Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog 7 Cara Menurunkan Kreatinin dan Ureum secara Efektif

7 Cara Menurunkan Kreatinin dan Ureum secara Efektif

28/11/2024

Kadar kreatinin dan ureum yang tinggi dalam darah sering kali menjadi sinyal adanya gangguan pada fungsi ginjal, yang jika dibiarkan, dapat berujung pada komplikasi kesehatan yang serius. Oleh karena itu, memahami cara menurunkan kreatinin dan ureum secara efektif menjadi hal penting bagi siapa pun yang ingin menjaga keseimbangan tubuh.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan berbagai metode dan pendekatan yang terbukti ampuh untuk menurunkan kadar kreatinin dan ureum, baik melalui perubahan pola hidup, diet, maupun dukungan medis. Simak panduan lengkapnya agar kesehatan ginjal Anda tetap terjaga optimal.

Apa itu Kreatinin dan Ureum

Ureum adalah produk sisa dari pemecahan protein yang juga disebut sebagai BUN (Blood Urea Nitrogen) dan nantinya dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Sementara kreatinin adalah produk limbah dari otot yang juga disaring oleh ginjal.

Sama seperti ureum, kadar kreatinin yang tinggi dalam darah berarti banyak limbah yang tertahan karena kinerja ginjal berkurang.

Untuk mengetahui kadar kreatinin dan ureum adalah dengan tes darah atau BUN creatinine test.

Kadar kreatinin normal dalam tubuh yaitu sekitar 0,6 - 1,2 mg/dL bagi pria dewasa dan 0,5 - 1,1 mg/dL bagi wanita dewasa. Sementara nilai rujukan normal untuk kadar ureum atau BUN adalah 15 - 43 mg/dL.

Selain gangguan pada ginjal kadar kreatinin dan ureum yang tinggi juga bisa disebabkan diet tinggi protein, olahraga berat, penyakit jantung dan gagal jantung, saluran kemih tersumbat, dehidrasi berat, gangguan otot rhabdomyolysis, cedera, dan komplikasi kehamilan.

Beberapa ciri-ciri ureum dan kreatinin tinggi yang bisa terjadi adalah BAK terlalu sedikit atau tidak BAK sama sekali, tubuh dan kaki membengkak, urine berwarna teh dan berbusa, kram otot, kelelahan, mual, napas sesak, kebingungan, dan gatal-gatal.

Punya Gejala Serupa?

Jangan Tunda, Konsultasikan Kesehatan Anda Hari Ini

Buat Janji Sekarang

Cara Menormalkan Ureum dan Kreatinin

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas sebaiknya segera berkonsultasi pada tenaga medis untuk mendapatkan rekomendasi penanganan terbaik. Selain itu ini dia beberapa cara menurunkan kreatinin dengan cepat yang bisa Anda coba.

1. Hindari Konsumsi Suplemen dengan Kandungan Kreatin

Para atlet umumnya menggunakan suplemen yang menghasilkan kreatinin ini untuk meningkatkan performa olahraga. Jadi jika ingin menurunkan kadar kreatinin demi meningkatkan fungsi ginjalnya, sebaiknya hindari konsumsi suplemen kreatin.

Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi suplemen apapun mengingat setiap orang memiliki kondisi tubuh berbeda-beda.

2. Kurangi Asupan Protein

Mengonsumsi protein dalam jumlah besar, terutama daging merah, dapat meningkatkan kadar kreatinin, setidaknya sementara. Pasalnya panas dari proses pengolahan daging menyebabkan kreatin yang terdapat dalam daging menghasilkan kreatinin.

Tak heran para pelaku diet tinggi protein umumnya memiliki kadar kreatinin lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. Jadi untuk menurunkan kadar kreatinin demi memperbaiki kinerja ginjal, cobalah beralih ke asupan protein berbasis tumbuhan seperti kacang-kacangan, tahu, produk dari gandum, dan lain-lain.

Anda juga bisa mengonsumsi buah penurun kreatinin dan ureum yang kaya serat seperti beri-berian, semangka, jeruk, pisang, melon, anggur, nanas, alpukat, dan apel.

3. Mencukupi Asupan Cairan

Kurangnya asupan air sering kali menyebabkan dehidrasi yang selanjutnya meningkatkan kadar kreatinin dalam tubuh Anda. Pasalnya, ginjal kesulitan membuang kreatinin tanpa kadar air yang cukup.

Jika penyebab meningkatnya kreatinin dan ureum karena dehidrasi, cara menurunkan kreatinin alami adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Rekomendasi asupan harian cairan untuk pria adalah sekitar 3 liter atau 13 gelas, sementara untuk wanita adalah 9 gelas cairan sehari.

Namun untuk penderita penyakit ginjal, konsumsi air justru harus dibatasi untuk menghindari retensi cairan yang juga dapat menimbulkan masalah. Oleh karena itu Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terkait jumlah yang disarankan.

4. Kurangi Asupan Garam

Pola makan yang mengandung terlalu banyak garam dapat berkontribusi pada tekanan darah tinggi dan akhirnya menyebabkan masalah ginjal. Makanan olahan yang tinggi natrium/garam seperti sosis, nugget, burger, dan sejenisnya harus Anda hindari. Sebaiknya tingkatkan porsi real food pada pola makan harian termasuk sayuran dan buah-buahan.

5. Hindari Merokok

Merokok dapat merusak organ tubuh penting, termasuk meningkatkan potensi mengalami masalah penyakit ginjal kronis, karena mengandung berbagai bahan berbahaya. Berhenti atau paling tidak mengurangi merokok dapat menjadi cara untuk menurunkan resiko masalah pada ginjal yang dapat meningkatkan kadar kreatinin.

6. Hindari Konsumsi Alkohol

Kebiasaan minum alkohol berkaitan erat dengan penurunan kinerja ginjal. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi alkohol berlebih berpotensi merusak ginjal. Alkohol juga dapat berkontribusi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kecanduan alkohol.

7. Cuci Darah

Jika kadar kreatinin Anda tinggi akibat gagal ginjal, dokter biasanya akan merekomendasikan prosedur cuci darah atau dialisis untuk membantu menurunkannya. Frekuensi dialisis akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat kerusakan ginjal yang dialami.

Cuci darah bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak, sehingga tubuh tetap dapat menyaring dan membuang racun yang seharusnya menjadi tugas ginjal.

Itu dia 7 cara menurunkan kreatinin dan ureum secara alami serta dengan tindakan medis. Dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga asupan cairan, Anda dapat membantu menurunkan kadar kreatinin dan ureum secara efektif. Namun, jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.

Di Rumah Sakit Royal Progress, dokter Spesialis Penyakit Dalam siap memberikan perawatan terbaik dengan dukungan tim medis berpengalaman dan fasilitas kesehatan modern. Sebagai mitra keluarga Anda dalam menjaga kesehatan, RS Royal Progress berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah perjalanan kesehatan Anda dan keluarga. Jangan ragu juga untuk rutin melakukan medical check up demi memantau kadar kreatinin dan ureum dan selalu menjaga kualitas hidup tetap optimal.

FAQ

Dimana saya bisa melakukan pemeriksaan kadar kreatinin dan ureum yang akurat di Jakarta Utara?

Anda dapat melakukan evaluasi fungsi ginjal dan pemeriksaan laboratorium secara komprehensif di RS Royal Progress, Sunter, Jakarta Utara. Kami menyediakan layanan konsultasi bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang didukung oleh fasilitas laboratorium modern untuk mendeteksi serta memantau kadar ureum dan kreatinin Anda secara presisi. Guna mempermudah alur kunjungan Anda tanpa harus mengantre lama, silakan lakukan reservasi jadwal periksa secara online melalui halaman Pendaftaran Dokter Spesialis RS Royal Progress.

Apa saja gejala jika kreatinin dan ureum tinggi?

Gejalanya meliputi jarang buang air kecil atau tidak sama sekali, pembengkakan tubuh/kaki, urine berwarna teh atau berbusa, kram otot, kelelahan, mual, sesak napas, kebingungan, dan gatal-gatal.

