Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog 5 Penyebab Dada Terasa Panas dan Penanganannya

5 Penyebab Dada Terasa Panas dan Penanganannya

Dada terasa panas tak jarang dapat menimbulkan kekhawatiran, apalagi jika terjadi secara tiba-tiba. Adapun penyebab dada terasa panas cukup beragam, mulai dari gangguan pencernaan ringan sampai kondisi jantung atau paru yang memerlukan perhatian khusus.

Simak penjelasan seputar dada terasa panas apa penyebabnya dan bagaimana penanganannya.

1. GERD

Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah masalah kronis pada sistem pencernaan di mana asam lambung berulang kali naik ke kerongkongan dan menimbulkan iritasi.

Hal ini disebabkan oleh otot cincin di bawah kerongkongan yang berfungsi sebagai katup melemah, sehingga isi lambung terdorong ke atas.

Visualisasi GERD
Visualisasi GERD

Selain dada terasa panas dan lemas, gejala GERD juga dapat berupa:

  • Mulut terasa asam atau pahit
  • Sering bersendawa
  • Sulit menelan
  • Batuk berkepanjangan
  • Suara serak
  • Gejala kian terasa bila berbaring setelah makan

Secara global, GERD tergolong gangguan pencernaan yang umum menjangkiti. Berdasarkan penelitian pada tahun 2020 melaporkan sekitar hampir 14% populasi dunia mengidap kondisi ini.

GERD sendiri tidak mengancam nyawa, namun jika tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi dan akan mengganggu kualitas hidup sehingga tidak bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Anda bisa mulai dengan perubahan sederhana, seperti:

  • Membatasi porsi makan serta makan dengan teratur
  • Menghindari makanan pedas dan berlemak
  • Membatasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol
  • Tidak langsung tiduran setelah makan

Sebagai tambahan, sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Setelah melalui konsultasi, biasanya dokter dapat meresepkan obat-obatan agar kondisi tidak memburuk.

2. Pankreatitis

Pankreatitis dapat dicurigai jika dada terasa panas disertai nyeri ulu hati dan nyeri perut kanan atas. Panas tersebut berasal dari peradangan pada pankreas. Ada yang bersifat akut (muncul tiba-tiba) dan ada pula yang kronis (berkembang sedikit demi sedikit).

Dua faktor pemicu yang paling umum yaitu batu empedu yang menutup saluran pankreas, dan konsumsi alkohol berlebih. Ciri utama pankreatitis adalah nyeri perut bagian atas yang tidak kunjung hilang, di samping keluhan panas di dada yang menjalar ke punggung.

Tingkat keparahan pankreatitis bervariasi, dari yang ringan sampai sangat berbahaya. Kasus ringan umumnya pulih dengan penanganan tepat. Sedangkan pankreatitis akut dapat berakibat fatal. Karena itu, kecurigaan adanya pankreatitis harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis.

Rawat inap diperlukan supaya pankreas mendapat waktu "beristirahat". Jika faktor pemicunya adalah batu empedu, dokter dapat melakukan tindakan seperti endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) atau operasi untuk mengatasinya.

Dari sisi angka kejadian, studi menunjukkan bahwa tiap tahunnya terhadap sekitar 34 kasus pankreatitis akut per 100.000 orang.

3. Anemia

Sekitar 37% wanita hamil mengalami anemia, menurut World Health Organization. Dikarenakan obat untuk anemia defisiensi besi dapat menyebabkan mual muntah, keadaan mual muntah yang sering ini akan menyebabkan dada terasa panas.

Keluhan ini cenderung lebih kentara ketika melakukan aktivitas fisik atau pada trimester akhir kehamilan. Hal ini karena tubuh membutuhkan lebih banyak sel darah merah di masa-masa tersebut.

Berdasarkan data di atas, anemia ringan lazim dialami selama kehamilan. Walaupun demikian, anemia sedang atau berat berpotensi meningkatkan risiko bagi ibu dan janin, mulai dari lahir prematur sampai komplikasi pascapersalinan.

Perubahan pola makan sering kali cukup membantu, seperti menambah konsumsi makanan kaya zat besi (contohnya daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan sayuran hijau). Bila perlu, dokter juga dapat meresepkan suplemen zat besi dan asam folat.

Jika kondisinya lebih parah, dokter mungkin menyarankan terapi zat besi melalui infus atau transfusi darah. Dengan perawatan yang tepat, mayoritas ibu hamil dapat pulih dengan baik sehingga kehamilan yang sehat tetap bisa dijalani.

4. Serangan Panik

Gejala fisik yang muncul bersamaan dengan serangan panik umumnya cukup intens, salah satunya area dada terasa panas. Biasanya juga ada sesak napas. Selama serangan panik, tubuh mengaktifkan respons "fight or flight" yang melepaskan hormon stres.

Hal ini menyebabkan pembuluh darah menyempit dan perubahan pola pernapasan, sehingga menimbulkan sensasi panas di dada dan sulit mengambil napas dalam.

