Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Spondilolistesis: Ruas Tulang Belakang Bergeser - Penyebab, Gejala, Pengobatan

Spondilolistesis: Ruas Tulang Belakang Bergeser - Penyebab, Gejala, Pengobatan

25/09/2026

Nyeri punggung bawah yang menetap, kaku, dan kadang menjalar ke kaki sering dianggap kelelahan biasa. Padahal keluhan ini bisa menjadi tanda bahwa susunan tulang belakang Anda telah berubah. Salah satu penyebabnya adalah spondilolistesis, yaitu kondisi ketika satu ruas tulang belakang bergeser ke depan dari posisi seharusnya. Pergeseran ini tidak selalu berbahaya, tetapi pada sebagian orang dapat menekan saraf dan menimbulkan gangguan serius. Artikel ini membahas penyebab, gejala, cara diagnosis, dan pilihan pengobatan spondilolistesis.

Apa Itu Spondilolistesis?

Spondilolistesis adalah kondisi ketika satu tulang belakang (vertebra) bergeser ke depan terhadap tulang di bawahnya. Tulang belakang tersusun dari rangkaian ruas yang ditopang cakram (disk) dan sendi kecil di bagian belakang. Ketika penopang ini melemah atau rusak, satu ruas dapat meluncur ke depan sehingga susunannya tidak lagi sejajar.

Sebagian penderita tidak merasakan keluhan apa pun dan kondisi ini hanya ditemukan secara kebetulan saat rontgen. Sebagian lainnya merasakan nyeri punggung bawah yang mengganggu aktivitas, terutama saat berdiri lama atau berjalan. Pada kasus berat, saraf yang terjepit dapat menyebabkan nyeri menjalar, kesemutan, bahkan kelemahan kaki.

Pergeseran tulang belakang juga dapat menyempitkan saluran saraf. Karena itu, nyeri punggung berulang sebaiknya tidak diabaikan.

Spondylolysis vs Spondylolistesis - Apa Bedanya?

Kedua istilah ini sering tertukar karena namanya hampir sama. Spondylolysis adalah retak atau celah pada pars interarticularis, bagian tulang kecil di belakang ruas tulang belakang yang menghubungkan sendi atas dan bawah. Retak ini umumnya terbentuk akibat tekanan berulang, bukan satu benturan keras sekaligus.

Spondylolysis bisa dialami sejak usia dini. Diperkirakan sekitar 5% anak sudah mengalaminya sejak usia 6 tahun, dan sebagian besar baru terdeteksi ketika mereka mengeluh nyeri punggung saat berolahraga.

Ketika retak pada pars interarticularis melemahkan sambungan ruas, tulang kehilangan sebagian penopangnya dan dapat bergeser ke depan. Saat itulah spondylolysis berkembang menjadi spondylolisthesis, ejaan internasional dari spondilolistesis. Spondylolysis adalah kerusakan awal pada tulang, sedangkan spondilolistesis adalah pergeseran yang terjadi akibat kerusakan tersebut.

Jenis dan Tingkat Keparahan Spondilolistesis

Berdasarkan penyebabnya, spondilolistesis dibagi menjadi beberapa jenis dengan pendekatan penanganan yang berbeda.

Spondilolistesis Isthmik

Jenis paling sering pada anak, remaja, dan atlet muda. Penyebabnya retak pada pars interarticularis akibat beban berulang pada punggung bawah.

Spondilolistesis Degeneratif

Terjadi pada orang dewasa, terutama usia lanjut, akibat penuaan sendi dan cakram. Paling sering muncul pada ruas lumbar bagian bawah.

Spondilolistesis Traumatik

Disebabkan cedera akut, misalnya patah tulang belakang akibat kecelakaan atau jatuh.

Spondilolistesis Displastik

Terkait kelainan bawaan pada bentuk tulang belakang sehingga sambungan antaruas tidak normal sejak lahir.

Spondilolistesis Patologis

Terjadi ketika penyakit tertentu melemahkan struktur tulang, misalnya tumor atau infeksi.

Tingkat Keparahan (Grade I-V)

Derajat pergeseran juga menentukan berat ringannya kondisi, diukur dari persentase luas ruas yang bergeser:

  • Grade I: pergeseran kurang dari 25%
  • Grade II: pergeseran 25-50%
  • Grade III: pergeseran 50-75%
  • Grade IV: pergeseran lebih dari 75%
  • Grade V (spondyloptosis): ruas bergeser sepenuhnya ke depan

Grade I dan II umumnya masih dapat ditangani tanpa operasi, sedangkan grade yang lebih tinggi lebih berisiko menekan saraf sehingga pembedahan sering dipertimbangkan.

Penyebab dan Faktor Risiko Spondilolistesis

Penyebab spondilolistesis berbeda menurut usia. Pada anak dan remaja, penyebab tersering adalah beban berulang yang memicu retak stres. Pada orang dewasa, penyebab utamanya adalah penuaan yang mengikis kekuatan sendi dan cakram. Faktor yang meningkatkan risiko antara lain:

  • Olahraga dengan tekanan berulang pada punggung bawah. Senam, angkat beban, sepak bola, lompat tinggi, dan renang gaya punggung menuntut gerakan membungkuk dan melengkung berulang.
  • Penuaan. Cakram dan sendi tulang belakang aus seiring bertambahnya usia sehingga ruas lebih mudah bergeser.
  • Faktor keturunan. Riwayat spondylolysis atau spondilolistesis dalam keluarga meningkatkan risiko.
  • Kelainan bawaan pada bentuk dan struktur tulang belakang sejak lahir.
  • Pekerjaan berat yang menuntut mengangkat, memutar, atau menekuk punggung secara berulang.

Gejala Spondilolistesis yang Perlu Dikenali

Banyak penderita tidak merasakan gejala sama sekali. Ketika muncul, keluhan biasanya berkembang perlahan dan makin terasa setelah aktivitas fisik. Gejala yang paling sering dilaporkan:

  • Nyeri punggung bawah yang menetap atau berulang, terutama saat berdiri lama.
  • Kaku pada punggung bawah sehingga sulit membungkuk atau memutar badan.
  • Kram otot pada area punggung dan paha.
  • Nyeri menjalar ke kaki akibat saraf yang tertekan.
  • Kesemutan atau rasa terbakar pada tungkai dan kaki.
  • Kelemahan pada tungkai sehingga mudah tersandung atau sulit menaiki tangga.

Nyeri umumnya membaik saat berbaring dan memburuk ketika berdiri atau berjalan. Jika nyeri menjalar makin hebat atau muncul kelemahan kaki, keluhan ini perlu dievaluasi dokter, terutama bila disertai tanda gangguan saraf.

Kapan Harus ke Dokter?

Nyeri punggung bawah umumnya membaik dalam beberapa minggu dengan istirahat. Namun ada sejumlah tanda bahaya yang menuntut pemeriksaan segera:

  • Kelemahan tungkai yang makin berat atau sulit berjalan.
  • Gangguan buang air besar atau buang air kecil.
  • Mati rasa pada area selangkangan dan sekitar anus.
  • Nyeri hebat yang muncul mendadak setelah cedera atau jatuh.

Kombinasi kelemahan tungkai dan gangguan buang air besar atau kecil dapat menandakan sindrom cauda equina, yaitu penekanan kumpulan saraf di ujung saluran tulang belakang. Ini merupakan kegawatdaruratan medis yang harus ditangani secepat mungkin untuk mencegah kerusakan saraf permanen.

Cara Mendiagnosis Spondilolistesis

Diagnosis dimulai dari wawancara riwayat keluhan dan cedera, lalu pemeriksaan fisik. Dokter menilai postur, rentang gerak, kekuatan otot, refleks, dan sensasi tungkai untuk mengetahui apakah ada saraf yang tertekan. Untuk memastikan pergeseran, beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan:

  • Rontgen (X-ray) - pemeriksaan utama untuk melihat pergeseran ruas dan menilai derajatnya. Bisa dilakukan dalam posisi membungkuk dan menegang untuk menilai ketidakstabilan.
  • MRI - menampilkan cakram, saraf, dan jaringan lunak secara detail sehingga dapat menunjukkan penekanan saraf.
  • CT scan - memberi gambaran tulang lebih rinci, berguna untuk melihat retak pada pars interarticularis atau merencanakan operasi.

