Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Asam Lambung Naik saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Asam Lambung Naik saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

27/02/2026

Asam lambung naik saat puasa tentu bisa mengganggu kekhusyukan ibadah. Ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang sedari awal memiliki riwayat penyakit asam lambung (GERD) atau maag.

Sensasi perih di perut, dada terasa panas (heartburn), hingga rasa asam atau pahit di kerongkongan sering kali muncul saat asam lambung naik. Yuk, pahami lebih lanjut apa yang memicu asam lambung naik saat puasa dan cara mencegahnya!

Penyebab Asam Lambung Naik saat Puasa

Saat berpuasa, perut dalam keadaan kosong selama kurang lebih 13-14 jam. Dalam kondisi normal, lambung akan tetap memproduksi asam untuk mencerna makanan. Akan tetapi, karena tidak ada makanan yang masuk, asam ini menumpuk di dalam lambung.

Kondisi ini diperparah saat waktu berbuka tiba. Hasrat untuk "balas dendam" sering kali membuat kita makan dalam porsi besar sekaligus. Alhasil, lambung dipaksa meregang secara tiba-tiba dan memberikan tekanan berlebih pada sfingter esofagus bagian bawah (cincin otot pemisah lambung dan kerongkongan). Ketika otot ini melemah atau terbuka, asam lambung akan dengan mudah naik ke kerongkongan.

5 Cara Mencegah Asam Lambung Naik saat Puasa

Anda bisa meminimalkan risiko asam lambung naik dengan menerapkan beberapa langkah berikut.

1. Berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu

Jangan bikin lambung "kaget" saat berbuka! Awali buka puasa dengan porsi kecil terlebih dahulu, misalnya dengan makan beberapa butir kurma dan minum segelas air putih hangat.

Kemudian, beri jeda untuk salat Magrib sejenak dan barulah menyantap hidangan utama. Makan dalam porsi kecil tetapi sering, jauh lebih baik daripada langsung satu porsi besar sekaligus.

2. Hindari makanan pedas, asam, dan berlemak

Gorengan, makanan bersantan kental, hidangan pedas, dan buah sitrus (seperti jeruk atau lemon) kurang ramah bagi lambung sensitif. Hal ini karena makanan berlemak bisa membuat proses pencernaan jadi lebih lambat, sedangkan hidangan pedas dan asam bisa mengiritasi lambung serta kerongkongan.

3. Pilih makanan tinggi serat dan protein

Saat sahur dan berbuka, prioritaskan makanan tinggi serat seperti oatmeal, sayuran hijau, dan umbi-umbian. Serat membantu menyerap kelebihan asam di lambung dan membuat Anda kenyang lebih lama. Padukan dengan protein tanpa lemak seperti dada ayam rebus, ikan, atau putih telur yang lebih mudah dicerna oleh lambung.

4. Atur waktu sahur (jangan terlalu mepet imsak)

Bangun lebih awal agar Anda punya waktu yang cukup untuk makan sahur secara perlahan. Makan terburu-buru bisa membuat Anda banyak menelan udara, yang bisa memicu perut kembung.

Selain itu, hindari kebiasaan langsung tidur setelah sahur. Beri jeda minimal 2-3 jam agar makanan turun dulu dan dicerna dengan baik. Jika terpaksa harus berbaring, gunakan bantal tambahan agar posisi kepala lebih tinggi dari perut.

5. Kelola stres dengan baik

Stres dan kecemasan juga dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Maka, cobalah untuk menjaga pikiran tetap relaks, cukupi waktu tidur di malam hari, dan lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai jelang buka puasa.

Asam lambung naik saat puasa tentu terasa tidak nyaman. Bila keluhannya makin sering atau parah, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Royal Progress untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Agar lebih tenang, Anda juga untuk melakukan mendapatkan paket Promo Medical Check Up saat Ramadan di RS Royal Progress. Dengan demikian, Anda bisa memastikan bahwa tubuh benar-benar siap dan prima untuk menjalani ibadah puasa.

FAQ

Apakah penderita asam lambung aman untuk ikut berpuasa?

Umumnya aman, asalkan mereka disiplin menjaga menu dan pola makan saat sahur dan berbuka.

Minuman apa yang aman untuk meredakan asam lambung saat puasa?

Air putih hangat adalah pilihan terbaik.

Bolehkah minum obat asam lambung tanpa resep saat sahur?

Boleh, untuk gejala ringan bisa minum antasida (obat bebas) sesaat sebelum makan sahur atau sebelum tidur. Namun, jika butuh obat rutin, wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Johns Hopkins Medicine. "GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn)."
  • Harvard Health Publishing. "11 stomach-soothing steps for heartburn."

Artikel Lainnya

Gastritis Itu Apa? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Gastritis itu apa? Ini merupakan peradangan pada lapisan lambung yang bisa mengganggu proses pencernaan secara signifikan. Keadaan ini bisa berkembang secara perlahan atau muncul tiba-tiba tergantung penyebab yang mendasarinya. Selain itu, kondisi ini sering menimbulkan keluhan yang tampak ringan sehingga kerap diabaikan oleh banyak orang. Padahal, tanpa penanganan yang tepat, gastritis dapat berkembang menjadi masalah […]
15/06/2026

Apa Itu Crohn's Disease? Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai dan Pengobatannya

Crohn's disease merupakan penyakit peradangan kronis pada saluran pencernaan yang sering tidak disadari sejak awal. Kondisi ini bisa berkembang perlahan dengan gejala yang tampak ringan, tetapi berdampak besar jika tidak memperoleh penanganan. Seiring waktu, peradangan dapat semakin meluas hingga memengaruhi fungsi pencernaan serta penyerapan nutrisi dalam tubuh. Karena itu, mengenali tanda awal serta memahami kondisi […]
15/06/2026

Apa Itu USG Abdomen? Kenali Prosedur, Keamanan, dan Kapan Perlu Dilakukan

USG abdomen adalah pemeriksaan memakai gelombang suara untuk melihat keadaan organ dalam secara langsung tanpa tindakan invasif. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai struktur organ perut secara akurat serta mendeteksi gangguan sejak tahap awal. Metode ini sering dipakai sebab prosesnya cepat, aman, serta tanpa rasa nyeri selama pemeriksaan berlangsung. Tidak heran jika USG ini menjadi opsi […]
08/06/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down