Nyeri lutut yang menetap sering membuat penderitanya mencari tahu soal operasi ganti sendi lutut, termasuk kapan tindakan ini benar-benar diperlukan dan apa yang perlu disiapkan.
Keputusan menjalani ganti lutut tidak diambil dalam satu kali konsultasi. Artikel ini membahas tahapan penilaiannya, mulai dari beratnya kerusakan sendi hingga apakah terapi non-bedah sudah dicoba, termasuk persiapan dan pemulihannya.
Operasi ganti sendi lutut atau total knee replacement adalah prosedur bedah untuk mengganti permukaan sendi lutut yang rusak dengan implan buatan. Yang diganti bukan seluruh tulang, melainkan lapisan permukaan sendi yang menutupi ujung tulang paha, ujung tulang kering, dan belakang tempurung lutut.
Pada lutut sehat, ujung tulang dilapisi tulang rawan yang halus. Ketika lapisan ini menipis, tulang bergesekan langsung dan menimbulkan nyeri serta kekakuan.
Kerusakan tulang rawan bersifat menetap karena jaringan ini tidak dapat tumbuh kembali. Ketika kerusakannya menyeluruh, mengganti permukaan sendi menjadi cara menghilangkan sumber gesekan. Hasil akhir setiap pasien berbeda, tergantung kondisi awal dan kedisiplinan menjalani pemulihan.
Tidak semua nyeri lutut berujung pada operasi.
Operasi lutut pengapuran dipertimbangkan ketika kerusakan tulang rawan mencapai tahap lanjut. Celah sendi menyempit, tulang rawan menipis, dan terbentuk tonjolan tulang di tepi sendi sehingga lutut kaku dan berbunyi.
Ukuran utamanya bukan beratnya gambaran pada foto rontgen, melainkan besarnya nyeri yang mengganggu hidup sehari-hari. Nyeri dinilai cukup mengganggu bila pasien sulit berjalan lebih dari jarak pendek, sulit naik turun tangga, sulit bangkit dari kursi, dan terbangun malam karena nyeri. Keluhan yang sudah membatasi kemampuan mengurus diri sendiri menjadi pertimbangan kuat.
Operasi umumnya baru diusulkan setelah berbagai pilihan non-bedah dijalankan dengan benar dan hasilnya tidak memadai. Bila nyeri tetap berat, operasi menjadi pilihan yang masuk akal untuk dibahas bersama dokter.
Karena operasi bukan satu-satunya jalan, penanganan non-bedah selalu dicoba lebih dahulu.
Setiap kilogram berat berlebih menambah beban pada sendi lutut saat berjalan. Menurunkan berat badan secara bertahap meringankan nyeri dan memperlambat keluhan, meski tidak mengembalikan tulang rawan yang rusak.
Fisioterapi memperkuat otot di sekitar lutut, terutama otot paha depan, agar sendi lebih stabil dan bebannya berkurang. Terapi ini juga memperbaiki rentang gerak dan cara berjalan.
Obat pereda nyeri dan antiperadangan meredakan keluhan, terutama saat nyeri memburuk. Obat bekerja pada gejala, bukan pada kerusakan sendi, sehingga pemakaian jangka panjang perlu ditimbang bersama risiko efek samping dan pengawasan dokter.
Pilihan lain adalah menyuntikkan cairan pelumas ke dalam sendi. Terapi ini meredakan gejala dan tidak menggantikan tulang rawan yang hilang.
Bila semua cara di atas sudah dijalani tetapi nyeri tetap mengganggu, operasi menjadi pembicaraan utama. Prosedur bedah lutut secara umum dibahas pada artikel mengenal operasi lutut.
Ganti sendi total mengganti seluruh permukaan sendi yang bersinggungan, yaitu ujung tulang paha, ujung tulang kering, dan biasanya bagian belakang tempurung lutut. Jenis ini dipilih ketika kerusakan mengenai lebih dari satu bagian sendi, yang paling sering ditemukan pada pengapuran lanjut.
Ganti sendi parsial hanya mengganti satu bagian sendi yang rusak, sementara bagian lain yang masih sehat dibiarkan utuh. Karena jaringan di sekitarnya tidak banyak dibuka, pemulihan bisa lebih cepat. Namun jenis ini hanya cocok bila kerusakan terbatas pada satu area.
Pemilihan jenis operasi ditentukan dokter berdasarkan sebaran kerusakan sendi.
Dokter menilai kondisi lutut dan memeriksa kesehatan umum, termasuk tekanan darah, gula darah, fungsi jantung, dan fungsi paru. Kondisi seperti diabetes atau infeksi yang belum terkendali perlu ditangani lebih dahulu karena dapat memengaruhi penyembuhan luka. Sampaikan seluruh obat yang dikonsumsi, termasuk obat pengencer darah, karena sebagian mungkin perlu dihentikan sementara.
Beberapa penyesuaian berikut membantu pasien melewati masa pemulihan dengan lebih aman:
Diskusikan perkiraan lama perawatan, alat bantu yang akan digunakan, dan siapa yang mendampingi pada minggu-minggu pertama. Pendamping sebaiknya disiapkan sejak awal karena pasien belum sepenuhnya mandiri.
Operasi dilakukan dengan anestesi umum atau anestesi regional yang membuat bagian tubuh tertentu mati rasa. Pilihan anestesi ditentukan dokter anestesi setelah menilai kondisi kesehatan pasien. Durasi tindakan bervariasi tergantung tingkat kesulitan dan jenis operasi, dan setelah selesai pasien dipantau di ruang pemulihan. Lama rawat inap bervariasi, dipengaruhi kondisi awal pasien, jenis operasi, dan kemajuan pemulihan pada hari-hari pertama.
Latihan tidak menunggu sampai pasien pulang. Gerakan sederhana sudah dimulai pada hari pertama untuk menjaga kekuatan otot, mencegah kekakuan, dan memulihkan rentang gerak. Latihan dilakukan dalam posisi berbaring atau duduk, sehingga bisa dikerjakan meski lutut belum kuat menopang berat badan.
Pasien umumnya dapat pulang setelah memenuhi kemampuan dasar berikut:
Bila belum terpenuhi, masa rawat dapat diperpanjang agar pemulangan aman.
Setelah pulang, latihan dilanjutkan secara rutin. Latihan penguatan dan peregangan umumnya dianjurkan sekitar 20 sampai 30 menit per hari, atau dibagi dua sampai tiga sesi sehari. Pasien juga dianjurkan berjalan sekitar 30 menit, dua sampai tiga kali sehari, dengan alat bantu pada awal pemulihan.
Alat bantu seperti walker atau tongkat menjaga keseimbangan dan mengurangi beban pada lutut yang menyembuhkan, sehingga pemakaiannya dilanjutkan sampai dokter menilai lutut cukup kuat menopang berat badan sendiri.
Kemajuan setiap orang berbeda. Sebagian sudah mampu beraktivitas ringan dalam beberapa minggu, sementara pemulihan penuh umumnya memerlukan beberapa bulan. Konsistensi latihan dan jadwal kontrol menjadi faktor penentu.
Setelah pulih, sebagian besar aktivitas sehari-hari dapat dijalani kembali. Namun lutut dengan implan bukan sendi asli, sehingga pemilihan olahraga perlu diperhatikan.
Aktivitas tersebut menimbulkan hentakan berulang pada permukaan implan sehingga mempercepat keausan.
Pertanyaan soal biaya ganti sendi lutut dan penjaminan operasi lutut sebaiknya tidak dijawab dengan satu angka tunggal, karena besaran biaya berbeda pada setiap pasien.
Menentukan perlu tidaknya operasi ganti sendi lutut membutuhkan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari penilaian kerusakan sendi hingga penimbangan pilihan terapi non-bedah.
RS Royal Progress memiliki Integrated Orthopedic Centre, layanan terpadu untuk penanganan bedah orthopedi dan traumatologi, yang didukung Royal Sports serta Royal Spine & Pain Intervention Centre. Royal Sports juga menghadirkan layanan fisioterapi dan rehabilitasi yang membantu memulihkan kekuatan otot serta rentang gerak lutut, baik sebelum maupun sesudah operasi.
Bila nyeri lutut sudah mulai membatasi aktivitas sehari-hari, jangan menunggu kemampuan berjalan makin berkurang. Buat jadwal konsultasi dengan dokter spesialis orthopedi dan traumatologi di Integrated Orthopedic Centre RS Royal Progress .
