NICU adalah singkatan dari Neonatal Intensive Care Unit, yaitu ruang perawatan intensif khusus untuk bayi baru lahir yang membutuhkan pengawasan ketat. Ruang ini berbeda dari ruang bayi biasa karena dilengkapi alat bantu napas, pemantauan jantung, dan pengaturan suhu yang dapat menyesuaikan kebutuhan bayi.
Bagi orang tua, mendengar bayi harus masuk NICU hampir selalu menimbulkan kekhawatiran. Reaksi ini wajar. Namun perlu dipahami bahwa NICU bukan tempat untuk bayi yang kondisinya sudah tidak tertolong, melainkan justru sebaliknya: ruang tempat bayi mendapat dukungan agar tubuhnya punya kesempatan menyelesaikan proses yang belum tuntas saat lahir.
Banyak bayi yang dirawat di NICU hanya karena lahir beberapa minggu lebih awal atau berat badannya rendah. Sebagian besar dari mereka dapat pulang dalam keadaan baik setelah fungsi napas, kemampuan menyusu, dan pengaturan suhunya memadai.
Artikel ini menjelaskan apa itu NICU, perbedaannya dengan PICU dan ICU, kriteria bayi yang perlu dirawat di dalamnya, peralatan yang tersedia, gambaran perawatan, hingga tanda bahaya pada bayi baru lahir yang harus segera dibawa ke rumah sakit.
NICU adalah unit perawatan intensif neonatus, yaitu bayi berusia 0 sampai 28 hari. Kata neonatus merujuk pada periode paling awal kehidupan, ketika organ-organ bayi masih menyesuaikan diri dengan kondisi di luar rahim.
Ruang ini menangani bayi dengan kondisi yang mengancam jiwa bila tidak diawasi terus-menerus, misalnya gangguan napas berat, infeksi, atau berat lahir sangat rendah. Di dalam NICU, fungsi napas, detak jantung, kadar oksigen, dan suhu tubuh bayi dipantau secara berkelanjutan, bukan hanya beberapa kali sehari.
Selain itu, NICU menerapkan pengendalian infeksi yang jauh lebih ketat dibanding ruang perawatan biasa. Hal ini karena bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur, memiliki daya tahan tubuh yang belum matang sehingga infeksi ringan pun bisa berkembang cepat.
Perbedaan utamanya terletak pada kelompok pasien yang dirawat, bukan pada tingkat kegawatan. Perbedaan ini sering tertukar karena namanya mirip.
Karena peralatan dan kebutuhan pengawasan berbeda, ketiga ruang tersebut biasanya berada di area terpisah dengan tenaga medis yang memiliki keahlian masing-masing. Perinatologi sendiri bukan nama ruang, melainkan cabang ilmu kedokteran yang menangani kesehatan ibu dan bayi pada masa kehamilan hingga awal kehidupan.
Keputusan merawat bayi di NICU diambil oleh dokter berdasarkan kondisi klinis, bukan semata hasil satu pemeriksaan. Beberapa keadaan yang umum menjadi alasan perawatan antara lain:
Perlu dicatat, kriteria ini bersifat umum. Dua bayi dengan berat lahir sama dapat memiliki kebutuhan perawatan berbeda, tergantung usia kehamilan, kondisi napas, dan penyakit penyerta.
Peralatan di NICU dirancang untuk menggantikan sementara fungsi tubuh yang belum mampu bekerja sendiri. Beberapa peralatan yang paling sering digunakan:
Selain peralatan, NICU dilengkapi pencahayaan yang dapat diredupkan dan pengaturan kebisingan. Rangsangan berlebih seperti cahaya terang dan suara keras dapat mengganggu tidur bayi prematur, padahal tidur berperan penting dalam pertumbuhannya.
Perawatan di NICU bersifat menyeluruh dan disesuaikan dengan kebutuhan tiap bayi. Fokus utamanya meliputi bantuan napas, pengaturan suhu, pemenuhan nutrisi, pengendalian infeksi, serta pemantauan pertumbuhan.
Untuk bayi prematur, pemenuhan nutrisi sering menjadi tantangan tersendiri karena refleks menghisap dan menelan belum matang. Pada kondisi ini, pemberian air susu ibu tetap diutamakan bila memungkinkan, sementara bayi memperoleh asupan tambahan melalui jalur lain sampai kemampuannya membaik.
Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian dari perawatan. Metode seperti perawatan berbasis keluarga dan kontak kulit dengan kulit dianjurkan karena membantu menstabilkan suhu dan detak jantung bayi, sekaligus mendukung ikatan emosional serta kesiapan ibu merawat bayi di rumah.
Biaya perawatan NICU tidak dapat diseragamkan karena bergantung pada beberapa faktor. Faktor penentunya meliputi lama perawatan, tingkat perawatan yang dibutuhkan, penggunaan alat bantu napas, kebutuhan pemeriksaan penunjang, serta fasilitas dan tenaga medis yang menangani. Asuransi swasta memiliki ketentuan masing-masing, misalnya masa tunggu dan batas manfaat.
Bayi diizinkan pulang ketika kondisinya stabil dan kebutuhannya tidak lagi memerlukan pengawasan intensif. Penilaian ini dilakukan dokter berdasarkan beberapa hal sekaligus, bukan hanya satu indikator.
Beberapa tanda kesiapan pulang antara lain kemampuan bernapas tanpa bantuan atau tanpa henti napas, berat badan yang menunjukkan tren naik, kemampuan menyusu atau mengonsumsi susu secara oral, suhu tubuh yang stabil di lingkungan biasa, serta tidak adanya infeksi aktif yang masih memerlukan pengawasan ketat.
Selain kondisi bayi, kesiapan keluarga juga diperhitungkan. Orang tua perlu memahami cara merawat bayi, mengenali tanda bahaya, dan mengetahui jadwal kontrol ulang sebelum bayi dibawa pulang.
Segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan terdekat bila Anda melihat salah satu tanda berikut, terlebih pada 28 hari pertama setelah lahir:
Pada bayi baru lahir, gejala dapat memburuk dalam waktu singkat. Ragu bukan alasan untuk menunda pemeriksaan.
Konsultasikan ke dokter spesialis anak bila bayi Anda memerlukan penilaian atas berat lahir, riwayat prematur, ikterus yang menetap, atau kesulitan makan yang berlangsung beberapa hari. Bila bayi Anda sedang atau pernah dirawat di NICU, jadwal kontrol ulang penting diikuti untuk memantau tumbuh kembang dan pendengaran maupun penglihatan. Sedangkan untuk kondisi darurat, segera hubungi IGD 24 Jam RS Royal Progress yang memiliki PONEK.
Poli Anak RS Royal Progress melayani konsultasi, pemeriksaan tumbuh kembang, dan pemantauan setelah perawatan bayi baru lahir. Jadwal konsultasi dapat dibuat melalui website layanan janji temu Poli Anak di RS Royal Progress.
