Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Apa Itu Penyakit Komorbid dan Mengapa Berbahaya?

Apa Itu Penyakit Komorbid dan Mengapa Berbahaya?

15/03/2024

Penyakit komorbid atau penyakit penyerta adalah kondisi dimana seseorang memiliki dua atau lebih penyakit pada saat bersamaan dengan penyakit lainnya. Penyakit kronis (jangka panjang) seperti diabetes dan hipertensi sering disebut sebagai penyakit penyerta.

Sebagai contoh, penyakit diabetes biasanya berdampingan dengan penyakit komorbid hipertensi dan penyakit mental dan penyalahgunaan zat sering terjadi bersamaan. Umumnya, beberapa penyakit komorbid dapat terjadi bersamaan dengan penyakit yang lain. Hal ini disebabkan karena kemungkinan faktor risiko dari kedua penyakit tersebut sama.

Seseorang dengan penyakit komorbid sangat perlu diperhatikan pengobatannya terutama di saat pandemic Covid 19. Didapati bahwa orang-orang dengan komorbid atau memiliki penyakit bawaan ternyata lebih berisiko saat Covid 19 menyerang. Gejala yang dialami pun akan terasa lebih berat dibandingkan dengan orang yang terinfeksi Covid 19 tanpa komorbid. Jadi, penyakit penyerta atau komorbid dapat memperburuk kesehatan seseorang jika dinyatakan positif Covid 19.

Penyerta atau Komorbid yang Umumnya Terjadi

1. Obesitas/Kegemukan

Obesitas diketahui menempatkan orang pada risiko berbagai gangguan kegemukan. Menurut, obesitas berhubungan dengan sekitar 236 kondisi medis (termasuk 13 jenis kanker). Berikut alasan mengapa obesitas dan kondisi lain ini dianggap sebagai penyakit komorbid

  1. Berat badan yang berlebih dapat menyebabkan tekanan berlebih pada sendi tulang area lutut dan menyebabkan Osteoatritis. Obesitas juga dapat memberi tekanan pada diafragma dan dada yang menyebabkan sleep apnea.
  2. Sistem endokrin dipengaruhi oleh peningkatan hormon dan zat lain yang disekresikan oleh jaringan adiposa (lemak), yang menyebabkan diabetes dan gangguan metabolisme lainnya.
  3. Organ-organ seperti jantung dan ginjal dapat rusak jika terganggunya metabolism dalam tubuh seperti Obesitas.

2. Kecemasan dan Depresi

Depresi dan gangguan kecemasan adalah dua bentuk penyakit komorbid yang paling menonjol di bidang kesehatan mental. Menurut beberapa statistik, sekitar 60% orang yang memiliki kecemasan juga memiliki gejala depresi, dan sebaliknya.

Beberapa gangguan kesehatan mental yang paling umum pada orang dengan gangguan penggunaan zat termasuk gangguan mood (mood swing) dan kecemasan seperti:

  1. Depresi mayor
  2. Gangguan depresi persisten
  3. Gangguan bipolar
  4. Gangguan stres pascatrauma
  5. Gangguan panik
  6. Kecemasan sosial
  7. Gangguan kecemasan umum
  8. Gangguan obsesif kompulsif
  9. Penyakit mental seperti kecemasan dan depresi sering terjadi bersamaan dengan gangguan penggunaan zat (seperti alkohol dan kecanduan narkoba).

Pengobatan

Penyakit komorbid dapat diobati namun dengan beberapa proses. Sebelum menentukan cara pengobatan yang dilakukan, tentu dibutuhkan diagnosa atau pemeriksaan secara jelas dari dokter spesialis yang menangani tergantung jenis penyakit komorbid yang dialami. Campuran obat-obatan dan penyesuaian gaya hidup mungkin juga diperlukan sebagai penunjuang keberhasilan pengobatan.

Yuk, segera periksakan kesehatan Anda secara berkala dan pastikan tubuh Anda terhindar dari bahaya penyakit komorbid! Buat janji dengan RS Royal Progress untuk pemeriksaan kesehatan sekarang.

Artikel Lainnya

Mengenal Gejala Leher Belakang Sakit, Penyebab dan Pengobatannya

Perubahan gaya hidup digital membuat kasus leher belakang sakit semakin meningkat. Meski sering dianggap sebagai keluhan ringan, nyeri leher bagian belakang bisa menjadi tanda adanya gangguan pada otot, saraf, atau tulang belakang leher. Karena itu, penting memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasinya agar Anda tahu kapan perlu mencari pertolongan medis. Leher Belakang Sakit Kondisi sakit […]
13/05/2026

Apa Itu Gizi Seimbang? Panduan Lengkap Porsi Makan Sehat dan Cara Menerapkannya Sehari-hari

Banyak orang merasa sudah makan cukup setiap hari, tetapi belum tentu tubuh mendapatkan nutrisi yang seimbang. Pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari mudah lelah hingga risiko penyakit kronis. Karena itu, penting untuk memahami konsep gizi seimbang agar tubuh memperoleh energi, menjaga daya tahan, dan mendukung fungsi organ secara optimal. […]
16/03/2026

Keracunan Makanan karena Bakteri, Virus, atau Toksin: Apa Perbedaannya?

Banyak orang menganggap keracunan makanan sebagai satu kondisi yang sama. Padahal, penyebabnya bisa berbeda-beda, mulai dari bakteri, virus, hingga toksin atau racun dalam makanan. Perbedaan penyebab ini berpengaruh pada cara penularan, waktu munculnya gejala, hingga penanganannya. Keracunan makanan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi mikroorganisme atau zat berbahaya.Menurut referensi dari CDC dan […]
16/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenu