KB IUD adalah alat kontrasepsi kecil berbentuk seperti huruf T yang dipasang di dalam rahim oleh tenaga kesehatan. Di masyarakat, metode ini lebih dikenal dengan sebutan KB spiral. IUD termasuk kelompok kontrasepsi jangka panjang, artinya sekali dipasang dapat melindungi selama beberapa tahun tanpa perlu tindakan harian.
Karena tidak bergantung pada pemakaian rutin, efektivitas IUD tergolong tinggi. Inilah yang membuatnya sering direkomendasikan bagi perempuan yang menginginkan kontrasepsi tanpa harus mengingat jadwal setiap hari, tetapi belum siap untuk metode permanen.
Meski demikian, IUD masih dikelilingi banyak anggapan keliru, mulai dari keyakinan bahwa alat ini bisa berpindah ke organ lain, sampai anggapan bahwa pemasangannya sangat menyakitkan. Sebagian kekhawatiran itu wajar, tetapi banyak di antaranya tidak sesuai dengan fakta medis.
Baca Juga:
Artikel ini membahas apa itu IUD, jenis dan perbedaannya, proses pemasangan, efek samping, ciri IUD bergeser, hingga mitos yang perlu diluruskan.
IUD adalah singkatan dari intrauterine device, yaitu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rongga rahim. Di Indonesia, istilah resminya adalah alat kontrasepsi dalam rahim atau AKDR.
Alat ini bekerja secara lokal di dalam rahim. Pada jenis tembaga, ion tembaga menciptakan lingkungan yang tidak mendukung pergerakan dan kelangsungan hidup sel sperma. Pada jenis hormonal, hormon progestin yang dilepaskan secara bertahap mengentalkan lendir serviks dan menipiskan lapisan dinding rahim.
IUD bukan obat dan tidak memengaruhi hormon secara sistemik pada jenis tembaga. Karena itu, siklus haid umumnya tetap berjalan seperti biasa, meski dapat berubah pada beberapa pengguna.

Secara umum terdapat dua kelompok IUD yang beredar, dengan karakteristik dan masa pakai berbeda.
Perbedaan ini memengaruhi keluhan yang muncul. Pengguna IUD tembaga lebih sering melaporkan haid yang lebih banyak atau nyeri haid meningkat pada awal pemakaian, sedangkan pengguna IUD hormonal umumnya mengalami haid lebih ringan, bahkan kadang berhenti.
Pemasangan KB IUD dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih, umumnya di fasilitas kesehatan. Prosesnya relatif singkat, hanya beberapa menit, dan tidak memerlukan rawat inap.
Sebelum pemasangan, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kondisi yang menghalangi, misalnya infeksi aktif pada saluran reproduksi. Pemasangan umumnya dilakukan saat sedang haid atau beberapa waktu setelah persalinan, karena leher rahim lebih mudah dibuka.
Sebagian perempuan merasakan kram saat alat dipasang, mirip nyeri haid. Keluhan ini umumnya mereda dalam beberapa jam. Setelah pemasangan, dokter akan mengajari Anda cara meraba benang IUD untuk memastikan posisinya, serta menjadwalkan kontrol ulang.
IUD juga dapat dipasang segera setelah plasenta lahir pada persalinan, metode yang dikenal sebagai IUD post plasenta. Cara ini memberi perlindungan awal tanpa perlu menunggu kunjungan berikutnya.
Efek samping IUD berbeda antara jenis tembaga dan hormonal, serta umumnya paling terasa pada beberapa bulan pertama setelah pemasangan.
Keluhan yang sering dilaporkan pada IUD tembaga:
Keluhan yang sering dilaporkan pada IUD hormonal:
Sebagian besar keluhan membaik setelah tubuh menyesuaikan diri. Bila keluhan menetap atau mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter.
Bahaya KB IUD yang paling sering dibicarakan di masyarakat biasanya dilebih-lebihkan. Namun ada beberapa risiko nyata yang tetap perlu dipahami.
Risiko yang perlu diketahui meliputi kemungkinan IUD keluar sendiri, terutama pada tahun pertama, serta risiko infeksi pada masa awal setelah pemasangan. Selain itu, terdapat risiko perforasi, yaitu tertembusnya dinding rahim saat pemasangan, yang jumlahnya sangat kecil dan lebih tinggi pada pemasangan yang dilakukan tanpa pelatihan memadai.
Risiko kehamilan tetap ada meski sangat kecil. Bila kehamilan terjadi saat IUD terpasang, kondisi ini memerlukan pemeriksaan segera karena berpotensi menimbulkan komplikasi.
Risiko-risiko ini perlu dibicarakan dengan dokter sebelum pemasangan agar keputusan diambil dengan pemahaman yang utuh, bukan berdasarkan ketakutan yang tidak berdasar.
Ciri ciri KB IUD bergeser penting dikenali karena posisi yang berubah dapat menurunkan efektivitas. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
Bila Anda mencurigai IUD bergeser, jangan mencoba memperbaikinya sendiri. Segera periksa ke dokter untuk memastikan posisinya melalui pemeriksaan, termasuk USG bila diperlukan.
Pemakai IUD bisa hamil, meski peluangnya kecil karena efektivitas IUD tergolong tinggi. Kehamilan lebih mungkin terjadi bila posisi IUD bergeser atau sudah melewati masa pakai.
Karena itu, memeriksa masa berlaku alat menjadi penting. IUD memiliki batas waktu pakai yang berbeda tergantung jenisnya, dan setelah masa itu efektivitasnya menurun.
Bila Anda berencana hamil, IUD dapat dilepas kapan saja. Kesuburan umumnya kembali dengan cepat setelah pelepasan, tidak seperti beberapa metode hormonal lain yang memerlukan waktu pemulihan lebih panjang.
Pelepasan IUD dilakukan oleh tenaga kesehatan, umumnya berlangsung cepat dan tidak memerlukan tindakan khusus. Prosesnya bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat Anda ingin merencanakan kehamilan atau mengganti dengan metode lain.
Jangan mencoba melepas sendiri. Selain berisiko menimbulkan nyeri dan perdarahan, pelepasan yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi.
Bila Anda ingin beralih ke metode kontrasepsi lain, diskusikan waktunya dengan dokter agar tidak ada jeda tanpa perlindungan.
Hal yang harus dihindari saat menggunakan KB IUD sebenarnya tidak banyak. IUD tidak membatasi aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, berolahraga, dan berenang.
Yang perlu dihindari adalah hal-hal berikut:
Selain itu, IUD tidak melindungi dari infeksi menular seksual, sehingga kondom tetap diperlukan bila Anda membutuhkan perlindungan tersebut.
Konsultasikan ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan dan kebidanan) untuk menentukan apakah IUD sesuai untuk Anda, termasuk memilih antara jenis tembaga dan hormonal. Segera periksa bila Anda mengalami nyeri panggul hebat, perdarahan banyak, demam setelah pemasangan, atau tidak dapat meraba benang IUD seperti biasa.
Poli Kandungan dan Kebidanan RS Royal Progress melayani konsultasi keluarga berencana, pemasangan dan pelepasan IUD, serta pemeriksaan keluhan terkait. Jadwal konsultasi dapat dipesan melalui layanan janji temu Poli Kandungan dan Kebidanan.
