Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Vaksin HPV untuk Anak: Manfaat, Usia Ideal, Dosis & Cara Mendapatkannya

Vaksin HPV untuk Anak: Manfaat, Usia Ideal, Dosis & Cara Mendapatkannya

Vaksin HPV untuk anak adalah vaksin yang melindungi dari infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus penyebab utama kanker serviks dan berbagai penyakit terkait HPV. Vaksin ini paling efektif diberikan sebelum anak terpapar virus, sehingga usia ideal mulai adalah sekitar 9-14 tahun, baik untuk anak perempuan maupun laki-laki.

Pada Agustus, Indonesia menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang mencakup pemberian vaksin HPV bagi siswi SD. Artikel ini membahas manfaat, usia ideal, dosis dan jadwal, vaksin yang tersedia, efek samping, serta mitos vs fakta vaksin HPV untuk anak perempuan dan laki-laki.

Apa Itu HPV dan Mengapa Berbahaya?

Human Papillomavirus (HPV) adalah kelompok virus yang sangat umum dan dapat menginfeksi kulit serta area genital, anus, dan tenggorokan. Menurut WHO, hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV pada suatu waktu, biasanya tanpa gejala dan dapat dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh secara alami.

Masalah muncul ketika infeksi HPV tipe berisiko tinggi (onkogenik) menetap dalam tubuh dalam waktu lama dan menyebabkan sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker. Sebagian besar kasus kanker serviks, sekitar 95%, disebabkan oleh infeksi HPV persisten yang tidak tertangani.

Selain kanker serviks pada perempuan, HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin serta beberapa jenis kanker pada laki-laki dan perempuan, seperti penis, anus, vagina, dan orofaring. Karena risikonya nyata bagi kedua jenis kelamin, vaksinasi HPV direkomendasikan untuk anak perempuan dan laki-laki.

Mengapa Vaksin HPV Penting untuk Anak?

Kanker serviks adalah jenis kanker paling umum ke-5 pada perempuan di dunia, dengan sekitar 604.000 kasus baru dan sekitar 280.000 kematian pada tahun 2024. Angka ini sebagian besar terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

WHO menegaskan bahwa kanker serviks sebagian besar dapat dicegah melalui vaksinasi HPV. Menurut CDC (2024), infeksi HPV sebagai penyebab sebagian besar kasus telah turun hingga 88% pada remaja perempuan di Amerika Serikat sejak vaksin diperkenalkan pada 2006, dan vaksin berpotensi mencegah lebih dari 90% kanker akibat HPV.

Dengan memberikan vaksin HPV sejak dini, Anda melindungi kesehatan reproduksi anak di masa depan sekaligus turut berkontribusi pada target eliminasi global 90-70-90 (WHO, 2026).

Jangan tunda vaksinasi HPV untuk anak Anda. Konsultasikan jadwal vaksin HPV dengan dokter anak di Poli Anak RS Royal Progress, dan jadwalkan imunisasi melalui layanan vaksinasi kami.

Usia Ideal Mulai Vaksin HPV

WHO merekomendasikan vaksinasi HPV sebagai prioritas bagi anak perempuan usia 9-14 tahun, sebelum mereka aktif secara seksual. Pada rentang usia ini, sistem kekebalan tubuh memberikan respons yang sangat baik terhadap vaksin, sehingga hanya diperlukan lebih sedikit dosis dibandingkan jika diberikan di usia yang lebih tua.

Anak Perempuan

Vaksin HPV secara nasional di banyak negara, termasuk Indonesia, terutama ditargetkan untuk anak perempuan usia sekolah dasar (kelas 5-6) melalui program imunisasi sekolah, agar terlindungi jauh sebelum potensi paparan virus.

Anak Laki-laki

Meski program pemerintah sering memprioritaskan anak perempuan, vaksin HPV juga direkomendasikan untuk anak laki-laki. CDC menegaskan bahwa semua pra-remaja, termasuk laki-laki, perlu vaksin HPV karena vaksin melindungi dari kutil kelamin dan beberapa jenis kanker, sekaligus membantu mengurangi penyebaran virus di masyarakat.

Rekomendasi Berdasarkan Usia

  • Usia 9-14 tahun: 2 dosis vaksin HPV (dosis kedua diberikan 6-12 bulan setelah dosis pertama).
  • Usia 9-14 dengan dosis kedua kurang dari 5 bulan: diperlukan dosis ketiga untuk perlindungan optimal.
  • Usia 15-26 tahun yang baru mulai: 3 dosis vaksin HPV, diberikan dalam rentang 6 bulan.
  • Anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah (usia 9-26): dianjurkan 3 dosis.

Ingat: semakin cepat anak divaksinasi (ideal mulai usia 9 tahun), semakin ringan jadwal dosis dan semakin kuat perlindungannya. Hubungi Klinik Imunisasi RS Royal Progress untuk konsultasi usia dan jadwal yang tepat.

Jumlah Dosis dan Jadwal Vaksin HPV

Jumlah dosis vaksin HPV bergantung pada usia saat dosis pertama diberikan. Berikut ringkasan jadwal menurut rekomendasi CDC:

  1. Mulai usia 9-14 tahun: total 2 dosis. Dosis pertama dapat diberikan mulai usia 9 tahun; dosis kedua 6-12 bulan setelahnya.
  2. Jika dosis 1 dan 2 berjarak kurang dari 5 bulan: tambahkan dosis ketiga.
  3. Mulai usia 15-26 tahun: total 3 dosis (0, 1-2 bulan, dan 6 bulan).
  4. Imunokompromais / gangguan kekebalan: 3 dosis pada usia 9-26 tahun.

WHO menyebutkan bahwa tergantung jadwal nasional, vaksin HPV dapat diberikan dalam satu atau dua dosis. Namun, dokter di Indonesia akan menyesuaikan jadwal berdasarkan usia anak dan jenis vaksin. Selalu ikuti rekomendasi dokter anak Anda.

Vaksin HPV yang Tersedia

Hingga 2025, terdapat 8 vaksin HPV berlisensi, dan 5 di antaranya telah mendapatkan pra-kualifikasi WHO. Semua vaksin ini melindungi terhadap tipe HPV berisiko tinggi 16 dan 18, yang menyebabkan sekitar 76% kasus kanker serviks.

Di Indonesia, vaksin HPV yang umum tersedia di rumah sakit dan klinik imunisasi antara lain:

  • Gardasil-9 (9vHPV): melindungi terhadap 9 tipe HPV (6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, 58). Vaksin ini memberikan cakupan perlindungan terluas dan banyak digunakan di Indonesia.
  • Gardasil (4vHPV): melindungi terhadap 4 tipe HPV (6, 11, 16, 18).
  • Cervarix (2vHPV): melindungi terhadap tipe 16 dan 18.
  • Vaksin HPV program (biasanya 2-valent) melalui BIAS: diberikan pada siswi SD sesuai program nasional.

Seluruh vaksin HPV melindungi terhadap tipe 16 dan 18 yang menyebabkan sebagian besar kasus HPV. Gardasil-9 menawarkan cakupan terluas terhadap tipe tambahan.

Vaksin HPV dan Program Imunisasi Sekolah (BIAS)

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) menjadikan sekolah sebagai salah satu pintu utama pemberian imunisasi, termasuk vaksin HPV bagi siswi. Program ini selaras dengan target WHO agar 90% anak perempuan menerima vaksin HPV selengkapnya sebelum usia 15 tahun.

Bagi orang tua yang anaknya belum tercakup program sekolah, atau ingin memberikan vaksin HPV lebih lengkap kepada anak laki-laki dan perempuan di usia lebih dini, layanan vaksinasi di RS Royal Progress menjadi pilihan yang tepat dan dapat disesuaikan jadwalnya.

Vaksin HPV di RS Royal Progress

Memberikan vaksin HPV untuk anak merupakan salah satu investasi kesehatan paling berharga sebagai orang tua. Perlindungan terhadap infeksi HPV sejak dini berarti melindungi anak dari risiko kanker di masa depan. Tim dokter anak RS Royal Progress siap memberikan edukasi, konsultasi, dan layanan vaksinasi HPV yang aman bagi buah hati Anda.

Jangan tunda perlindungan terbaik untuk anak Anda. Kunjungi Poli Anak RS Royal Progress atau hubungi Klinik Imunisasi kami untuk menjadwalkan vaksin HPV untuk anak Anda hari ini.

FAQ

  • Apa itu vaksin HPV untuk anak?
    Vaksin HPV merupakan vaksin yang melindungi anak dari infeksi Human Papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks dan berbagai penyakit terkait HPV, termasuk kutil kelamin dan beberapa jenis kanker yang juga dapat menyerang laki-laki.
  • Berapa usia ideal mulai vaksin HPV?
    Usia ideal adalah sekitar 9-14 tahun, sebelum anak aktif secara seksual. WHO merekomendasikan vaksinasi HPV sebagai prioritas bagi anak perempuan di rentang usia ini, dan CDC merekomendasikan vaksin untuk semua anak, termasuk laki-laki.
  • Berapa dosis vaksin HPV yang dibutuhkan anak?
    Anak yang mulai vaksin pada usia 9-14 tahun membutuhkan 2 dosis (dosis kedua 6-12 bulan setelah dosis pertama). Jika mulai di usia 15-26 tahun, dibutuhkan 3 dosis.
  • Apakah vaksin HPV diperlukan untuk anak laki-laki?
    Ya. Anak laki-laki disarankan menerima vaksin HPV karena vaksin melindungi dari kutil kelamin dan beberapa jenis kanker termasuk kanker penis pada laki-laki, serta membantu mengurangi penyebaran virus di masyarakat.
  • Apakah vaksin HPV aman untuk anak?
    Sangat aman. Vaksin HPV telah digunakan secara luas sejak 2006. Efek samping umumnya ringan seperti nyeri di lengan, demam, atau pusing, dan reaksi berat sangat jarang terjadi.
  • Apa saja efek samping vaksin HPV?
    Efek samping umum antara lain nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan, demam ringan, sakit kepala, rasa lelah, mual, serta pusing atau pingsan pada sebagian remaja.
  • Apakah vaksin HPV hanya untuk perempuan?
    Tidak. Meski program pemerintah sering memprioritaskan anak perempuan, vaksin HPV direkomendasikan untuk anak laki-laki dan perempuan.
  • Di mana saya bisa mendapatkan vaksin HPV untuk anak?
    Vaksin HPV dapat diperoleh melalui program imunisasi sekolah (BIAS) untuk siswi, atau secara mandiri di rumah sakit dan klinik imunisasi, termasuk Poli Anak dan Klinik Imunisasi RS Royal Progress.
  • World Health Organization (WHO). Cervical Cancer: Fact Sheet. 3 Juli 2026.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). HPV Vaccination. Direview 20 Agustus 2024.
  • World Health Organization (WHO). Human Papillomavirus (HPV) Immunization.
  • Mayo Clinic. HPV Vaccine: Who Needs It and How It Works.
  • NHS UK. HPV (Human Papillomavirus) Vaccine.

Artikel Lainnya

Panduan Lengkap MPASI Usia 6 Bulan: Kapan Mulai, Tekstur, Takaran & Contoh Menu

Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi tidak lagi dapat dipenuhi oleh ASI saja. Masa inilah waktu yang tepat untuk memulai MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Artikel ini disusun oleh Tim Medis RS Royal Progress sebagai panduan praktis bagi orang tua dalam memulai MPASI sesuai standar WHO, IDAI, dan Kemenkes. 1. Kapan Bayi Siap […]
14/09/2026

Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Susah makan pada anak merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh orang tua. Hampir setiap anak pernah melewati fase sulit makan, terutama pada usia balita. Meskipun kebanyakan normal dan bersifat sementara, sebagian kasus bisa mengindikasikan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian medis. Mengetahui penyebab anak susah makan adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang […]
14/09/2026

Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa: 5 Langkah Lindungi Anak Sesuai Usianya

Abu vulkanik yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Banyak orang tua yang bertanya: apa yang berbeda dari abu biasa, dan bagaimana melindungi si kecil? Melalui akun resmi Instagram IDAI, menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung silika kristalin yang jauh lebih berbahaya daripada debu biasa. Partikel ini […]
07/09/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down