Miom adalah tumor jinak yang tumbuh dari jaringan otot dinding rahim. Kata "tumor" sering membuat orang langsung membayangkan kanker, padahal miom sama sekali bukan kanker dan hampir tidak pernah berubah menjadi ganas. Miom justru termasuk pertumbuhan jinak yang paling sering ditemukan pada perempuan usia produktif.
Banyak perempuan baru mengetahui memiliki miom saat menjalani pemeriksaan kandungan untuk keperluan lain, misalnya USG rutin atau pemeriksaan kehamilan. Ini wajar, karena sebagian besar miom tidak menimbulkan keluhan. Namun pada sebagian lainnya, miom bisa menyebabkan perdarahan haid yang sangat banyak, nyeri panggul, hingga perut terlihat membesar.
Yang membuat miom perlu diperhatikan bukan sifat ganasnya, melainkan dampaknya terhadap kualitas hidup. Perdarahan berat yang berulang dapat menurunkan kadar darah, nyeri dapat mengganggu pekerjaan, dan pada sebagian kasus miom memengaruhi peluang kehamilan. Karena itu, penanganan miom tidak selalu berarti operasi; banyak kasus cukup dipantau atau ditangani dengan terapi obat.
Artikel ini membahas apa itu miom, jenisnya berdasarkan lokasi, penyebab, gejala, pengaruhnya pada kesuburan, cara diagnosis, hingga pilihan penanganan yang tersedia.
Miom adalah pertumbuhan jinak dari sel otot polos dan jaringan ikat dinding rahim. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut mioma uteri atau leiomioma, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai uterine fibroid. Pertumbuhan ini bisa berukuran sangat kecil hingga sebesar bola basket.
Miom tidak menyebar ke organ lain dan bukan keganasan. Namun miom dapat bertambah besar selama masa reproduksi ketika estrogen masih tinggi. Setelah menopause, ukurannya umumnya mengecil karena pasokan hormon berkurang.
Sebagian besar perempuan diperkirakan mengalami miom dalam hidupnya, meski tidak semuanya terdeteksi karena tanpa gejala. Angka kejadiannya paling tinggi pada usia 30 hingga 50 tahun.

Jenis miom ditentukan oleh lokasi tumbuhnya di dinding rahim, dan lokasi inilah yang paling menentukan keluhan yang muncul. Miom yang sama besarnya bisa memberi keluhan sangat berbeda tergantung letaknya.
Penentuan jenis dilakukan melalui pemeriksaan pencitraan, bukan dari besar kecilnya keluhan. Dua perempuan dengan keluhan sama bisa memiliki jenis miom berbeda dan penanganan berbeda.
Penyebab pasti miom belum diketahui sepenuhnya, tetapi hormon estrogen dan progesteron berperan besar dalam pertumbuhannya. Kedua hormon ini merangsang pertumbuhan jaringan miom, sehingga miom cenderung membesar selama usia reproduksi dan mengecil setelah menopause.
Selain hormon, sejumlah faktor berikut meningkatkan peluang seseorang mengalami miom:
Faktor-faktor ini meningkatkan risiko, bukan penyebab tunggal. Memilikinya tidak berarti Anda pasti akan mengalami miom.
Gejala miom bervariasi luas, dan sebagian besar penderita tidak merasakan keluhan. Keluhan yang muncul umumnya berkaitan dengan lokasi dan ukuran miom, bukan jumlahnya.
Keluhan yang paling sering dilaporkan meliputi:
Perdarahan berat yang terjadi terus-menerus dapat menurunkan kadar hemoglobin. Karena itu, keluhan lemas, pucat, dan mudah lelah pada perempuan usia reproduksi perlu ditelusuri dengan pemeriksaan darah, bukan hanya dianggap kurang istirahat.
Sebagian besar miom ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan untuk keperluan lain. Hal ini terjadi karena miom berukuran kecil atau tumbuh di lokasi yang tidak mengganggu fungsi rahim maupun organ sekitarnya.
Miom subserosa yang tumbuh ke luar rahim bisa mencapai ukuran besar tanpa perdarahan. Sebaliknya, miom submukosa kecil pun dapat menimbulkan perdarahan hebat karena bersinggungan langsung dengan lapisan yang berdarah saat haid.
Ukuran miom bukan satu-satunya ukuran keparahan. Yang lebih menentukan adalah lokasi, jumlah, kecepatan pertumbuhan, dan keluhan yang Anda rasakan.
Ciri yang paling perlu diperhatikan bukan dari ukuran miom, melainkan dari perubahan pola haid, nyeri, dan fungsi sehari-hari. Beberapa keadaan berikut sebaiknya tidak ditunggu terlalu lama untuk diperiksa:
Bila Anda merasakan salah satu kondisi di atas, catat siklus haid selama dua sampai tiga bulan. Catat tanggal mulai, lama perdarahan, perkiraan jumlah darah, dan tingkat nyeri untuk membantu dokter memahami pola keluhan.
Miom bukan kanker dan hampir tidak pernah berubah menjadi kanker. Ini perbedaan penting yang sering tidak tersampaikan dengan jelas, sehingga banyak perempuan merasa cemas berlebihan setelah mendengar kata "tumor".
Meski begitu, miom tetap dapat menimbulkan masalah kesehatan yang nyata. Perdarahan berat yang berlangsung lama dapat menyebabkan anemia. Miom berukuran besar dapat menekan organ sekitar dan menimbulkan keluhan saluran kemih maupun pencernaan. Pada sebagian kasus, nyeri yang muncul cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Yang perlu diwaspadai adalah pertumbuhan miom yang sangat cepat, terutama setelah menopause. Kondisi ini perlu dievaluasi agar tidak ada masalah lain yang terlewat.
Apakah penderita miom bisa hamil? Jawabannya bisa sangat mungkin, tergantung lokasi dan ukuran miom. Sebagian besar perempuan dengan miom tetap dapat menjalani kehamilan secara normal.
Pengaruh miom terhadap kesuburan terutama muncul pada miom submukosa, karena letaknya berada di rongga rahim tempat embrio akan menempel. Miom jenis ini dapat mengganggu proses implantasi dan dikaitkan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi. Miom intramural berukuran besar juga dapat memengaruhi kehamilan dengan cara mengubah bentuk rongga rahim.
Pada miom subserosa, pengaruhnya terhadap kesuburan relatif kecil karena letaknya di luar rongga rahim. Bila ukurannya besar, miom ini masih dapat menekan organ sekitar.
Bila Anda sedang merencanakan kehamilan dan diketahui memiliki miom, sebaiknya diskusikan lokasi serta ukurannya dengan dokter kandungan. Keputusan perlu tidaknya tindakan sebelum kehamilan ditentukan dari kombinasi ukuran, lokasi, usia, cadangan ovarium, dan riwayat kehamilan.
Miom didiagnosis melalui kombinasi wawancara keluhan, pemeriksaan fisik, dan pencitraan. Pemeriksaan USG menjadi langkah awal yang paling sering digunakan karena mudah, cepat, dan tidak menimbulkan nyeri.
Pada pemeriksaan USG, dokter menilai jumlah, ukuran, dan lokasi miom, termasuk memastikan bahwa terdapat aliran darah yang memadai di sekitarnya. Bila hasil USG belum memberi gambaran yang cukup, misalnya pada rahim yang sangat besar atau miom yang lokasinya sulit dipastikan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan MRI.
Pemeriksaan penunjang lain seperti pemeriksaan darah diperlukan untuk menilai apakah ada anemia akibat perdarahan berulang. Pada kasus tertentu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang gejalanya mirip, seperti adenomiosis atau polip rahim.
Hasil pencitraan tidak berdiri sendiri. Dokter menafsirkannya bersama riwayat keluhan, rencana kehamilan, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
Tidak semua miom perlu dioperasi. Pilihan penanganan bergantung pada besarnya keluhan, ukuran dan lokasi miom, usia, serta rencana kehamilan Anda. Berikut pilihan yang umum tersedia:
Dipilih untuk miom tanpa keluhan berarti. Pemantauan lewat pemeriksaan berkala untuk melihat perubahan ukuran atau keluhan baru. Banyak miom tidak pernah memerlukan tindakan lanjutan.
Obat digunakan untuk mengurangi perdarahan, meredakan nyeri, atau memperlambat pertumbuhan miom. Terapi ini bersifat sementara dan tidak menghilangkan miom. Efektivitas serta efek sampingnya perlu dibahas dengan dokter, terutama bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
Ada dua kelompok tindakan: miomektomi, yang mengangkat miom dengan rahim tetap dipertahankan, dan histerektomi, yang mengangkat rahim. Miomektomi dipilih bila Anda masih ingin memiliki anak. Tindakan dapat dilakukan dengan pendekatan minimal invasif seperti laparoskopi maupun dengan pembedahan terbuka, tergantung lokasi dan jumlah miom.
Selain itu tersedia tindakan non-bedah untuk kasus tertentu, seperti ablasi dengan gelombang mikro atau ultrasound terfokus. Kesediaan dan kesesuaian tindakan ini perlu dikonfirmasi dengan dokter kandungan yang menangani Anda.
Segera konsultasikan ke dokter spesialis kandungan bila Anda mengalami perdarahan haid sangat banyak atau lebih dari tujuh hari, nyeri panggul hebat, perut membesar nyata, atau kelelahan dan pucat menetap. Keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari juga alasan yang sah untuk memeriksakan diri.
Pemeriksaan lebih awal memberi ruang pilihan penanganan yang lebih luas. Miom yang ditangani saat masih kecil memberi kemungkinan terapi konservatif yang lebih besar.
Poli Kandungan dan Kebidanan RS Royal Progress melayani konsultasi dan pemeriksaan USG untuk keluhan miom. Jadwal konsultasi dapat dijadwalkan langsung melalui website Poli Kandungan dan Kebidanan di RS Royal Progress.
