Operasi miom tidak selalu diperlukan. Sebagian besar perempuan dengan miom tidak pernah menjalani tindakan apa pun karena miomnya tidak menimbulkan keluhan berarti. Operasi dipertimbangkan ketika miom sudah mengganggu kualitas hidup, tidak lagi terkendali dengan terapi obat, atau memengaruhi peluang kehamilan.
Ketika operasi memang menjadi pilihan, keputusan yang diambil bukan sekadar "dioperasi atau tidak". Ada beberapa jenis tindakan dengan konsekuensi yang berbeda, terutama menyangkut apakah rahim dipertahankan atau tidak. Inilah bagian yang paling perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.
Banyak pasien datang dengan kekhawatiran yang sama: apakah operasi akan sakit, berapa lama pemulihannya, apakah masih bisa hamil setelahnya, dan apa saja yang perlu disiapkan. Kekhawatiran ini wajar, dan justru lebih baik dibicarakan terbuka dengan dokter daripada dipendam.
Artikel ini membahas kapan operasi miom dianjurkan, jenis-jenis tindakan yang tersedia, perbedaan pendekatan minimal invasif dan terbuka, persiapan sebelum operasi, gambaran masa pemulihan, hingga faktor yang menentukan biaya.
Operasi miom dianjurkan ketika keluhan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak cukup ditangani dengan terapi obat. Indikasi yang paling sering menjadi dasar adalah perdarahan haid berat yang berulang hingga menimbulkan anemia.
Selain itu, operasi dipertimbangkan bila miom menimbulkan nyeri panggul hebat, tumbuh cepat, berukuran besar sehingga menekan organ sekitar, atau memengaruhi kesuburan. Pada sebagian kasus, miom juga dapat menyebabkan komplikasi kehamilan sehingga tindakan perlu direncanakan sebelum kehamilan.
Sebaliknya, operasi tidak dianjurkan hanya karena hasil USG menunjukkan adanya miom. Bila tidak ada keluhan dan tidak ada pengaruh terhadap organ sekitar maupun kesuburan, pemantauan berkala umumnya menjadi pilihan yang lebih tepat.

Tindakan untuk miom terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu miomektomi yang mengangkat miom dengan mempertahankan rahim, dan histerektomi yang mengangkat rahim beserta miom di dalamnya.
Perbedaan ini adalah keputusan paling penting dalam perencanaan operasi. Miomektomi dipilih bila Anda masih ingin memiliki anak atau ingin mempertahankan rahim. Histerektomi dipilih bila keluhan sangat berat, miom berulang, atau tidak ada lagi rencana kehamilan.
Selain dua kelompok tersebut, tersedia juga tindakan non-bedah seperti ablasi dengan gelombang mikro atau ultrasound terfokus untuk kasus tertentu. Kesediaan dan kesesuaian tindakan ini perlu dikonfirmasi dengan dokter kandungan yang menangani Anda.
Miomektomi adalah tindakan mengangkat miom tanpa mengangkat rahim. Tindakan ini menjadi pilihan utama bagi perempuan yang masih merencanakan kehamilan atau ingin mempertahankan rahim karena alasan pribadi.
Setelah miomektomi, miom baru dapat tumbuh kembali karena rahim dan pengaruh hormon tetap ada. Peluang tumbuh kembali bervariasi dan dipengaruhi jumlah miom yang diangkat serta faktor hormonal masing-masing pasien. Karena itu, pemantauan berkala setelah tindakan tetap dianjurkan.
Pada sebagian kasus, miomektomi dapat memperbaiki peluang kehamilan, terutama bila miom yang diangkat tumbuh di rongga rahim. Namun perlu dipahami bahwa keberhasilan kehamilan dipengaruhi banyak faktor lain, bukan hanya keberadaan miom.
Histerektomi adalah tindakan mengangkat rahim, sehingga miom tidak dapat tumbuh kembali. Tindakan ini umumnya dipertimbangkan pada keluhan yang sangat berat, miom berulang setelah beberapa kali tindakan, atau ketika tidak ada lagi rencana kehamilan.
Histerektomi mengakhiri kemampuan untuk hamil secara alami. Karena itu, keputusan ini perlu dipertimbangkan dengan matang dan didiskusikan menyeluruh dengan dokter, termasuk mengenai kemungkinan tindakan alternatif yang masih tersedia.
Pengangkatan rahim tidak selalu berarti pengangkatan indung telur. Bila indung telur dipertahankan, fungsi hormonal umumnya tetap berjalan sehingga menopause tidak langsung terjadi. Hal ini perlu diklarifikasi sebelum tindakan dilakukan.
Pendekatan operasi miom dapat dilakukan dengan cara minimal invasif seperti laparoskopi atau histeroskopi, maupun dengan pembedahan terbuka. Pemilihan pendekatan bergantung pada jumlah, ukuran, dan lokasi miom.
Pendekatan minimal invasif dilakukan melalui sayatan kecil, sehingga umumnya memberi waktu pemulihan yang lebih singkat dan bekas luka yang lebih kecil. Histeroskopi khusus digunakan untuk miom yang tumbuh menonjol ke dalam rongga rahim, tanpa sayatan pada perut.
Pembedahan terbuka dipilih bila miom sangat besar, jumlahnya banyak, atau lokasinya sulit dijangkau dengan pendekatan minimal invasif. Pendekatan ini memang memerlukan pemulihan lebih lama, tetapi memberi ruang pandang dan jangkauan yang lebih luas kepada dokter bedah.
Yang paling sesuai belum tentu yang paling modern. Dokter akan mempertimbangkan keamanan dan efektivitas tindakan pada kondisi Anda secara spesifik.
Ada beberapa pilihan tindakan non-bedah yang dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu. Salah satunya adalah ablasi dengan gelombang mikro, yang menggunakan energi panas untuk mengecilkan miom tanpa sayatan.
Selain itu tersedia ultrasound terfokus, yang mengarahkan gelombang energi ke miom dengan panduan pencitraan. Tindakan ini umumnya ditujukan untuk miom dengan karakter tertentu dan tidak menggantikan peran terapi obat maupun operasi pada semua kasus.
Terapi obat tetap menjadi pilihan pertama untuk mengendalikan perdarahan dan nyeri, meski sifatnya tidak menghilangkan miom. Kesesuaian setiap pilihan tindakan perlu dinilai dokter berdasarkan kondisi Anda.
Persiapan operasi miom meliputi pemeriksaan kesehatan menyeluruh, penyesuaian obat yang sedang dikonsumsi, dan persiapan puasa sesuai petunjuk dokter. Pemeriksaan darah diperlukan untuk menilai apakah terdapat anemia akibat perdarahan sebelumnya.
Beberapa hal yang perlu Anda siapkan dan sampaikan kepada dokter meliputi riwayat penyakit yang pernah dialami, obat atau suplemen yang rutin dikonsumsi, riwayat alergi, serta rencana kehamilan. Apabila Anda memiliki kondisi lain seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, pengendaliannya perlu dipastikan sebelum tindakan.
Atur juga dukungan di rumah untuk masa pemulihan, termasuk bantuan untuk aktivitas berat dan transportasi saat kontrol. Persiapan ini terasa sederhana, tetapi sangat membantu kelancaran pemulihan.
Durasi operasi miom bervariasi dan tidak bisa disamakan antara satu pasien dengan pasien lain. Lama tindakan dipengaruhi jumlah miom, ukuran terbesar miom, lokasinya, pendekatan yang dipilih, serta kondisi Anda secara umum.
Tindakan minimal invasif untuk miom tunggal berukuran kecil umumnya memerlukan waktu lebih singkat dibanding pengangkatan banyak miom berukuran besar. Lama rawat inap juga berbeda antara pendekatan minimal invasif dan pembedahan terbuka.
