Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog IUD atau KB Spiral: Jenis, Pemasangan, dan Efek Sampingnya

IUD atau KB Spiral: Jenis, Pemasangan, dan Efek Sampingnya

28/10/2026

KB IUD adalah alat kontrasepsi kecil berbentuk seperti huruf T yang dipasang di dalam rahim oleh tenaga kesehatan. Di masyarakat, metode ini lebih dikenal dengan sebutan KB spiral. IUD termasuk kelompok kontrasepsi jangka panjang, artinya sekali dipasang dapat melindungi selama beberapa tahun tanpa perlu tindakan harian.

Karena tidak bergantung pada pemakaian rutin, efektivitas IUD tergolong tinggi. Inilah yang membuatnya sering direkomendasikan bagi perempuan yang menginginkan kontrasepsi tanpa harus mengingat jadwal setiap hari, tetapi belum siap untuk metode permanen.

Meski demikian, IUD masih dikelilingi banyak anggapan keliru, mulai dari keyakinan bahwa alat ini bisa berpindah ke organ lain, sampai anggapan bahwa pemasangannya sangat menyakitkan. Sebagian kekhawatiran itu wajar, tetapi banyak di antaranya tidak sesuai dengan fakta medis.

Artikel ini membahas apa itu IUD, jenis dan perbedaannya, proses pemasangan, efek samping, ciri IUD bergeser, hingga mitos yang perlu diluruskan.

Apa Itu IUD

IUD adalah singkatan dari intrauterine device, yaitu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rongga rahim. Di Indonesia, istilah resminya adalah alat kontrasepsi dalam rahim atau AKDR.

Alat ini bekerja secara lokal di dalam rahim. Pada jenis tembaga, ion tembaga menciptakan lingkungan yang tidak mendukung pergerakan dan kelangsungan hidup sel sperma. Pada jenis hormonal, hormon progestin yang dilepaskan secara bertahap mengentalkan lendir serviks dan menipiskan lapisan dinding rahim.

IUD bukan obat dan tidak memengaruhi hormon secara sistemik pada jenis tembaga. Karena itu, siklus haid umumnya tetap berjalan seperti biasa, meski dapat berubah pada beberapa pengguna.

Jenis IUD dan Bedanya

Jenis IUD dan Bedanya
Jenis IUD dan Bedanya

Secara umum terdapat dua kelompok IUD yang beredar, dengan karakteristik dan masa pakai berbeda.

  • IUD tembaga. Tidak mengandung hormon dan bekerja memanfaatkan ion tembaga. Masa pakainya umumnya paling panjang, mencapai sekitar sepuluh tahun atau lebih, tergantung jenis dan ketentuan produk. Karena tidak mengandung hormon, IUD tembaga dapat menjadi pilihan bagi yang ingin menghindari kontrasepsi hormonal.
  • IUD hormonal. Melepaskan progestin dalam dosis kecil secara bertahap. Masa pakainya lebih pendek, umumnya tiga sampai delapan tahun tergantung merek. Salah satu keunggulannya adalah perdarahan haid yang cenderung menjadi lebih ringan.

Perbedaan ini memengaruhi keluhan yang muncul. Pengguna IUD tembaga lebih sering melaporkan haid yang lebih banyak atau nyeri haid meningkat pada awal pemakaian, sedangkan pengguna IUD hormonal umumnya mengalami haid lebih ringan, bahkan kadang berhenti.

Proses Pemasangan IUD

Pemasangan KB IUD dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih, umumnya di fasilitas kesehatan. Prosesnya relatif singkat, hanya beberapa menit, dan tidak memerlukan rawat inap.

Sebelum pemasangan, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kondisi yang menghalangi, misalnya infeksi aktif pada saluran reproduksi. Pemasangan umumnya dilakukan saat sedang haid atau beberapa waktu setelah persalinan, karena leher rahim lebih mudah dibuka.

Sebagian perempuan merasakan kram saat alat dipasang, mirip nyeri haid. Keluhan ini umumnya mereda dalam beberapa jam. Setelah pemasangan, dokter akan mengajari Anda cara meraba benang IUD untuk memastikan posisinya, serta menjadwalkan kontrol ulang.

IUD juga dapat dipasang segera setelah plasenta lahir pada persalinan, metode yang dikenal sebagai IUD post plasenta. Cara ini memberi perlindungan awal tanpa perlu menunggu kunjungan berikutnya.

Efek Samping yang Umum Terjadi

Efek samping IUD berbeda antara jenis tembaga dan hormonal, serta umumnya paling terasa pada beberapa bulan pertama setelah pemasangan.

