Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Sering Haus dan Mengantuk? Waspada Gejala Diabetes

Sering Haus dan Mengantuk? Waspada Gejala Diabetes

Ada beberapa gejala diabetes yang sebaiknya Anda perhatikan sejak awal, mengingat diabetes bukan lagi penyakit yang langka. Bahkan biaya berobat pengidap diabetes dua kali lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak menderita diabetes. Mengingat diabetes adalah kondisi yang kronis, memahami gejalanya sejak awal akan membantu Anda mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat sesegera mungkin.

Mengenal Diabetes

Diabetes merupakan gabungan dari beberapa penyakit yang mempengaruhi bagaimana tubuh Anda menggunakan gula darah atau glukosa. Keberadaan glukosa sangat penting karena menjadi sumber energi, terutama untuk membentuk otot dan jaringan di dalam tubuh.

Penyebab diabetes cukup beragam, tergantung tipenya. Namun berapapun tipenya, kondisi ini akan membuat intensitas gula di dalam darah Anda terlalu tinggi. Hal ini cukup berbahaya karena dapat mengakibatkan berbagai penyakit serius lainnya

Selain diabetes tipe 1 dan tipe 2, masih ada dua jenis lain dari kondisi ini. Prediabetes, misalnya, merupakan kondisi di mana gula darah lebih tinggi dari angka normal namun belum masuk range diabetes.

Jenis lainnya adalah gestational diabetes - kondisi ini sering dialami ibu hamil. Namun gestational diabetes biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Gejala Awal Diabetes dan Pencegahannya

Gejala yang muncul biasanya tergantung pada seberapa tinggi gula darah Anda. Bahkan beberapa orang yang mengidap tipe 2 tidak merasakan gejala sama sekali, berbeda dengan diabetes tipe 1 yang gejalanya mudah dikenali. Berikut ini adalah beberapa gejala awal yang muncul pada penderita diabetes.

  • Sering buang air kecil
  • Infeksi terjadi berulang-ulang
  • Haus yang berlebihan
  • Terus-menerus merasa lapar
  • Berat badan turun drastis tanpa penyebab yang jelas
  • Sering kelelahan dan menjadi lebih lemah
  • Perubahan pada kualitas penglihatan
  • Luka-luka terbuka lebih lama untuk sembuh
  • Muncul bintik-bintik gelap di kulit

Gejala diabetes pada wanita sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan poin-poin di atas. Infeksi, misalnya, bisa terjadi di area vagina dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Selain itu, infeksi juga terjadi di saluran kemih, yang mengakibatkan sakit ketika buang air kecil.

Tidak hanya pada organ reproduksi, infeksi juga bisa terjadi di area mulut. Seringkali, penderita memiliki lidah berwarna keputihan karena tertutup oleh jamur. Hal tersebut disebabkan oleh gula darah yang tinggi. Ketika gula darah cukup tinggi, pertumbuhan jamur pun semakin subur.

Gejala diabetes pada kaki juga menjadi hal pertama yang mudah bisa Anda identifikasi. Selain mudah kebas dan kesemutan, biasa rambut yang ada di area kaki rontok dan tidak muncul sama sekali.

Hal ini terjadi karena kondisi kulit tidak sehat dan kering sehingga tidak bisa membuat kaki berkeringat. Bahkan apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka bentuk kaki bisa berubah cekung, luka-luka, bahkan perlu amputasi.

Apa yang Menyebabkan Diabetes?

Pakar sendiri masih belum mengathui penyebab utama diabetes secara pasti. Pada banyak kasus, terdapat terlalu banyak gula yang ada di aliran darah. Hal tersebut bisa terjadi karena pankreas tidak dapat memproduksi jumlah insulin yang cukup.

Pada penderita diabetes tipe 1, kondisi di atas bisa terjadi karena sistem imun menghancurkan sel penghasil insulin.

Lalu pada diabetes tipe 2, tubuh masih bisa memproduksi insulin secara normal namun keberadaannya tidak dapat diproses tubuh secara normal. Kondisi inilah yang disebut sebagai resistensi insulin.

Faktor Resiko Diabetes

Faktor resiko diabetes tergantung pada jenis diabetes yang Anda derita. Riwayat keluarga berkontribusi pada kedua tipe diabetes sedangkan beberapa faktor lingkungan juga memberikan pengaruh.

1. Faktor Resiko Diabetes Tipe 1

Berikut ini adalah beberapa hal yang meningkatkan resiko seseorang mengidap diabetes tipe 1.

  • Keturunan keluarga.
  • Tinggal di wilayah tertentu. Orang-orang yang berada jauh dari garis khatulistiwa memiliki resiko lebih tinggi karena kurangnya vitamin D dari sinar matahari. Hal ini memicu autoimun.
  • Diabetes tipe 1 banyak ditemui di usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun.
  • Mengkonsumsi susu sapi terlalu dini.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi cairan dengan kandungan natrium nitrat.
  • Pemberian sereal dan gluten pada bayi.
  • Menderita penyakit kuning saat lahir.
  • Lahir dari ibu yang memiliki riwayat pre-eklampsia.

2. Faktor Resiko Diabetes Tipe 2

Pemicu diabetes tipe ini sebagian besar adalah pola hidup. Berikut ini adalah beberapa faktor-faktornya.

  • Obesitas.
  • Lemak perut tidak terkontrol.
  • Jarang berolahraga dan tidak memiliki gaya hidup aktif.
  • Memiliki riwayat diabetes tipe 2 di keluarga.
  • Memasuki usia dewasa.
  • Wanita yang mengidap sindrom ovarium polikistik.

Bagaimana Cara Mencegah Diabetes?

diet untuk penderita diabetes
Diet untuk Penderita Diabetes

Diabetes tipe 1 memang sudah terdevelop sejak bayi. Namun jika Anda mengidap diabetes tipe 2, mengadopsi gaya hidup aktif dan sehat bisa membantu mencegah kondisi ini.

Apabila Anda sudah terdiagnosa dengan diabetes, melakukan perubahan pola hidup akan meringankan gejala yang Anda alami.

  • Mempertahankan berat badan ideal. Apabila obesitas, segera ikuti pola diet sehat dan tepat untuk menurunkan berat badan.
  • Melakukan olahraga rutin. Jangan ragu untuk menghubungi personal trainer bila perlu.
  • Konsumsi makanan plant-based yang sehat.
  • Masukkan lemak sehat dalam menu sehari-hari.

Kenali Gejalanya, Waspadai Akibatnya

Diabetes merupakan kondisi kesehatan yang bisa menyerang siapa saja. Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala tersebut di atas, sebaiknya segera menghubungi Spesialis Penyakit Dalam di RS Royal Progress.

Mengetahui kondisi sedini mungkin akan mempercepat proses perawatan. Memahami resiko dan gejala diabetes akan memudahkan Anda mendapatkan pengobatan yang tepat dari profesional.

Artikel Lainnya

Mengenal Gejala Leher Belakang Sakit, Penyebab dan Pengobatannya

Perubahan gaya hidup digital membuat kasus leher belakang sakit semakin meningkat. Meski sering dianggap sebagai keluhan ringan, nyeri leher bagian belakang bisa menjadi tanda adanya gangguan pada otot, saraf, atau tulang belakang leher. Karena itu, penting memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasinya agar Anda tahu kapan perlu mencari pertolongan medis. Leher Belakang Sakit Kondisi sakit […]
13/05/2026

Apa Itu Gizi Seimbang? Panduan Lengkap Porsi Makan Sehat dan Cara Menerapkannya Sehari-hari

Banyak orang merasa sudah makan cukup setiap hari, tetapi belum tentu tubuh mendapatkan nutrisi yang seimbang. Pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari mudah lelah hingga risiko penyakit kronis. Karena itu, penting untuk memahami konsep gizi seimbang agar tubuh memperoleh energi, menjaga daya tahan, dan mendukung fungsi organ secara optimal. […]
16/03/2026

Keracunan Makanan karena Bakteri, Virus, atau Toksin: Apa Perbedaannya?

Banyak orang menganggap keracunan makanan sebagai satu kondisi yang sama. Padahal, penyebabnya bisa berbeda-beda, mulai dari bakteri, virus, hingga toksin atau racun dalam makanan. Perbedaan penyebab ini berpengaruh pada cara penularan, waktu munculnya gejala, hingga penanganannya. Keracunan makanan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi mikroorganisme atau zat berbahaya.Menurut referensi dari CDC dan […]
16/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenu