Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Home Blog Penyakit Batu Empedu: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyakit Batu Empedu: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyakit batu empedu atau bahasa medisnya adalah cholelithiasis merupakan kondisi ketika perut sakit secara mendadak akibat terbentuknya batu dalam kantung empedu.

Pengertian Batu Empedu

Batu empedu merupakan hasil dari endapan cairan empedu yang kemudian cairan tersebut memadat, menjadi partikel keras yang menyerupai batu kerikil. Batu tersebut terbentuk di bagian kantong dan saluran empedu.

Apabila batu empedu masuk ke dalam saluran empedu, resikonya adalah akan terjadinya penyumbatan hingga infeksi pada kolangitis atau saluran empedu. Cairan empedu bisa masuk ke darah dan tubuh pasien bisa menjadi kuning.

Terjadinya penyumbatan tersebut kemudian akan membuat tumbuh dan berkembangnya bakteri yang menyebabkan terjadinya infeksi.

Parahnya lagi adalah, bakteri tersebut juga bisa menyebar melalui aliran darah sehingga dapat menyebabkan infeksi pada bagaian tubuh lainnya.

Terdapat tiga jenis batu empedu, yaitu:

a. Batu Empedu Kolesterol

Sesuai dengan namanya, batu empedu jenis ini terbentuk dari kolesterol. Biasanya batu empedu ini berwarna kuning atau hijau.

b. Batu Empedu Bilirubin

Merupakan jenis batu empedu yang terbentuk dari kalsium bilirubinat yang jumlahnya terlalu banyak dalam empedu. Warna dari batu empedu jenis ini biasanya berwarna gelap, seperti hitam atau cokelat.

c. Batu Empedu Campuran

Jenis yang ketiga ini merupakan batu empedu yang paling banyak dijumpai. Karena sekitar 80% orang penderita batu empedu mengalami batu empedu campuran. Kata campuran disini merujuk pada batu empedu yang terbentuk dari campuran kolesterol dan bilirubin.

Penyebab Batu Empedu

Penyebab dari terjadinya batu empedu itu tergantu pada jenisnya. Berikut penjelasan lengkapnya:

a. Penyebab Batu Empedu Kolesterol

Penyebab utama dari batu empedu jenis ini adalah karena tingginya konsentrasi kolesterol yang terkandung dalam cairan empedu. Hal tersebut bisa terjadi karena tingginya kadar kolesterol dalam darah.

b. Penyebab Batu Empedu Bilirubin

Selanjutnya jenis batu empedu yang kedua ini terjadi karena bilirubin sulit larut dalam air. Selain, penyebabnya adalah terjadinya pengendapan garam bilirubin kalsium. Serta bisa terjadi karena adanya penyakit infeksi.

c. Penyebab Batu Empedu Campuran

Jenis batu empedu campuran terbentuk dari kolesterol, bilirubin, dan juga berbagai garam kalsium.

Gejala Batu Empedu

Sama halnya dengan jenis penyakit lainnya, para penderita batu empedu juga secara umum akan mengalami gejala-gejala tertentu.

Gejala atau ciri-ciri batu empedu yang paling umum dirasakan adalah adanya rasa nyeri pada bagian kanan atas atau tengah perut. Dan gejala tersebut muncul secara tiba-tiba.

Mata Kuning
Mata dan Kulit menguning gejala batu empedu

Apabila kondisi batu empedu sudah berukuran cukup besar, atau batu empedu sudah masuk ke dalam ujung saluran empedu, maka penderitanya bisa saja mengalami beberapa gejala lainnya seperti:

  • Merasakan nyeri yang hebat pada bagian perut kanan atas sampai dengan ulu hati. Nyeri tersebut terjadi karena adanya sumbatan pada saluran empedu.
  • Mual dan muntah. Tidak jarang dari penderita batu empedu selain merasakan nyeri pada perut, mereka juga merasa mual hingga muntah-muntah.
  • Beberapa dari penderita batu empedu juga merasakan demam, karena adanya infeksi pada kantung ataupun saluran empedu.
  • Perut kembung.
  • Kulit dan Bola mata menguning
  • Feses saat BAB berwarna putih
  • Urine berwarna seperti teh
  • Nyeri yang menjalar ke areha bahu atau tulang belikat.
  • Gangguan pencernaan seperti diare. Meskipun tidak semua penderita batu empedu merasakan gejala ini.

Pengobatan Batu Empedu

Bagi Anda yang mengalami gejala-gejala batu empedu memang sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Sebelumya dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaaan terdahulu sebagai proses diagnosis batu empedu.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan mata dan kulit untuk mengetahui apakah ada perubahan warna atau tidak. Apabila terjadi warna kekuningan mungkin merupakan tanda penyakit kuning, akibat terlalu banyaknya kandungan bilirubin dalam tubuh.

Endoscopic retrograde cholangiopancreatography
Endoscopic retrograde cholangiopancreatography

Untuk diagnosis batu empedu juga memungkinkan dilakukannya tes penunjang dengan menggunakan alat-alat khusus, seperti:

  • USG
  • CT-Scan pada bagian perut
  • MRI
  • ERCP

Apabila hasil diagnosis menunjukan bahwa seseorang mengalami penyakit batu empedu, maka penderitanya dapat melakukan pengobatan dua cara, yaitu:

1. Pengobatan Non-Bedah

Sebagian dari Anda mungkin ada yang bertanya-tanya “apakah batu empedu harus dioperasi?”

