Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Kenali Penyebab Pembengkakan Jantung

Kenali Penyebab Pembengkakan Jantung

28/05/2024

Pembengkakan jantung merupakan sebuah tanda akan kondisi tertentu, tidak selalu karena penyakit. Pada kondisi tertentu juga tidak bersifat permanen atau hanya sementara dan membaik dengan sendirinya.

Pembengkakan jantung atau disebut kardiomegali adalah kondisi ketika jantung kesulitan memompa darah dan terus berusaha untuk memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh.

Masalah tersebut mengganggu aliran darah ke jantung, sehingga jantung tidak mampu memompa darah dengan baik dan membengkak. Bahkan pada beberapa kasus, hal ini tidak menimbulkan gejala maupun tanda-tanda. Untuk mengetahui pasti kondisi ini perlu dilakukan rontgen dada.

Penyebab Pembengkakan Jantung

Ada berbagai masalah yang menyebabkan jantung menjadi bengkak. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebab pembengkakan jantung:

1. Hipertensi Pulmonal

Tingginya tekanan darah di antara penghubung jantung dan paru-paru membuat jantung memompa lebih keras untuk memindahkan darah. Itu sebabnya sisi kanan jantung membengkak.

2. Penyakit Jantung

Beberapa golongan penyakit jantung yang bisa menyebabkan jantung membengkak, yaitu:

a. Katup jantung

Kerusakan pada salah satu atau beberapa dari 4 katup di jantung bisa membuat aliran darah terganggu, sehingga jantung harus bekerja lebih keras lagi.

Biasanya kerusakan terjadi karena endokarditis menular, cacat jantung, demam rematik, gangguan jaringan ikat, dan perawatan radiasi.

b. Arteri koroner

Arteri koroner adalah penimbunan lemak yang menghambat aliran darah melalui pembuluh jantung dan membuat otot jantung mati. Jika terjadi sumbatan di aliran ini, jantung terpaksa bekerja lebih keras untuk supaya mendapatkan lebih banyak darah.

c. Penyakit jantung bawaan

Selain karena memiliki penyakit kronis, faktor genetik atau riwayat kesehatan jantung keluarga juga memberikan risiko besar mengalami jantung bengkak.

d. Iskemia jantung

Iskemia jantung terjadi karena kurangnya aliran darah ke jantung sehingga sel-sel jantung rusak, yang membuat aliran darah menjadi langsung menuju jantung. Kondisi ini selain menyebabkan penyakit angina (penyebab jantung koroner) juga bisa membuat jantung kesulitan memompa darah.

e. Serangan jantung

Serangan jantung merupakan kondisi tidak terduga ketika aliran darah yang mengandung oksigen ke otot jantung terhenti atau terhambat secara tiba-tiba. Akibatnya, otot jantung yang mulai melemah berusaha lebih keras untuk tetap dapat memompa darah ke seluruh tubuh.

f. Kardiomiopati Dilatasi

Penyakit ini terjadi karena dinding otot jantung menipis dan ruang ventrikel (bilik) kiri melebar sehingga jantung membengkak. Pada ibu hamil kondisi ini disebut kardiomiopati peripartum.

3. Cairan di Kantung Jantung (Efusi Perikardium)

Penyebab pembengkakan jantung lainnya adalah adanya cairan di kantung jantung. Ketika cairan sudah terakumulasi secara berlebih dalam kantung yang membungkus jantung, hal ini akan membuat jantung tampak membesar di hasil rontgen dada.

4. Detak Jantung Tidak Normal

Normalnya, jantung orang dewasa berdetak 60-100 detak per menit ketika istirahat. Namun pada aritmia, detak jantung bisa lebih atau kurang dari batas normal.

5. Obesitas

Orang yang memiliki berat badan berlebih berisiko besar terkena gangguan jantung, termasuk jantung bengkak. hal ini karena terdapat cukup banyak penumpukan lemak di dalam tubuh termasuk jantung sehingga memengaruhi kerja jantung.

6. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi termasuk salah satu penyebab pembengkakan jantung pada lansia. Hal ini karena tekanan darah tinggi akan sangat membebani kerja jantung, sehingga bisa mempertebal sekaligus memperbesar otot jantung, dan akhirnya membuat organ ini melemah.

7. Anemia

Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Jika tidak ada cukup sel darah merah maka jantung bekerja ekstra untuk mencukupi kebutuhan oksigen. Inilah sebabnya anemia juga bisa menjadi penyebab pembengkakan jantung.

8. Gangguan Tiroid

Gangguan ini terjadi akibat kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau malah kurang aktif. Ketidaknormalan pada kelenjar tiroid ini juga bisa menimbulkan masalah pada jantung.

9. Hemokromatosis

Hemokromatosis bisa terjadi saat tubuh kelebihan zat besi. Ini membuat proses metabolisme zat besi dalam tubuh menjadi kurang baik, sehingga menyebabkan penumpukan di jantung dan pada akhirnya bisa melemahkan otot jantung.

10. Amiloidosis

Amiloidosis merupakan protein abnormal yang menumpuk dan mengendap pada organ seperti jantung. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi jantung sehingga menimbulkan pembengkakan.

11. Miokarditis

Miokarditis merupakan peradangan pada otot jantung yang disebabkan oleh bakteri, virus, obat tanpa resep dokter, dan zat-zat yang berbahaya.

Apabila penyakit miokarditis tidak segera diobati, maka bisa mengakibatkan gagal jantung kongestif dan jantung kesulitan memompa darah.

12. Hamil

Kinerja otot jantung pada wanita hamil umumnya bertambah sampai 50% dari batas normal agar kebutuhan oksigen dan nutrisi janin tercukupi. Inilah yang menyebabkan wanita hamil juga bisa mengalami jantung bengkak.

13. Kurang Olahraga

Kurang olahraga dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung koroner, dan hipertensi, yang menjadi penyebab jantung bengkak.

14. Usia Lanjut

Faktor usia tidak hanya memengaruhi elastisitas tubuh bagian luar, tapi juga pembuluh darah. Ketika elastisitas pembuluh darah arteri menurun, maka pembuluh darah kaku dan kemudian menyebabkan tekanan darah tinggi. Inilah yang bisa menyebabkan jantung membengkak.

Jika Anda mengalami masalah yang berhubungan dengan jantung Anda, segera konsultasikan dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Royal Progress. Apabila Anda membutuhkan pertolongan darurat karena serangan jantung, segera hubungi .

Artikel Lainnya

Pemeriksaan Holter Monitoring untuk Jantung: Fungsi, Cara Kerja, dan Biayanya

Jika Anda sering merasakan jantung berdebar, pusing tanpa sebab yang jelas, atau sesak napas yang datang dan pergi, dokter mungkin akan menyarankan holter monitoring. Pemeriksaan ini membantu merekam aktivitas listrik jantung selama 24 jam atau lebih untuk menemukan gangguan yang mungkin tidak terlihat saat pemeriksaan EKG biasa. Banyak gangguan irama jantung hanya muncul sesekali. Karena […]
31/08/2026

Pacemaker Jantung: Fungsi, Cara Kerja, dan Kapan Anda Membutuhkannya

Pacemaker jantung dibutuhkan ketika sistem kelistrikan alami jantung tidak lagi mampu menjaga detak jantung tetap normal. Jika detak jantung terlalu lambat, sering berhenti sesaat, atau tidak mampu menyesuaikan diri saat Anda beraktivitas, pacemaker dapat membantu mengambil alih tugas tersebut dengan mengirimkan impuls listrik kecil agar jantung tetap berdetak secara teratur. Meskipun terdengar menakutkan, pacemaker modern […]
31/08/2026

Angiografi Koroner: Prosedur, Manfaat, dan Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui

Angiografi koroner adalah pemeriksaan yang digunakan untuk melihat apakah ada penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Melalui prosedur ini, dokter dapat mengetahui kondisi pembuluh darah koroner secara lebih jelas dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Banyak orang merasa cemas saat pertama kali mendengar istilah angiografi koroner. Padahal, prosedur ini cukup umum dilakukan untuk membantu […]
31/08/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenu