Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Hubungi IGD
Whatsapp
Home Blog Bedah Minimal Invasif - Solusi Bedah Minim Luka
Home Blog Bedah Minimal Invasif - Solusi Bedah Minim Luka

Bedah Minimal Invasif - Solusi Bedah Minim Luka

18/01/2024

Bedah minimal invasif atau Minimally invasive surgery adalah teknik bedah modern yang telah memimpin evolusi perawatan bedah. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang teknik ini, mengapa mereka penting, jenisnya, serta manfaat dan risikonya.

Apa itu Bedah Minimal Invasif?

Bedah minimal invasif adalah suatu teknik yang dirancang untuk melakukan operasi tanpa perlu membuat sayatan besar pada tubuh pasien. Sebagai gantinya, ahli bedah menggunakan instrumen kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil atau saluran tubuh, seperti endoskopi, untuk mengakses area yang memerlukan perbaikan atau pengangkatan.

Mengutip pernyataan dari salah satu Spesialis Bedah di RS Royal Progress, dr. Ika Megatia, B.MedSc, SpB, FINACS, FICS mengatakan “Umumnya prosedur bedah dilakukan menggunakan alat-alat bedah kecil yang akan membuat sayatan kecil di area yang telah ditentukan. Kemudian melalui sayatan tersebut, dokter akan menyelesaikan proses operasi dan setelahnya sayatan tersebut akan dijahit.”.

Tujuan & Keunggulan Bedah Minimal Invasif

Tujuan utama yang memang menjadi keunggulan dari bedah minimal invasif adalah:

  1. Minimal sayatan : Mengurangi kerusakan pada jaringan sehat di sekitar area yang diperlukan.
  2. Pemulihan yang Cepat: Memungkinkan pemulihan yang lebih cepat bagi pasien.
  3. Risiko yang Rendah: Mengurangi risiko komplikasi dan infeksi pascaoperasi.
  4. Bekas yang Kecil: Pasien memiliki luka operasi yang lebih kecil dan bekas yang lebih sedikit.

Prosedur Bedah Minimal Invasif

Prosedur bedah minimal invasif melibatkan beberapa langkah, secara umum sebagai berikut:

  1. Pemindaian dan Pemilihan Instrumen: Dokter melakukan pemindaian untuk memandu instrumen ke area yang tepat.
  2. Sayatan Kecil: Sayatan kecil dibuat untuk memasukkan instrumen.
  3. Prosedur Bedah: Dokter melakukan prosedur menggunakan instrumen yang dimasukkan.
  4. Penutupan dan Pemulihan: Sayatan ditutup, dan pasien dipantau selama pemulihan.

Indikasi dan Kondisi yang Dapat Diobati

Prosedur bedah minimal invasif adalah pilihan yang sesuai untuk berbagai kondisi medis yang melibatkan perbaikan atau pengangkatan jaringan tubuh. Berikut adalah beberapa contoh lebih lanjut tentang kondisi medis yang dapat diobati dengan teknik bedah minimal invasif:

  1. Kolesistektomi: Pengangkatan kantung empedu adalah salah satu prosedur yang sering menggunakan teknik minimal invasif. Pasien dengan batu empedu atau masalah lain pada kantung empedu dapat mendapatkan manfaat dari operasi ini.
  2. Appendektomi: Pengangkatan usus buntu adalah prosedur yang biasanya memerlukan tindakan segera. Bedah minimal invasif dengan laparoskopi memungkinkan pengangkatan usus buntu tanpa perlu sayatan besar.
  3. Operasi Hernia: Reparasi hernia inguinal atau hernia ventral adalah contoh lain dari kondisi yang dapat diobati dengan metode minimal invasif. Ini termasuk perbaikan hernia pada pangkal paha atau perut.
  4. Operasi Hemoroid dengan Laser: operasi Hemoroid atau wasir menggunakan teknologi laser, tanpa sayatan dan minimal nyeri pasca operasi.
  5. Biopsy: yaitu pengambilan sampel jaringan dengan teknik bedah minimal invasif di rongga perut,payudara, dan lainnya.
  6. Operasi organ kandungan: pengangkatan kista, sterilisasi permanen, dan lainnya.
  7. Operasi Refluks Asam Lambung: Pengobatan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) dapat melibatkan bedah minimal invasif, yang membantu mengurangi gejala refluks asam lambung yang menyakitkan.
  8. Operasi Ginjal: Pengangkatan tumor atau batu ginjal sering dilakukan menggunakan laparoskopi atau teknik robotik. Ini mengurangi risiko untuk pasien dan mempercepat pemulihan.
  9. Operasi Tulang Belakang: Beberapa jenis operasi tulang belakang, seperti fusi tulang belakang, dapat dilakukan dengan teknik minimal invasif, mengurangi kerusakan pada jaringan di sekitar tulang belakang.
  10. Operasi Orthopedi: Pasien dengan kondisi seperti osteoartritis atau cedera acl dapat memilih bedah minimal invasif untuk perbaikan tulang dan sendi.
  11. Operasi Kardiovaskular: Beberapa prosedur jantung, seperti perbaikan katup jantung, dapat dilakukan dengan teknik bedah minimal invasif. Hal ini membantu mengurangi kerusakan pada jaringan jantung dan mempercepat pemulihan.
  12. Operasi Kanker: Beberapa jenis kanker, seperti kanker prostat, juga dapat diobati dengan bedah minimal invasif. Ini sering menjadi alternatif yang lebih baik daripada metode tradisional.
  13. Operasi Pencernaan: Penyakit seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif dapat mengharuskan operasi. Bedah minimal invasif dapat digunakan untuk mengatasi kondisi ini dengan lebih sedikit komplikasi pascaoperasi.
  14. Operasi Ginekologi: Wanita dengan masalah ginekologi, seperti histerektomi atau penanganan kista ovarium, dapat merasa lebih nyaman dengan prosedur minimal invasif yang menghasilkan pemulihan yang lebih cepat.
  15. Operasi Saraf: Untuk kasus-kasus yang melibatkan masalah saraf, seperti pengangkatan tumor otak atau perbaikan masalah saraf tertentu, bedah minimal invasif dapat memberikan manfaat dalam mengakses area yang sulit dijangkau tanpa sayatan besar.

Risiko dan Komplikasi

Meskipun risiko dan komplikasi bedah minimal invasif lebih rendah dibandingkan dengan bedah konvensional, tetap ada potensi risiko, seperti infeksi, perdarahan, atau masalah anestesi. Dokter dan tim medis akan memitigasi risiko ini selama prosedur.

Kesimpulan

Dengan perkembangan teknologi dan metode bedah minimal invasif yang semakin canggih, lebih banyak kondisi medis dapat diobati dengan risiko yang lebih rendah dan pemulihan yang lebih cepat. Keputusan untuk menjalani prosedur bedah minimal invasif harus dibahas secara detail dengan dokter yang bersangkutan untuk menentukan apakah teknik ini sesuai dengan kondisi pasien.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mempertimbangkan prosedur bedah, berkonsultasilah dengan ahli bedah yang berpengalaman dalam bedah minimal invasif di RS Royal Progress dengan menghubungi Customer Care kami terlebih dahulu, yang akan membantu Anda membuat perjanjian dengan dokter spesialis di RS Royal Progress.

  • MedlinePlus - Minimally Invasive Surgery
  • Mayo Clinic - Minimally Invasive Surgery
  • Stanford Health Care - Minimally Invasive Surgery
  • WebMD - Benefits of Minimally Invasive Surgery
  • Cleveland Clinic - Minimally Invasive Surgery
  • Johns Hopkins Medicine - Minimally Invasive Surgery Risks

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Artikel Pilihan

Prosedur EVLA untuk Pengobatan Varises: Cara Kerja & Keunggulannya

Selain memberikan dampak estetik yang tidak Anda inginkan, varises juga dapat menyebabkan gejala yang kurang nyaman, seperti nyeri, pembengkakan, dan sensasi berat pada kaki. Untungnya, perkembangan teknologi medis telah membawa inovasi dalam pengobatan varises, salah satunya dengan endovenous laser ablation (EVLA). Artikel ini akan membahas apa itu EVLA, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja keuntungannya. Apa Itu […]
16/05/2024

Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati & Mencegahnya

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri perut bagian kanan bawah dan menjadi semakin parah ketika mendiamkannya? Mungkin Anda mengalami gejala radang usus buntu. Meski istilah ini cukup familiar, namun jangan sepelekan kondisi ini karena bisa memicu komplikasi serius! Untuk itu, pahami definisi, penyebab radang usus buntu dan cara mengatasinya, hingga proses diagnosis secara medis untuk mendeteksi […]
16/05/2024

DSA (Digital Subtraction Angiography) - Tindakan Revolusioner dalam Pemeriksaan dan Penanganan Pembuluh Darah

Perkembangan teknologi di bidang medis berkembang sangat pesat. Banyak inovasi baru terus bermunculan dalam bidang kedokteran. Salah satu terobosan yang signifikan dan revolusioner adalah DSA singkatan dari Digital Subtraction Angiography. Apa itu DSA? DSA adalah singkatan dari Digital Subtraction Angiography, suatu tindakan berupa teknik pencitraan medis dengan menggunakan sinar-X pada arteri dan vena. Teknik ini […]
29/04/2024

Berbagai Jenis Gangguan Pernapasan, Gejala, dan Pengobatannya

Timbulnya gejala gangguan pernapasan bisa terasa sangat tidak nyaman dan mengurangi kualitas hidup kita sehari-hari. Gangguan pernapasan umumnya terkait dengan kondisi patologis, yang berdampak pada sistem pernapasan, termasuk paru-paru. Sebagian memang cukup ringan seperti flu biasa, namun bisa juga memicu penyakit yang mengancam jiwa, yaitu pneumonia, kanker paru-paru, PPOK, dan sebagainya. Baca Juga Fakta dan […]
02/04/2024

Punya sakit maag? Pahami gejala dan pengobatannya!

Maag sering dikatakan sebagai penyakit yang tidak berbahaya bahkan terkadang dapat diremehkan oleh banyak orang. Padahal maag bisa menjadi penyakit serius jika sudah memasuki tahap komplikasi. Apa yang dimaksud dengan maag? Mari kita bahas dalam artikel kesehatan berikut. Pengertian Sakit Maag Sakit Maag dalam istilah medis disebut juga dengan Dispepsia yang aritnya penyakit diakibatkan adanya gangguan pada […]
15/03/2024
Artikel Lainnya

Waspada Flu Singapura, Ini Penyebab, Gejala, Cara Mengobatinya

Serangan flu singapura di Indonesia, per Maret 2024 lalu telah mencapai 5.461 kasus. Namun jangan khawatir, sebab flu singapura atau yang juga dikenal sebagai HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease), akan membaik dengan sendirinya dalam 7 hingga 10 hari. Oleh karena itu, agar Anda menanganinya sendiri di rumah, pahami dan kenali apa saja penyebab, gejala, […]
07/06/2024

Sering Nyeri Dada Tengah? Ini Penyebab & Langkah Tepat Menanganinya

Nyeri dada tengah merupakan salah satu gejala medis yang sering kali memicu kekhawatiran dan kepanikan. Bukan tanpa alasan, sebab nyeri ini bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi kesehatan, bahkan beberapa di antaranya mungkin berbahaya. Meskipun tidak semua nyeri dada tengah bersifat serius, tetapi sangat penting untuk tidak mengabaikannya. Hal ini karena bisa menjadi isyarat awal […]
16/05/2024

Mengenal Gejala Demam Berdarah, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya

Demam berdarah atau dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Mengenali gejala demam berdarah dengan cepat sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat, serta mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius. Meskipun telah dikenal sejak lama, demam berdarah tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius. Bahkan, sejak awal tahun 2024, lebih dari […]
16/05/2024
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenuchevron-down