Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Home Blog Mengenal Gejala Demam Berdarah, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya

Mengenal Gejala Demam Berdarah, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya

16/05/2024

Demam berdarah atau dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Mengenali gejala demam berdarah dengan cepat sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat, serta mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.

Meskipun telah dikenal sejak lama, demam berdarah tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius. Bahkan, sejak awal tahun 2024, lebih dari lima juta kasus demam berdarah dengan lebih dari 2.000 kematian telah dilaporkan secara global.

Untuk itu, kenali gejala-gejala demam berdarah, penyebab, dan langkah-langkah pencegahannya di sini!

Penyebab Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Nyamuk ini biasanya menggigit pada pagi dan sore hari, namun mereka juga dapat menggigit kapan saja jika berada di dalam ruangan yang gelap.

Virus ini termasuk dalam genus Flavivirus dan memiliki empat serotipe utama, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Penyebab utama dan faktor yang memengaruhi penyebaran demam berdarah meliputi:

1. Nyamuk Pembawa

Penyakit demam berdarah ditularkan oleh dua spesies nyamuk, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini adalah vektor penyakit, yang berarti mereka bertindak sebagai pembawa virus dengue dari satu individu yang terinfeksi ke individu lainnya saat menggigit.

2. Persebaran Nyamuk

Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus biasanya hidup di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Mereka berkembang biak di tempat-tempat yang memiliki genangan air, seperti bak mandi yang tidak terpakai, ember, ban bekas, dan tempat-tempat lain yang dapat menampung air hujan.

3. Infeksi Virus Dengue

Ketika nyamuk Aedes menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue, virus tersebut masuk ke dalam tubuh nyamuk dan bereplikasi di dalamnya. Masa inkubasi ekstrinsik (EIP) memakan waktu sekitar 8 - 12 hari ketika suhu sekitar antara 25 - 28°C, hingga nyamuk tersebut dapat menginfeksi orang lain saat menggigitnya.

4. Faktor Lingkungan

Beberapa faktor lingkungan, seperti perubahan iklim dan urbanisasi yang cepat, dapat memengaruhi penyebaran demam berdarah. Perubahan iklim dapat menciptakan kondisi yang lebih sesuai bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Sementara urbanisasi yang cepat dapat meningkatkan kepadatan populasi manusia dan menyediakan lebih banyak tempat berlindung bagi nyamuk.

5. Kondisi Perilaku Manusia

Perilaku manusia juga dapat mempengaruhi penyebaran demam berdarah. Kurangnya kesadaran tentang pentingnya pengendalian, kurangnya akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak, dan kebiasaan menyimpan air di tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk dapat meningkatkan risiko penularan virus dengue.

Pemahaman yang lebih baik tentang penyebab dan faktor-faktor yang memengaruhi penyebaran demam berdarah dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengendalian yang lebih efektif.

Gejala Demam Berdarah

Gejala demam berdarah dengue dapat bervariasi dari ringan hingga parah, dan mungkin tidak semua muncul secara bersamaan. Namun, beberapa tanda-tanda demam berdarah umum yang sering terjadi meliputi:

1. Demam Tinggi

Demam Tinggi salah satu gejala demam berdarah
Gejala Demam Tinggi pada demam berdarah

Salah satu gejala yang paling umum dari demam berdarah adalah demam tinggi yang mendadak. Suhu tubuh dapat naik hingga 40 derajat Celcius atau lebih.

2. Nyeri Sendi dan Otot

Penderita demam berdarah sering mengalami nyeri sendi dan otot yang parah, seringkali membuat mereka merasa sangat tidak nyaman.

3. Mual dan Muntah

Gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah juga sering terjadi pada penderita demam berdarah.

4. Ruam Kulit

Ruam kulit seperti bintik-bintik merah kecil atau bintik-bintik ungu dapat muncul di tubuh penderita, khususnya di area leher dan dada.

5. Pendarahan

Pendarahan ringan hingga berat dapat terjadi, terutama pada gusi atau hidung. Gejala pendarahan internal juga dapat muncul, yang dapat menjadi sangat serius.

6. Penurunan Jumlah Trombosit

Demam berdarah sering kali menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam darah, yang dapat meningkatkan risiko perdarahan dan menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai sindrom perdarahan dengue.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan profesional medis untuk evaluasi dan pengobatan yang sesuai.

Ciri Demam Berdarah yang Sudah Parah

Demam berdarah yang sudah parah atau disebut juga dengan sindrom perdarahan dengue (DHF) merupakan tahap yang serius dari penyakit demam berdarah. Pada tahap ini, terjadi kerusakan pada pembuluh darah dan terjadinya pendarahan yang dapat mengancam nyawa.

Beberapa ciri-ciri demam berdarah yang menandakan demam berdarah yang sudah parah antara lain:

  • Pendarahan yang dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti pendarahan gusi, hidung, atau pada kulit.
  • Nyeri pada daerah perut atau abdomen dan dapat disertai dengan perasaan tidak nyaman atau kram yang parah.
  • Muntah darah.
  • Pembengkakan perut akibat penumpukan cairan di dalam perut (askites) atau pendarahan internal.
  • Pengurangan jumlah trombosit yang parah.
  • Tekanan darah secara signifikan menurun yang dapat menyebabkan gejala seperti pusing, pingsan, atau kebingungan.
  • Perubahan perilaku atau mental, seperti kebingungan atau kehilangan kesadaran, akibat dari gangguan sirkulasi yang parah.
  • Nadi penderita dapat menjadi lemah dan cepat karena tubuh berusaha untuk mengatasi kondisi yang mengancam jiwa ini.

Demam berdarah yang sudah parah memerlukan penanganan medis segera di rumah sakit. Pengobatan yang tepat termasuk pemantauan intensif, pemberian cairan intravena, transfusi darah, dan perawatan suportif lainnya untuk mengatasi gejala dan mengurangi risiko komplikasi yang serius.

Diagnosis dan Pengobatan

Diagnosis demam berdarah seringkali didasarkan pada gejala klinis serta hasil tes laboratorium seperti tes darah lengkap dan tes pencitraan seperti pemindaian ultrasonografi.

Pengobatan demam berdarah umumnya fokus pada meredakan gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Hal ini meliputi istirahat yang cukup, minum banyak cairan, dan penggunaan obat pereda nyeri yang aman.

Diagnosis yang cepat dan pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi yang serius dan meningkatkan prospek pemulihan pasien. Selain itu, upaya pencegahan juga sangat penting dalam mengurangi beban penyakit demam berdarah secara global.

Pencegahan Demam Berdarah

Penggunaan Repelan / Anti Nyamuk
Penggunaan Repelan / Anti Nyamuk

Karena tidak ada pengobatan khusus yang direkomendasikan untuk demam berdarah, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik dalam mengatasi demam berdarah. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah infeksi:

  1. Pengendalian Populasi Nyamuk: Mengurangi populasi nyamuk Aedes dengan menghilangkan tempat berkembang biak mereka seperti genangan air.
  2. Penggunaan Kelambu: Menggunakan kelambu saat tidur atau kaca anti-nyamuk di jendela untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.
  3. Penggunaan Repelan Nyamuk: Menggunakan repelan / anti nyamuk yang efektif pada pakaian atau kulit.
  4. Pengurangan Risiko Lingkungan: Mengurangi risiko kontak dengan nyamuk dengan menghindari perjalanan ke daerah dengan tingkat infeksi demam berdarah yang tinggi, terutama saat musim hujan.

Kesimpulan

Demam berdarah merupakan penyakit serius yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang gejala, penyebab, dan langkah-langkah pencegahannya, Anda dapat berperan aktif dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini.

Penting untuk selalu waspada terhadap gejala demam berdarah dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Jika sudah terlihat gejala demam berdarah, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di RS Royal Progress. Buat janji temu dengan dokter kami melalui link berikut.

Artikel Lainnya

Waspada Flu Singapura, Ini Penyebab, Gejala, Cara Mengobatinya

Serangan flu singapura di Indonesia, per Maret 2024 lalu telah mencapai 5.461 kasus. Namun jangan khawatir, sebab flu singapura atau yang juga dikenal sebagai HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease), akan membaik dengan sendirinya dalam 7 hingga 10 hari. Oleh karena itu, agar Anda menanganinya sendiri di rumah, pahami dan kenali apa saja penyebab, gejala, […]
07/06/2024

Mengenal Anemia Aplastik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Anemia aplastik merupakan kondisi langka namun potensial mengancam jiwa yang ditandai dengan penurunan jumlah semua jenis sel darah. Gangguan ini terjadi ketika sumsum tulang gagal memproduksi jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang memadai. Sering disebut sebagai "sindrom kegagalan sumsum tulang", anemia aplastik memerlukan perhatian dan pemahaman segera karena tingkat keparahan dan […]
28/05/2024

Sering Nyeri Dada Tengah? Ini Penyebab & Langkah Tepat Menanganinya

Nyeri dada tengah merupakan salah satu gejala medis yang sering kali memicu kekhawatiran dan kepanikan. Bukan tanpa alasan, sebab nyeri ini bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi kesehatan, bahkan beberapa di antaranya mungkin berbahaya. Meskipun tidak semua nyeri dada tengah bersifat serius, tetapi sangat penting untuk tidak mengabaikannya. Hal ini karena bisa menjadi isyarat awal […]
16/05/2024

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenuchevron-down