Tak jarang orang khawatir gejala tersebut menandakan penyakit jantung, paru, atau kondisi medis serius lain. Akhirnya, pasien berulang kali datang ke rumah sakit dan dihantui kecemasan berlebih.

Untuk itu, diagnosis biasanya berfokus pada menyingkirkan gangguan fisik terlebih dahulu mengingat gejala ini dapat menyerupai penyakit yang mengancam nyawa. Jika hasil pemeriksaan dinyatakan normal, maka gejala dada terasa panas merupakan gejala yang diakibatkan psikis, yang sering disebut dengan psikosomatik.

Perubahan gaya hidup biasanya cukup membantu dalam terapi, terutama terapi perilaku kognitif (CBT). Untuk serangan panik ini, sangat disarankan agar konsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis kedokteran jiwa / psikiater.

5. Serangan Jantung

Serangan jantung (infark miokard) adalah kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat, biasanya oleh gumpalan darah. Kondisi ini menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Gejala serangan jantung sering kali disalahartikan sebagai gangguan pencernaan seperti GERD karena keduanya dapat menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn). Namun, nyeri dada akibat serangan jantung memiliki karakteristik yang berbeda:

  • Sensasi nyeri: Terasa tumpul, berat, seperti ditekan, diremas, atau ditindih benda berat di tengah dada (bukan nyeri tajam yang menusuk).
  • Penyebaran nyeri: Dapat menjalar ke lengan (terutama kiri), bahu, leher, rahang, punggung, atau ulu hati.
  • Gejala penyerta: Sering disertai keringat dingin, sesak napas, mual, pusing, lemas mendadak, atau detak jantung tidak teratur.
  • Pemicu: Dapat muncul saat aktivitas fisik, stres emosional, atau bahkan saat istirahat.
  • Durasi: Berlangsung lebih dari beberapa menit dan tidak membaik dengan perubahan posisi atau obat maag.

Berdasarkan Manual MSD, serangan jantung dikategorikan sebagai kondisi yang mengancam nyawa dengan cepat dan memerlukan pemeriksaan EKG serta tes darah untuk mendeteksi kerusakan jantung.

Jika Anda mengalami dada terasa panas yang disertai sensasi tertekan atau ditindih, terutama jika menjalar ke lengan atau rahang, serta disertai keringat dingin dan sesak napas, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu atau mencoba mengobati sendiri, karena penanganan cepat sangat menentukan keselamatan.

Masih banyak faktor lain yang menjadi alasan di balik dada terasa panas. Kesimpulan akhirnya tergantung gejala yang menyertai. Untuk memperoleh diagnosis akurat dan penanganan cepat atas gejala yang Anda rasakan, jangan ragu untuk membuat janji konsultasi dengan dokter spesialis di Rumah Sakit Royal Progress, yang siap melayani dan menangani keluhan Anda

  • Your Burning Chest: How to Stop Acid Reflux and GERD - UNC Health Talk
  • Is My Chest Pain Heartburn, or Is It Something More Serious? - Keck Medicine of USC
  • How do I alleviate heartburn discomfort? - Mayo Clinic News Network
  • Global Prevalence and Risk Factors of Gastro-oesophageal Reflux Disease (GORD): Systematic Review with Meta-analysis
  • Atrial fibrillation in aging population - PMC
  • Acute pancreatitis - The Lancet
  • Anaemia - WHO International

Artikel Lainnya

Kenapa Pinggang Belakang Sakit? Ini 10 Penyebab & Cara Mengobatinya

Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa pinggang belakang sakit setiap kali membungkuk, berdiri lama, atau setelah olahraga? Sakit pinggang belakang memang sering dianggap biasa. Padahal, pada beberapa kasus nyeri di area pinggang bisa menjadi tanda adanya masalah pada otot, tulang, saraf, atau bahkan organ dalam. Agar tidak salah menafsirkan keluhan ini sebagai nyeri biasa, kenali penyebab dan […]
16/07/2026

10 Makanan Penurun Darah Tinggi Rekomendasi DASH Diet

Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering disebut silent killer karena dapat merusak tubuh tanpa gejala yang jelas. Kabar baiknya ada makanan penurun darah tinggi yang terbukti untuk membantu menurunkan tekanan darah, terutama jika mengikuti prinsip DASH Diet (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini dirancang oleh para peneliti di National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) […]
07/07/2026

Sakit Dada Sebelah Kiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda merasakan sakit dada sebelah kiri yang tiba-tiba muncul, entah saat tarik napas, batuk, atau bahkan nyerinya terasa tembus ke belakang? Saat dada kiri terasa nyeri, banyak orang langsung mengaitkannya dengan serangan jantung. Padahal, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan masalah jantung. Rasa nyeri dapat muncul seperti ditusuk, terasa di bagian atas maupun bawah […]
07/07/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down