Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan pada hubungan seksual. Caranya beragam, mulai dari yang bersifat sementara dan dapat dihentikan kapan saja, hingga yang bertahan bertahun-tahun. Tidak ada satu metode yang paling tepat untuk semua orang, karena pilihan yang sesuai bergantung pada kondisi kesehatan, rencana kehamilan, dan kenyamanan masing-masing.
Di Indonesia, kontrasepsi dikenal luas melalui program Keluarga Berencana. Meski demikian, masih banyak anggapan keliru yang membuat sebagian orang ragu memilih metode tertentu, misalnya keyakinan bahwa alat kontrasepsi tertentu menyebabkan kemandulan atau mengganggu kesehatan secara permanen.
Pemahaman yang benar tentang cara kerja tiap metode membantu Anda memilih dengan tenang, bukan karena terpaksa atau ikut-ikutan. Yang juga penting dipahami, efektivitas sebuah metode sangat dipengaruhi oleh cara pemakaiannya, bukan hanya oleh jenisnya.
Artikel ini membahas apa itu kontrasepsi, jenis-jenisnya untuk perempuan dan pria, perbandingan efektivitas, cara memilih yang sesuai, hingga mitos yang perlu diluruskan.
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan dengan cara menghalangi pertemuan sel telur dan sel sperma, menghambat pelepasan sel telur, atau mengubah lingkungan yang memungkinkan terjadinya kehamilan. Istilah ini mencakup metode hormonal, alat yang dipasang di dalam rahim, metode barier, hingga tindakan permanen.
Ada satu hal yang perlu diluruskan sejak awal: kontrasepsi tidak melindungi dari infeksi menular seksual. Untuk perlindungan ganda, kondom tetap diperlukan meski Anda sudah memakai metode kontrasepsi lain.
Kontrasepsi juga bukan hanya soal mencegah kehamilan. Sebagian metode memiliki manfaat tambahan, misalnya mengurangi nyeri haid atau mengendalikan perdarahan haid berlebihan. Karena itu, pemilihan metode dapat mempertimbangkan manfaat lain yang Anda butuhkan.

Pilihan kontrasepsi untuk perempuan cukup banyak, dan masing-masing memiliki cara kerja serta karakteristik berbeda.
Pilihan kontrasepsi untuk pria memang lebih sedikit dibanding perempuan, tetapi tetap tersedia dan berperan penting.
Efektivitas kontrasepsi biasanya dinyatakan dalam dua angka, yaitu keberhasilan pada pemakaian sempurna dan pada pemakaian nyata sehari-hari. Perbedaan keduanya menunjukkan bahwa kedisiplinan pemakaian sangat menentukan.
| Metode | Perlindungan | Catatan |
|---|---|---|
| Implan | Sangat tinggi | Tidak bergantung pemakaian harian |
| AKDR tembaga | Sangat tinggi | Bertahan bertahun-tahun |
| AKDR hormonal | Sangat tinggi | Bertahan beberapa tahun |
| Suntik KB | Tinggi | Bergantung jadwal kedatangan |
| Pil KB | Tinggi | Bergantung kedisiplinan minum |
| Kondom | Sedang hingga tinggi | Bergantung cara pemakaian |
| Metode kalender | Rendah hingga sedang | Bergantung ketepatan perhitungan |
Metode jangka panjang seperti implan dan AKDR memiliki angka kegagalan paling rendah karena tidak bergantung pada tindakan harian. Metode yang membutuhkan pemakaian rutin memang efektif, tetapi dapat menurun hasilnya bila sering terlupa.
Sebagian besar efek samping kontrasepsi bersifat ringan dan mereda setelah tubuh menyesuaikan diri. Namun ada keluhan tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Keluhan ringan yang umum meliputi perdarahan bercak, mual ringan, nyeri payudara, dan perubahan suasana hati pada masa awal pemakaian. Keluhan ini biasanya membaik dalam beberapa siklus.
Yang perlu diperiksa segera berbeda sifatnya, misalnya nyeri tungkai yang menetap dan membengkak, sesak napas mendadak, nyeri dada, nyeri kepala hebat yang tidak biasa, atau perdarahan berat di luar jadwal haid. Keluhan seperti ini jarang, tetapi tidak boleh diabaikan.
Pada alat yang dipasang di dalam rahim, keluhan berupa nyeri panggul hebat atau demam setelah pemasangan juga memerlukan pemeriksaan. Begitu pula bila benang alat tidak lagi teraba seperti biasa.
Tidak ada metode terbaik untuk semua orang. Beberapa pertimbangan berikut membantu Anda bersama dokter menentukan pilihan:
Diskusi dengan dokter penting agar pilihan mempertimbangkan kondisi Anda secara utuh, bukan hanya jenis metodenya.
Konsultasikan ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk menentukan metode kontrasepsi yang sesuai, terutama bila Anda memiliki penyakit tertentu, sedang menyusui, atau pernah mengalami efek samping dari metode sebelumnya. Segera periksa bila muncul nyeri hebat, perdarahan banyak, atau keluhan yang tidak biasa setelah memakai alat kontrasepsi.
Poli Kandungan dan Kebidanan RS Royal Progress melayani konsultasi keluarga berencana, pemasangan dan pelepasan alat kontrasepsi, serta penanganan keluhan terkait. Jadwal konsultasi dapat dipesan melalui layanan janji temu Poli Kandungan dan Kebidanan.
