Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Bedah Minimal Nyeri Dengan Teknik Laparoskopi

Bedah Minimal Nyeri Dengan Teknik Laparoskopi

15/03/2024

"Bapak tenang saja, operasi ini bisa dilakukan dengan teknik laparoskopi…."

Anda pernah mendengar saran dokter untuk melakukan tindakan laparoskopi seperti diatas? Ya, tindakan medis ini memang pada umumnya disarankan bagi Anda mengalami nyeri pada lambung atau sakit perut namun tidak dapat diobati dengan obat-obatan. Apa yang dimaksud dengan Laparoskopi? Mari kita bahas lebih lanjut!

Pengertian Laparoskopi

Bedah laparoskopi merupakan metode baru yang lebih aman untuk pasien yaitu bedah minimal invasive (bedah minim). Laparoskopi merupakan tindakan bedah minimal invasif atau dengan kata lain tindakan bedah dengan sayatan 1cm. Operasi ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu kamera, monitor dan instrument khusus dalam melakukan pembedahan melalui layar monitor tanpa melihat dan menyentuh anggota badan pasien. Laparoskopi merupakan metode yang lebih nyaman dan aman bagi pasien karena luka operasi minimal. Sejak pertama kali diperkenalkan, teknik pembedahan ini memperlihatkan keunggulannya dibanding bedah konvensional dan berkembang pesat hingga saat ini.

Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai prosedur, antara lain:

  • Peradangan usus buntu
  • Hernia
  • Batu empedu
  • Biopsi intra-abdomen
  • Perlengketan intra abdomen
  • Diagnostik kelainan intra abdomen

Tujuan dan Indikasi Laparoskopi

Tindakan laparoskopi memungkinkan dokter untuk memeriksa dan mengobati kelainan pada organ dalam dengan tingkat akurasi yang tinggi. Prosedur ini digunakan untuk membantu diagnosis sekaligus penanganan berbagai gangguan pada organ perut dan panggul.
Beberapa tujuan laparoskopi antara lain:

  • Mendeteksi serta menangani tumor atau kista di area perut maupun panggul
  • Mengatasi endometriosis, kehamilan ektopik, atau penyakit radang panggul
  • Mengetahui penyebab nyeri pada area panggul
  • Mengambil sampel jaringan untuk keperluan biopsi
  • Membantu prosedur sterilisasi pada wanita (ligasi tuba)
  • Mengevaluasi adanya kista, perlengketan, miom, atau infeksi pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan
  • Menangani hernia, seperti hernia hiatus dan hernia inguinalis
  • Mengangkat organ yang bermasalah, seperti rahim, kantung empedu (kolesistektomi), indung telur (ooforektomi), atau usus buntu (apendektomi)

Keuntungan dan Manfaat Laparoskopi

  • Prosedur laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis atau mengobati berbagai kondisi lambung, usus, hati, pankreas, limpa, kelenjar adrenal, ginjal, dan organ reproduksi. Laparoskopi juga dapat digunakan untuk stadium kanker (untuk menentukan apakah kanker telah menyebar di luar organ-organ ini).
  • Dibandingkan bedah terbuka (laparotomi), prosedur laparoskopi umumnya lebih aman. Hal ini karena laparoskopi hanya membutuhkan sayatan kecil, sehingga nyeri yang dirasakan pasien cenderung lebih ringan.
  • Luka operasi atau bekas sayatan yang kecil berkisar antara 2-10 mm sehingga rasa sakit setelah pembedahan jauh berkurang.
  • Risiko lebih kecil karena tidak perlu anestesi umum dan pasien dapat segera pulang setelah operasi selesai.
  • Memiliki lebih sedikit rasa sakit dan efek samping pasca operasi daripada operasi konvensional
  • Masa pemulihan setelah pembedahan jauh lebih cepat dan masa rawat di rumah sakit menjadi lebih pendek. Dengan alat yang kecil, segala manufer dan eksplorasi jadi semakin luas dalam rongga daerah dilakukannya operasi.
  • Membantu mengurangi risiko infeksi dan komplikasi pasca operasi

Banyaknya keuntungan yang diperoleh pasien dengan teknik bedah laparoskopi menyebabkan teknik ini lebih diminati dan bersahabat kepada pasien.

Bagaimana prosedur laparoskopi dilakukan?

Seperti operasi konvensional, prosedur operasi laparoskopi dilakukan di kamar operasi dengan pembiusan. Setelah pasien terbius, dokter bedah membuat sayatan kecil sekitar 1 cm di area pusat (umbilikus) untuk memasukkan laparoskop. Kamera pada laparoskopi kemudian digunakan untuk melihat kondisi organ di dalam rongga perut secara langsung.
Selanjutnya, dokter bedah akan membuat dua sayatan tambahan di bagian bawah perut pasien, sedikit di atas tulang pinggul, dengan ukuran sekitar 0,5 cm. Melalui sayatan ini, alat-alat khusus dimasukkan sebagai pengganti tangan dokter untuk melakukan tindakan operasi.

Persiapan Bedah Laparoskopi

Sebelum menjalani bedah laparoskopi, pasien biasanya akan menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Dokter dapat menyarankan puasa beberapa jam sebelum tindakan, menghentikan obat tertentu, serta melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau EKG. Selain itu, pasien juga akan diberikan penjelasan mengenai prosedur yang akan dilakukan agar lebih siap secara fisik maupun mental.
Pasien juga disarankan untuk menginformasikan riwayat penyakit, alergi, serta obat yang sedang dikonsumsi guna mengurangi risiko selama tindakan dan memastikan prosedur berjalan dengan aman

Berapa lama perawatan pasca laparoskopi?

Karena termasuk tindakan minimal invasif, perawatan setelah operasi laparoskopi umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar satu hari, dengan catatan tidak terjadi komplikasi selama prosedur dan kondisi kesehatan pasien dalam keadaan baik. Setelah itu, pasien biasanya dapat kembali beraktivitas secara bertahap sesuai anjuran dokter.

Kapan Harus Melakukan Laparoskopi?

Laparoskopi adalah prosedur bedah untuk memeriksa bagian dalam perut. Hal ini sering dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati beberapa jenis sakit perut dan ketidaknyamanan. Laparoskopi direkomendasikan jika Anda memiliki:

  • Sakit perut atau panggul, ketidaknyamanan, atau kembung yang tidak merespon pengobatan dengan obat-obatan
  • Riwayat operasi panggul
  • Fibroid yang menyebabkan nyeri atau menstruasi yang berat
  • Riwayat infertilitas
  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Nyeri panggul kronis

Segera konsultasikan lebih lanjut jika Anda mengalami gejala seperti diatas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah RS Royal Progress. Klik di sini untuk info lebih lanjut.

Artikel Lainnya

Benjolan Lunak atau Lipoma di Ketiak Apakah Berbahaya? Ini Penjelasannya

Lipoma di ketiak sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika Anda baru pertama kali merasakan adanya benjolan di area tersebut. Wajar jika muncul pertanyaan, apakah kondisi ini berbahaya atau tidak. Pada sebagian besar kasus, lipoma merupakan kondisi jinak. Namun, tetap penting untuk memahami ciri, penyebab, hingga cara penanganannya agar Anda tidak salah langkah dalam mengambil keputusan […]
31/07/2026

Mengenal Fistula Ani, Saluran Abnormal Penyebab Luka dan Nanah di Anus

Masalah di area anus sering kali dianggap sepele atau disalahartikan sebagai wasir biasa. Padahal, ada kondisi lain yang lebih kompleks dan membutuhkan penanganan khusus, salah satunya fistula ani. Lalu fistula ani itu apa? Bagi yang mengalami keluhan seperti nyeri, keluar nanah, atau luka yang tidak kunjung sembuh di sekitar anus, Anda perlu menyimak informasi ini […]
30/07/2026

Operasi Cantengan: Kenali Prosedur, Risiko dan Cara Mencegah Cantengan

Sebelum memutuskan menjalani tindakan medis mengatasi cantengan membandel, penting untuk Anda memahami gambaran prosedur operasi cantengan ini. Cantengan atau dalam istilah medis ingrown toenail adalah kondisi ketika ujung atau sisi kuku tumbuh masuk ke dalam kulit di sekitarnya. Kondisi ini paling sering terjadi pada jempol kaki, tetapi sebenarnya dapat dialami oleh jari kaki mana pun […]
30/07/2026
1 2 3 9

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenu