Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Waspada! Tulang Keropos Bisa Mengintai Diam-Diam - Kenali Gejala Osteoporosis & Cara Mengatasinya

Waspada! Tulang Keropos Bisa Mengintai Diam-Diam - Kenali Gejala Osteoporosis & Cara Mengatasinya

28/11/2025

Osteoporosis adalah kondisi tulang yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Artikel ini membahas secara lengkap tentang pengertian, gejala, penyebab, cara mencegah dan mengobati osteoporosis. Osteoporosis penting untuk diketahui karena banyak orang baru menyadari penyakit ini setelah mengalami patah tulang atau perubahan bentuk tubuh seperti bungkuk. Dengan memahami isinya, Anda dapat menjaga kesehatan tulang sejak dini dan mengurangi risiko pengeroposan tulang.

Apa Itu Osteoporosis?

Osteoporosis adalah penyakit yang menyebabkan tulang menjadi keropos, lemah, dan mudah patah. Dalam istilah medis, osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang menurun akibat berkurangnya massa tulang dan mineral yang membentuknya.

Proses pengeroposan tulang ini bisa berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas, sehingga sering kali penderita osteoporosis umumnya baru menyadari penyakitnya setelah terjadi patah tulang akibat benturan ringan, terutama di panggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang. Tulang yang sehat memang seharusnya mampu menahan beban tubuh, tetapi pada pasien osteoporosis kekuatan tulang menurun drastis sehingga mudah patah bahkan karena terjatuh singkat.

Apa Penyebab Osteoporosis pada Pria dan Wanita?

Penyebab osteoporosis beragam, tetapi umumnya disebabkan oleh:

  • berkurangnya massa tulang
  • menurunnya hormon estrogen pada wanita setelah menopause
  • menurunnya kadar hormon testosteron rendah pada pria lansia
  • kurangnya asupan kalsium dan vitamin D
  • konsumsi minuman berkafein berlebihan
  • kebiasaan merokok
  • gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang

Faktor genetik juga turut berperan. Jika salah satu anggota keluarga mengalami pengeroposan tulang, peluang terkena osteoporosis lebih besar.

Apa Saja Gejala Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai?

Meskipun osteoporosis tidak memiliki gejala yang spesifik pada awalnya, kondisi ini dapat menimbulkan gejala ketika tulang mulai mengalami kerusakan serius. Gejala osteoporosis dapat berupa :

  • nyeri punggung yang terus-menerus akibat patah tulang belakang
  • postur tubuh yang mulai bungkuk
  • tinggi badan yang berkurang dari waktu ke waktu

Dengan mengenali gejala awal, tentu saja seseorang dapat segera melakukan pemeriksaan kepadatan tulang untuk mencegah risiko patah tulang yang lebih berbahaya.

Diagnosis Osteoporosis

Diagnosis osteoporosis biasanya dilakukan dokter melalui pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, dan tes penunjang seperti pengukuran kepadatan tulang.

Pemeriksaan ini membantu dokter menentukan tingkat pengeroposan tulang dan risiko patah tulang di masa depan. Pada pasien yang berisiko tinggi, pemeriksaan berkala diperlukan terutama bagi lansia, wanita menopause, atau orang dengan riwayat keluarga osteoporosis.

Mengetahui diagnosis osteoporosis lebih awal memungkinkan pengobatan osteoporosis dimulai sebelum kerusakan tulang parah.

Pengobatan Osteoporosis

Pengobatan osteoporosis bertujuan memperlambat pengeroposan tulang, meningkatkan massa tulang, serta mencegah patah tulang akibat. Dokter biasanya memberikan obat-obatan seperti bisfosfonat atau selective estrogen receptor modulators (SERM) untuk memperkuat tulang dan menstabilkan massa tulang.

Selain pengobatan medis, suplemen kalsium dan vitamin D sering direkomendasikan untuk menjaga kepadatan tulang. Vitamin D bisa membantu penyerapan kalsium pada usus dan meningkatkan kualitas pembentukan tulang baru. Pada kasus berat, terapi hormon dapat diberikan untuk mengatur kadar hormon estrogen pada wanita atau testosteron pada pria.

Pendekatan terbaru seperti terapi stem cell juga mulai diteliti karena potensi dalam membantu regenerasi dan pembentukan tulang baru. Dengan kombinasi pengobatan osteoporosis, pola makan seimbang, dan olahraga teratur, kekuatan tulang dapat dipertahankan lebih optimal.

Penggunaan Stem Cell untuk Penanganan Osteoporosis

Di Indonesia, penggunaan terapi stem cell untuk masalah tulang, sendi, dan kondisi ortopedi (termasuk osteoporosis) diatur secara khusus oleh Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1359/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi.

Terapi stem cell (sel punca) untuk osteoporosis bertujuan membantu memperbaiki tulang yang keropos dengan memanfaatkan kemampuan sel punca membentuk jaringan baru dan mendukung pembentukan tulang. Sel-sel ini berpotensi meningkatkan massa tulang, memperbaiki struktur tulang, dan mengurangi risiko tulang menjadi rapuh pada penderita osteoporosis.

