Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Hubungi IGD
Whatsapp
Home Blog Usus Buntu: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati
Home Blog Usus Buntu: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati

Usus Buntu: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati

Penyakit usus buntu atau istilah medisnya adalah apendisitis adalah kondisi kesehatan ketika adanya peradangan pada apendiks yang merupakan bagian dari usus besar. Apendiks tersebut terletak pada bagian sisi kanan bawah perut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit usus buntu, artikel ini akan membahas secara rinci dari mulai pengertian, penyebab, gejala, hingga cara pencegahan dan pengobatannya.

Jadi, simak artikel ini hingga akhir ya!

Pengertian

Ciri usus buntu yang paling utama adalah adanya peradangan pada apendiks (usus buntu). Yaitu sebuah organ yang berada diantara usus besar dan usus halus. Usus buntu berpotensi bisa menyerang siapa saja.

Penyakit usus buntu sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu akut dan kronis. Kedua jenis ini sama-sama memiliki gejala adanya rasa sakit pada bagian perut.

Peradangan Usus Buntu
Peradangan pada Usus Buntu

Apendisitis akut adalah kondisi ketika penderitanya mengalami rasa sakit yang parah akibat peradangan usus buntu, nyeri perut kanan bawah, mual hingga muntah. Apabila Anda mengalami hal tersebut, maka sebaiknya tidak mengabaikannya karena pada kondisi ini Anda sudah memerlukan perawatan medis secepatnya. Jika tidak, maka kondisinya akan semakin buruk.

Sedangkan apendisitis kronis terjadi ketika gejala sakit perutnya datang dan pergi dalam waktu lebih dari 3 minggu. Apabila apendisitis ini tidak terdiagnosis maka penderitanya akan terus mengalami gejala tersebut secara terus menerus.

Tanda dan Gejala

Tanda-tanda usus buntu atau gejalanya yang paling utama adalah adanya rasa nyeri pada bagian perut atau istilah lainnya adalah kolik abdomen.

Gejala usus buntu pada masing-masing penderitanya bisa bervariasi. Karena gejala tersebut akan bergantung pada usia, lokasi, serta posisi usus buntu.

Meskipun demikian, secara umum gejala usus buntu yang paling banyak ditemui adalah adanya nyeri pada daerah pusar kemudian bergerak ke bagian kanan bawah perut.

Rasa nyeri akibat usus buntu bisa datang secara tiba-tiba, dan intensitas rasa sakitnya akan meningkat ketika Anda bergerak, batuk, bersin, bahkan ketika menarik napas dalam.

Gejala sakit perut tersebut dapat disertai dengan beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Rasa mual hingga muntah
  • Perut kembung
  • Gangguan pencernaan
  • Hilangnya selera makan
  • Kesulitan buang gas atau kentut
  • Demam dan menggigil

Penyebab Penyakit

Apendisitis terjadi ketika adanya infeksi Obstruksi lumen usus buntu, terjadi peningkatan tekanan intralumen & iskemia sehingga radang dan pecah. Infeksi tersebut kemudian bakteri berkembang dengan cepat, hingga membuat usus buntu mengalami kondisi buruk seperti bengkak, meradang, hingga bernanah.

Penyebab usus buntu antara lain, yaitu:

  • Usus buntu terhalang sesuatu, seperti tinja yang mengeras, tumor, atau parasit.
  • Adanya pembengkakan atau penebalan pada bagian jaringan dinding usus buntu. Pembengkakan tersebut terjadi karena adanya infeksi pada saluran pencernaan, ataupun pada bagian tubuh lainnya.
  • Adanya penyumbatan rongga usus buntu, akibat adanya pertumbuhan parasit pada organ pencernaan. Misalnya infeksi ascariasis atau cacing kremi.
  • Kondisi medis tertentu seperti adanya tumor pada perut
  • Adanya cedera perut.

Untuk memastikan apa penyebab usus buntu yang dialami oleh seseorang, harus adanya penanganan khusus dari dokter. Karena dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mengambil hasil diagnosis.

Diagnosis Usus Buntu

Apabila terdapat beberapa gejala usus buntu, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, wawancara medis, hingga melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan hasil diagnosanya.

Cara paling umum dan paling mudah adalah dokter akan menakan secara lembut pada area bagian perut yang sakit.

Ketika tekanan tersebut tiba-tiba dilepaskan, penderita usus buntu akan mengalami rasa sakit yang hebat. Itu menandakan bahwa peritoneum yang berdekatan meradang.

Dokter juga mungkin akan mencari kekakuan perut dan kecenderungan penderita usus buntu mengeraskan otot-otot perut. Karena kondisi tersebut merupakan respon terhadap tekanan dari usus buntu yang meradang.

Selain itu, terdapat beberapa pemeriksaan penunjang untuk membantu diagnosis penyakit usus buntu, seperti:

  • Pemeriksaan darah
  • Tes urine
  • USG perut
  • Melakukan pemindaian melalui CT scan atau MRI bila diperlukan
  • Tes kehamilan
  • Melakukan pemeriksaan panggul
  • Foto rontgen dada

Pengobatan dan Pencegahan

Operasi Laparoskopi

Cara mengobati usus buntu berupa tindakan operasi untuk pengangkatan usus buntu atau apendiktomi merupakan pengobatan utama pada penyakit ini. Apendektomi bisa melalui dua cara yaitu, melalui laparotomi atau bedah terbuka dan melalui laparoskopi atau operasi lubang kunci.

Seperti kata pepatah, bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka dari itu sebaiknya Anda mengetahui apa saja hal-hal yang bisa mencegah agar tidak mengalami penyakit usus buntu.

Meskipun sebenarnya hingga saat ini belum ada cara yang pasti untuk dapat mencegah usus buntu 100%. Akan tetapi Anda bisa mengusahakannya dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Karena penerapan pola hidup yang sehat dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit usus buntu.

Berikut beberapa tips untuk Anda dalam menerapkan pola hidup yang sehat.

  • Pastikan Anda selalu menjaga tubuh untuk selalu terhidrasi dengan baik. Caranya adalah dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup.
  • Perbanyak konsumsi makanan dengan kandungan serat yang tinggi, seperti sayur dan buah-buahan.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Tujuannya adalah agar ketika Anda mengalami penyakit usus buntu, maka bisa terdeteksi lebih awal. Sehingga dapat melakukan pengobatan sejak dini.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti yoghurt, tempe, beberapa jenis keju, acar mentimun, dan lain-lain.

Setelah mendapatkan penjelasan di atas, mungkin sebagian dari Anda ada yang bertanya-tanya “apakah usus buntu berbahaya?”

Penyakit usus buntu dapat menjadi serius dan berbahaya ketika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Karena pada kondisi tertentu, usus buntu dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat yang dapat berdampak fatal bagi penderitanya.

Kapan Harus ke Dokter?

Perlu Anda ketahui bahwa kondisi usus buntu perlu mendapatkan penanganan medis yang sifatnya segera.

Apabila Anda sudah mengalami beberapa gejala seperti rasa nyeri pada perut yang hebat, terlebih lagi jika kondisi tersebut juga disertai dengan mual, muntah, hingga demam dibawah 24 jam.

Maka segera datangi rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter bedah. Deteksi lebih awal jauh lebih baik daripada kondisi usus buntu sudah lebih parah karena adanya peradangan.

Untuk penanganan penyakit usus buntu, Anda bisa melakukan pemeriksaan dan pengobatan di RS Royal Progress.

Apabila Anda sudah mengalami tanda-tanda dan gejala usus buntu, maka Anda bisa konsultasi langsung dengan dokter spesialis Bedah RS Royal Progress. Anda akan mendapatkan penanganan dan tindakan sesuai dengan kondisi penyakit usus buntu yang Anda derita.