Estimasi waktu sebaiknya ditanyakan langsung kepada dokter bedah yang akan menangani Anda, karena hanya mereka yang dapat menilainya berdasarkan hasil pemeriksaan Anda.
Masa pemulihan bergantung pada pendekatan operasi dan kondisi masing-masing pasien. Setelah prosedur minimal invasif, sebagian pasien dapat kembali beraktivitas ringan dalam waktu relatif singkat, sedangkan pembedahan terbuka umumnya memerlukan waktu pemulihan lebih lama.
Selama pemulihan, dianjurkan untuk menghindari aktivitas berat seperti mengangkat beban dan berolahraga intensif sampai dokter menyatakan Anda siap. Berjalan ringan justru dianjurkan untuk membantu sirkulasi dan mencegah komplikasi.
Keluhan berupa nyeri ringan, rasa tidak nyaman pada luka, atau kelelahan pada minggu-minggu awal umumnya merupakan bagian dari proses penyembuhan. Konsultasikan bila nyeri justru bertambah berat, muncul demam, atau terdapat perdarahan yang banyak.
Setiap tindakan operasi memiliki risiko, termasuk perdarahan, infeksi, dan reaksi terhadap obat bius. Risiko ini tidak selalu terjadi, tetapi perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.
Pada miomektomi, risiko yang perlu diketahui termasuk kemungkinan miom tumbuh kembali dan, pada kasus tertentu, perlunya tindakan tambahan. Pada sebagian kasus miomektomi yang luas, dokter dapat menyarankan penundaan kehamilan untuk memberi waktu penyembuhan dinding rahim.
Pada histerektomi, risiko yang perlu dipertimbangkan berkaitan dengan hilangnya kemampuan hamil. Selain itu, tindakan operasi secara umum dapat menimbulkan perlengketan jaringan yang berpotensi menimbulkan keluhan di kemudian hari.
Diskusikan risiko ini bersama dokter agar keputusan diambil dengan pemahaman yang lengkap, bukan berdasarkan informasi yang sebagian.
Biaya operasi miom tidak dapat diseragamkan karena ditentukan oleh banyak faktor. Faktor utama meliputi jenis tindakan yang dipilih, pendekatan operasi yang digunakan, jumlah dan ukuran miom, lama rawat inap, serta fasilitas dan tim medis yang menangani. Selain itu, kebutuhan pemeriksaan penunjang sebelum dan setelah tindakan turut memengaruhi keseluruhan biaya.
Kehamilan setelah operasi miom sangat mungkin, terutama bila tindakan yang dilakukan adalah miomektomi. Rahim tetap dipertahankan, sehingga kemampuan untuk hamil secara alami tetap ada.
Peluang keberhasilan dipengaruhi oleh usia, cadangan ovarium, jumlah dan lokasi miom yang diangkat, serta kondisi kesehatan secara umum. Pada sebagian kasus, dokter dapat menyarankan penundaan kehamilan beberapa waktu setelah tindakan untuk memberi kesempatan dinding rahim menyembuh dengan baik.
Bila Anda merencanakan kehamilan, sampaikan hal ini sejak awal konsultasi. Rencana kehamilan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam menentukan jenis tindakan yang dipilih.
Diskusikan dengan dokter spesialis obgyn (kandungan dan kebinanan) bila keluhan miom Anda mulai mengganggu aktivitas, bila perdarahan haid sangat banyak atau berlangsung lebih dari tujuh hari, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan dan diketahui memiliki miom.
Segera cari bantuan medis bila muncul nyeri perut hebat mendadak, perdarahan banyak di luar siklus haid, atau keluhan yang memburuk dengan cepat. Keluhan seperti ini memerlukan penilaian segera, bukan penundaan.
Poli Kandungan dan Kebidanan RS Royal Progress melayani konsultasi untuk keluhan miom, termasuk penilaian perlu tidaknya tindakan. Jadwal konsultasi dapat dipesan melalui website layanan janji temu Poli Kandungan dan Kebidanan.
