Asam lambung naik saat puasa tentu bisa mengganggu kekhusyukan ibadah. Ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang sedari awal memiliki riwayat penyakit asam lambung (GERD) atau maag.
Sensasi perih di perut, dada terasa panas (heartburn), hingga rasa asam atau pahit di kerongkongan sering kali muncul saat asam lambung naik. Yuk, pahami lebih lanjut apa yang memicu asam lambung naik saat puasa dan cara mencegahnya!
Saat berpuasa, perut dalam keadaan kosong selama kurang lebih 13-14 jam. Dalam kondisi normal, lambung akan tetap memproduksi asam untuk mencerna makanan. Akan tetapi, karena tidak ada makanan yang masuk, asam ini menumpuk di dalam lambung.
Kondisi ini diperparah saat waktu berbuka tiba. Hasrat untuk "balas dendam" sering kali membuat kita makan dalam porsi besar sekaligus. Alhasil, lambung dipaksa meregang secara tiba-tiba dan memberikan tekanan berlebih pada sfingter esofagus bagian bawah (cincin otot pemisah lambung dan kerongkongan). Ketika otot ini melemah atau terbuka, asam lambung akan dengan mudah naik ke kerongkongan.
Anda bisa meminimalkan risiko asam lambung naik dengan menerapkan beberapa langkah berikut.
Jangan bikin lambung "kaget" saat berbuka! Awali buka puasa dengan porsi kecil terlebih dahulu, misalnya dengan makan beberapa butir kurma dan minum segelas air putih hangat.
Kemudian, beri jeda untuk salat Magrib sejenak dan barulah menyantap hidangan utama. Makan dalam porsi kecil tetapi sering, jauh lebih baik daripada langsung satu porsi besar sekaligus.
Gorengan, makanan bersantan kental, hidangan pedas, dan buah sitrus (seperti jeruk atau lemon) kurang ramah bagi lambung sensitif. Hal ini karena makanan berlemak bisa membuat proses pencernaan jadi lebih lambat, sedangkan hidangan pedas dan asam bisa mengiritasi lambung serta kerongkongan.
Saat sahur dan berbuka, prioritaskan makanan tinggi serat seperti oatmeal, sayuran hijau, dan umbi-umbian. Serat membantu menyerap kelebihan asam di lambung dan membuat Anda kenyang lebih lama. Padukan dengan protein tanpa lemak seperti dada ayam rebus, ikan, atau putih telur yang lebih mudah dicerna oleh lambung.
Bangun lebih awal agar Anda punya waktu yang cukup untuk makan sahur secara perlahan. Makan terburu-buru bisa membuat Anda banyak menelan udara, yang bisa memicu perut kembung.
Selain itu, hindari kebiasaan langsung tidur setelah sahur. Beri jeda minimal 2-3 jam agar makanan turun dulu dan dicerna dengan baik. Jika terpaksa harus berbaring, gunakan bantal tambahan agar posisi kepala lebih tinggi dari perut.
Stres dan kecemasan juga dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Maka, cobalah untuk menjaga pikiran tetap relaks, cukupi waktu tidur di malam hari, dan lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai jelang buka puasa.
Asam lambung naik saat puasa tentu terasa tidak nyaman. Bila keluhannya makin sering atau parah, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Royal Progress untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Agar lebih tenang, Anda juga untuk melakukan mendapatkan paket Promo Medical Check Up saat Ramadan di RS Royal Progress. Dengan demikian, Anda bisa memastikan bahwa tubuh benar-benar siap dan prima untuk menjalani ibadah puasa.
Umumnya aman, asalkan mereka disiplin menjaga menu dan pola makan saat sahur dan berbuka.
Air putih hangat adalah pilihan terbaik.
Boleh, untuk gejala ringan bisa minum antasida (obat bebas) sesaat sebelum makan sahur atau sebelum tidur. Namun, jika butuh obat rutin, wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
