing spondylitis apakah dapat sembuh?
    Ankylosing spondylitis tak dapat disembuhkan secara total. Karena itu, penanganan ditujukan untuk meminimalkan gejala, mencegah komplikasi, dan menjaga mobilitas.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kami

  • Diagnosis and Treatment of Ankylosing Spondylitis - PMC
  • New developments in our understanding of ankylosing spondylitis pathogenesis - PMC
  • Ankylosing Spondylitis - StatPearls - NCBI Bookshelf
  • Ankylosing Spondylitis - Johns Hopkins Medicine
  • Ankylosing Spondylitis (AS): Symptoms & Treatment - Cleveland Clinic
  • Ankylosing spondylitis - Symptoms & causes - Mayo Clinic
  • Ankylosing Spondylitis (AS): Causes, Symptoms, and Treatments - Healthline

Artikel Lainnya

Mengenal Kifosis - Penyebab Tubuh Tampak Bungkuk, Cara Mengatasi & Mencegahnya

Pernah melihat postur tubuh yang tampak membungkuk dan mengira itu hanya kebiasaan duduk yang buruk? Padahal, tidak selalu demikian, dapat jadi itu merupakan masalah medis, yaitu kifosis. Lalu, apa penyebab kifosis? Faktor penyebabnya sangat bervariasi, mulai dari kebiasaan postur tubuh sehari-hari hingga kondisi medis tertentu yang berdampak pada tulang belakang. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan […]
02/07/2026

Apa itu Hipotermia? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Hipotermia merupakan keadaan saat suhu tubuh menurun drastis hingga mengganggu fungsi organ penting secara menyeluruh. Biasanya keadaan ini terjadi setelah tubuh terlalu lama berada pada lingkungan dingin tanpa perlindungan memadai sebelumnya. Lantas, apakah hipotermia itu berbahaya? Iya, sebab bisa menimbulkan gangguan kesadaran, masalah pernapasan, hingga komplikasi serius. Oleh karena itu, Anda perlu memahami penyebab, gejala, […]
24/06/2026

Apa Itu Penyakit Tiroid? Ini Jenis, Penyebab, Gejala, dan Perawatannya

Penyakit tiroid merupakan gangguan pada kelenjar kecil di leher tapi memiliki peran besar dalam mengatur metabolisme tubuh. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat memengaruhi energi, berat badan, hingga fungsi organ penting. Oleh karena itu, memahami gejala dan penyebabnya sangat penting agar Anda dapat melakukan deteksi dini serta mendapatkan penanganan yang tepat sejak awal. Apa […]
24/06/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down