Sakit perut bisa menyerang kapan saja. Tetapi ada gejala tertentu yang semestinya tidak didiamkan. Jika Anda pernah mengeluhkan nyeri mendadak dan tajam di bagian atas perut, lebih-lebih jika nyeri tersebut terasa sampai ke punggung, kemungkinan itu merupakan indikasi Anda terkena pankreatitis akut (PA).
Dalam panduan ini, Anda akan dibekali dengan informasi mengenai penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan untuk menangani penyakit ini. Selain itu, Anda juga bisa menyimak pentingnya pemeriksaan dini dalam mengarahkan tatalaksana terbaik.
Pankreatitis akut adalah penyakit pankreas berupa peradangan tiba-tiba pada organ tersebut. Pankreas inilah yang bertugas mengontrol gula darah sekaligus mengawal pencernaan.
Tetapi jika pankreas sudah meradang, maka fungsi-fungsi tersebut otomatis tidak akan berjalan dengan semestinya. Tubuh kemudian akan merespons dengan berbagai macam reaksi sistemik. Dengan kata lain, peradangan pankreas ini juga bisa menyebar ke organ-organ lain.
Memang penyakit ini muncul seketika, tetapi kejadiannya bukan tanpa alasan. Berikut ini adalah berbagai penyebab pankreatitis akut yang juga ditetapkan sebagai faktor risiko tertinggi:
Batu empedu menjadi penyebab PA yang paling umum. Risiko PA terkait batu empedu terus meningkat seiring bertambahnya usia dan secara signifikan lebih sering menimpa wanita.
Alkohol diketahui dapat membuat pankreas lebih rentan terhadap cedera. Oleh karena itu, orang-orang yang pernah mengonsumsi minuman beralkohol berisiko empat kali lipat lebih tinggi mengalami PA daripada yang bukan peminum.
Walau kurang mendapat sorotan, merokok sebetulnya merupakan penyebab PA lainnya yang cukup signifikan. Kebiasaan ini meningkatkan risiko PA sekitar dua kali lipat, apalagi jika individu tersebut juga mengonsumsi minuman beralkohol.
Kegemukan juga mempunyai korelasi dengan terjadinya PA serta derajat keparahannya.
Individu dengan lingkar pinggang lebih dari 105 cm berisiko 2,4 kali lebih tinggi terkena PA daripada yang lingkar pinggangnya di kisaran 75-85 cm. Indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30 juga dinilai dapat meningkatkan risiko tersebut.
Diabetes tipe 2 tercatat menaikkan risiko PA sebanyak 1,5 sampai 3 kali lipat. Malahan, penderita diabetes berusia muda khususnya lebih berisiko tinggi.
PA akibat penggunaan obat-obatan terbilang jarang terjadi, meski sebenarnya masih perlu diwaspadai. Sejumlah obat yang mungkin bersifat meracuni jaringan pankreas sesudah penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan PA.
Catatan: Pada sekitar 37% kasus PA tidak diketahui penyebabnya. Kasus-kasus ini dikenal sebagai kasus idiopatik.
Bagaimana caranya mengenali penyakit pankreatitis akut? Inilah beberapa gejala pankreatitis akut yang sebaiknya dicurigai:
Nyeri umumnya terasa di perut bagian atas (persis di bawah tulang rusuk) dan menjalar ke punggung. Kondisi ini cenderung memburuk setelah makan, terlebih lagi usai menyantap makanan berlemak, dan acapkali tak tertolong oleh obat pereda nyeri biasa.
Seperti yang dikemukakan di awal, peradangan pankreas bisa berdampak pada keseluruhan sistem pencernaan. Itulah sebabnya mual sering kali dialami, kemudian disusul muntah-muntah.
Perut akan terasa mengeras atau bengkak. Anda pun menyadari bahwa Anda tak sanggup makan dalam jumlah sebagaimana biasanya.
Gejala-gejala ini menandakan bahwa peradangan tidak hanya melanda pankreas. Demam ringan dan detak jantung meningkat bersifat umum. Untuk kasus yang lebih berat, Anda mungkin merasa lemas, pusing, ataupun sesak napas.
Kendati kurang lazim, gejala-gejala berikut ini juga bisa terjadi:
Ada berbagai cara untuk menegakkan diagnosis pankreatitis akut. Tes darah dan pemeriksaan fisik secara umum dapat memberikan informasi bagi dokter untuk mendiagnosis PA. Namun, tes-tes tersebut belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya.
Karenanya, begitu dicurigai adanya PA (atau gejala-gejala yang kian parah), CT scan pun digunakan untuk mendapatkan kejelasan mengenai penyakit ini.
Prosedur ini pada dasarnya merupakan metode yang paling andal untuk:
Meskipun demikian, timing tetap memegang peranan penting. CT scan lebih informatif bila dilakukan 48-72 jam sesudah gejala muncul. Pasalnya, scan dini bisa jadi kurang efektif dalam menangkap seluruh kerusakan jaringan.
Di Rumah Sakit Royal Progress, radiolog ahli dan peralatan modern saling melengkapi untuk menjalankan CT scan dalam mendiagnosis PA. Hasilnya pun cepat dan akurat.
Selain itu, tim radiologi juga berkolaborasi dengan departemen terkait. Dengan kata lain, hasil CT scan menjadi fondasi bagi kami dalam memberikan penanganan terpadu.
Apakah pankreatitis akut bisa sembuh? Dalam kebanyakan kasus, PA bisa sembuh. Pasien yang terdeteksi dini cenderung membaik dalam hitungan hari setelah mendapatkan tatalaksana pankreatitis akut seperti di bawah ini:
Bagaimana untuk kasus yang cukup gawat? Kalau begitu, perawatannya semakin intensif, meliputi:
Jadi, PA yang tak tertangani dengan baik berarti risiko kematian lebih cepat. Angka kematian akibat PA berkisar antara 2-5%. Jumlahnya meningkat hingga 13,5% jika kasusnya sudah sedemikian gawat. Kalau PA berkembang menjadi PK (pankreatitis kronis), angka kematiannya naik hampir 3 kali lipat.
Jika Anda atau orang tersayang terus-menerus mengeluhkan sakit perut (atau punya faktor risiko seperti yang tercantum di atas), segera konsultasi ke dokter spesialis Penyakit Dalam di RS Royal Progress untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat untuk kesembuhan maksimal.