Belakangan ini, media sosial ramai membahas penyalahgunaan gas tertawa atau nitrous oxide di kalangan anak muda. Fungsi gas tertawa ini sebenarnya banyak digunakan di bidang medis dan industri. Namun, efek euforia singkat yang ditimbulkan membuatnya kerap disalahgunakan untuk tujuan rekreasi.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa penggunaan whip pink (istilah populer untuk gas tertawa) yang tidak sesuai peruntukannya dapat membawa dampak kesehatan sangat serius, bahkan mengancam nyawa.
Gas tertawa adalah senyawa kimia nitrous oxide (dinitrogen oksida) yang terdiri dari nitrogen dan oksigen. Bentuk gas tertawa sendiri tidak berwarna dan memiliki aroma manis ringan, biasanya tersedia dalam bentuk tabung kecil.
Senyawa ini memiliki efek pereda nyeri dan efek pembiusan ringan, sehingga nakes menggunakannya sebagai anestesi. Selain itu nitrous oxide juga banyak berperan penting dalam berbagai keperluan industri, seperti:
Artinya, nitrous oxide bukanlah zat terlarang jika penggunaannya sesuai peruntukan dan berada di bawah pengawasan yang tepat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang menggunakan zat ini sebagai narkotika rekreasional.
Pasalnya, nitrous oxide bekerja dengan mengurangi suplai oksigen ke otak untuk sementara waktu sehingga memicu rasa euforia. Lalu kenapa disebut gas tertawa?
Julukan "gas tertawa" muncul karena sensasi euforia sesaat yang terasa setelah menghirup gas, antara lain:
Efek tersebut biasanya hanya berlangsung beberapa menit. Namun, sensasi singkat inilah yang membuat sebagian orang tergoda untuk menggunakannya berulang kali tanpa menyadari risiko kesehatan jangka panjangnya.
Walaupun terlihat "ringan" dan sering orang anggap tak berbahaya, efek gas tertawa dapat menimbulkan dampak serius, terutama jika terhirup dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang.
Nitrous oxide termasuk neurotoksin, yaitu zat yang dapat merusak sel saraf, bukan hanya di otak, tetapi juga di sumsum tulang belakang serta saraf pada tangan dan kaki.
Gas ini juga merusak vitamin B12 dalam tubuh, yang sangat penting untuk pembentukan mielin atau lapisan pelindung saraf. Tanpa mielin, sinyal saraf menjadi terganggu sehingga dapat muncul gejala seperti:
Dalam beberapa kasus, kerusakan ini bahkan terlihat pada hasil MRI sebagai degenerasi sumsum tulang belakang. Lalu apakah kerusakan saraf tersebut bisa dicegah dengan suplemen vitamin B12? Sayangnya tidak sesederhana itu.
Banyak laporan medis menunjukkan bahwa meskipun seseorang mengonsumsi suplemen B12, kerusakan saraf tetap dapat terjadi apabila penggunaan nitrous oxide terus berlanjut.
Bahaya gas tertawa selanjutnya yang masih berkaitan dengan kerusakan vitamin B12 adalah memicu peningkatan kadar homosistein (zat pembangun protein) dalam darah.
Kondisi ini dapat memicu pembentukan bekuan darah yang berisiko menyebabkan:
Terdapat laporan kasus di Amerika Serikat mengenai seorang pria berusia 27 tahun yang mengalami serangan jantung besar setelah menghirup 3,3 kilogram nitrous oxide dalam waktu 48 jam. Ia berhasil selamat, tetapi mengalami kerusakan jantung permanen.
Menghirup nitrous oxide tanpa campuran oksigen dapat menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen.
Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu terlalu lama, dapat terjadi kondisi serius seperti:
Di dunia medis, pemanfaatan nitrous oxide selalu dicampur dengan oksigen dan penggunaannya dipantau secara ketat oleh tenaga kesehatan profesional.
Saat gas keluar dari tabung dan mengembang, suhunya bakal turun secara drastis. Jika pengguna menghirup gas ini langsung dari tabung tanpa alat yang sesuai, resikonya adalah mengalami luka bakar pada mulut dan tenggorokan.
Sering menghirup whip pink dapat merusak neuron di otak dan sumsum tulang belakang. Selain itu, gangguan vitamin B12 juga memengaruhi pembentukan DNA serta mengubah bentuk sel darah merah. Pada akhirnya kondisi ini dapat memburuk menjadi gangguan saraf dan anemia berat.
Salah satu perhatian utama dari BNN dan BPOM adalah potensi ketergantungan whip pink. Meskipun efeknya singkat, sensasi euforia dan rasa rileks yang ditimbulkan dapat membuat seseorang ingin mengulanginya atau memicu ketergantungan psikologis.
Kecanduan tersebut dapat berdampak pada:
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan fisik, mental, hingga hubungan sosial.
Hingga awal tahun 2026, pemerintah belum menggolongkan nitrous oxide sebagai narkotika atau psikotropika dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 maupun dalam daftar terbaru peraturan Kementerian Kesehatan tahun 2025.
Meski demikian, tren global menunjukkan banyak negara mulai memperketat regulasi karena meningkatnya kasus penyalahgunaan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.
Beberapa negara yang telah membatasi atau melarang penggunaan rekreasional nitrous oxide antara lain:
Namun melihat tren penyalahgunaan yang meningkat, apalagi pasca kematian selebgram yang diduga akibat whip pink, BPOM berencana memperkuat pengawasan dengan menggandeng berbagai pihak, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, serta Kementerian Kesehatan.
Tujuannya adalah membatasi distribusi ilegal dan mencegah penggunaan di luar kebutuhan medis maupun industri.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang semakin berat pada otak dan organ tubuh. Berikut langkah penanganan yang umumnya dilakukan, sebagaimana pada kecanduan penggunaan zat lainnya:
Pasien mungkin memerlukan proses detoksifikasi di bawah pengawasan tenaga medis untuk mencegah kekambuhan serta memantau kondisi fisik, terutama jika sudah terjadi gangguan pada saraf atau jantung.
Terapi dapat dilakukan di rumah sakit melalui program rawat inap atau rawat jalan, tergantung tingkat keparahan kondisi pasien. Program ini membantu pasien memutus pola penggunaan zat secara bertahap dan aman.
Terapi perilaku maupun terapi kognitif membantu pasien mengganti pola pikir dan kebiasaan yang tidak sehat dengan strategi yang lebih positif. Pendekatan ini juga membantu mengatasi faktor emosional yang mendasari kecanduan.
Pemulihan dari kecanduan membutuhkan komitmen dan dukungan berkelanjutan. Oleh karena itu keluarga dan tenaga medis berperan penting dalam membantu pasien mempertahankan perubahan gaya hidup sehat.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami keterdependence nitrous oxide, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Gas tertawa memang memiliki manfaat medis jika digunakan sesuai prosedur dan pengawasan profesional. Namun, penyalahgunaan untuk tujuan rekreasional dapat membawa dampak kesehatan yang serius, bahkan mengancam nyawa.
Selanjutnya jika Anda membutuhkan konsultasi terkait dampak atau penanganan kecanduan gas tertawa, tim dokter berpengalaman di Rumah Sakit Royal Progress siap membantu Anda melalui pemeriksaan menyeluruh dan penanganan medis yang tepat. Jangan ragu untuk berkonsultasi demi kesehatan dan keselamatan Anda.