Pencegahan Osteoporosis yang Bisa Diterapkan Setiap Hari

Pencegahan osteoporosis berfokus pada menjaga kesehatan tulang sejak usia muda. Beberapa pencegahannya antara lain:

  • memastikan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup melalui konsumsi makanan seperti susu, keju, ikan berlemak, dan sayuran hijau
  • jika diperlukan, konsumsi suplemen kalsium di bawah pengawasan dokter
  • berolahraga secara teratur seperti berjalan, berlari ringan, atau latihan beban
  • menghindari kebiasaan merokok
  • menghindari konsumsi minuman beralkohol

Mencegah osteoporosis juga berarti menjaga keseimbangan nutrisi dan memperhatikan berat badan.

Kapan Sebaiknya Konsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi?

Setiap orang berisiko terkena osteoporosis, terutama wanita menopause dan pria berusia di atas 60 tahun. Segera konsultasikan ke dokter spesialis ortopedi dan traumatologi jika mengalami nyeri tulang berkepanjangan, postur tubuh mulai bungkuk, atau pernah mengalami patah tulang akibat jatuh ringan. Diagnosis tepat waktu dapat mencegah kerusakan tulang yang lebih parah dan mempercepat pengobatan osteoporosis.

Untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis sejak dini, segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi bersama dokter spesialis ortopedi dan traumatologi di RS Royal Progress. Dapatkan penanganan profesional agar tulang tetap kuat dan aktif di setiap tahap usia.

FAQ

Apakah osteoporosis hanya dialami lansia?

Tidak. Paling sering pada lansia, tetapi orang muda dengan faktor risiko (kurang kalsium dan vitamin D, jarang bergerak, riwayat patah tulang, obat steroid lama) juga bisa mengalaminya.

Apakah semua nyeri tulang berarti osteoporosis?

Tidak. Nyeri tulang bisa dari otot, sendi, atau cedera. Osteoporosis sering tanpa keluhan dan baru terdeteksi saat terjadi patah tulang atau tubuh mulai bungkuk.

Apakah osteoporosis bisa sembuh total?

Tidak sepenuhnya, tetapi bisa dikendalikan. Obat, kalsium, vitamin D, dan perubahan gaya hidup dapat memperlambat kerusakan dan menurunkan risiko patah tulang.

Apa bedanya osteoporosis dan osteopenia?

Osteopenia adalah penurunan kepadatan tulang ringan, satu tahap sebelum osteoporosis. Jika tidak dijaga, osteopenia bisa berkembang menjadi osteoporosis.

Apakah osteoporosis selalu membuat bungkuk?

Tidak selalu. Namun patah tulang belakang berulang bisa membuat tulang punggung turun dan postur menjadi bungkuk serta tinggi badan berkurang.

  • Osteoporosis - Symptoms and causes - Mayo Clinic
  • Osteoporosis Causes, Risk Factors, & Symptoms - NIAMS
  • Osteoporosis: Symptoms, Causes and Treatment - Cleveland Clinic
  • About Osteoporosis : International Osteoporosis Foundation
  • Osteoporosis - Causes - NHS
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NOMOR HK.01.07/MENKES/1359/2024
  • Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
  • Tulang Keropos atau Osteoporosis - Perhimpunan Reumatologi Indonesia

Artikel Lainnya

Mengenal Tennis Elbow: Gejala, Penyebab, dan Solusi Pemulihan Total untuk Siku Anda

Merasakan nyeri di area luar siku saat mengangkat cangkir kopi atau berjabat tangan tentu bukan hal yang nyaman. Banyak orang mengira keluhan ini hanya pegal biasa yang akan membaik sendiri. Namun secara medis, tennis elbow adalah gangguan pada tendon yang membutuhkan perhatian, terutama bila nyeri berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas harian. Dalam dunia kedokteran, […]
05/05/2026

Mengenal Rotator Cuff Injury: Gejala, Penyebab, dan Cara Pemulihan Cedera Bahu yang Efektif

Rotator cuff injury adalah cedera pada kumpulan empat otot dan tendon di bahu yang berfungsi menjaga stabilitas dan mengontrol hampir seluruh gerakan lengan Anda. Struktur ini disebut sebagai "dynamic stabilizer" sendi bahu karena menjaga kepala humerus tetap berada di dalam soket glenoid saat bergerak. Masalahnya, nyeri bahu sering dianggap sepele. Padahal berdasarkan penelitian epidemiologi di […]
28/04/2026

Mengenal Trigger Finger: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Meski sering tidak disadari, trigger finger adalah salah satu gangguan tangan yang cukup umum, terutama pada wanita dengan usia 50 tahun ke atas dan pada penderita diabetes. Gangguan ini biasanya berkembang perlahan, mulai dari rasa kaku ringan hingga jari yang benar-benar terkunci. Munculnya masalah ini karena tendon jari mengalami iritasi atau pembengkakan sehingga sulit bergerak […]
25/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down