Penanganan Tanpa Operasi

Sebagian besar kasus ringan, khususnya grade I dan II, ditangani tanpa operasi. Tujuannya meredakan nyeri, memulihkan fungsi, dan mencegah pergeseran berlanjut. Pilihan yang umum dilakukan:

  • Istirahat dan penyesuaian aktivitas, dengan mengurangi sementara aktivitas yang membebani punggung tanpa berbaring total dalam waktu lama.
  • Obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada area yang terkena.
  • Fisioterapi berupa program latihan untuk memperbaiki postur, meningkatkan fleksibilitas, dan memperkuat otot penopang tulang belakang.
  • Latihan penguatan core agar otot perut, punggung, dan panggul lebih stabil.
  • Injeksi atau intervensi nyeri. Pada nyeri yang membandel, suntikan antinyeri atau blok saraf dapat meredakan keluhan sehingga penderita lebih nyaman menjalani fisioterapi.

Perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal, memperbaiki posisi duduk, dan menghindari mengangkat beban berat juga berperan besar dalam keberhasilan penanganan.

Operasi Spondilolistesis: Kapan Diperlukan?

Operasi tidak dilakukan pada semua penderita. Tindakan bedah dipertimbangkan bila terdapat penekanan saraf dengan nyeri menjalar atau kelemahan tungkai, pergeseran yang terus bertambah, atau keluhan yang tidak membaik setelah terapi non-operasi dijalani dengan disiplin.

Pada sindrom cauda equina, operasi menjadi tindakan darurat. Tujuannya meredakan tekanan saraf dan menstabilkan ruas tulang belakang. Beberapa teknik yang dapat digunakan:

  • Dekompresi saraf, yaitu mengurangi tekanan pada saraf dengan menghilangkan bagian tulang atau jaringan yang menjepit.
  • Spinal fusion (fusi tulang belakang), menyatukan dua atau lebih ruas agar tidak lagi bergeser. Teknik ini sering dikombinasikan dengan sekrup dan batang logam untuk menahan posisi sampai tulang menyatu.
  • Teknik minimal invasif, dengan sayatan lebih kecil dan kerusakan otot lebih sedikit sehingga pemulihan umumnya lebih cepat. Tidak semua kasus dapat ditangani dengan cara ini.

Seperti tindakan bedah lainnya, operasi tulang belakang memiliki risiko, antara lain infeksi, perdarahan, gangguan saraf, nyeri menetap, serta keausan lebih cepat pada ruas di atas atau di bawah fusi. Tingkat keberhasilan berbeda pada setiap penderita dan dipengaruhi usia, derajat pergeseran, kondisi saraf, serta kepatuhan menjalani pemulihan. Karena itu, keputusan operasi perlu diambil setelah diskusi menyeluruh mengenai manfaat dan risikonya.

Pencegahan dan Latihan Penguatan

Pada sebagian kasus, terutama pada anak, remaja, dan atlet muda, risiko dapat dikurangi dengan meminimalkan beban berulang pada punggung bawah:

  • Pilih olahraga yang aman dan hindari gerakan membungkuk lalu menegang berulang dengan beban berat.
  • Terapkan teknik mengangkat yang benar. Tekuk lutut, jaga punggung tetap netral, dekatkan beban ke tubuh, dan jangan memutar badan sambil mengangkat.
  • Latih otot core secara rutin, misalnya plank, bird-dog, dan bridge, untuk menstabilkan tulang belakang.
  • Tingkatkan intensitas latihan secara bertahap dan jaga berat badan ideal.
  • Jangan abaikan nyeri punggung yang menetap, terutama jika muncul setelah berolahraga.

Konsultasi di RS Royal Progress

Jika Anda mengalami nyeri punggung bawah yang menetap, kaku, atau nyeri yang menjalar ke kaki, jangan menunggu keluhan bertambah berat. Penanganan spondilolistesis yang tepat waktu dapat membantu mencegah pergeseran berlanjut dan kerusakan saraf yang lebih serius.

