Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Mengenal Kifosis - Penyebab Tubuh Tampak Bungkuk, Cara Mengatasi & Mencegahnya

Mengenal Kifosis - Penyebab Tubuh Tampak Bungkuk, Cara Mengatasi & Mencegahnya

Pernah melihat postur tubuh yang tampak membungkuk dan mengira itu hanya kebiasaan duduk yang buruk? Padahal, tidak selalu demikian, dapat jadi itu merupakan masalah medis, yaitu kifosis. Lalu, apa penyebab kifosis? Faktor penyebabnya sangat bervariasi, mulai dari kebiasaan postur tubuh sehari-hari hingga kondisi medis tertentu yang berdampak pada tulang belakang. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut!

Penyakit Kifosis

Kifosis adalah kondisi di mana tulang belakang bagian atas melengkung secara ekstrem, yang menciptakan tampilan punggung membungkuk jika dilihat dari samping.

Berbeda dengan tulang belakang sehat yang tampak tegak lurus dari belakang, kifosis menyebabkan ruas tulang punggung atas melengkung ke arah depan secara berlebihan. Tekanan lengkungan inilah yang mengubah postur tubuh menjadi bungkuk.

Secara medis, kifosis ditentukan berdasarkan derajat kelengkungan tulang belakang. Pada kondisi normal, lengkungan alami di punggung atas biasanya berada pada kisaran 20–45 derajat.

Seseorang dapat didiagnosis mengalami kifosis jika kelengkungan tersebut mencapai sekitar 50 derajat atau lebih. Diagnosis ini dapat diketahui melalui pemeriksaan pencitraan seperti sinar-X.

Meskipun sering dianggap hanya masalah postur, pada beberapa kasus kifosis dapat menimbulkan keluhan. Keluhan tersebut seperti nyeri punggung, kekakuan otot, mudah lelah, hingga gangguan pernapasan jika kelengkungan sudah cukup berat.

Jenis-Jenis Kifosis

Banyak yang bertanya, apa penyebab terjadinya kifosis? Jawabannya sangat bergantung pada jenis yang dialami.

Jenis Kifosis
Jenis-jenis Kifosis

Berikut jenis-jenisnya.

1. Kifosis Postural (Postural Roundback)

Sebagai jenis kifosis yang paling umum, kifosis postural ditandai dengan kelengkungan punggung atas yang ekstrem. Namun, kondisi ini tanpa disertai perubahan bentuk tulang. Karena ruas-ruas tulang belakangnya masih berbentuk kotak sempurna (normal), kondisi ini jauh lebih lentur untuk diperbaiki.

2. Kifosis Scheuermann

Jenis kedua ini terjadi karena ruas tulang belakang (vertebrae) tumbuh dengan bentuk menyerupai baji (segitiga) dan bukan kotak normal. Kondisi ini lebih kaku (rigid) dibandingkan tipe postural dan cenderung memburuk seiring masa pertumbuhan.

Dan data statistik menunjukkan kifosis Scheuermann menyerang sekitar 0,4% populasi, dengan jumlah kasus yang hampir seimbang pada pria dan wanita.

3. Kifosis Kongenital

Diagnosis ini mengasumsikan adanya perbedaan bentuk pada satu atau lebih ruas tulang belakang yang sudah ada sejak lahir. Kelainan ini menjadi salah satu penyebab kifosis pada anak di mana sejak bayi sudah terlihat memiliki lengkungan punggung ke arah luar.

Kelengkungan ini biasanya akan menjadi jauh lebih nyata seiring dengan bertambahnya usia dan masa pertumbuhan anak.

Penyebab Kifosis Berdasarkan Usia dan Kondisi

Untuk memahami lebih dalam mengenai apa penyebab badan bungkuk, kita perlu melihat faktor risiko yang berbeda-beda di setiap tahapan usia.

Penyebab Kifosis pada Remaja

Kifosis pada remaja, biasanya berkaitan dengan Postural Kyphosis akibat posisi duduk yang salah saat belajar di sekolah atau penggunaan gawai yang terlalu lama dengan posisi menunduk.

Penyebab Kifosis pada Tulang

Untuk memahami lebih dalam mengenai badan bungkuk karena kifosis, kita perlu melihat bagaimana perubahan struktur pada ruas tulang belakang dapat memicu kelengkungan yang tidak normal.

Penyebab kifosis umumnya melibatkan kondisi-kondisi berikut:

  • Fraktur (Patah Tulang). Patahnya ruas tulang belakang dapat mengakibatkan perubahan kelengkungan tulang belakang secara signifikan. Jenis yang paling sering menjadi penyebab kifosis adalah fraktur kompresi, yang muncul sebagai konsekuensi dari melemahnya kekuatan tulang belakang. Yang perlu diwaspadai adalah fraktur kompresi ringan terkadang tidak menimbulkan gejala yang nyata di awal, tetapi kondisi ini tetap mengubah postur tubuh.
  • Osteoporosis. Tulang keropos yang mengalami fraktur kompresi adalah pemicu utama kelengkungan tulang belakang. Osteoporosis sendiri lebih sering terjadi pada wanita lansia atau individu yang mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu panjang.
  • Degenerasi Diskus. Di antara ruas tulang belakang, terdapat cakram (disk) lunak berbentuk melingkar yang berfungsi sebagai bantalan. Seiring bertambahnya usia, cakram ini akan mendatar dan menyusut (mengalami dehidrasi), yang sering kali memperburuk kondisi kifosis pada orang dewasa.
  • Penyakit Scheuermann. Penyakit ini biasanya mulai terlihat nyata selama masa pubertas.
  • Masalah Perkembangan Lainnya. Contohnya kelainan pada tulang belakang yang tidak berkembang dengan sempurna sebelum lahir (kongenital).

Bagaimana Cara Mencegah Kifosis?

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah kaitan antara penyebab kifosis dan cara mencegahnya melalui gaya hidup sehat:

  • Jaga postur tubuh tetap tegak saat duduk di depan layar atau berdiri.
  • Konsumsi kalsium dan Vitamin D secara rutin untuk menjaga kepadatan tulang.
  • Lakukan latihan penguatan otot punggung secara berkala.
  • Untuk mencegah kifosis pada anak, penting untuk mengontrol berat tas sekolah agar tidak berlebihan dan membiasakan anak belajar dengan posisi duduk yang ergonomis.

Cara Mengatasi Kifosis dan Pengobatannya

Jika kelengkungan sudah terbentuk, tenaga medis akan mengidentifikasi penyebab kifosis dan cara mengatasinya dengan mempertimbangkan tingkat keparahan, usia pasien, serta kondisi tulang belakang secara menyeluruh.

1. Latihan Fisik

Untuk kasus kifosis postural yang fleksibel atau peningkatan kelengkungan yang ringan, dokter biasanya menyarankan latihan fisik atau fisioterapi. Program latihan harian di rumah yang berfokus pada penguatan otot inti (core) serta peregangan dan penguatan otot ekstensor punggung terbukti sukses memperbaiki penampilan postur dan meredakan nyeri.

2. Penggunaan Penyangga (Bracing)

Pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dengan kelengkungan lebih dari 65 derajat, dokter umumnya merekomendasikan penggunaan brace khusus. Misalnya Milwaukee brace, untuk membantu mengontrol progresivitas kelengkungan. Biasanya, penyangga ini perlu digunakan selama 23 jam sehari hingga masa pertumbuhan tulang remaja selesai.

3. Operasi

Jika kifosis sudah masuk kategori parah, menimbulkan nyeri hebat, atau mengganggu penampilan secara signifikan, prosedur bedah posterior spinal fusion dapat menjadi opsi.

Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan di tengah punggung untuk memasang sekrup titanium pada bagian pedikel tulang belakang. Selama operasi berlangsung, dokter menggunakan panduan sinar-X (fluoroscopy) dan pemantauan saraf secara real-time oleh neurofisiologis untuk menjamin keamanan saraf tulang belakang.

Setelah posisi sekrup terpasang, dokter akan mengoreksi lengkungan menggunakan batang logam (rods) berbahan cobalt chrome dan melakukan fusi tulang menggunakan cangkok tulang pasien sendiri.

