Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Pengapuran Tulang: Penyebab, Ciri-Ciri, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Pengapuran Tulang: Penyebab, Ciri-Ciri, Gejala, dan Cara Mengatasinya

03/10/2024

Mengapa semakin bertambah usia, gerak tubuh terasa semakin kaku dan nyeri? Salah satu penyebab yang paling sering dijumpai adalah pengapuran tulang. Kondisi ini membuat sendi nyeri saat digerakkan, terasa kaku di pagi hari, hingga membatasi aktivitas sehari-hari.

Pengapuran tulang bukan hanya menyerang lansia. Data global terakhir menyebutkan hampir 15% orang berusia 30 tahun atau lebih sudah merasakan osteoarthritis. Sayangnya, banyak orang masih salah memahami pengapuran tulang sebagai penumpukan zat kapur, sehingga penanganannya pun bisa keliru.

Artikel ini membahas lengkap penyebab, ciri-ciri, gejala, bagian tubuh yang paling sering terkena, cara mengatasi, hingga perbedaannya dengan pengeroposan tulang. Mari simak sampai selesai.

Apa Itu Pengapuran Tulang?

Ketika mendengar tentang pengapuran tulang, hal pertama yang mungkin timbul dalam pikiran banyak orang adalah terjadinya penumpukan zat kapur pada area sekitar tulang. Tentu saja pemahaman ini tidak tepat karena berbeda jauh dengan pengertian sesungguhnya.

Pengapuran tulang adalah penyakit sendi yang terjadi akibat penipisan bantalan sendi, yaitu tulang rawan. Dalam dunia medis, praktisi kesehatan mengenal pengapuran tulang dengan istilah osteoarthritis, yang juga disebut sebagai penyakit sendi degeneratif. Bahasa medis pengapuran tulang adalah osteoarthritis, dan nama lain pengapuran tulang ini penting Anda ketahui agar tidak tertukar dengan istilah pengeroposan tulang.

Gambar kondisi pengapuran tulang pada sendi
Kondisi Pengapuran Tulang

Akibat dari menipisnya bantalan sendi inilah yang akan menimbulkan rasa nyeri bila terjadi pergerakan. Semakin menipis bantalan sendi, maka gesekan tulang akan semakin nyeri. Pada akhirnya kondisi ini yang akan membuat penderitanya sulit menjalani aktivitas sehari-hari dan mobilitas jadi terbatas. Seiring waktu, tubuh membentuk tonjolan tulang baru yang disebut osteofit — inilah yang membuat gambar pengapuran tulang tampak seperti tumbuhnya tulang.

Walaupun merupakan penyakit degeneratif, yang artinya menyerang orang yang lanjut usia, tidak tertutup kemungkinan penyakit ini juga terjadi pada orang yang lebih muda dengan kondisi tertentu.

Bagian sendi-sendi tubuh yang mengalami pengapuran tulang lebih dulu biasanya terjadi pada sendi tulang yang bekerja untuk menahan berat tubuh seperti lutut dan juga panggul. Sendi lainnya yang mungkin terkena yaitu leher, bahu, tangan dan kaki.

Penyebab Pengapuran Tulang

Penanganan masalah sendi bisa Anda mulai dengan mempelajari penyebab terjadinya pengapuran tulang. Dengan langkah ini, Anda akan mendapatkan pemahaman lengkap tentang pengapuran tulang, dan kemudian bisa mengambil langkah selanjutnya untuk mendapatkan solusi.

Lalu, pengapuran tulang karena apa dan apa saja yang menjadi pemicunya? Secara garis besar, pengapuran tulang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Pertambahan Usia

Sebagai penyakit degeneratif, pertambahan usia menjadi salah satu faktor utama terjadinya pengapuran tulang karena tulang rawan akan semakin melemah dan terkikis.

2. Berjenis Kelamin Perempuan

Ternyata perempuan memiliki risiko lebih besar mengalami pengapuran tulang, apalagi perempuan yang sudah menopause. Setelah menopause, kadar hormon estrogen menurun sehingga daya lindunginya terhadap tulang rawan ikut berkurang dan faktor risikonya jadi lebih tinggi.

3. Memiliki Berat Badan Berlebih atau Obesitas

Dampak obesitas pada pengapuran adalah karena berat tubuh sudah jauh di atas berat ideal, maka sendi-sendi tubuh mengalami tekanan yang lebih berat. Seiring berjalannya waktu, tekanan inilah yang dapat merusak bantalan sendi. Data menunjukkan bahwa 20% osteoarthritis terjadi karena obesitas.

4. Aktivitas Sehari-hari dan Pekerjaan

Orang-orang yang melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari yang mengharuskan mengangkat beban berat berulang kali akan memiliki risiko yang lebih besar dan lebih cepat terkena peradangan tulang.

5. Pernah Mengalami Cedera

Setiap orang bisa mengalami cedera yang berakibat negatif pada sendi-sendi dan meningkatkan risiko terjadinya pengapuran tulang. Kecelakaan dan aktivitas olahraga berat dapat menjadi penyebab pengapuran tulang, termasuk pada usia muda.

Faktor Risiko Lain yang Perlu Diketahui

Selain lima faktor di atas, terdapat beberapa kondisi lain yang turut meningkatkan risiko pengapuran tulang, yaitu:

  • Memiliki riwayat keluarga atau faktor genetik pengapuran tulang
  • Kelainan bawaan pada tulang rawan atau sendi
  • Menderita penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis, asam urat, atau hemokromatosis
  • Kebiasaan memakai sepatu hak tinggi atau aktivitas yang menekan sendi terus-menerus

Pengapuran Tulang di Usia Muda

Penyebab pengapuran tulang di usia muda umumnya bukan proses penuaan alami, melainkan cedera sendi, aktivitas fisik berat berulang, obesitas, atau kelainan bawaan. Karena itu, pengapuran tulang bisa saja terjadi pada usia 20 hingga 30 tahun, terutama bila sendi sering menerima beban berlebih tanpa istirahat yang cukup.

Ciri-Ciri dan Tanda Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang berkembang perlahan, sehingga ciri ciri pengapuran tulang sering diabaikan pada tahap awal. Tanda pengapuran tulang yang paling khas adalah nyeri sendi yang muncul saat bergerak dan membaik ketika beristirahat. Berikut ciri-ciri pengapuran tulang yang perlu Anda waspadai:

  • Nyeri sendi saat digerakkan, terutama ketika menahan beban tubuh
  • Sendi terasa kaku, khususnya di pagi hari atau setelah lama tidak bergerak
  • Muncul bunyi "krek" saat sendi ditekuk (krepitasi)
  • Rentang gerak sendi menyempit dan terasa tidak leluasa
  • Pembengkakan ringan di sekitar sendi yang terkena
  • Otot di sekitar sendi melemah
  • Kekakuan dan nyeri yang memburuk menjelang malam

Ciri-ciri tersebut bisa berbeda tergantung lokasi sendi yang terkena. Berikut penjabarannya:

Ciri-Ciri Pengapuran Tulang Lutut

Pengapuran sendi lutut biasanya ditandai nyeri lutut saat naik-turun tangga, jongkok, atau berdiri terlalu lama, lutut terasa kaku, dan kadang berbunyi saat ditekuk.

Ciri-Ciri Pengapuran Tulang Belakang dan Leher

Pengapuran tulang belakang dan leher menimbulkan nyeri atau kaku pada area punggung dan leher. Bila tonjolan tulang menekan saraf, keluhan dapat menjalar ke lengan atau kaki disertai kesemutan.

Ciri-Ciri Pengapuran Tulang Kaki dan Tangan

Pada kaki, pengapuran menimbulkan nyeri saat berjalan jauh atau berdiri lama. Pada tangan, ciri yang khas adalah benjolan kecil di sendi jari serta kekakuan pada pagi hari.

Bagian Tubuh yang Umum Terkena Pengapuran

Pengapuran tulang dapat menyerang hampir semua sendi, namun beberapa lokasi paling sering dijumpai, antara lain:

  • Lutut - pengapuran lutut atau pengapuran sendi lutut merupakan yang paling umum karena lutut menopang beban tubuh.
  • Tulang belakang - pengapuran tulang belakang menimbulkan nyeri punggung dan bisa menekan saraf.
  • Leher - pengapuran tulang leher menyebabkan kaku dan nyeri saat menoleh.
  • Panggul - pengapuran sendi panggul mengganggu gerak berjalan.
  • Tangan - pengapuran sendi tangan memunculkan benjolan pada jari.
  • Kaki dan tumit - pengapuran kaki dan tumit menimbulkan nyeri saat melangkah.
  • Bahu - pengapuran sendi bahu membatasi gerak lengan.

Gejala Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang lutut dan juga sendi lainnya akan membuat penderita merasakan gejala-gejala, seperti:

  • Ketika bergerak, sendi yang terkena osteoarthritis akan menimbulkan rasa nyeri
  • Sendi akan terasa kaku, khususnya di pagi hari
  • Otot di area sekitar sendi yang terkena osteoarthritis akan melemah
  • Semakin lama tubuh akan mulai sulit bergerak normal yang akan mengganggu mobilitas
  • Terjadi peradangan yang mengakibatkan pembengkakan pada sendi

Gejala Awal Pengapuran Tulang

Gejala awal pengapuran tulang umumnya berupa nyeri ringan yang datang dan pergi, terutama setelah beraktivitas berat, serta sendi yang terasa kaku saat bangun tidur. Karena ringan, keluhan ini sering dianggap pegal biasa. Padahal, mengenali gejala awal membantu Anda mendapat penanganan sebelum kerusakan sendi bertambah berat.

Punya Gejala Serupa?

Jangan Tunda, Konsultasikan Kesehatan Anda Hari Ini

Buat Janji Sekarang

Cara Mengatasi dan Pengobatan Pengapuran Tulang

Pengapuran tulang tidak dapat sembuh total karena tulang rawan yang menipis tidak dapat tumbuh kembali. Meski demikian, gejala dan progresivitasnya masih bisa dikendalikan sehingga Anda tetap aktif menjalani aktivitas. Berikut cara mengatasi pengapuran tulang yang umumnya dianjurkan:

  • Menjaga berat badan ideal agar sendi tidak menerima beban berlebih
  • Kompres - gunakan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan, dan kompres hangat untuk meredakan kekakuan sendi
  • Obat pengapuran tulang - obat pereda nyeri dan antiperadangan yang dikonsumsi sesuai resep dokter
  • Fisioterapi untuk memperkuat otot di sekitar sendi sehingga sendi lebih stabil
  • Terapi okupasi berupa latihan aktivitas mandiri dengan pendampingan ahli
  • Tindakan medis lanjutan seperti suntik sendi, artroskopi, hingga operasi bila kerusakan sudah berat

Uraian langkah demi langkah dapat Anda baca pada artikel 7 Cara Mengatasi Pengapuran Tulang secara Mandiri maupun Medis. Perlu diingat, penggunaan obat pengapuran tulang wajib berdasarkan konsultasi dokter, dan fisioterapi sebaiknya dilakukan bersama fisioterapi yang berpengalaman agar tidak memperburuk kondisi.

Cara Mencegah Pengapuran Tulang

Mencegah pengapuran tulang terjadi lebih dini lebih baik daripada mengobatinya, karena tindakan pencegahan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya pengapuran tulang di kemudian hari.

Berikut ini beberapa upaya pencegahan yang bisa Anda lakukan:

  • Menghindari kelebihan berat badan atau obesitas, sehingga sendi tidak mendapatkan beban tambahan yang menekan sendi
  • Menjaga pola makan sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan. Lalu, penderita pengapuran tulang harus banyak makan apa? Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang penting bagi sendi seperti kalsium, kolagen, dan vitamin D
  • Melakukan olahraga yang baik bagi otot dan sendi dengan teratur seperti jalan kaki dan berenang
  • Berhati-hati dalam beraktivitas untuk menghindari terjadi cedera pada sendi

Makanan dan Pantangan untuk Penderita Pengapuran Tulang

Menjaga pola makan membantu memperlambat kerusakan sendi. Perbanyak makanan untuk pengapuran tulang yang kaya kalsium, kolagen, dan vitamin D, seperti ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta produk susu. Sebaliknya, makanan penyebab pengapuran tulang yang sebaiknya dibatasi meliputi makanan tinggi gula, tinggi lemak jenuh, makanan olahan, serta minuman beralkohol dan bersoda berlebihan, karena dapat memicu peradangan dan kenaikan berat badan. Jika ragu, konsultasikan pantangan makanan yang sesuai dengan kondisi Anda kepada dokter.

Apakah Pengapuran Tulang Berbahaya dan Bisa Sembuh?

Banyak penderita bertanya, apakah pengapuran tulang bisa sembuh? Sebagai kondisi degeneratif, pengapuran tulang tidak bisa sembuh total karena tulang rawan yang rusak tidak dapat tumbuh kembali. Namun, hal ini bukan berarti pengapuran tulang selalu berbahaya selama dikelola dengan baik.

Pengapuran tulang berbahaya bila dibiarkan tanpa penanganan, karena dapat menimbulkan nyeri menahun, perubahan bentuk sendi, keterbatasan gerak, hingga menurunkan kualitas hidup. Pengapuran yang menekan saraf, misalnya di tulang belakang, dapat menyebabkan nyeri menjalar, kesemutan, bahkan kelemahan anggota gerak. Kabar baiknya, nyeri dan progresivitasnya masih dapat dikendalikan melalui pengobatan, fisioterapi, dan perubahan gaya hidup. Jadi, pertanyaan apakah pengapuran tulang bisa disembuhkan lebih tepat dijawab dengan: gejalanya dapat dikendalikan, bukan dihilangkan secara permanen.

Perbedaan Pengapuran Tulang dan Pengeroposan Tulang (Osteoporosis)

Pengapuran dan pengeroposan tulang sering dianggap sama, padahal keduanya berbeda. Pengapuran tulang (osteoarthritis) adalah kerusakan pada tulang rawan sendi akibat gesekan antar tulang, sedangkan pengeroposan tulang (osteoporosis) adalah penurunan kepadatan massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

  • Pengapuran tulang menyerang sendi dan bantalan tulang rawan, ditandai nyeri serta kaku saat sendi bergerak.
  • Pengeroposan tulang menyerang massa tulang, sering tanpa gejala sampai terjadi patah tulang.

Meski berbeda, keduanya dapat dialami bersamaan seiring bertambahnya usia. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter penting untuk memastikan diagnosis yang tepat agar penanganan yang diberikan sesuai.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami tanda-tanda berikut:

  • Nyeri sendi hebat yang tidak membaik dengan istirahat atau obat pereda nyeri
  • Sendi bengkak, merah, dan terasa hangat
  • Kekakuan sendi yang berlangsung lebih dari 30 menit di pagi hari
  • Keterbatasan gerak yang mulai mengganggu aktivitas harian
  • Kesemutan, nyeri menjalar, atau kelemahan anggota gerak (tanda saraf tertekan)
  • Demam yang disertai nyeri sendi (curiga infeksi)

Untuk diagnosis dan penanganan pengapuran tulang, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi. Jadi, bila Anda bertanya pengapuran tulang ke dokter apa, jawabannya adalah dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang menangani masalah tulang dan sendi di RS Royal Progress (Sunter, Jakarta Utara).

Mengalami pengapuran tulang tentu sangat mengganggu aktivitas, karena membuat Anda sulit untuk bergerak dan mobilitas pun menjadi terbatas. Itulah alasan mengapa Anda harus mengetahui apa saja faktor penyebab, ciri-ciri, dan gejala pengapuran tulang sejak dini, sehingga bisa mengambil tindakan untuk menghindarinya.

Lalu bagaimana bila ternyata Anda sudah mengalami gejala pengapuran tulang? Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter yang ahli mengenai masalah tulang dan sendi untuk mendapatkan saran yang tepat tentang cara mengatasi pengapuran tulang.

Anda dapat mengunjungi dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di RS Royal Progress untuk mendapatkan diagnosa yang tepat dan kemudian dokter dapat memberikan solusi permasalahan yang Anda alami. Bersama RS Royal Progress, pengapuran tulang bukan masalah lagi.