  • NHS UK - Appendicitis
  • MedlinePlus - Appendicitis
  • Cleveland Clinic - Appendicitis

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Artikel Pilihan

Prosedur EVLA untuk Pengobatan Varises: Cara Kerja & Keunggulannya

Selain memberikan dampak estetik yang tidak Anda inginkan, varises juga dapat menyebabkan gejala yang kurang nyaman, seperti nyeri, pembengkakan, dan sensasi berat pada kaki. Untungnya, perkembangan teknologi medis telah membawa inovasi dalam pengobatan varises, salah satunya dengan endovenous laser ablation (EVLA). Artikel ini akan membahas apa itu EVLA, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja keuntungannya. Apa Itu […]
16/05/2024

Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati & Mencegahnya

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri perut bagian kanan bawah dan menjadi semakin parah ketika mendiamkannya? Mungkin Anda mengalami gejala radang usus buntu. Meski istilah ini cukup familiar, namun jangan sepelekan kondisi ini karena bisa memicu komplikasi serius! Untuk itu, pahami definisi, penyebab radang usus buntu dan cara mengatasinya, hingga proses diagnosis secara medis untuk mendeteksi […]
16/05/2024

DSA (Digital Subtraction Angiography) - Tindakan Revolusioner dalam Pemeriksaan dan Penanganan Pembuluh Darah

Perkembangan teknologi di bidang medis berkembang sangat pesat. Banyak inovasi baru terus bermunculan dalam bidang kedokteran. Salah satu terobosan yang signifikan dan revolusioner adalah DSA singkatan dari Digital Subtraction Angiography. Apa itu DSA? DSA adalah singkatan dari Digital Subtraction Angiography, suatu tindakan berupa teknik pencitraan medis dengan menggunakan sinar-X pada arteri dan vena. Teknik ini […]
29/04/2024

Berbagai Jenis Gangguan Pernapasan, Gejala, dan Pengobatannya

Timbulnya gejala gangguan pernapasan bisa terasa sangat tidak nyaman dan mengurangi kualitas hidup kita sehari-hari. Gangguan pernapasan umumnya terkait dengan kondisi patologis, yang berdampak pada sistem pernapasan, termasuk paru-paru. Sebagian memang cukup ringan seperti flu biasa, namun bisa juga memicu penyakit yang mengancam jiwa, yaitu pneumonia, kanker paru-paru, PPOK, dan sebagainya. Baca Juga Fakta dan […]
02/04/2024

Punya sakit maag? Pahami gejala dan pengobatannya!

Maag sering dikatakan sebagai penyakit yang tidak berbahaya bahkan terkadang dapat diremehkan oleh banyak orang. Padahal maag bisa menjadi penyakit serius jika sudah memasuki tahap komplikasi. Apa yang dimaksud dengan maag? Mari kita bahas dalam artikel kesehatan berikut. Pengertian Sakit Maag Sakit Maag dalam istilah medis disebut juga dengan Dispepsia yang aritnya penyakit diakibatkan adanya gangguan pada […]
15/03/2024
Artikel Lainnya

Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati & Mencegahnya

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri perut bagian kanan bawah dan menjadi semakin parah ketika mendiamkannya? Mungkin Anda mengalami gejala radang usus buntu. Meski istilah ini cukup familiar, namun jangan sepelekan kondisi ini karena bisa memicu komplikasi serius! Untuk itu, pahami definisi, penyebab radang usus buntu dan cara mengatasinya, hingga proses diagnosis secara medis untuk mendeteksi […]
16/05/2024

Penyakit Batu Empedu: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyakit batu empedu atau bahasa medisnya adalah cholelithiasis merupakan kondisi ketika perut sakit secara mendadak akibat terbentuknya batu dalam kantung empedu. Pengertian Batu Empedu Batu empedu merupakan hasil dari endapan cairan empedu yang kemudian cairan tersebut memadat, menjadi partikel keras yang menyerupai batu kerikil. Batu tersebut terbentuk di bagian kantong dan saluran empedu. Apabila batu empedu masuk […]
18/04/2024

Apa itu Penyakit Hernia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Penyakit hernia bisa menyerang siapa saja dan menimbulkan rasa tidak nyaman di area yang menonjol. Dalam beberapa kasus, hernia tidak memiliki gejala, sehingga perlu check up rutin untuk mengetahuinya. Di artikel ini, kita akan membahas apa itu penyakit hernia, penyebab, gejala, serta bagaimana pengobatan dan pencegahannya. Apa itu Hernia? Gambar Tonjolan Hernia Penyakit hernia juga sering disebut […]
18/04/2024
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenuchevron-down