Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Cegah Virus COVID-19 Dengan Konsumsi Vitamin D

Cegah Virus COVID-19 Dengan Konsumsi Vitamin D

Di tengah-tengah meningkatnya angka kematian yang berasal dari transmisi virus Covid-19 di beberapa negara, mempertahankan sistem kekebalan imunitas adalah kunci utama untuk mempertahankan tubuh kita, untuk itu vitamin D memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena vitamin D ini memiliki manfaat besar dalam hal kapasitas untuk memerangi peradangan dalam tubuh, juga berperan dalam peraturan imun, dan membantu mengaktifkan pertahanan sistem kekebalan dengan menekan fungsi sel-sel imun, seperti sel T dan makrofag.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D tersebut dapat dilakukan dengan cara berjemur di sinar matahari pagi pada pukul 08.00 sampai 09.00 cukup sekitar 10 hingga 15 menit, serta disarankan mengkonsumsi makanan sehat, Seperti kuning telur, jamur shitake, hati daging, keju, udang, ikan, terutama ikan berlemak Seperti salmon dan tuna.

Namun fakta yang terjadi cukup mencemaskan, Berdasarkan penelitian, meskipun Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan sinar matahari, hingga 80% orang Indonesia yang beragam usia dan bahkan wanita hamil masih mengalami defisiensi vitamin D, dari hasil uji genetik juga didapat sebanyak 6 dari 7 orang Indonesia berisiko kekurangan vitamin D. karena berbagai macam faktor seperti kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih sering menghabiskan waktu didalam ruangan, serta kurang nya asupan makanan dengan gizi seimbang.

Dari hasil ujian genetik, 6 dari 7 orang Indonesia (di luar Indonesia Total 2.000 orang yang diperiksa) berisiko kekurangan vitamin D. Masalah lain muncul ketika masyarakat Indonesia kurang terpapar sinar matahari, karena lebih sering menghabiskan waktu di dalam ruangan dan kurangnya asupan makanan dgn gizi seimbang ( Karbohidrat, Lemak dan Vitamin , Terutama pada vegetarian) pemenuhan vitamin D akan semakin sulit untuk dicapai.

Untuk mengetahui apakah kadar vitamin D kita cukup atau tidak, dapat melakukan kontrol sampel darah di laboratorium Rumah Sakit Royal Progress. dr. Ritaningsih salah satu dokter medical check up menjelaskan bahwa seseorang sudah cukup memenuhi vitamin D jika kadar 25-hydroxyvitamin d (25 (oh) d) mencapai atau lebih dari 30 ng / ml. Pemeriksaan kadar vitamin D juga dapat dilakukan secara berkala 3-6 bulan. Gejala kekurangan vitamin D tidak terlalu spesifik, tetapi beberapa gejala yang mungkin terasa seperti nyeri punggung bawah, panggul atau kaki, nyeri pada sendi, kesulitan tidur, otot-otot terasa lemah, mudah lelah, gangguan mood, depresi, dan sakit kepala. Kekurangan vitamin D dalam tubuh juga dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan penyakit pernapasan dan risiko imun otomatis.

Sejauh ini, masih belum ada bukti kuat bahwa vitamin D dapat membantu melindungi tubuh virus Covid-19, tetapi ada cukup bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kadar vitamin D rendah dalam tubuh dapat membuat tubuh lebih rentan pada infeksi dan pernapasan Penyakit, seperti Covid-19, kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen vitamin D tambahan. Ada 2 jenis vitamin D utama, yaitu, vitamin D2 dan Vitamin D3. Vitamin D2 berasal dari tanaman dan makanan, sedangkan vitamin D3 berasal dari hewan. Tetapi kedua jenis vitamin D juga tersedia pada tablet, kapsul, dan sirup yang dapat diperoleh.

Ketahui Kadar Vitamin D Dalam Tubuhmu Sekarang Juga!

Artikel Lainnya

Mengenal Gejala Leher Belakang Sakit, Penyebab dan Pengobatannya

Perubahan gaya hidup digital membuat kasus leher belakang sakit semakin meningkat. Meski sering dianggap sebagai keluhan ringan, nyeri leher bagian belakang bisa menjadi tanda adanya gangguan pada otot, saraf, atau tulang belakang leher. Karena itu, penting memahami gejala, penyebab, dan cara mengatasinya agar Anda tahu kapan perlu mencari pertolongan medis. Leher Belakang Sakit Kondisi sakit […]
13/05/2026

Apa Itu Gizi Seimbang? Panduan Lengkap Porsi Makan Sehat dan Cara Menerapkannya Sehari-hari

Banyak orang merasa sudah makan cukup setiap hari, tetapi belum tentu tubuh mendapatkan nutrisi yang seimbang. Pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari mudah lelah hingga risiko penyakit kronis. Karena itu, penting untuk memahami konsep gizi seimbang agar tubuh memperoleh energi, menjaga daya tahan, dan mendukung fungsi organ secara optimal. […]
16/03/2026

Keracunan Makanan karena Bakteri, Virus, atau Toksin: Apa Perbedaannya?

Banyak orang menganggap keracunan makanan sebagai satu kondisi yang sama. Padahal, penyebabnya bisa berbeda-beda, mulai dari bakteri, virus, hingga toksin atau racun dalam makanan. Perbedaan penyebab ini berpengaruh pada cara penularan, waktu munculnya gejala, hingga penanganannya. Keracunan makanan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi mikroorganisme atau zat berbahaya.Menurut referensi dari CDC dan […]
16/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenu