Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lindungi Paru-Paru, Mata, dan Keluarga Anda

Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lindungi Paru-Paru, Mata, dan Keluarga Anda

07/09/2026

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September 2026 telah menyebabkan penyebaran abu vulkanik hingga ke wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Akibatnya, 209 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan, sekolah di Tangerang Selatan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan warga diimbau untuk waspada.

Sebagai respons terhadap situasi ini, Kementerian Kesehatan RI menerbitkan Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebagai rumah sakit yang berkontribusi pada kesehatan masyarakat, RS Royal Progress membagikan panduan lengkap untuk melindungi keluarga Anda dari dampak abu vulkanik.

Abu Vulkanik Berbeda dari Debu Biasa

Abu vulkanik mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus serta pada kondisi tertentu dapat disertai gas vulkanik yang bersifat iritan. Yang membahayakan, abu vulkanik mengandung silika kristalin yang dapat menyebabkan penyakit paru berat.

Pada paparan kronis, abu vulkanik berisiko memicu Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (PUSVC), bentuk penyakit berat dari radang paru akibat menghirup abu vulkanik secara terus-menerus. Anak dengan asma bisa kambuh dan memberat gejalanya. Bahkan, anak bisa mengalami gangguan psikologis seperti stres, cemas, atau gejala PTSD subklinis.

Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan dampak kesehatan sebagai berikut:

No Dampak Gejala
1 Gangguan saluran pernapasan Iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, produksi dahak, mengi, rasa berat di dada, sesak napas. Dapat memperburuk asma, PPOK, bronkitis kronik, penyakit paru lainnya, serta penyakit jantung.
2 Gangguan mata Mata merah, perih, berair, gatal, sensasi benda asing, dan abrasi kornea akibat gesekan partikel abu.
3 Gangguan kulit Iritasi, kemerahan, gatal, atau perburukan penyakit kulit yang telah ada sebelumnya.
4 Kontaminasi air dan pangan Terutama pada sumber air terbuka, penampungan air, serta bahan makanan yang tidak terlindungi.
5 Risiko cedera dan kecelakaan lalu lintas Akibat berkurangnya jarak pandang dan permukaan jalan yang licin.

Langkah Perlindungan di Dalam Ruangan

Langkah pertama yang paling efektif adalah mengurangi paparan dengan tetap berada di dalam rumah. Berikut panduan lengkapnya:

  1. Tutup rapat pintu dan jendela serta celah yang memungkinkan abu masuk. Gunakan lakban jika diperlukan.
  2. Bersihkan abu dengan cara dibasahi terlebih dahulu agar tidak beterbangan. Hindari menyapu kering, meniup abu dengan udara bertekanan, atau menggunakan alat yang menyebabkan abu kembali tersuspensi.
  3. Pastikan filter pendingin udara bersih untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.
  4. Tutup penampungan air bersih, sumur, wadah makanan, dan minuman. Gunakan air yang telah dipastikan aman serta cuci bahan makanan segar dengan air bersih mengalir sebelum dikonsumsi.
  5. Pastikan obat rutin bagi anggota keluarga dengan penyakit kronis tersedia cukup di rumah.

Langkah Perlindungan di Luar Ruangan

Jika terpaksa keluar rumah, lakukan perlindungan berikut:

Saluran Pernapasan

  • Gunakan masker seperti N95, KN95, KF94, FFP2, atau yang setara.
  • Apabila masker tersebut belum tersedia, gunakan masker medis yang tersedia sebaik mungkin sebagai perlindungan sementara.
  • Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu serta diganti apabila basah, kotor, rusak, atau sulit digunakan untuk bernapas.
  • Jangan memakaikan masker kepada bayi karena risiko sesak napas sangat tinggi.

Mata

  • Gunakan kacamata pelindung tertutup atau goggle.
  • Jangan mengucek mata yang terkena abu.
  • Bilas mata menggunakan air bersih mengalir atau cairan pembilas steril.
  • Hindari penggunaan lensa kontak selama terjadi hujan abu.

Kulit

  • Gunakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, dan alas kaki tertutup.
  • Mandi atau membasuh bagian tubuh yang terpajan dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar ruangan.

Lainnya

  • Hindari penggunaan kendaraan roda dua atau kendaraan terbuka lainnya untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
  • Apabila harus berkendara, kurangi kecepatan, nyalakan lampu, dan jaga jarak aman untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Kelompok Rentan yang Perlu Perhatian Khusus

Kelompok berikut membutuhkan perhatian dan perlindungan ekstra:

  • Bayi dan anak-anak
  • Lanjut usia (lansia)
  • Ibu hamil
  • Penyandang disabilitas
  • Pekerja luar ruangan
  • Masyarakat dengan asma, PPOK, penyakit paru, penyakit jantung, atau penyakit kronis lainnya

Kapan Harus ke Dokter?

Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas/Rumah Sakit) atau hubungi layanan kegawatdaruratan jika mengalami:

  • Batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, bibir atau ujung jari kebiruan, dan kesulitan berbicara karena sesak
  • Mata nyeri dan mata merah yang tidak membaik setelah dibilas
  • Gejala kedaruratan lainnya seperti kejang, penurunan kesadaran, atau keluhan lain yang semakin berat

Kesiapan RS Royal Progress

RS Royal Progress sudah siap membantu masyarakat dengan layanan IGD 24 jam untuk menangani kasus gawat darurat akibat abu vulkanik, serta didukung tim medis terlatih yang selalu siaga. Jangan ragu untuk menghubungi RS Royal Progress jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Penanganan sejak dini memberikan hasil terbaik.

  • Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Artikel Lainnya

Pahami Super Flu: Apa yang Perlu Anda Ketahui

Di awal tahun 2026, istilah "super flu" mulai mencuat di berbagai media massa dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat. Kekhawatiran akan muncul varian flu baru yang lebih berbahaya menciptakan kepanikan tersendiri. Namun, apakah benar-benar "super flu" atau influenza A (H3N2) subclade K semerbahaya yang orang bayangkan? Mari kita pelajari lebih lanjut dengan pemahaman yang tepat dan […]
07/01/2026

TBC (Tuberkulosis): Kenali Gejala TBC Sejak Dini Sebelum Menyebar ke Organ Lain

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis dan terutama menyerang paru-paru, namun bisa menyebar ke organ tubuh lainnya bila tidak diobati dengan tepat. TBC penting untuk diketahui karena banyak orang baru menyadari gejala TBC setelah batuk berlangsung lama, berat badan menurun, atau muncul keluhan serius lain yang sebenarnya bisa dideteksi […]
19/11/2025

Ketahui Prosedur Bronkoskopi untuk Mendeteksi Masalah Paru dan Pernapasan

Bronkoskopi adalah prosedur medis yang menggunakan selang tipis dilengkapi kamera kecil di ujungnya untuk melihat bagian dalam saluran pernapasan dan paru-paru. Melalui alat ini, dokter dapat memeriksa kondisi paru secara langsung, menemukan kelainan, serta melakukan tindakan pengobatan apabila diperlukan. Tindakan bronkoskopi dilakukan oleh dokter spesialis paru di ruang tindakan khusus dan umumnya aman karena dilakukan […]
11/11/2025

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down