Selain gangguan ginjal, apa penyebab lain dari tingginya kadar kreatinin dan ureum?

Penyebab lainnya bisa termasuk diet tinggi protein, olahraga berat, penyakit jantung, dehidrasi berat, saluran kemih yang tersumbat, cedera, gangguan otot rhabdomyolysis, dan komplikasi kehamilan.

Apakah obat-obatan tertentu bisa meningkatkan kadar kreatinin dan ureum?

Beberapa obat seperti antibiotik tertentu (misalnya aminoglikosida), obat antiinflamasi non-steroid (OAINS/NSAID), dan obat kemoterapi dapat memengaruhi fungsi ginjal sehingga meningkatkan kadar kreatinin dan ureum dalam darah. Oleh sebab itu, penting menyampaikan riwayat obat kepada dokter saat pemeriksaan ginjal.

Apakah stres dan kurang tidur berpengaruh terhadap kadar kreatinin dan ureum?

Stres berat dan kurang tidur secara langsung tidak menyebabkan peningkatan kadar kreatinin dan ureum, namun jika menyebabkan perilaku tidak sehat seperti dehidrasi, pola makan buruk, atau menurunkan daya tahan tubuh, secara tidak langsung dapat berkontribusi pada masalah ginjal.

Bagaimana peran olahraga dalam menjaga kadar kreatinin dan ureum?

Olahraga dengan intensitas sedang dianjurkan untuk kesehatan ginjal. Namun, olahraga berat secara berlebihan dapat menyebabkan produksi kreatinin lebih banyak akibat kerusakan otot, sehingga kadar kreatinin dalam darah dapat naik sementara.

Apakah peningkatan kreatinin dan ureum bisa terjadi pada anak-anak atau remaja?

Kenaikan kadar kreatinin dan ureum bisa terjadi di semua usia, termasuk anak-anak dan remaja, terutama jika ada riwayat penyakit ginjal bawaan, infeksi berat, atau cedera otot.

  • Blood Urea Nitrogen (BUN): Testing, Levels & Indication - Cleveland Clinic
  • How to lower creatinine: Diet tips and home remedies - Medical News Today
  • Association of dietary proteins with serum creatinine and estimated glomerular filtration rate in a general population sample: the CHRIS study - PMC
  • Blood Urea Nitrogen (BUN) Test: High vs. Low Levels, Normal Range - WebMD
  • Alcohol Consumption and Incident Kidney Disease: Results From the Atherosclerosis Risk in Communities Study - PubMed NIH
  • 8 Home Remedies to Lower Creatinine Levels - Healthline

Artikel Lainnya

Kenapa Pinggang Belakang Sakit? Ini 10 Penyebab & Cara Mengobatinya

Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa pinggang belakang sakit setiap kali membungkuk, berdiri lama, atau setelah olahraga? Sakit pinggang belakang memang sering dianggap biasa. Padahal, pada beberapa kasus nyeri di area pinggang bisa menjadi tanda adanya masalah pada otot, tulang, saraf, atau bahkan organ dalam. Agar tidak salah menafsirkan keluhan ini sebagai nyeri biasa, kenali penyebab dan […]
16/07/2026

10 Makanan Penurun Darah Tinggi Rekomendasi DASH Diet

Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering disebut silent killer karena dapat merusak tubuh tanpa gejala yang jelas. Kabar baiknya ada makanan penurun darah tinggi yang terbukti untuk membantu menurunkan tekanan darah, terutama jika mengikuti prinsip DASH Diet (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini dirancang oleh para peneliti di National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) […]
07/07/2026

Sakit Dada Sebelah Kiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda merasakan sakit dada sebelah kiri yang tiba-tiba muncul, entah saat tarik napas, batuk, atau bahkan nyerinya terasa tembus ke belakang? Saat dada kiri terasa nyeri, banyak orang langsung mengaitkannya dengan serangan jantung. Padahal, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan masalah jantung. Rasa nyeri dapat muncul seperti ditusuk, terasa di bagian atas maupun bawah […]
07/07/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down