FAQ

  • Apa itu pengapuran tulang?
    Pengapuran tulang bukanlah penumpukan zat kapur pada area sekitar tulang, melainkan penyakit sendi (dalam dunia medis dikenal sebagai osteoarthritis) yang terjadi akibat penipisan bantalan sendi, yaitu tulang rawan. Hal ini memicu gesekan antar tulang yang menimbulkan rasa nyeri serta membatasi mobilitas.
  • Apa saja penyebab pengapuran tulang?
    Pengapuran tulang disebabkan oleh beberapa faktor utama: pertambahan usia, berjenis kelamin perempuan (terutama pasca-menopause), memiliki berat badan berlebih atau obesitas, rutinitas harian atau pekerjaan yang mengharuskan mengangkat beban berat berulang, serta riwayat cedera sendi.
  • Apa saja ciri-ciri dan gejala pengapuran tulang?
    Ciri-cirinya meliputi nyeri sendi saat digerakkan, sendi kaku terutama di pagi hari, muncul bunyi "krek" saat sendi ditekuk, rentang gerak menyempit, pembengkakan ringan pada sendi, otot sekitar sendi melemah, serta kekakuan yang memburuk menjelang malam. Pada pengapuran lutut, nyeri biasanya terasa saat naik-turun tangga atau jongkok.
  • Bagaimana cara mengatasi pengapuran tulang?
    Cara mengatasi pengapuran tulang meliputi menjaga berat badan ideal, menggunakan kompres dingin untuk bengkak atau kompres hangat untuk kekakuan, mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai resep dokter, menjalani fisioterapi dan terapi okupasi, serta tindakan medis lanjutan seperti suntik sendi atau artroskopi bila kerusakan sudah berat.
  • Apakah pengapuran tulang bisa sembuh?
    Pengapuran tulang tidak bisa sembuh total karena tulang rawan yang menipis tidak dapat tumbuh kembali. Meski demikian, gejala dan progresivitasnya dapat dikendalikan melalui pengobatan, fisioterapi, dan perubahan gaya hidup sehingga penderita tetap bisa beraktivitas.
  • Apakah pengapuran tulang berbahaya?
    Pengapuran tulang menjadi berbahaya bila dibiarkan tanpa penanganan karena dapat menimbulkan nyeri menahun, perubahan bentuk sendi, keterbatasan gerak, hingga menurunkan kualitas hidup. Pengapuran yang menekan saraf dapat menyebabkan nyeri menjalar, kesemutan, dan kelemahan anggota gerak, sehingga perlu segera diperiksakan ke dokter.
  • Apa perbedaan pengapuran tulang dan pengeroposan tulang?
    Pengapuran tulang (osteoarthritis) menyerang sendi akibat kerusakan tulang rawan, sedangkan pengeroposan tulang (osteoporosis) adalah penurunan kepadatan massa tulang yang membuat tulang rapuh dan mudah patah. Keduanya berbeda, namun bisa dialami bersamaan seiring bertambahnya usia.
  • Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis?
    Jika Anda mulai merasakan gejala seperti nyeri sendi atau kekakuan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan dengan dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di Rumah Sakit Royal Progress (Sunter, Jakarta Utara) untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

  • Perbedaan pengapuran dengan pengeroposan tulang - Perhimpunan Reumatologi Indonesia

Artikel Lainnya

Operasi Ganti Sendi Lutut: Kapan Diperlukan dan Bagaimana Prosedurnya

Nyeri lutut yang menetap sering membuat penderitanya mencari tahu soal operasi ganti sendi lutut, termasuk kapan tindakan ini benar-benar diperlukan dan apa yang perlu disiapkan. Keputusan menjalani ganti lutut tidak diambil dalam satu kali konsultasi. Artikel ini membahas tahapan penilaiannya, mulai dari beratnya kerusakan sendi hingga apakah terapi non-bedah sudah dicoba, termasuk persiapan dan pemulihannya. […]
14/10/2026

Mengenal Kifosis - Penyebab Tubuh Tampak Bungkuk, Cara Mengatasi & Mencegahnya

Pernah melihat postur tubuh yang tampak membungkuk dan mengira itu hanya kebiasaan duduk yang buruk? Padahal, tidak selalu demikian, dapat jadi itu merupakan masalah medis, yaitu kifosis. Lalu, apa penyebab kifosis? Faktor penyebabnya sangat bervariasi, mulai dari kebiasaan postur tubuh sehari-hari hingga kondisi medis tertentu yang berdampak pada tulang belakang. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan […]
02/07/2026

Mengenal Penyakit Ankylosing Spondylitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ankylosing spondylitis adalah penyakit inflamasi kronis yang menyerang tulang belakang dan sendi sakroiliaka. Kondisi ini dapat memicu rasa nyeri punggung bawah dan kekakuan. Berbeda dengan nyeri punggung biasa, keluhan pada kondisi ini sering berlangsung lama dan dapat muncul berulang. Jika diabaikan terus menerus tanpa penanganan yang tepat, peradangan dapat memengaruhi fleksibilitas tulang belakang dan aktivitas […]
02/07/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down