Jawabannya adalah tidak selalu harus operasi. Karena beberapa kondisi tanpa gejala dapat di evaluasi secara berkala.

Dokter akan memberikan perawatan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Melakukan terapi pelarutan oral, biasanya dengan penggunaan obat ursodiol dan chenodiol untuk menghancurkan batu empedu. Obat-obatan tersebut mengandung asam empedu, yang berfungsi untuk memecahkan batu empedu itu sendiri.
  • Litrotipsi gelombang kejut. Cara laiinnya untuk menghilangkan batu empedu adalah dengan menggunakan alat atau mesin Lithotripter. Gelombang kejut dari mesin tersebut dapat memecahkan batu empedu menjadi potongan-potongan yang kecil.
  • Melakukan drainase perkutan kandung empedu, dengan cara menempatkan jarum steril ke dalam kantung empedu untuk menyedot empedu.

2. Pembedahan

Kolesistektomi merupakan tindakan operasi untuk mengangkat kantung empedu.

Sebagian dokter mungkin akan menyarankan pasiennya untuk melakukan operasi pengangkatan kantung empedu, karena organ tersebut bukanlah organ penting. Karena kita bisa tetap hidup sehat tanpanya.

Operasi Laparoskopi
Operasi Laparoskopi

Terdapat dua jenis kolesistektomi yaitu:

  • Kolesistektomi laparoskopi. Yaitu tindakan operasi umum yang membutuhkan anestesi umum. Dokter spesialis bedah akan membuat beberapa sayatan pada perut pasien.Kemudian memasukkan alat kecil yang menyala pada salah satu sayatan, untuk memeriksa batu dan secara hati-hati mengeluarkan batu empedu tersebut.
  • Kolesistektomi terbuka. Biasanya operasi ini dilakukan ketika kantung empedu mengalami peradangan, terluka, ataupun terinfeksi. Selain itu, operasi ini juga dapat terjadi apabila terdapat masalah ketika proses kolesistektomi laparoskopi.

Pencegahan Batu Empedu

Cara mencegah batu empedu adalah dengan cara mengurangi resikonya dengan beberapa cara di bawah ini:

  • Biasakan makan tepat waktu. Biasakan untuk makan tepat waktu, karena melewatkan makan dapat meningkatkan risiko terjadinya batu empedu.
  • Mengkonsumsi makanan dengan kandungan serat yang tinggi, seperti buah-buahan, sayur dan biji-bijian.
  • Perhatikan berat bedan Anda, jangan sampai obesitas. Karena kelebihan berat badan dapat menjadi salah satu faktor terjadinya batu empedu.
  • Turunkan berat badan secara perlahan, bagi Anda yang terlanjur memiliki berat badan yang berlebih. Karena menurunkan berat badan secara cepat malah meningkatkan risiko pembentukan batu empedu.
  • Pertahankan berat badan yang ideal dengan cara melakukan pola hidup yang sehat, seperti istirahat yang cukup, rutin olahraga, dan konsumsi makanan serta minuman yang kaya akan gizi dan serat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Apabila Anda mengalami tanda serta gejala-gejala dari batu empedu, maka seabiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Tujuannya adalah agar Anda segera mendapatkan diagnosis yang tepat dan cepat. Melakukan pemerikasaan sejak awal akan membantu Anda untuk melakukan pengobatan dengan lebih dini.

Anda bisa melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter Spesialis Bedah di RS Royal Progress.

Apabila hasil diagnosis menunjkan bahwa Anda mengidap penyakit batu empedu, maka Anda bisa melakukan perawatan hingga tindakan operasi di RS Royal Progress, bersama dokter spesalis bedah yang tentunya sudah berpengalaman.

Artikel Lainnya

Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati & Mencegahnya

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri perut bagian kanan bawah dan menjadi semakin parah ketika mendiamkannya? Mungkin Anda mengalami gejala radang usus buntu. Meski istilah ini cukup familiar, namun jangan sepelekan kondisi ini karena bisa memicu komplikasi serius! Untuk itu, pahami definisi, penyebab radang usus buntu dan cara mengatasinya, hingga proses diagnosis secara medis untuk mendeteksi […]
16/05/2024

Usus Buntu: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati

Penyakit usus buntu atau istilah medisnya adalah apendisitis adalah kondisi kesehatan ketika adanya peradangan pada apendiks yang merupakan bagian dari usus besar. Apendiks tersebut terletak pada bagian sisi kanan bawah perut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit usus buntu, artikel ini akan membahas secara rinci dari mulai pengertian, penyebab, gejala, hingga cara pencegahan dan pengobatannya. […]
18/04/2024

Apa itu Penyakit Hernia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Penyakit hernia bisa menyerang siapa saja dan menimbulkan rasa tidak nyaman di area yang menonjol. Dalam beberapa kasus, hernia tidak memiliki gejala, sehingga perlu check up rutin untuk mengetahuinya. Di artikel ini, kita akan membahas apa itu penyakit hernia, penyebab, gejala, serta bagaimana pengobatan dan pencegahannya. Apa itu Hernia? Gambar Tonjolan Hernia Penyakit hernia juga sering disebut […]
18/04/2024

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenuchevron-down