Keluhan yang sering dilaporkan pada IUD tembaga:

  • Perdarahan haid yang lebih banyak dari sebelumnya
  • Nyeri haid yang meningkat
  • Perdarahan bercak di antara jadwal haid
  • Kram ringan pada beberapa hari pertama setelah pemasangan

Keluhan yang sering dilaporkan pada IUD hormonal:

  • Perdarahan bercak, terutama pada bulan-bulan awal
  • Haid yang menjadi lebih ringan atau lebih singkat
  • Sebagian pengguna berhenti mengalami haid sama sekali
  • Keluhan ringan seperti nyeri payudara atau perubahan suasana hati

Sebagian besar keluhan membaik setelah tubuh menyesuaikan diri. Bila keluhan menetap atau mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter.

Risiko yang Perlu Dipahami

Bahaya KB IUD yang paling sering dibicarakan di masyarakat biasanya dilebih-lebihkan. Namun ada beberapa risiko nyata yang tetap perlu dipahami.

Risiko yang perlu diketahui meliputi kemungkinan IUD keluar sendiri, terutama pada tahun pertama, serta risiko infeksi pada masa awal setelah pemasangan. Selain itu, terdapat risiko perforasi, yaitu tertembusnya dinding rahim saat pemasangan, yang jumlahnya sangat kecil dan lebih tinggi pada pemasangan yang dilakukan tanpa pelatihan memadai.

Risiko kehamilan tetap ada meski sangat kecil. Bila kehamilan terjadi saat IUD terpasang, kondisi ini memerlukan pemeriksaan segera karena berpotensi menimbulkan komplikasi.

Risiko-risiko ini perlu dibicarakan dengan dokter sebelum pemasangan agar keputusan diambil dengan pemahaman yang utuh, bukan berdasarkan ketakutan yang tidak berdasar.

Ciri IUD Bergeser yang Perlu Diwaspadai

Ciri ciri KB IUD bergeser penting dikenali karena posisi yang berubah dapat menurunkan efektivitas. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

  • Benang IUD terasa lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teraba saat diperiksa sendiri
  • Muncul nyeri panggul baru yang menetap
  • Perdarahan di luar jadwal haid dalam jumlah tidak biasa
  • Keluarnya sebagian alat dari jalan lahir
  • Pasangan merasakan ujung benang atau bagian alat saat berhubungan

Bila Anda mencurigai IUD bergeser, jangan mencoba memperbaikinya sendiri. Segera periksa ke dokter untuk memastikan posisinya melalui pemeriksaan, termasuk USG bila diperlukan.

Apakah Pemakai IUD Bisa Hamil

Pemakai IUD bisa hamil, meski peluangnya kecil karena efektivitas IUD tergolong tinggi. Kehamilan lebih mungkin terjadi bila posisi IUD bergeser atau sudah melewati masa pakai.

Karena itu, memeriksa masa berlaku alat menjadi penting. IUD memiliki batas waktu pakai yang berbeda tergantung jenisnya, dan setelah masa itu efektivitasnya menurun.

Bila Anda berencana hamil, IUD dapat dilepas kapan saja. Kesuburan umumnya kembali dengan cepat setelah pelepasan, tidak seperti beberapa metode hormonal lain yang memerlukan waktu pemulihan lebih panjang.

Cara Melepas IUD

Pelepasan IUD dilakukan oleh tenaga kesehatan, umumnya berlangsung cepat dan tidak memerlukan tindakan khusus. Prosesnya bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat Anda ingin merencanakan kehamilan atau mengganti dengan metode lain.

Jangan mencoba melepas sendiri. Selain berisiko menimbulkan nyeri dan perdarahan, pelepasan yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi.

Bila Anda ingin beralih ke metode kontrasepsi lain, diskusikan waktunya dengan dokter agar tidak ada jeda tanpa perlindungan.

Hal yang Harus Dihindari Selama Memakai IUD

Hal yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD sebenarnya tidak banyak. IUD tidak membatasi aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, berolahraga, dan berenang.

Yang perlu dihindari adalah hal-hal berikut:

  • Menarik benang IUD atau mencoba mengeluarkannya sendiri
  • Melewatkan jadwal kontrol, terutama pada tahun pertama
  • Mengabaikan keluhan nyeri atau perdarahan yang tidak biasa
  • Memakai pembalut dalam vagina atau alat lain tanpa berkonsultasi
  • Melupakan masa berlaku alat

Selain itu, IUD tidak melindungi dari infeksi menular seksual, sehingga kondom tetap diperlukan bila Anda membutuhkan perlindungan tersebut.

Kapan Harus ke Dokter

Konsultasikan ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan dan kebidanan) untuk menentukan apakah IUD sesuai untuk Anda, termasuk memilih antara jenis tembaga dan hormonal. Segera periksa bila Anda mengalami nyeri panggul hebat, perdarahan banyak, demam setelah pemasangan, atau tidak dapat meraba benang IUD seperti biasa.

Poli Kandungan dan Kebidanan RS Royal Progress melayani konsultasi keluarga berencana, pemasangan dan pelepasan IUD, serta pemeriksaan keluhan terkait. Jadwal konsultasi dapat dipesan melalui layanan janji temu Poli Kandungan dan Kebidanan.

FAQ

  • Apakah pemasangan IUD sakit?
    Sebagian perempuan merasakan kram saat pemasangan, mirip nyeri haid. Prosesnya singkat dan keluhan umumnya mereda dalam beberapa jam.
  • Berapa lama IUD bisa dipakai?
    Bergantung jenisnya. IUD tembaga umumnya bertahan sekitar sepuluh tahun atau lebih, sedangkan IUD hormonal tiga sampai delapan tahun tergantung merek.
  • Apakah IUD aman untuk yang belum pernah hamil?
    Aman dan dapat dipakai, dengan pertimbangan kenyamanan saat pemasangan. Diskusikan dengan dokter untuk menentukan pilihan yang paling sesuai.
  • Apakah suami bisa merasakan IUD saat berhubungan?
    Umumnya tidak. Yang mungkin teraba adalah benang IUD, dan itu tidak menimbulkan nyeri. Bila suami merasa terganggu, benang dapat disesuaikan oleh dokter.
  • Apakah IUD bisa lepas sendiri?
    Bisa, meski jarang, dan lebih sering terjadi pada tahun pertama. Karena itu, kontrol ulang setelah pemasangan dianjurkan.
  • Apakah IUD memengaruhi kesuburan setelah dilepas?
    Tidak. Kesuburan umumnya kembali dengan cepat setelah IUD dilepas, tidak seperti suntik KB yang dapat memerlukan waktu pemulihan lebih panjang.
  • Apakah IUD bisa dipakai setelah melahirkan?
    Bisa. IUD bahkan dapat dipasang segera setelah plasenta lahir, sehingga perlindungan sudah didapat sebelum pulang dari rumah sakit.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, Amankah Digunakan?
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Klarifikasi terhadap Mitos yang Salah Seputar IUD.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ditjen Kesehatan Lanjutan. Keluarga Berencana Intra Uterine Device Post Plasenta.
  • MSD Manuals. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR).
  • NHS. IUD (intrauterine device).
  • American College of Obstetricians and Gynecologists. Long-Acting Reversible Contraception: IUD and Implant.
  • World Health Organization. Family planning/contraception methods.

Artikel Lainnya

KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran: Waktu Mulai dan Pilihan Metode

KB pasca persalinan adalah penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan, dengan tujuan mengatur jarak kehamilan berikutnya. Topik ini sering terlewat karena perhatian pada masa nifas lebih banyak tertuju pada pemulihan ibu dan perawatan bayi, sementara kesuburan sebenarnya dapat kembali lebih cepat dari yang diperkirakan. Banyak ibu menganggap menyusui secara otomatis mencegah kehamilan. Dalam kondisi tertentu hal ini […]
28/10/2026

Ketuban Pecah Dini (KPD): Penyebab, Ciri Ketuban Merembes, dan Kapan Harus ke Rumah Sakit

Ketuban pecah dini atau yang disingkat KPD adalah kondisi ketika ketuban pecah sebelum proses persalinan dimulai. Pada kehamilan normal, ketuban umumnya pecah saat persalinan sudah berlangsung, ditandai kontraksi yang teratur dan pembukaan jalan lahir. Pada KPD, ketuban pecah lebih dulu, kadang beberapa jam hingga beberapa hari sebelumnya. Yang membuat KPD perlu diwaspadai bukan semata keluarnya […]
26/10/2026

Kehamilan Ektopik: Ciri Ciri Hamil Ektopik, Penyebab, dan Penanganan Daruratnya

Ciri ciri kehamilan ektopik yang paling khas adalah nyeri perut bagian bawah disertai perdarahan ringan, pada seseorang yang hasil tes kehamilannya positif. Keluhan ini sering disalahartikan sebagai tanda kehamilan biasa atau ancaman keguguran, padahal kehamilan ektopik dapat berubah menjadi kondisi darurat dalam hitungan jam. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan […]
26/10/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down