Mengapa berat badan tidak berkurang setelah olahraga rutin? Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar bagi kebanyakan orang. Apakah ada yang salah dengan jenis latihan yang sudah dijalani? Atau, justru ada faktor lain yang secara tak sadar sudah diabaikan?
Yuk, baca ulasan ini sampai habis agar Anda tahu apa penyebab dari kondisi tersebut!

Jika Anda rutin berolahraga tapi angka di timbangan tampak sulit bergeser ke kiri, berikut adalah beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya.
Banyak orang fokus pada olahraga, tetapi lupa memperhatikan apa yang dimakan. Tanpa sadar, porsi makan dan camilan sehari-hari yang masuk ke tubuh mengandung kalori yang cukup tinggi.
Selain itu, tak sedikit pula yang merasa sudah membakar banyak kalori karena berolahraga, sehingga menganggap tidak perlu terlalu menjaga pola makan. Padahal, jumlah kalori yang terbakar belum tentu lebih besar daripada kalori yang masuk dari makanan. Inilah yang kemudian membuat berat badan tidak berkurang setelah olahraga rutin.
Tubuh manusia juga sangat pintar beradaptasi. Jika Anda melakukan jenis olahraga yang sama, dengan durasi dan intensitas yang sama dalam waktu lama, tubuh akan terbiasa.
Ketika sudah terbiasa, tubuh Anda tidak akan lagi bekerja sekeras saat pertama kali melakukan latihan tersebut. Akibatnya, jumlah kalori yang dibakar bisa berkurang.
Karena itu, penting untuk meningkatkan intensitas latihan atau mencoba variasi olahraga yang lain. Dengan demikian, tubuh Anda akan tetap tertantang untuk membakar lebih banyak kalori.
Olahraga memang penting, tetapi itu bukan satu-satunya kunci untuk menurunkan berat badan. Kurang tidur dan stres yang tidak terkontrol bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Hormon yang memicu rasa lapar bisa meningkat, sementara hormon yang memberi rasa kenyang bisa menurun. Efeknya, Anda menjadi lebih mudah lapar dan ingin makan lebih banyak.
Penelitian yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine juga menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres (kortisol). Hormon tersebut berkaitan erat dengan penumpukan lemak di tubuh, terutama di area perut. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa berat badan tidak berkurang setelah olahraga teratur.
Setelah berolahraga, rasa lapar biasanya akan meningkat. Banyak orang kemudian memilih minuman manis atau camilan yang terlihat "sehat", tetapi sebenarnya tinggi gula dan kalori.
Contohnya, satu gelas minuman manis setelah lari pagi bisa menggantikan seluruh kalori yang baru saja Anda bakar. Apabila hal ini terjadi terus-menerus, penurunan berat badan pasti akan terhambat.
Namun, jika Anda sudah memperhatikan pola makan, jenis olahraga, kualitas tidur, dan stres, tetapi berat badan tetap tidak turun, sebaiknya berkonsultasilah dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Rumah Sakit Royal Progress. Dokter kami bisa membantu menyusun program latihan yang aman dan tepat untuk tubuh Anda.
Anda juga bisa cek kondisi kesehatan secara menyeluruh dengan memilih paket Medical Check Up. Pemeriksaan lengkap akan membantu memetakan aspek kesehatan lain yang mungkin memengaruhi berat badan Anda. Yuk, buat janji temu sekarang dan ketahui langkah paling tepat untuk hasil yang Anda harapkan!
Sangat wajar. Hal ini umumnya disebabkan oleh peningkatan massa otot, retensi air (penumpukan cairan) untuk pemulihan jaringan otot, atau peningkatan penyimpanan glikogen.
Untuk penurunan berat badan yang sehat, disarankan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu, yang dikombinasikan dengan latihan penguatan otot.
Itu tanda positif, yang berarti Anda sudah kehilangan lemak tubuh dan berhasil membangun otot.
Ya. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang memberi sinyal pada tubuh untuk menyimpan lemak sebagai cadangan energi darurat.