Setelah operasi ini, umumnya pasien umumnya perlu menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar 4–5 hari. Kemudian melanjutkan masa pemulihan di rumah sekitar 4 sampai 6 minggu hingga luka jahitan dalam benar-benar menyatu dan pulih sempurna.

Jangan Biarkan Punggung Bungkuk Mengganggu Kualitas Hidup Anda!

Jika Anda atau anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda kelengkungan tulang belakang yang tidak wajar, jangan menunda pemeriksaan. Diagnosis dini adalah kunci keberhasilan terapi tanpa harus selalu melalui tindakan bedah yang kompleks.

Segera jadwalkan konsultasi di Rumah Sakit Royal Progress, karena kami memiliki tim dokter spesialis ortopedi ahli tulang belakang dan fasilitas rehabilitasi medik komprehensif untuk menangani berbagai penyebab kifosis secara tepat dan profesional.

FAQ

  • Apa penyebab badan bungkuk?
    Berubahnya kelengkungan tulang belakang semakin membungkuk dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain kehilangan massa otot, kebiasaan yang salah akibat seringnya beraktivitas dengan posisi tubuh condong ke depan, penurunan massa tulang (Osteoporosis), dan kelainan genetik.
  • Apakah kifosis berbahaya?
    Kifosis yang tergolong ringan biasanya tidak memerlukan perawatan. Namun, jika kondisinya cukup parah, kifosis dapat menimbulkan rasa sakit dan gangguan pernapasan sehingga penderitanya membutuhkan penanganan dari dokter.
  • Apakah kifosis dapat diperbaiki?
    Penanganan kifosis bergantung pada tingkat keparahan, usia, dan kondisi tulang belakangnya. Perbaikan kifosis dapat berupa latihan fisik, membiasakan beraktivitas dengan postur yang benar, pemakaian penyangga atau bracing, hingga operasi.

  • Kyphosis - Johns Hopkins Medicine
  • Kyphosis - StatPearls - NCBI Bookshelf
  • Kyphosis - NHS
  • Kyphosis - Symptoms and causes - Mayo Clinic
  • Kyphosis Explained: Symptoms, Causes & Treatments – ScoliCare
  • Kyphosis (Round back): Causes, Symptoms, and Treatment - WebMD
  • Kyphosis: What It Is, Causes, Symptoms, Types & Treatment - Cleveland Clinic
  • kyphosis roundback - MedicineNet

Artikel Lainnya

Mengenal Penyakit Ankylosing Spondylitis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ankylosing spondylitis adalah penyakit inflamasi kronis yang menyerang tulang belakang dan sendi sakroiliaka. Kondisi ini dapat memicu rasa nyeri punggung bawah dan kekakuan. Berbeda dengan nyeri punggung biasa, keluhan pada kondisi ini sering berlangsung lama dan dapat muncul berulang. Jika diabaikan terus menerus tanpa penanganan yang tepat, peradangan dapat memengaruhi fleksibilitas tulang belakang dan aktivitas […]
02/07/2026

Mengenal Tennis Elbow: Gejala, Penyebab, dan Solusi Pemulihan Total untuk Siku Anda

Merasakan nyeri di area luar siku saat mengangkat cangkir kopi atau berjabat tangan tentu bukan hal yang nyaman. Banyak orang mengira keluhan ini hanya pegal biasa yang akan membaik sendiri. Namun secara medis, tennis elbow adalah gangguan pada tendon yang membutuhkan perhatian, terutama bila nyeri berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas harian. Dalam dunia kedokteran, […]
05/05/2026

Mengenal Rotator Cuff Injury: Gejala, Penyebab, dan Cara Pemulihan Cedera Bahu yang Efektif

Rotator cuff injury adalah cedera pada kumpulan empat otot dan tendon di bahu yang berfungsi menjaga stabilitas dan mengontrol hampir seluruh gerakan lengan Anda. Struktur ini disebut sebagai "dynamic stabilizer" sendi bahu karena menjaga kepala humerus tetap berada di dalam soket glenoid saat bergerak. Masalahnya, nyeri bahu sering dianggap sepele. Padahal berdasarkan penelitian epidemiologi di […]
28/04/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down