Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Hubungi IGD
Whatsapp
Home Blog Subdural Hematoma: Penyebab, Gejala, Jenis, dan Cara Mengobati
Home Blog Subdural Hematoma: Penyebab, Gejala, Jenis, dan Cara Mengobati

Subdural Hematoma: Penyebab, Gejala, Jenis, dan Cara Mengobati

Subdural hematoma adalah suatu kondisi di mana terdapat darah di antara selaput otak dan otak, yang seringkali diakibatkan benturan kepala keras atau cedera otak traumatis. Keadaan ini juga bisa muncul tanpa adanya cedera yang terlihat.

Apabila tidak segera memperoleh penanganan, perdarahan akan terus terjadi hingga volumenya meluas. Kumpulan darah tersebut akhirnya mendesak otak hingga menimbulkan gejala, mulai dari ringan hingga fatal, bahkan menghilangkan nyawa.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang apa itu subdural hematoma, penyebab, gejala yang muncul, serta metode perawatan yang tersedia.

Apa Itu Subdural Hematoma?

Gambar Subdural Hematoma
Gambar Subdural Hematoma

Subdural hematoma adalah terjadinya perdarahan atau hematoma di ruang subdural, tepatnya persis di bawah duramater, membran terluar yang melindungi susunan sel-sel otak yang ada di bawah calvarium (bagian tengkorak yang cembung dan berbentuk kubah).

Jadi, perdarahan terbentuk di dalam rongga tengkorak, antara otak dan selaput otak. Terkadang, pada kondisi kecil dan belum parah, perdarahan bisa hilang dengan sendirinya.

Namun, pada keadaan yang lebih parah, dibutuhkan tindakan pembedahan. Pasalnya, darah yang terkumpul bisa menekan otak sehingga memicu sakit luar biasa.

Apabila volume perdarahan terus meningkat, perdarahan bisa mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran, bahkan kematian.

Gejala Subdural Hematoma

Istilah lain untuk menyebut kondisi medis ini adalah perdarahan subdural Gejalanya bergantung pada kecepatan perdarahan, volume, serta lokasi perdarahan.

Pada saat terjadi benturan keras di kepala hingga terjadi trauma otak mendadak dengan perdarahan serius, seseorang mungkin langsung pingsan atau koma.

Namun di lain waktu, seseorang mungkin tampak normal selama beberapa hari setelah terjadi trauma kepala. Kemudian, penderita perlahan-lahan menjadi bingung dan pingsan. Penyebabnya tak lain lambatnya laju perdarahan yang menyebabkan perdarahan membesar secara perlahan.

Pada kasus perdarahan yang tumbuh lambat, mungkin tidak ada gejala yang terlihat selama lebih dari 2 minggu.

Selain itu, ada gejala lain yang menyertai keadaan ini.

  • Nyeri kepala hebat dengan pusing berdurasi lama dan terus memburuk rasa sakitnya
  • mual dan muntah
  • bicara melantur
  • disorientasi
  • perubahan perilaku
  • mati rasa pada separuh tubuh
  • tubuh kehilangan energi, lemah, lunglai
  • kelemahan pada satu sisi tubuh
  • Penurunan kesadaran mulai dari sulit dibangunkan atau cenderung tidur, sampai koma

Jenis-Jenis Subdural Hematoma

Berdasarkan waktunya, perdarahan hematoma terbagi menjadi tiga, yaitu.

1. Subdural Hematoma Akut

Penyebabnya berkaitan dengan cedera otak traumatis.

Jadi, begitu terjadi benturan keras pada kepala ada kemungkinan bahwa pembuluh darah di bawah duramater sobek. Alhasil, darah keluar membran dan terjadi hematoma. Jika volumenya makin besar, ia akan mendesak otak.

Setelah itu, akan timbul manifestasi seperti disorientasi, pusing, mual, atau pingsan dalam durasi jam, bahkan menit. Karena gejala yang timbul sangat cepat, seseorang yang mengalaminya harus segera mendapat pertolongan medis.

2. Subdural Hematoma Subakut

Sementara hematoma subakut, perdarahannya terjadi secara bertahap. Penyebabnya sama. Namun gejala seperti muntah dan pusing luar biasa akan muncul dalam hitungan hari atau minggu. Kondisi ini juga harus mendapatkan penanganan medis.

3. Perdarahan Hematoma Kronis

Terakhir, subdural hematoma kronis yang kerap menimpa lansia dengan atrofi otak alami. Sistem tubuh manusia, makin tua, otak akan mengalami penurunan ukuran. Penyusutan ini bisa mengakibatkan melemahnya jaringan vaskuler yang sejajar dengan durameter.

Jaringan halus ini mungkin mulai bocor dengan sendirinya setelah terjadi benturan ringan dan dapat diperberat jika pasien sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Gejalanya berkembang secara perlahan bahkan bisa tidak disadari pada awalnya dan mudah disalahartikan sebagai kondisi lain. Seperti tumor otak, stroke, atau demensia.

Gejalanya meliputi disorientasi, kesulitan menelan, mudah mengantuk, dan mati rasa di lengan, kaki, atau wajah.

Penyebab Subdural Hematoma

Asal muasal kelainan ini karena terjadinya perdarahan akibat robeknya pembuluh darah dibawah selaput otak. Membran yang sobek akhirnya mengeluarkan darah hingga membentuk hematoma.

Makin besar volume hematoma, makin besar tekanannya pada otak dan mengganggu kinerja sel-sel otak.

Cedera otak yang memicu hematoma adalah kecelakaan mobil, jatuh, atau kekerasan. Di sisi lain, pada lansia, trauma kepala ringan memiliki potensi besar memicu hematoma karena melemahnya jaringan vaskuler.

Pasien dengan riwayat pengobatan antikoagulan (pengencer darah) atau mempunyai histori medis penyalahgunaan alkohol juga bisa meningkatkan rasio terkena kondisi ini.

Diagnosis Subdural Hematoma

Individu yang memperoleh pertolongan medis setelah mengalami trauma otak hebat umumnya mendapat tindakan medis berupa pencitraan kepala dengan computerized tomography (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI scan).

Tes ini menghasilkan gambar penampang dalam tempurung kepala yang bisa mendeteksi adanya perdarahan.

Pengobatan Subdural Hematoma

Tingkat keparahan menjadi faktor utama penetapan tindakan medis yang akan dokter lakukan. Perawatan bisa berupa istirahat dan menunggu hingga hilang sendiri, pemanfaatan sejumlah obat khusus, atau operasi otak.

Pembedahan bisa berupa:

1. Burr Hole Trephination

Ini merupakan tindakan mengebor lubang kecil di tempurung kepala yang lokasinya persis di atas area perdarahan. Setelahnya dokter akan menyedot darah keluar menggunakan alat khusus melalui lubang yang sudah ada.

2. Kraniotomi

Pada kasus hematoma yang meluas, dokter akan menyarankan tindak kraniotomi, yaitu pembedahan tengkorak. Di sini, dokter akan membagi dua bilah tempurung kepala. Kemudian mengangkat satu bagian untuk mendapatkan akses lebih baik ke area hematoma subdural.

Setelahnya, dokter akan mengangkat hematoma dan memasang kembali bagian tengkorak. Agar tetap aman, pemasangan tengkorak diperkuat dengan pelat logam dan sekrup.

Komplikasi Subdural Hematoma

Ada beberapa kondisi yang memungkinkan terjadinya komplikasi, baik setelah terjadi trauma kepala atau sesaat setelah dokter menangani cedera. Kondisi yang mungkin terjadi termasuk:

  • otak yang tertekan dalam waktu lama bisa mengakibatkan pergeseran atau herniasi otak. Pada keadaan khusus bisa memicu koma atau kehilangan nyawa
  • perubahan perilaku
  • kejang
  • mati rasa

Parah tidaknya komplikasi sangat terpengaruh pada seberapa parah cedera otak selama kecelakaan yang menyebabkan hematoma.

Masalah kesehatan lain juga bisa memengaruhi komplikasi, khususnya pada jenis subdural hematoma kronis atau akut. Pasien dengan tingkat risiko tinggi mengalaminya adalah riwayat konsumsi obat antikoagulan dan lansia.

Komplikasi seperti kejang, masih bisa terjadi, bahkan setelah tidak ada lagi hematoma di kepala dan Anda telah pulih dari gejala langsungnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Saat kepala terbentur dengan keras atau terjadi trauma otak kepala, lekas hubungi dokter untuk mendapat penanganan. Sebab, benturan atau tumbukan di kepala tidak harus menimbulkan luka fisik, tetapi perdarahan di dalam bisa lebih berbahaya dari luka yang tampak.

Selain itu, apabila Anda kehilangan kesadaran sesaat terjadi cedera atau kondisi berikut:

  • Sakit kepala hebat
  • mual dan muntah
  • tubuh kehilangan energi sehingga lemah dan lunglai
  • pandangan mengabur atau masalah kepala lain
  • Rasa tebal atau kebas pada salah satu sisi tubuh
  • Pasien jadi cenderung tidur
  • Pasien menjadi bicara kacau

Segeralah ke dokter terdekat untuk memperoleh penanganan yang tepat karena bisa jadi itu tanda subdural hematoma. Anda bisa melakukan konsultasi mudah bersama dokter spesialis saraf atau neurologis RS Royal Progress. Atau, langsung saja buat janji temu secara online melalui link berikut.

  • Subdural haematoma - NHS UK
  • Subdural Hematoma - National Library of Medicine
  • Drug treatment of chronic subdural hematoma - National Library of Medicine
  • Treatment of acute subdural hematoma - National Library of Medicine
  • Subdural Hematoma: Causes, Symptoms, & Treatments - WebMD
  • Subdural Hematoma Complications - Healthline
  • Subdural Hematoma - Cleveland Clinic

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Artikel Pilihan

Prosedur EVLA untuk Pengobatan Varises: Cara Kerja & Keunggulannya

Selain memberikan dampak estetik yang tidak Anda inginkan, varises juga dapat menyebabkan gejala yang kurang nyaman, seperti nyeri, pembengkakan, dan sensasi berat pada kaki. Untungnya, perkembangan teknologi medis telah membawa inovasi dalam pengobatan varises, salah satunya dengan endovenous laser ablation (EVLA). Artikel ini akan membahas apa itu EVLA, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja keuntungannya. Apa Itu […]
16/05/2024

Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati & Mencegahnya

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri perut bagian kanan bawah dan menjadi semakin parah ketika mendiamkannya? Mungkin Anda mengalami gejala radang usus buntu. Meski istilah ini cukup familiar, namun jangan sepelekan kondisi ini karena bisa memicu komplikasi serius! Untuk itu, pahami definisi, penyebab radang usus buntu dan cara mengatasinya, hingga proses diagnosis secara medis untuk mendeteksi […]
16/05/2024

DSA (Digital Subtraction Angiography) - Tindakan Revolusioner dalam Pemeriksaan dan Penanganan Pembuluh Darah

Perkembangan teknologi di bidang medis berkembang sangat pesat. Banyak inovasi baru terus bermunculan dalam bidang kedokteran. Salah satu terobosan yang signifikan dan revolusioner adalah DSA singkatan dari Digital Subtraction Angiography. Apa itu DSA? DSA adalah singkatan dari Digital Subtraction Angiography, suatu tindakan berupa teknik pencitraan medis dengan menggunakan sinar-X pada arteri dan vena. Teknik ini […]
29/04/2024

Berbagai Jenis Gangguan Pernapasan, Gejala, dan Pengobatannya

Timbulnya gejala gangguan pernapasan bisa terasa sangat tidak nyaman dan mengurangi kualitas hidup kita sehari-hari. Gangguan pernapasan umumnya terkait dengan kondisi patologis, yang berdampak pada sistem pernapasan, termasuk paru-paru. Sebagian memang cukup ringan seperti flu biasa, namun bisa juga memicu penyakit yang mengancam jiwa, yaitu pneumonia, kanker paru-paru, PPOK, dan sebagainya. Baca Juga Fakta dan […]
02/04/2024

Punya sakit maag? Pahami gejala dan pengobatannya!

Maag sering dikatakan sebagai penyakit yang tidak berbahaya bahkan terkadang dapat diremehkan oleh banyak orang. Padahal maag bisa menjadi penyakit serius jika sudah memasuki tahap komplikasi. Apa yang dimaksud dengan maag? Mari kita bahas dalam artikel kesehatan berikut. Pengertian Sakit Maag Sakit Maag dalam istilah medis disebut juga dengan Dispepsia yang aritnya penyakit diakibatkan adanya gangguan pada […]
15/03/2024
Artikel Lainnya

Apa Itu Jantung Lemah? Ketahui Cara Mengatasi & Melindunginya

Menurut data dari WHO, kardiovaskular adalah penyebab utama kematian secara global, merenggut sekitar 17,9 juta nyawa setiap tahunnya. Sedangkan lemah jantung atau kardiomiopati, salah satu bentuk penyakit kardiovaskular, bisa menyebabkan kematian mendadak pada penderita yang terkena selama masa kanak-kanak atau remaja. Baca Juga Kardiomiopati atau Lemah Jantung: Penyebab, Gejala & Pengobatannya Pahami Gejala Serangan Jantung […]
12/06/2024

Kardiomiopati atau Lemah Jantung: Penyebab, Gejala & Pengobatannya

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian secara global, yang mengakibatkan tingginya kecacatan atau hilangnya produktivitas. Sementara kardiomiopati adalah salah satu bentuk penyakit kardiovaskular yang jarang terjadi dan sering diabaikan, namun dapat menyebabkan kematian mendadak pada individu yang terkena selama masa kanak-kanak atau remaja. Jika Anda menderita kardiomiopati (cardiomyopathies) atau juga dikenal sebagai lemah jantung, maka jantung […]
11/06/2024

Punya Penyakit Jantung? Pastikan Memilih Olahraga yang Tepat!

Serangan jantung dapat terjadi secara berulang dan dalam waktu yang tidak dapat ditentukan. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya pola hidup sehat seperti olahraga yang tepat. Tentu saja banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum seseorang dianjurkan untuk melakukan latihan fisik setelah mengalami penyakit jantung terutama untuk mencegah terjadinya serangan jantung berulang. Sebagai contoh, jika seorang pasien […]
30/05/2024
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenuchevron-down