

"Bapak tenang saja, operasi ini bisa dilakukan dengan teknik laparoskopi…."
Anda pernah mendengar saran dokter untuk melakukan tindakan laparoskopi seperti diatas? Ya, tindakan medis ini memang pada umumnya disarankan bagi Anda mengalami nyeri pada lambung atau sakit perut namun tidak dapat diobati dengan obat-obatan. Apa yang dimaksud dengan Laparoskopi? Mari kita bahas lebih lanjut!
Bedah laparoskopi merupakan metode baru yang lebih aman untuk pasien yaitu bedah minimal invasive (bedah minim). Laparoskopi merupakan tindakan bedah minimal invasif atau dengan kata lain tindakan bedah dengan sayatan 1cm. Operasi ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu kamera, monitor dan instrument khusus dalam melakukan pembedahan melalui layar monitor tanpa melihat dan menyentuh anggota badan pasien. Laparoskopi merupakan metode yang lebih nyaman dan aman bagi pasien karena luka operasi minimal. Sejak pertama kali diperkenalkan, teknik pembedahan ini memperlihatkan keunggulannya dibanding bedah konvensional dan berkembang pesat hingga saat ini.
Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai prosedur, antara lain:
Tindakan laparoskopi memungkinkan dokter untuk memeriksa dan mengobati kelainan pada organ dalam dengan tingkat akurasi yang tinggi. Prosedur ini digunakan untuk membantu diagnosis sekaligus penanganan berbagai gangguan pada organ perut dan panggul.
Beberapa tujuan laparoskopi antara lain:
Banyaknya keuntungan yang diperoleh pasien dengan teknik bedah laparoskopi menyebabkan teknik ini lebih diminati dan bersahabat kepada pasien.
Seperti operasi konvensional, prosedur operasi laparoskopi dilakukan di kamar operasi dengan pembiusan. Setelah pasien terbius, dokter bedah membuat sayatan kecil sekitar 1 cm di area pusat (umbilikus) untuk memasukkan laparoskop. Kamera pada laparoskopi kemudian digunakan untuk melihat kondisi organ di dalam rongga perut secara langsung.
Selanjutnya, dokter bedah akan membuat dua sayatan tambahan di bagian bawah perut pasien, sedikit di atas tulang pinggul, dengan ukuran sekitar 0,5 cm. Melalui sayatan ini, alat-alat khusus dimasukkan sebagai pengganti tangan dokter untuk melakukan tindakan operasi.
Sebelum menjalani bedah laparoskopi, pasien biasanya akan menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Dokter dapat menyarankan puasa beberapa jam sebelum tindakan, menghentikan obat tertentu, serta melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau EKG. Selain itu, pasien juga akan diberikan penjelasan mengenai prosedur yang akan dilakukan agar lebih siap secara fisik maupun mental.
Pasien juga disarankan untuk menginformasikan riwayat penyakit, alergi, serta obat yang sedang dikonsumsi guna mengurangi risiko selama tindakan dan memastikan prosedur berjalan dengan aman
Karena termasuk tindakan minimal invasif, perawatan setelah operasi laparoskopi umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar satu hari, dengan catatan tidak terjadi komplikasi selama prosedur dan kondisi kesehatan pasien dalam keadaan baik. Setelah itu, pasien biasanya dapat kembali beraktivitas secara bertahap sesuai anjuran dokter.
Laparoskopi adalah prosedur bedah untuk memeriksa bagian dalam perut. Hal ini sering dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati beberapa jenis sakit perut dan ketidaknyamanan. Laparoskopi direkomendasikan jika Anda memiliki:
Segera konsultasikan lebih lanjut jika Anda mengalami gejala seperti diatas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah RS Royal Progress. Klik di sini untuk info lebih lanjut.
