Pacemaker jantung dibutuhkan ketika sistem kelistrikan alami jantung tidak lagi mampu menjaga detak jantung tetap normal. Jika detak jantung terlalu lambat, sering berhenti sesaat, atau tidak mampu menyesuaikan diri saat Anda beraktivitas, pacemaker dapat membantu mengambil alih tugas tersebut dengan mengirimkan impuls listrik kecil agar jantung tetap berdetak secara teratur.
Meskipun terdengar menakutkan, pacemaker modern berukuran kecil dan dirancang untuk bekerja otomatis sesuai kebutuhan tubuh. Banyak orang yang menggunakan pacemaker tetap dapat beraktivitas, bekerja, dan menjalani hidup seperti biasa.
Simak penjelasan lengkapnya berikut!
Pacemaker jantung adalah alat medis untuk sistem kelistrikan jantung. Alat medis berukuran kecil ini bertugas membantu menjaga detak jantung tetap stabil dengan mengirimkan sinyal listrik saat jantung membutuhkannya.
Pada pacemaker konvensional, perangkat ini terdiri dari baterai dan sistem elektronik yang dibungkus dalam satu unit kecil, lalu dihubungkan ke jantung melalui kabel khusus yang disebut lead.
Namun, teknologi terus berkembang. Kini sudah ada leadless pacemaker, yaitu pacemaker tanpa kabel yang ukurannya jauh lebih kecil dan ditanam langsung di dalam jantung.
Prosedur pemasangannya umumnya dilakukan di area dada, tepat di bawah tulang selangka. Dari sana, dokter akan mengarahkan kabel menuju ruang jantung tertentu. Setelah terpasang, pacemaker akan bekerja layaknya "pengawas" yang memantau aktivitas listrik jantung selama 24 jam penuh.
Jika alat mendeteksi detak jantung terlalu lambat atau menemukan gangguan pada sistem kelistrikan jantung, pacemaker akan segera mengirimkan impuls listrik kecil agar jantung tetap berdetak dengan ritme yang semestinya. Sinyal listrik yang diberikan sangat kecil, sehingga sebagian besar pasien bahkan tidak merasakannya.
Menariknya, alat pacemaker jantung modern tidak bekerja terus-menerus. Sebagian besar sudah menggunakan teknologi demand pacing, yang artinya alat hanya aktif ketika memang diperlukan. Jadi, jika ritme jantung Anda masih normal, pacemaker akan "diam" dan membiarkan jantung bekerja secara alami.
Bahkan, beberapa tipe pacemaker canggih mampu menyesuaikan denyut jantung secara otomatis saat Anda berolahraga, naik tangga, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan lebih banyak energi. Dengan begitu, jantung dapat merespons kebutuhan tubuh dengan lebih optimal.
Sebelum memahami mengapa seseorang dapat membutuhkan pacemaker, Anda perlu tahu jika jantung sebenarnya sudah memiliki "pengatur ritme" bawaan.
Namanya sinoatrial node (pacemaker jantung SA node), yaitu sekumpulan sel khusus di serambi kanan jantung yang bertugas menghasilkan sinyal listrik untuk memulai setiap detak jantung. Ibarat dirigen dalam sebuah orkestra, SA node memastikan detak jantung tetap berjalan dengan tempo yang pas dan teratur.
Namun, seiring bertambahnya usia atau karena penyakit jantung tertentu, kemampuan SA node dapat menurun. Kondisi ini dikenal sebagai sinus node dysfunction.
Akibatnya, sinyal listrik yang dihasilkan menjadi terlalu lambat, tidak beraturan, atau bahkan sempat berhenti. Saat hal ini terjadi, jantung dapat kehilangan "komando" untuk berdetak dengan ritme yang normal.
Di sinilah pacemaker berperan. Alat kecil ini bekerja seperti cadangan pengatur ritme jantung. Pacemaker akan terus memantau detak jantung, lalu mengirimkan impuls listrik ringan jika jantung berdetak terlalu lambat atau sempat berhenti.
Dengan bantuan alat ini, irama jantung dapat kembali lebih stabil sehingga aliran darah ke seluruh tubuh tetap terjaga dengan baik. Gangguan pada sistem kelistrikan jantung sendiri disebut aritmia. Meskipun begitu, tidak semua jenis aritmia membutuhkan pacemaker.
Alat ini umumnya direkomendasikan untuk bradikardia simptomatik, yaitu kondisi saat detak jantung terlalu lambat hingga menimbulkan keluhan seperti pusing, mudah lelah, sesak napas, sulit beraktivitas, atau bahkan pingsan.
Pada kondisi tersebut, pacemaker dapat menjadi solusi yang efektif untuk membantu menjaga ritme jantung tetap stabil dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pacemaker jantung dipasang ketika sistem kelistrikan jantung tidak lagi mampu menjaga detak jantung tetap normal. Alat ini membantu memastikan jantung berdetak cukup cepat dan teratur agar kebutuhan darah serta oksigen tubuh tetap terpenuhi.
Dokter biasanya merekomendasikan pacemaker pada kondisi berikut:
Jika Anda sering mengalami pusing, sesak napas tanpa sebab jelas, atau jantung berdebar tidak teratur, jangan anggap remeh. Konsultasikan kondisi Anda dengan Spesialis Jantung & Pembuluh Darah RS Royal Progress untuk evaluasi lebih lanjut.
Mendengar kata 'ditanam di dalam tubuh' mungkin terdengar menakutkan, namun pemasangan pacemaker jantung sebenarnya adalah prosedur yang relatif singkat dan minim risiko.
Berikut gambaran tahapannya:
Prosedur pemasangan pacemaker umumnya memakan waktu sekitar 1 jam dan sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari setelahnya.
RS Royal Progress memiliki Royal Cardiac Centre yang dilengkapi dengan fasilitas modern untuk menangani prosedur kardiologi intervensional, termasuk pemasangan alat pacu jantung.
Banyak orang khawatir hidup mereka akan sangat terbatas setelah memiliki pacemaker. Kabar baiknya, sebagian besar aktivitas sehari-hari tetap dapat Anda jalani seperti biasa.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Dengan kontrol rutin dan gaya hidup sehat, kebanyakan pasien pacemaker dapat menjalani aktivitas normal, termasuk bekerja, bepergian, dan berolahraga ringan, tanpa hambatan berarti.
Sama seperti prosedur medis lainnya, pemasangan pacemaker memiliki risiko meskipun tergolong kecil. Beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi infeksi di area pemasangan, perdarahan atau memar ringan, reaksi terhadap obat bius, atau pergeseran posisi kabel elektroda yang membutuhkan tindakan koreksi.
Komplikasi serius dari pemasangan pacemaker tergolong jarang terjadi, terutama jika prosedur dilakukan di fasilitas dengan tim kardiologi yang berpengalaman.
Diskusikan seluruh kekhawatiran Anda dengan dokter sebelum prosedur. Pastikan Anda memahami manfaat dan risikonya secara seimbang agar dapat mengambil keputusan dengan tenang.
Jika Anda mengalami gejala seperti detak jantung tidak teratur, mudah lelah, pusing, atau pingsan tanpa sebab jelas, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Deteksi dini membantu dokter menentukan apakah pacemaker atau penanganan lain yang paling sesuai untuk kondisi Anda.
Jangan tunggu sampai gejala mengganggu aktivitas Anda. Buat janji temu sekarang dan dapatkan evaluasi menyeluruh dari tim spesialis jantung RS Royal Progress.
Baca Juga:
