Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Pacemaker Jantung: Fungsi, Cara Kerja, dan Kapan Anda Membutuhkannya

Pacemaker Jantung: Fungsi, Cara Kerja, dan Kapan Anda Membutuhkannya

Pacemaker jantung dibutuhkan ketika sistem kelistrikan alami jantung tidak lagi mampu menjaga detak jantung tetap normal. Jika detak jantung terlalu lambat, sering berhenti sesaat, atau tidak mampu menyesuaikan diri saat Anda beraktivitas, pacemaker dapat membantu mengambil alih tugas tersebut dengan mengirimkan impuls listrik kecil agar jantung tetap berdetak secara teratur.

Meskipun terdengar menakutkan, pacemaker modern berukuran kecil dan dirancang untuk bekerja otomatis sesuai kebutuhan tubuh. Banyak orang yang menggunakan pacemaker tetap dapat beraktivitas, bekerja, dan menjalani hidup seperti biasa.

Simak penjelasan lengkapnya berikut!

Apa Itu Pacemaker Jantung?

Pacemaker jantung adalah alat medis untuk sistem kelistrikan jantung. Alat medis berukuran kecil ini bertugas membantu menjaga detak jantung tetap stabil dengan mengirimkan sinyal listrik saat jantung membutuhkannya.

Pada pacemaker konvensional, perangkat ini terdiri dari baterai dan sistem elektronik yang dibungkus dalam satu unit kecil, lalu dihubungkan ke jantung melalui kabel khusus yang disebut lead.

Namun, teknologi terus berkembang. Kini sudah ada leadless pacemaker, yaitu pacemaker tanpa kabel yang ukurannya jauh lebih kecil dan ditanam langsung di dalam jantung.

Prosedur pemasangannya umumnya dilakukan di area dada, tepat di bawah tulang selangka. Dari sana, dokter akan mengarahkan kabel menuju ruang jantung tertentu. Setelah terpasang, pacemaker akan bekerja layaknya "pengawas" yang memantau aktivitas listrik jantung selama 24 jam penuh.

Jika alat mendeteksi detak jantung terlalu lambat atau menemukan gangguan pada sistem kelistrikan jantung, pacemaker akan segera mengirimkan impuls listrik kecil agar jantung tetap berdetak dengan ritme yang semestinya. Sinyal listrik yang diberikan sangat kecil, sehingga sebagian besar pasien bahkan tidak merasakannya.

Menariknya, alat pacemaker jantung modern tidak bekerja terus-menerus. Sebagian besar sudah menggunakan teknologi demand pacing, yang artinya alat hanya aktif ketika memang diperlukan. Jadi, jika ritme jantung Anda masih normal, pacemaker akan "diam" dan membiarkan jantung bekerja secara alami.

Bahkan, beberapa tipe pacemaker canggih mampu menyesuaikan denyut jantung secara otomatis saat Anda berolahraga, naik tangga, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan lebih banyak energi. Dengan begitu, jantung dapat merespons kebutuhan tubuh dengan lebih optimal.

Mengapa Pacemaker Dibutuhkan?

Sebelum memahami mengapa seseorang dapat membutuhkan pacemaker, Anda perlu tahu jika jantung sebenarnya sudah memiliki "pengatur ritme" bawaan.

Namanya sinoatrial node (pacemaker jantung SA node), yaitu sekumpulan sel khusus di serambi kanan jantung yang bertugas menghasilkan sinyal listrik untuk memulai setiap detak jantung. Ibarat dirigen dalam sebuah orkestra, SA node memastikan detak jantung tetap berjalan dengan tempo yang pas dan teratur.

Namun, seiring bertambahnya usia atau karena penyakit jantung tertentu, kemampuan SA node dapat menurun. Kondisi ini dikenal sebagai sinus node dysfunction.

Akibatnya, sinyal listrik yang dihasilkan menjadi terlalu lambat, tidak beraturan, atau bahkan sempat berhenti. Saat hal ini terjadi, jantung dapat kehilangan "komando" untuk berdetak dengan ritme yang normal.

Di sinilah pacemaker berperan. Alat kecil ini bekerja seperti cadangan pengatur ritme jantung. Pacemaker akan terus memantau detak jantung, lalu mengirimkan impuls listrik ringan jika jantung berdetak terlalu lambat atau sempat berhenti.

Dengan bantuan alat ini, irama jantung dapat kembali lebih stabil sehingga aliran darah ke seluruh tubuh tetap terjaga dengan baik. Gangguan pada sistem kelistrikan jantung sendiri disebut aritmia. Meskipun begitu, tidak semua jenis aritmia membutuhkan pacemaker.

Alat ini umumnya direkomendasikan untuk bradikardia simptomatik, yaitu kondisi saat detak jantung terlalu lambat hingga menimbulkan keluhan seperti pusing, mudah lelah, sesak napas, sulit beraktivitas, atau bahkan pingsan.

Pada kondisi tersebut, pacemaker dapat menjadi solusi yang efektif untuk membantu menjaga ritme jantung tetap stabil dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pacemaker Jantung untuk Apa?

Pacemaker jantung dipasang ketika sistem kelistrikan jantung tidak lagi mampu menjaga detak jantung tetap normal. Alat ini membantu memastikan jantung berdetak cukup cepat dan teratur agar kebutuhan darah serta oksigen tubuh tetap terpenuhi.

Dokter biasanya merekomendasikan pacemaker pada kondisi berikut:

  • Bradikardia simptomatik, yaitu detak jantung terlalu lambat sehingga menyebabkan lelah, pusing, sesak, atau pingsan.
  • Atrioventricular block (av block), saat sinyal listrik jantung terganggu sehingga detak menjadi lambat atau tidak teratur.
  • Sick sinus syndrome, yaitu gangguan pada "pengatur irama alami" jantung yang membuat denyut terlalu lambat, berhenti sesaat, atau berubah-ubah.
  • Gagal jantung tertentu memerlukan terapi CRT (Cardiac Resynchronization Therapy) agar pompa jantung bekerja lebih sinkron dan efisien.
  • Gangguan sistem kelistrikan jantung setelah prosedur tertentu, seperti beberapa kasus pascaablasi yang menyebabkan gangguan irama menetap.

Jika Anda sering mengalami pusing, sesak napas tanpa sebab jelas, atau jantung berdebar tidak teratur, jangan anggap remeh. Konsultasikan kondisi Anda dengan Spesialis Jantung & Pembuluh Darah RS Royal Progress untuk evaluasi lebih lanjut.

Pemasangan Pacemaker Jantung: Bagaimana Prosesnya?

Mendengar kata 'ditanam di dalam tubuh' mungkin terdengar menakutkan, namun pemasangan pacemaker jantung sebenarnya adalah prosedur yang relatif singkat dan minim risiko.

Berikut gambaran tahapannya:

  1. Anda akan diberi obat bius lokal di area dada bagian atas, dekat tulang selangka. Pada beberapa kasus, dokter juga memberikan obat penenang ringan agar Anda lebih rileks.
  2. Dokter membuat sayatan kecil di kulit, lalu memasukkan kabel elektroda melalui pembuluh darah menuju ruang jantung dengan panduan sinar-X.
  3. Generator pulsa (kotak kecil berisi baterai) ditempatkan di bawah kulit, biasanya di area dada bagian atas, dan dihubungkan dengan kabel elektroda.
  4. Dokter menguji fungsi alat untuk memastikan sinyal terkirim dengan baik dan jantung merespons sebagaimana mestinya.
  5. Sayatan ditutup dan Anda akan dipantau selama beberapa jam hingga satu malam sebelum diperbolehkan pulang.

Prosedur pemasangan pacemaker umumnya memakan waktu sekitar 1 jam dan sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari setelahnya.

RS Royal Progress memiliki Royal Cardiac Centre yang dilengkapi dengan fasilitas modern untuk menangani prosedur kardiologi intervensional, termasuk pemasangan alat pacu jantung.

Setelah Pemasangan: Apa yang Berubah dalam Hidup Anda?

Banyak orang khawatir hidup mereka akan sangat terbatas setelah memiliki pacemaker. Kabar baiknya, sebagian besar aktivitas sehari-hari tetap dapat Anda jalani seperti biasa.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Hindari mengangkat lengan terlalu tinggi atau aktivitas berat yang melibatkan area dada selama beberapa minggu pertama, sesuai arahan dokter.
  • Jaga jarak aman dari medan magnet kuat, seperti alat las industri besar atau magnet kuat lainnya. Untuk perangkat rumah tangga sehari-hari seperti ponsel atau microwave, umumnya aman dengan jarak normal.
  • Bawa kartu identitas pacemaker ke mana pun Anda pergi. Ini penting jika Anda perlu menjalani pemeriksaan medis lain di masa depan.
  • Jadwalkan kontrol rutin untuk memeriksa fungsi baterai dan kinerja alat. Baterai pacemaker umumnya bertahan antara 5 hingga 15 tahun tergantung jenis dan penggunaannya.
  • Tetap konsumsi obat-obatan lain yang diresepkan dokter untuk kondisi jantung Anda, pacemaker tidak menggantikan pengobatan, melainkan melengkapi penanganan secara keseluruhan.

Dengan kontrol rutin dan gaya hidup sehat, kebanyakan pasien pacemaker dapat menjalani aktivitas normal, termasuk bekerja, bepergian, dan berolahraga ringan, tanpa hambatan berarti.

Apakah Pemasangan Pacemaker Berisiko?

Sama seperti prosedur medis lainnya, pemasangan pacemaker memiliki risiko meskipun tergolong kecil. Beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi infeksi di area pemasangan, perdarahan atau memar ringan, reaksi terhadap obat bius, atau pergeseran posisi kabel elektroda yang membutuhkan tindakan koreksi.

Komplikasi serius dari pemasangan pacemaker tergolong jarang terjadi, terutama jika prosedur dilakukan di fasilitas dengan tim kardiologi yang berpengalaman.

Diskusikan seluruh kekhawatiran Anda dengan dokter sebelum prosedur. Pastikan Anda memahami manfaat dan risikonya secara seimbang agar dapat mengambil keputusan dengan tenang.

Jika Anda mengalami gejala seperti detak jantung tidak teratur, mudah lelah, pusing, atau pingsan tanpa sebab jelas, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Deteksi dini membantu dokter menentukan apakah pacemaker atau penanganan lain yang paling sesuai untuk kondisi Anda.

Jangan tunggu sampai gejala mengganggu aktivitas Anda. Buat janji temu sekarang dan dapatkan evaluasi menyeluruh dari tim spesialis jantung RS Royal Progress.

FAQ

  • Apakah pacemaker dapat membuat jantung berhenti bekerja sendiri?
    Tidak. Pacemaker bukan pengganti jantung Anda, alat ini hanya membantu mengatur ritme ketika sistem kelistrikan alami jantung tidak bekerja optimal. Jantung Anda tetap berdetak menggunakan mekanismenya sendiri dan pacemaker hanya memberikan 'dorongan' saat dibutuhkan.
  • Apakah saya dapat merasakan saat pacemaker bekerja?
    Kebanyakan pasien bahkan tidak menyadari kapan pacemaker sedang aktif. Impuls listrik yang dikirimkan sangat kecil dan dirancang agar tidak menimbulkan rasa sakit atau sensasi tertentu. Jadi, bukan seperti tersengat listrik atau ada getaran di dalam dada.
  • Berapa lama baterai pacemaker bertahan?
    Pacemaker memang menggunakan baterai, tetapi Anda tidak perlu sering-sering menggantinya. Umumnya baterai dapat bertahan sekitar 5–15 tahun, tergantung jenis alat dan seberapa sering pacemaker bekerja membantu jantung. Saat baterai mulai menipis, dokter dapat mengetahuinya melalui kontrol rutin. Proses penggantian biasanya lebih sederhana dibandingkan dengan pemasangan pertama karena kabel yang sudah terpasang di jantung sering kali masih dapat digunakan.
  • Apakah ponsel dan perangkat elektronik aman digunakan?
    Boleh. Untuk aktivitas sehari-hari, penggunaan ponsel, laptop, earphone, hingga microwave umumnya aman bagi pemilik pacemaker. Yang perlu diperhatikan adalah sumber medan magnet yang sangat kuat, terutama jika berada sangat dekat dengan tubuh dalam waktu lama. Jika Anda bekerja dengan alat industri tertentu atau memiliki kekhawatiran tentang perangkat elektronik tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
  • Apakah saya dapat melakukan pemeriksaan MRI setelah pasang pacemaker?
    Dapat, tetapi tergantung jenis pacemaker yang digunakan. Banyak pacemaker modern saat ini sudah berstatus MRI-conditional, yang berarti pemeriksaan MRI tetap dapat dilakukan dengan prosedur dan pengaturan khusus. Karena itu, selalu beri tahu dokter atau petugas radiologi bahwa Anda menggunakan pacemaker sebelum menjalani MRI atau pemeriksaan pencitraan lainnya. Informasi ini penting untuk memastikan prosedur berjalan aman.
  • Apakah pemasangan pacemaker memerlukan rawat inap yang lama?
    Biasanya tidak. Sebagian besar pasien hanya perlu menjalani observasi singkat di rumah sakit, sering kali sekitar satu malam saja, lalu dapat pulang keesokan harinya jika kondisi stabil. Dalam beberapa hari, aktivitas ringan umumnya sudah dapat dilakukan kembali. Namun, Anda tetap perlu mengikuti anjuran dokter, terutama terkait gerakan lengan dan aktivitas berat selama masa pemulihan agar posisi pacemaker tetap aman.
  • Pacemaker - Mayo Clinic
  • Pacemakers - NHS
  • Pacemaker: Types, Surgery & What It Does - Cleveland Clinic
  • Pacemaker - American Heart Association

Artikel Lainnya

Pemeriksaan Holter Monitoring untuk Jantung: Fungsi, Cara Kerja, dan Biayanya

Jika Anda sering merasakan jantung berdebar, pusing tanpa sebab yang jelas, atau sesak napas yang datang dan pergi, dokter mungkin akan menyarankan holter monitoring. Pemeriksaan ini membantu merekam aktivitas listrik jantung selama 24 jam atau lebih untuk menemukan gangguan yang mungkin tidak terlihat saat pemeriksaan EKG biasa. Banyak gangguan irama jantung hanya muncul sesekali. Karena […]
31/08/2026

Angiografi Koroner: Prosedur, Manfaat, dan Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui

Angiografi koroner adalah pemeriksaan yang digunakan untuk melihat apakah ada penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Melalui prosedur ini, dokter dapat mengetahui kondisi pembuluh darah koroner secara lebih jelas dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Banyak orang merasa cemas saat pertama kali mendengar istilah angiografi koroner. Padahal, prosedur ini cukup umum dilakukan untuk membantu […]
31/08/2026

Apa Itu Angioplasti Jantung? Manfaat, Cara Kerja & Bedanya dengan Ring Jantung

Pembuluh darah jantung Anda tersumbat? Angioplasti jantung adalah solusinya. Apa itu? Angioplasti adalah tindakan membuka kembali pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat. Prosedur ini tanpa operasi besar, tanpa sayatan lebar, dan dengan waktu pemulihan yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan operasi bypass. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini! Apa Itu Angioplasti Jantung? Angioplasti jantung adalah […]
31/08/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down