Bagi seorang atlet olahraga, cedera merupakan hal yang tidak dapat dihindari, dan menjadi momok yang menakutkan untuk para atlet profesional, bahkan banyak atlet yang memutuskan untuk pensiun dini akibat cedera yang berkepanjangan.
Menurut Spesialis Orthopaedic & Traumatology serta konsultan sport injury dari Royal Sport Medicine Centre, dr. Evan, M.Kes, Sp.OT(K), FICS ada 3 jenis cedera olahraga yang sering dialami oleh atlet professional.
Cedera LigamentCedera yang sering terjadi adalah sprain dan strain serta ligament nya putus pada organ tubuh yang sering dialami yakni lutut atau yang biasa disebut Anterior Cruciate Ligament (ACL). Untuk mengatasi cedera ACL membutuhkan intervensi lebih lanjut.
Cedera OtotUntuk cedera ini, yang sering dialami adalah robekan pada otot, namun dapat dilihat terlebih dahulu seberapa besar presentase robekan tersebut. Jika terjadi robekan lebih dari 50 persen maka harus dilakukan intervensi, dan jika robekan kurang dari 50 persen maka hanya dilakukan fisioterapi. Maka dari itu, penting untuk Anda menghindari terjadinya cedera otot.
Cedera pada patah tulangCedera ini bisa juga dinamakan fracture, penanganan pada patah tulang bisa dilakukan dengan metode pemasangan gips dan tindakan operasi tergantung pada jenis patahan pada tulang tersebut.
Jika kalian memiliki indikasi cedera seperti yang sering terjadi pada atlet olahraga, silahkan konsultasikan segera ke dokter cedera olahraga di Royal Sport medicine Centre.
Merasakan nyeri di area luar siku saat mengangkat cangkir kopi atau berjabat tangan tentu bukan hal yang nyaman. Banyak orang mengira keluhan ini hanya pegal biasa yang akan membaik sendiri. Namun secara medis, tennis elbow adalah gangguan pada tendon yang membutuhkan perhatian, terutama bila nyeri berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas harian. Dalam dunia kedokteran, […]
Rotator cuff injury adalah cedera pada kumpulan empat otot dan tendon di bahu yang berfungsi menjaga stabilitas dan mengontrol hampir seluruh gerakan lengan Anda. Struktur ini disebut sebagai "dynamic stabilizer" sendi bahu karena menjaga kepala humerus tetap berada di dalam soket glenoid saat bergerak. Masalahnya, nyeri bahu sering dianggap sepele. Padahal berdasarkan penelitian epidemiologi di […]
Meski sering tidak disadari, trigger finger adalah salah satu gangguan tangan yang cukup umum, terutama pada wanita dengan usia 50 tahun ke atas dan pada penderita diabetes. Gangguan ini biasanya berkembang perlahan, mulai dari rasa kaku ringan hingga jari yang benar-benar terkunci. Munculnya masalah ini karena tendon jari mengalami iritasi atau pembengkakan sehingga sulit bergerak […]
Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?
Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Rumah Sakit Royal Progress adalah rumah sakit swasta di pusat Kota Jakarta Utara dengan layanan IGD respon cepat 24 jam dan layanan unggulan di bidang bedah ortopedi dan tulang belakang.