Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Pilek - Pengertian, Gejala & Pengobatanya

Pilek - Pengertian, Gejala & Pengobatanya

18/04/2024

Pilek adalah penyakit yang sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat awam. Biasanya pilek juga sering dikaitkan dengan penyakit flu. Jadi apakah pilek dan flu sama? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Pengertian Pilek

Pilek merupakan keadaan dimana terdapat cairan atau yang sering disebut lendir berlebih dalam hidung. Cairan ini bisa berbentuk kental ataupun lendir dan dengan warna yang bermacam-macam seperti berwarna keruh ataupun bening. Bahkan terkadang lendir juga bisa berwarna hijau, tergantung dari penyebab pilek itu ada. Pada saat tertentu, lendir pilek juga bisa turun hingga ke tenggorokan.

Faktanya produksi lendir pada tubuh merupakan hal yang normal. Lendir bisa berfungsi untuk memastikan agar saluran pernapasan tetap dalam keadaan lembap sehinnga Anda dapat bernapas secara normal. Selain itu, lendir juga berfungsi untuk mencegah kotoran dan kuman untuk masuk ke dalam tubuh.

Namun, jika lendir diproduksi secara berlebih, bisa jadi itu merupakan gejala atau tanda bahwa Anda terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu seperti alergi debu, alergi udara dingin atau terkena paparan suatu virus.

Pilek memang bukan masalah atau penyakit kesehatan yang serius, namun jika tetap berlangsung dan semakin berat, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas karena gejalanya yang cukup menghambat kegiatan sehari-hari. Pilek bisa menyebabkan sulit bernapas karena hidung tersumbat bahkan bisa membuat badan lemas.

Pilek juga merupakan salah stau gejala yang paling umum diderita oleh pasien Covid 19. Apa saja tanda-tanda dari penderita virus Covid 19? Klik disini untuk info lebih lanjut.

Gejala penderita pilek

Penyakit pilek dapat menimbulkan beberapa tanda yang dimana tiap masing-masing orang akan memiliki gejala atau tanda yang berbeda-beda. Umumnya, seseorang yang pilek akan mengalami tanda seperti berikut:

  • Batuk-batuk
  • sering bersin
  • hidung tersumbat
  • kesulitan bernapas
  • tubuh sering merasa lelah
  • tenggorokan terasa sakit
  • lendir terasa menetes di area belakang hidung hingga tenggorokan (postnatal drip)
  • terkadang disertai juga dengan demam (tergantung dari daya tahan penderitanya)

Penyebab pilek

Pilek terjadi saat lapisan dalam hidung atau area sinus mengalami peradangan yang umumnya diakibatkan perubahan cuaca atau adanya bakteri yang masuk ke dalam hidung. Selain itu, penyebab pilek sangat beragam, seperti:

1. Infeksi virus

Pilek yang dapat terjadi ketika virus masuk kedalam tubuh melalui hidung dan menginfeksi area hidung, tenggorokan atau sinus. Contoh dari penyakit yang sering muncul dari infeksi virus yaitu influenza, respiratory syncutial virus (RSV), sinusitis, dan termasuk Covid 19.

2. Alergi

Alergi bisa menjadi salah satu penyebab dari seseroang terkena pilek. Alergi bisa dibebakan oleh banyak hal seperti debu, bulu binatang, udara atau polusi, dan lainnya. Kondisi alergi ini disebut juga sebagai rinitis alergi.

3. Paparan udara dingin atau kering

Udara yang dingin atau kering bisa menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dalam hidung. Kondisi tersebut bisa memicu sistem saraf mengeluarkan cairan.

4. Konsumsi makanan pedas

Makanan pedas juga dapat memicu terjadinya pilek. Makanan yang dimaksud seperti yang mengandung cabai, bawang, atau lada hitam.

Cara mendeteksi pilek

Pilek memang bukanlah penyakit berbahaya, namun ada beberapa komplikasi yang harus diwaspadai jika menderita pilek. Dalam mendeteksi pilek, umumnya dokter akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan, dimana pada tahap awal dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada penderita terkait:

  • riwayat kesehatan dari penderita, apakah ada menderita alergi atau penyakit yang menyerang imun tubuh lainnya
  • konsumsi obat terkini yang dilakukan penderita, apakah ada penggunaan pelega hidung bisa berbentuk obat semprot
  • gejala atau tanda yang dirasakan penderita
  • apakah memelihara binatang atau pernah terkena paparan debu atau bulu binatang ke hidung dalam waktu dekat

Selain itu, jika diperlukan, dokter juga dapat menggunakan alat khusus untuk memeriksa area hidung. Tujuannya yaitu untuk memastikan area iritasi didalam rongga hidung.

Kapan harus ke dokter

Dalam beberapa kasus, memang pilek dapat dibilang sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa kondisi pilek membutuhkan penanganan lebih lanjut terutama dari dokter, seperti jika penderita mengalami gejala sebagai berikut:

  • keluar lendir berwarna kehijauan dan berdarah, bahkan bisa disertai dengan bau tidak sedap
  • lendir yang keluar disertai dengan nyeri di area sinus
  • dapat berlangsung selama lebih dari 10 hari
  • disertai dengan demam tinggi, sakit kepala yang berat hingga nyeri hebat di area dahi atau wajah
  • kehilangan indra penciuman (anosmia) dan indra perasa (ageusia)
  • hingga menyebabkan sesak napas
  • lendir hidung keluar akibat dari terjadinya cedera pada kepala

Perlu diwaspadai juga apabila pilek terjadi pada anak Anda, terutama pada bayi. Hal ini dikarenakan pilek pada bayi bisa menjadi penyakit yang tergolong serius. Segera lakukan pertolongan medis apabila bayi usia dibawah 2 bulan terkena pilek, karena komplikasi sulit bernapas bisa saja terjadi.

Pengobatan yang dapat dilakukan

Cara mengatasi pilek bisa dilakukan dengan banyak cara. Pilek dapat diredakan dengan banyak istirahat, konsumsi air putih yang cukup dan pastikan daya tahan tubuh Anda kuat. Namun selain itu, cara meredakan pilek membutuhkan konsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi.

Jika Anda mengalami pilek yang berkepanjangan hingga tidak kunjung sembuh atau mereda, segera konsultasikan dengan dokter. RS Royal Progress memiliki dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan(THT) dan spesialis penyakit dalam yang dapat membantu mengobati keluhan pilek Anda. Klik disini untuk membuat perjanjian dengan dokter spesialis THT.

Artikel Lainnya

Mengenal Gejala Leher Belakang Sakit, Penyebab dan Pengobatannya

Perubahan gaya hidup digital membuat kasus leher belakang sakit semakin meningkat. Meski sering dianggap sebagai keluhan ringan, nyeri leher bagian belakang bisa menjadi tanda adanya gangguan pada otot, saraf, atau tulang belakang leher. Karena itu, penting memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasinya agar Anda tahu kapan perlu mencari pertolongan medis. Leher Belakang Sakit Kondisi sakit […]
13/05/2026

Apa Itu Gizi Seimbang? Panduan Lengkap Porsi Makan Sehat dan Cara Menerapkannya Sehari-hari

Banyak orang merasa sudah makan cukup setiap hari, tetapi belum tentu tubuh mendapatkan nutrisi yang seimbang. Pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari mudah lelah hingga risiko penyakit kronis. Karena itu, penting untuk memahami konsep gizi seimbang agar tubuh memperoleh energi, menjaga daya tahan, dan mendukung fungsi organ secara optimal. […]
16/03/2026

Keracunan Makanan karena Bakteri, Virus, atau Toksin: Apa Perbedaannya?

Banyak orang menganggap keracunan makanan sebagai satu kondisi yang sama. Padahal, penyebabnya bisa berbeda-beda, mulai dari bakteri, virus, hingga toksin atau racun dalam makanan. Perbedaan penyebab ini berpengaruh pada cara penularan, waktu munculnya gejala, hingga penanganannya. Keracunan makanan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi mikroorganisme atau zat berbahaya.Menurut referensi dari CDC dan […]
16/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenu