Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Hubungi IGD
Whatsapp
Home Blog Cara Memberikan Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam
Home Blog Cara Memberikan Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam

Cara Memberikan Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam

15/03/2024
Ketika berenang, perlu sikap dan sifat waspada tinggi. Apalagi jika melihat ada orang yang tenggelam, Anda perlu aksi cepat untuk memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam.

Ketika seseorang tenggelam, itu tidaklah seperti apa yang sering dilihat pada layar televisi atau film. Kejadiannya begitu cepat dan tenang. Ditambah dengan fakta korban susah berbicara untuk meminta bantuan.

Alhasil, kecelakaan ini kadang terlewatkan begitu saja karena tidak menarik atensi sekitar. Masyarakat pun tidak tahu adanya kecelakaan tersebut.

Langkah Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam

Segala hal yang berkaitan dengan aktivitas air, seperti olahraga air: ski, menaiki kapal, berenang dapat memicu tenggelam.

Bahkan, orang yang pandai berenang pun mempunyai potensi tenggelam apabila gaya renangnya keliru.

Di sisi lain, tenggelam mampu membahayakan nyawa sebab air yang masuk melewati hidung atau mulut menuju paru-paru menghambat jalur pernapasan.

Sewaktu air menutupi jalur pernapasan, korban akan merasakan gagal napas dan berangsur-angsur kehilangan kesadaran.

Apabila kondisi ini tidak segera tertangani dapat berakibat fatal, yaitu kematian.

Namun, Anda pun tidak bisa sembarangan melakukan pertolongan. Anda tetap harus memperhatikan keselamatan diri sendiri terlebih dahulu ketika hendak memberikan bantuan.

Agar aman, ikuti cara pertolongan pertama pada korban tenggelam berikut.

1. Hubungi Bantuan

Langkah pertama dalam memberi pertolongan pada korban tenggelam adalah mencari atau memohon bantuan. Caranya dengan berteriak untuk mengalihkan atensi pada Anda.

Dengan begitu, apabila ada petugas pantai bisa langsung menghampiri dan memberikan pertolongan.

Selain itu, bisa juga dengan langsung menghubungi nomor gawat darurat guna memperoleh penanganan lebih baik dan tepat.

Ingat, meski Anda pandai berenang, jangan bertindak gegabah dengan langsung menceburkan diri ke kolam atau pantai untuk mempraktikkan pertolongan pertama pada korban tenggelam di air.

Selama menanti bantuan datang, carilah di sekitar Anda barang yang bisa menarik korban ke atas. Contoh tongkat atau galah panjang, tali, pelampung, atau lainnya.

Jika memungkinkan, untuk menarik tangan korban menggunakan tangan Anda sendiri, maka lakukan. Namun, selama proses ini, usahakan untuk tidak panik dan tenangkan korban yang mungkin syok.

2. Angkat Korban dari Air

Merujuk International Federation of Red Cross mengatakan bahwa memberikan bantuan pada korban dengan cara berenang langsung adalah tugas dari petugas terlatih.

Tindakan ini tidak disarankan untuk Anda, meski mampu berenang. Karena bisa saja terjadi kesalahan pada saat pengangkatan korban dari air. Seperti digendong terbalik untuk menggantikan kerja jantung. Hal ini tidak memiliki efek apa pun melainkan hanya membuang waktu.

Namun, apabila keadaan genting dan Anda piawai berenang, tidak ada salahnya untuk memberikan pertolongan. Satu catatan, Anda harus memiliki stamina kuat untuk menaikkan korban ke daratan.

Satu yang perlu Anda garis bawahi sebelum menceburkan diri, bawalah perlengkapan memadai untuk membantu. Seperti pelampung atau tali.

Selain itu, pastikan bahwa ada seseorang di daratan yang bisa menolong Anda untuk membantu evakuasi korban dari air.

Sewaktu Anda ingin menolong korban, berenanglah ke sisi belakang dan dekati dengan tenang.

Pegang tubuhnya erat dengan menahan area bawah leher agar kepala menghadap atas dan mendapatkan oksigen. Hingga tiba di darat, tetap pertahankan posisi untuk menghindari cedera leher atau kepala.

3. Cek Napas

Begitu Anda berhasil membawa korban naik ke permukaan, segera cek napas korban. Dengan cara menelentangkan tubuhnya pada area datar dan rata.

Kemudian, lepas baju basahnya. Jika Anda merasa tidak sopan, Anda bisa menutupi tubuhnya dengan kain tebal, handuk, selimut, atau baju hangat.

Selanjutnya, angkat sedikit posisi kepala. Namun, jangan lakukan apabila ada cedera pada leher atau kepala. Sebagai gantinya, buka rahangnya sedikit.

Lalu, cek napasnya dengan menempelkan kuping ke hidung dan mulut korban. Rasakan apakah ada embusan napasnya atau tidak.

Selain itu, perhatikan pula dadanya. Apakah ada gerakan naik turun napas. Jika Anda tidak menemukan tanda napas, cek nadinya selama sepuluh detik.

Kemudian, berikan bantuan napas sebanyak lima kali dengan cara

  • Jepit hidung korban, jangan terlalu kencang menjepitnya. Lalu katupkan bibir, dekatkan ke mulut korban.
  • Ambillah napas seperti biasa kemudian tiupkan pelan ke rongga mulut satu hingga dua detik.
  • Lakukan sebanyak lima kali.
  • Namun, apabila menangani korban anak kecil usia di bawah satu tahun, cukup tiupkan udara ke mulut. Tidak perlu dengan menjepit hidungnya.

Sebelum memberikan napas bantuan lagi, cermati apakah sudah ada perubahan dengan ditandai dada korban naik turun. Apabila belum ada perubahan, lakukan kembali.

Jika korban hendak muntah, baringkan miring untuk menghindari tersedak.

4. CPR

Lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau resusitasi jantung paru apabila korban tidak responsif dan kehilangan napasnya.

Sebenarnya, tindakan ini boleh saja dilakukan tanpa aksi napas buatan terlebih dahulu.

Berikut cara melakukan CPR yang baik dan benar.

CPR pada anak di atas 1 tahun atau orang dewasa:

  • Langkah CPR ini bisa Anda lakukan pada anak di atas usia 1 tahun dan orang dewasa.
  • Posisikan telapak tangan kiri ada di bawah tangan kanan, kemudian letakkan di dada tengah dan tekan  sekitar 4-5 cm.
  • Anda bisa melakukannya sebanyak 30 kali dengan kecepatan 100 kali kompresi per menit atau lebih.
  • Sebelum memberikan tekanan lagi, terlebih dahulu biarkan dada untuk kembali seperti semula.
  • Cermati apakah korban memberikan reaksi, seperti kembali bernapas.

CPR pada anak di bawah 1 tahun:

  • Posisikan dua jari di tulang dada.
  • Tekan sedalam 1-2 cm, pastikan untuk tidak memberi tekanan pada ujung tulang dada.
  • Sama dengan sebelumnya, Anda bisa melakukan kompresi sebanyak 30 kali dengan kecepatan 100 kali kompresi per menit.
  • Biarkan dada ke bentuk semula di antara tekanan yang Anda berikan.
  • Cermati apakah anak mulai merespons dengan bernapas.

Apabila korban masih belum bernapas, Anda bisa memberikan dua kali napas buatan kemudian 30 kali kompresi dada.

Ulangi hingga korban bernapas atau tenaga medis datang untuk mengambil alih penanganan.

Setelah memperoleh CPR, korban harus segera ditindak oleh tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya komplikasi.

Catatan: panduan di atas hanya boleh Anda praktikkan dalam kondisi darurat. Untuk pemantapan, Anda bisa mendapatkan pelatihan resmi dari institusi pelayanan kesehatan, seperti PMI.

5. Hangatkan Tubuh

Apabila korban sudah sadar dan memungkinkan untuk pindah, pindahkan ke area kering.

Jika Anda melihat korban menggigil, jangan langsung memandikannya dengan air hangat atau memijatnya dengan minyak. Melainkan selimuti dengan pakaian, handuk, atau selimut tebal.

Selalu temani dan periksa organ vitalnya hingga tenaga medis datang untuk memeriksa lebih lanjut.

Hal yang paling penting sewaktu melakukan pertolongan pertama pada korban tenggelam adalah mempertahankan ketenangan diri.

Karena rasa panik hanya akan menambah kesulitan, bahkan bisa saja Anda turut celaka.

Oleh karena itu, Anda harus berpikir jernih untuk meminta bantuan ke unit gawat darurat terdekat, seperti  terlebih dahulu sebelum memberikan pertolongan pertama pada korban tenggelam.

  • International First Aid, Resuscitation, and Education Guidelines 2020 - IFRC
  • Water Safety and Drowning First Aid - British Red Cross
  • Drowning Treatment: First Aid Information for Drowning
  • Drowning - Symptoms & First Aid Advice | St John Ambulance

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Artikel Pilihan

Prosedur EVLA untuk Pengobatan Varises: Cara Kerja & Keunggulannya

Selain memberikan dampak estetik yang tidak Anda inginkan, varises juga dapat menyebabkan gejala yang kurang nyaman, seperti nyeri, pembengkakan, dan sensasi berat pada kaki. Untungnya, perkembangan teknologi medis telah membawa inovasi dalam pengobatan varises, salah satunya dengan endovenous laser ablation (EVLA). Artikel ini akan membahas apa itu EVLA, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja keuntungannya. Apa Itu […]
16/05/2024

Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati & Mencegahnya

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri perut bagian kanan bawah dan menjadi semakin parah ketika mendiamkannya? Mungkin Anda mengalami gejala radang usus buntu. Meski istilah ini cukup familiar, namun jangan sepelekan kondisi ini karena bisa memicu komplikasi serius! Untuk itu, pahami definisi, penyebab radang usus buntu dan cara mengatasinya, hingga proses diagnosis secara medis untuk mendeteksi […]
16/05/2024

DSA (Digital Subtraction Angiography) - Tindakan Revolusioner dalam Pemeriksaan dan Penanganan Pembuluh Darah

Perkembangan teknologi di bidang medis berkembang sangat pesat. Banyak inovasi baru terus bermunculan dalam bidang kedokteran. Salah satu terobosan yang signifikan dan revolusioner adalah DSA singkatan dari Digital Subtraction Angiography. Apa itu DSA? DSA adalah singkatan dari Digital Subtraction Angiography, suatu tindakan berupa teknik pencitraan medis dengan menggunakan sinar-X pada arteri dan vena. Teknik ini […]
29/04/2024

Berbagai Jenis Gangguan Pernapasan, Gejala, dan Pengobatannya

Timbulnya gejala gangguan pernapasan bisa terasa sangat tidak nyaman dan mengurangi kualitas hidup kita sehari-hari. Gangguan pernapasan umumnya terkait dengan kondisi patologis, yang berdampak pada sistem pernapasan, termasuk paru-paru. Sebagian memang cukup ringan seperti flu biasa, namun bisa juga memicu penyakit yang mengancam jiwa, yaitu pneumonia, kanker paru-paru, PPOK, dan sebagainya. Baca Juga Fakta dan […]
02/04/2024

Punya sakit maag? Pahami gejala dan pengobatannya!

Maag sering dikatakan sebagai penyakit yang tidak berbahaya bahkan terkadang dapat diremehkan oleh banyak orang. Padahal maag bisa menjadi penyakit serius jika sudah memasuki tahap komplikasi. Apa yang dimaksud dengan maag? Mari kita bahas dalam artikel kesehatan berikut. Pengertian Sakit Maag Sakit Maag dalam istilah medis disebut juga dengan Dispepsia yang aritnya penyakit diakibatkan adanya gangguan pada […]
15/03/2024
Artikel Lainnya

Waspada Flu Singapura, Ini Penyebab, Gejala, Cara Mengobatinya

Serangan flu singapura di Indonesia, per Maret 2024 lalu telah mencapai 5.461 kasus. Namun jangan khawatir, sebab flu singapura atau yang juga dikenal sebagai HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease), akan membaik dengan sendirinya dalam 7 hingga 10 hari. Oleh karena itu, agar Anda menanganinya sendiri di rumah, pahami dan kenali apa saja penyebab, gejala, […]
07/06/2024

Sering Nyeri Dada Tengah? Ini Penyebab & Langkah Tepat Menanganinya

Nyeri dada tengah merupakan salah satu gejala medis yang sering kali memicu kekhawatiran dan kepanikan. Bukan tanpa alasan, sebab nyeri ini bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi kesehatan, bahkan beberapa di antaranya mungkin berbahaya. Meskipun tidak semua nyeri dada tengah bersifat serius, tetapi sangat penting untuk tidak mengabaikannya. Hal ini karena bisa menjadi isyarat awal […]
16/05/2024

Mengenal Gejala Demam Berdarah, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya

Demam berdarah atau dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Mengenali gejala demam berdarah dengan cepat sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat, serta mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius. Meskipun telah dikenal sejak lama, demam berdarah tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius. Bahkan, sejak awal tahun 2024, lebih dari […]
16/05/2024
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenuchevron-down