Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September 2026 telah menyebabkan penyebaran abu vulkanik hingga ke wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Akibatnya, 209 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan, sekolah di Tangerang Selatan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan warga diimbau untuk waspada.
Sebagai respons terhadap situasi ini, Kementerian Kesehatan RI menerbitkan Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sebagai rumah sakit yang berkontribusi pada kesehatan masyarakat, RS Royal Progress membagikan panduan lengkap untuk melindungi keluarga Anda dari dampak abu vulkanik.
Abu vulkanik mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus serta pada kondisi tertentu dapat disertai gas vulkanik yang bersifat iritan. Yang membahayakan, abu vulkanik mengandung silika kristalin yang dapat menyebabkan penyakit paru berat.
Pada paparan kronis, abu vulkanik berisiko memicu Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (PUSVC), bentuk penyakit berat dari radang paru akibat menghirup abu vulkanik secara terus-menerus. Anak dengan asma bisa kambuh dan memberat gejalanya. Bahkan, anak bisa mengalami gangguan psikologis seperti stres, cemas, atau gejala PTSD subklinis.
Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan dampak kesehatan sebagai berikut:
| No | Dampak | Gejala |
|---|---|---|
| 1 | Gangguan saluran pernapasan | Iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, produksi dahak, mengi, rasa berat di dada, sesak napas. Dapat memperburuk asma, PPOK, bronkitis kronik, penyakit paru lainnya, serta penyakit jantung. |
| 2 | Gangguan mata | Mata merah, perih, berair, gatal, sensasi benda asing, dan abrasi kornea akibat gesekan partikel abu. |
| 3 | Gangguan kulit | Iritasi, kemerahan, gatal, atau perburukan penyakit kulit yang telah ada sebelumnya. |
| 4 | Kontaminasi air dan pangan | Terutama pada sumber air terbuka, penampungan air, serta bahan makanan yang tidak terlindungi. |
| 5 | Risiko cedera dan kecelakaan lalu lintas | Akibat berkurangnya jarak pandang dan permukaan jalan yang licin. |
Langkah pertama yang paling efektif adalah mengurangi paparan dengan tetap berada di dalam rumah. Berikut panduan lengkapnya:
Jika terpaksa keluar rumah, lakukan perlindungan berikut:
Kelompok berikut membutuhkan perhatian dan perlindungan ekstra:
Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas/Rumah Sakit) atau hubungi layanan kegawatdaruratan jika mengalami:
RS Royal Progress sudah siap membantu masyarakat dengan layanan IGD 24 jam untuk menangani kasus gawat darurat akibat abu vulkanik, serta didukung tim medis terlatih yang selalu siaga. Jangan ragu untuk menghubungi RS Royal Progress jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Penanganan sejak dini memberikan hasil terbaik.
