Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Penyakit Saat Cuaca Ekstrem yang Berbahaya Tetapi Sering Diabaikan

Penyakit Saat Cuaca Ekstrem yang Berbahaya Tetapi Sering Diabaikan

Cuaca ekstrem dapat memunculkan berbagai penyakit yang menyerang tubuh hal ini akibat adanya perubahan suhu maupun kelembapan cukup drastis setiap harinya. Salah satu penyakit saat cuaca ekstrem yang sering terjadi adalah heatstroke karena paparan panas berlebihan dalam waktu lama.

Sayangnya, banyak orang mengabaikan gejala awal gangguan kesehatan tersebut meski kondisi tubuh sudah terasa semakin tidak nyaman. Karena itu, Anda perlu memahami berbagai penyakit cuaca ekstrem beserta cara mencegah serangannya berikut ini.

Penyakit yang Perlu Diwaspadai Ketika Cuaca Ekstrem

Perubahan suhu mendadak serta paparan cuaca berlebihan membuat tubuh bekerja lebih keras hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Berikut beberapa gangguan kesehatan yang sering muncul namun sering terabaikan.

1. Heatstroke

Pertama ada heatstroke yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat terlalu tinggi akibat paparan panas ekstrem selama aktivitas harian. Penyakit cuaca panas ini dapat mengganggu fungsi otak maupun sistem peredaran darah tubuh.

Biasanya, penderita akan mengalami kulit memerah, tubuh terasa sangat panas, pusing berat, hingga kehilangan kesadaran mendadak. Parahnya, bisa mengalami peningkatan detak jantung sebab tubuh kesulitan menurunkan suhu secara alami selama cuaca ekstrem.

2. Dehidrasi

Penyakit saat cuaca panas ini muncul ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada jumlah yang masuk. Sayangnya tidak banyak yang menyadari kondisi ini padahal sering muncul ketika aktivitas harian berlangsung cukup padat.

Tubuh yang mengalami dehidrasi biasanya terasa lemas, sulit berkonsentrasi, mulut kering, hingga mengalami sakit kepala berkepanjangan setiap harinya. Selain itu, warna urine juga cenderung pekat sebab tubuh berusaha mempertahankan sisa cairan yang masih tersedia.

3. Infeksi Saluran Pernapasan

Perubahan suhu mendadak membuat virus maupun bakteri berkembang cepat hingga memicu gangguan pernapasan pada sebagian masyarakat. Keadaan ini termasuk penyakit akibat cuaca ekstrem yang sering meningkat selama musim pancaroba berlangsung panjang.

Umumnya, orang dengan penyakit tersebut akan mengalami batuk, pilek, tenggorokan terasa nyeri, hingga mudah kelelahan. Penyakit ini juga membuat saluran pernapasan terasa sensitif sehingga penderita mudah mengalami sesak maupun hidung tersumbat.

4. Demam Berdarah

Demam berdarah termasuk contoh penyakit saat cuaca ekstrem yang meningkat selama musim penghujan berlangsung cukup panjang. Hal ini karena tingginya curah hujan meningkatkan jumlah genangan air yang membuat nyamuk pemicu demam berdarah berkembang lebih cepat.

Biasanya penderita akan mengalami demam tinggi mendadak, nyeri sendi, sakit kepala, hingga muncul bintik kemerahan pada permukaan kulit. Sebagian penderita juga akan mengalami penurunan trombosit sehingga tubuh rentan mengalami perdarahan cukup serius seperti mimisan dan gusi berdarah.

5. Asma Kambuh

Perubahan suhu sekaligus kualitas udara sering memicu kambuhnya asma terutama ketika cuaca kurang stabil sepanjang aktivitas harian berlangsung. Keadaan ini sering menyerang penderita dengan saluran napas sensitif.

Biasanya asma kambuh menyebabkan dada terasa berat, napas berbunyi, batuk malam hari, hingga sesak cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, penyakit yang muncul pada saat cuaca ekstrem ini juga dapat membuat saluran napas menyempit lebih cepat daripada biasanya.

Cara Mencegah Serangan Penyakit Ketika Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem memang sulit diprediksi, tetapi risiko gangguan kesehatan masih dapat terminimalisir melalui kebiasaan sehat setiap harinya. Berikut ada beberapa kebiasaan yang dapat mencegah serangan penyakit ketika cuaca ekstrem.

Penuhi Keperluan Cairan Tubuh
Penuhi Keperluan Cairan Tubuh

1. Memenuhi Keperluan Cairan Tubuh

Pertama dengan memenuhi keperluan cairan tubuh supaya suhu tetap stabil selama menghadapi perubahan cuaca panas berkepanjangan setiap harinya. Langkah ini termasuk cara menghindari penyakit akibat cuaca ekstrem yang sering diabaikan banyak masyarakat.

Padahal, tanpa asupan cairan yang cukup tubuh akan cepat mengalami dehidrasi serta gangguan keseimbangan elektrolit cukup serius setiap waktunya. Karena itu, karena itu, perlu menjaga kebutuhan cairan harian terutama ketika aktivitas luar ruangan berlangsung cukup lama.

2. Memakai Pakaian Nyaman

Pakaian berbahan ringan membantu tubuh melepaskan panas sehingga suhu tetap stabil selama cuaca terik sepanjang hari. Selain itu, sirkulasi udara juga menjadi lebih baik ketika tubuh memakai pakaian tidak terlalu tebal setiap harinya.

Warna pakaian cerah juga membantu meminimalkan penyerapan panas berlebihan daripada yang gelap selama aktivitas luar ruangan berlangsung. Karena itu, perlu memilih pakaian yang tepat ketika cuaca sedang mengalami peningkatan suhu cukup drastis.

3. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang bersih membantu meminimalkan perkembangan nyamuk maupun bakteri penyebab penyakit selama cuaca ekstrem. Pastikan juga saluran air tetap lancar supaya tidak terbentuk genangan pada area sekitar lingkungan rumah.

Jika lingkungan lembap, mikroorganisme akan lebih mudah berkembang terutama ketika kebersihan tidak terjaga secara rutin. Karena itu, Anda harus menjaga kebersihan rumah selama musim hujan maupun cuaca panas berkepanjangan berlangsung cukup lama.

4. Mengatur Aktivitas Luar Ruangan

Terakhir, cara mencegah datangnya penyakit saat cuaca ekstrem adalah dengan mengatur aktivitas luar ruangan. Hal ini karena aktivitas berat ketika cuaca sangat panas membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat daripada keadaan temperatur normal.

Selain itu, paparan panas terlalu lama juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat perubahan suhu lingkungan cukup ekstrem. Oleh karenanya, tubuh perlu waktu istirahat yang cukup supaya proses pengaturan suhu berjalan optimal selama aktivitas berlangsung sepanjang hari.

Penyakit saat cuaca ekstrem dapat menyerang sistem pernapasan, pencernaan, hingga memengaruhi keseimbangan cairan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, perubahan cuaca tidak menentu perlu diwaspadai sebab bisa memicu gangguan kesehatan dengan tingkat keparahan berbeda.

Jika Anda mengalami demam berkepanjangan, sesak napas, dehidrasi, maupun keluhan kesehatan lain yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri. Anda bisa periksa ke dokter spesialis penyakit dalam RS Royal Progress untuk mengetahui penyakit sekaligus pencegahannya agar tidak menjadi gangguan serius.

Selain berkonsultasi dengan dokter, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan seperti tes darah maupun medical check up sesuai kondisi tubuh. Untuk informasi pemeriksaan lebih lengkap, kunjungi halaman paket kesehatan RS Royal Progress lalu pilih layanan sesuai keperluan kesehatan Anda.

FAQ

  • Mengapa Cuaca Ekstrem Membuat Tubuh Mudah Sakit?
    Karena perubahan suhu drastis membuat tubuh bekerja lebih keras menjaga keseimbangan. Akibatnya, daya tahan mudah menurun serta mempermudah virus, bakteri, maupun gangguan organ menyerang saat kondisi imun tubuh kurang optimal.
  • Apa Penyakit Paling Sering Muncul Saat Cuaca Panas?
    Penyakit heatstroke, dehidrasi, infeksi saluran pernapasan, demam berdarah, hingga asma kambuh. Risiko penyakit tersebut meningkat ketika tubuh terlalu lama terpapar panas tanpa asupan cairan maupun istirahat cukup memadai.
  • Siapa yang Paling Rentan Terkena Penyakit Ketika Cuaca Ekstrem?
    Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis termasuk kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem. Selain itu, pekerja lapangan juga berisiko sebab tubuh terpapar panas maupun perubahan suhu selama aktivitas berlangsung cukup lama.
  • Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
    Anda perlu segera memeriksakan diri ketika mengalami demam tinggi, sesak napas, tubuh sangat lemas, maupun penurunan kesadaran mendadak. Kondisi tersebut dapat menandakan gangguan kesehatan serius akibat cuaca ekstrem yang memerlukan penanganan medis dengan cepat.

  • Climate and Infectious Diseases - NCEZID - CDC
  • Heat and health -  WHO International

Artikel Lainnya

Apa Itu USG Abdomen? Kenali Prosedur, Keamanan, dan Kapan Perlu Dilakukan

USG abdomen adalah pemeriksaan memakai gelombang suara untuk melihat keadaan organ dalam secara langsung tanpa tindakan invasif. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai struktur organ perut secara akurat serta mendeteksi gangguan sejak tahap awal. Metode ini sering dipakai sebab prosesnya cepat, aman, serta tanpa rasa nyeri selama pemeriksaan berlangsung. Tidak heran jika USG ini menjadi opsi […]
08/06/2026

Tanpa Obat, Ini 7 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Asam lambung yang naik tiba-tiba sering membuat siapa saja merasa kurang nyaman ketika beraktivitas maupun beristirahat pada malam hari. Jika ini terjadi, pertolongan pertama saat asam lambung naik yang bisa dilakukan adalah dengan duduk tegak guna meminimalkan tekanan. Biasanya, naiknya asam lambung ditandai dengan dada terasa panas, mual, perut begah atau kembung hingga sensasi pahit […]
20/05/2026

Sering Diabaikan, 7 Gejala Campak Ini Bisa Memicu Komplikasi Serius

Kasus campak di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, bahkan tercatat 8.224 suspek dengan 572 kasus terkonfirmasi hingga awal tahun 2026. Keadaan tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap gejala campak awal yang sering dianggap menyerupai flu biasa. Campak bukan hanya menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, tetapi juga dapat memengaruhi saluran pernapasan hingga kondisi tubuh secara keseluruhan. […]
20/05/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down