RS Royal Progress memiliki Royal Spine & Pain Intervention Centre, layanan terpadu untuk diagnosis dan penanganan gangguan tulang belakang serta nyeri, didukung Integrated Orthopedic Centre untuk bedah ortopedi dan traumatologi serta Royal Sports untuk penanganan cedera olahraga. Tim dokter spesialis akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fisik dan penunjang, terapi non-operasi, tindakan intervensi nyeri, hingga pembedahan bila diperlukan. Untuk membuat janji temu, kunjungi halaman Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RS Royal Progress.

FAQ

  • Apakah spondilolistesis bisa sembuh total?
    Pergeseran tulang tidak kembali ke posisi semula dengan sendirinya, tetapi keluhan nyeri umumnya dapat dikendalikan melalui terapi non-operasi. Bila operasi diperlukan, tujuannya meredakan nyeri, mengurangi tekanan saraf, dan menstabilkan tulang belakang. Hasil akhir setiap penderita berbeda.
  • Apakah semua penderita spondilolistesis perlu dioperasi?
    Tidak. Grade I dan II umumnya cukup ditangani tanpa operasi. Operasi dipertimbangkan bila ada penekanan saraf dengan nyeri menjalar atau kelemahan tungkai, pergeseran berlanjut, atau keluhan yang tidak membaik setelah terapi konservatif dijalani dengan disiplin.
  • Berapa banyak orang yang mengalami kondisi ini?
    Sekitar 4-6% populasi memiliki spondylolysis atau spondilolistesis. Sebagian tidak merasakan gejala dan baru terdeteksi saat rontgen untuk keluhan lain.
  • Apakah spondilolistesis hanya dialami orang lanjut usia?
    Tidak. Pada anak dan remaja, jenis isthmik akibat retak stres pada tulang belakang cukup sering ditemukan, bahkan dapat terjadi sejak usia 6 tahun. Pada orang dewasa, jenis degeneratif akibat penuaan sendi lebih banyak dialami.
  • Olahraga apa yang sebaiknya dihindari?
    Olahraga dengan gerakan membungkuk dan melengkung berulang pada punggung bawah, seperti senam, angkat beban, sepak bola, dan lompat tinggi, perlu dilakukan dengan hati-hati. Diskusikan dengan dokter atau fisioterapis untuk menyesuaikan jenis dan intensitasnya.
  • AAOS OrthoInfo. Spondylolysis and Spondylolisthesis.
  • AAOS OrthoInfo. Adult Spondylolisthesis of the Low Back.
  • AAOS OrthoInfo. Spinal Fusion.
  • AAOS OrthoInfo. Low Back Pain.

Artikel Lainnya

Operasi Tulang Belakang Lubang Kunci: Prosedur dan Masa Pemulihannya

Nyeri punggung yang menjalar ke kaki dan tak kunjung membaik sering membuat pasien bertanya apakah harus dioperasi. Tidak semua operasi tulang belakang memerlukan sayatan panjang. Teknik operasi tulang belakang lubang kunci kini lebih ramah pasien, dengan luka sebesar ujung jari dan waktu pulang lebih singkat. Artikel ini membahas prosedurnya, cara kerja PELD dan PLDD, serta […]
25/09/2026

Mengenal Spinal Stenosis atau Saraf Terjepit: Penyebab Nyeri Punggung & Pinggang

Spinal stenosis adalah penyempitan ruang di dalam tulang belakang yang menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang atau akar saraf. Kondisi ini paling sering terjadi di area leher (servikal) dan punggung bawah (lumbal), dan menurut literatur, bentuk lumbal merupakan yang paling umum, terutama pada usia di atas 50 tahun. Gejala awalnya sering tampak sederhana, seperti nyeri […]
28/04/2026

Apa Itu Skoliosis? Bagaimana Penanganan bagi Penderita Skoliosis

Ada banyak penyakit yang bersumber dari nyeri tulang belakang. Salah satunya adalah skoliosis. Skoliosis adalah kondisi medis yang disebut dengan kelainan posisi tulang belakang. Biasanya, tulang belakang tersebut menyebabkan punggung berbentuk huruf C atau S. Berbagai faktor dari terjadinya skoliosis, penyebabnya bisa berbeda antara satu penderita dengan penderita lain. Penyebab skoliosis yang terbanyak adalah idiopatik, […]
29/04/2024
1 2 3 … 6

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down