Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Apa Itu Plasenta Previa? Ketahui Gejalan dan Penanganannya

Apa Itu Plasenta Previa? Ketahui Gejalan dan Penanganannya

Di antara sejumlah gangguan terhadap plasenta ketika kehamilan, ada kondisi yang bernama plasenta previa. Apa itu plasenta previa? Plasenta previa adalah kondisi di mana sebagian atau seluruh plasenta (ari-ari) menempel di bagian bawah rahim, bukan di atas sebagaimana mestinya.

Karena berisiko serius, ibu dengan kondisi ini perlu menjalani perawatan di rumah sakit agar kesehatan diri dan janin dapat terpantau dengan baik.

Jenis-jenis Plasenta Previa

Jenis Jenis Plasenta Previa
Jenis-jenis Plasenta Previa

Plasenta previa diklasifikasikan berdasarkan sejauh mana plasenta menutupi atau mencapai serviks, yang memengaruhi risiko perdarahan dan rencana persalinan:

  • Plasenta previa totalis: plasenta menutupi seluruh jalan lahir sehingga persalinan normal/spontan tidak memungkinkan.
  • Plasenta previa partialis: plasenta menutupi sebagian jalan lahir, memerlukan persalinan sesar.
  • Plasenta previa marginalis: tepi plasenta hanya menyentuh margin jalan lahir, berisiko perdarahan meski sebagian besar masih terbuka.
  • Plasenta letak rendah (lateral): plasenta menempel di segmen bawah rahim dalam jarak ≤2 cm dari serviks, sehingga tidak menutupi jalan lahir sepenuhnya.

Plasenta Previa, Berbahayakah?

Plasenta previa sudah jauh lebih terkendali berkat kemajuan medis. Alhasil, kematian ibu yang dulu sempat menjadi kekhawatiran utama kini jarang sekali terjadi. Meski begitu, kondisi ini tetap berbahaya. Ancaman utamanya justru lebih besar bagi bayi.

Data menunjukkan angka kematian perinatal masih berada di kisaran 4-8%. Sebagian besar kasus bukan disebabkan oleh plasenta previa secara langsung, melainkan oleh komplikasi akibat kelahiran prematur.

Artinya, walau keselamatan ibu lebih aman dibanding dulu, bahaya plasenta previa terhadap bayi masih sangat signifikan. Bukan hanya kematian perinatal, dampak plasenta previa pada janin meliputi gangguan pertumbuhan janin dan kelainan bawaan.

Gejala Plasenta Previa

Gejala khas plasenta previa biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, dengan tanda utama berupa perdarahan tanpa rasa sakit:

  • Vaginal bleeding: perdarahan merah segar lewat jalan lahir yang dapat ringan hingga berat, sering kali terhenti sendiri lalu berulang kembali.
  • Tanpa nyeri: perdarahan tidak disertai kram atau nyeri abdomen, berbeda dengan abruptio placentae (plasenta terlepas dari dinding rahim).
  • Dipicu aktivitas: pendarahan kadang dipicu oleh hubungan seksual atau pemeriksaan dalam, tapi bisa juga terjadi spontan.
  • Kontraksi ringan: beberapa wanita mengalami kontraksi prakontraksi atau sensasi tekanan di panggul.
  • Potensi tanda prematur: dalam kasus tertentu, kontraksi dapat menyerupai persalinan dini.

Penyebab

Hingga kini, dokter belum dapat memastikan apa penyebab plasenta previa. Namun, peluang terjadinya kondisi ini lebih tinggi pada wanita dengan faktor risiko berikut:

1. Riwayat Operasi Sesar

Plasenta previa banyak dikaitkan dengan riwayat persalinan secara sesar. Semakin sering seorang perempuan menjalani operasi sesar, semakin tinggi pula kemungkinan mengalami kondisi ini.

Jika seorang wanita hanya pernah sesar sekali, risikonya sekitar 4,5 kali lebih besar. Namun, bagi wanita yang sudah menjalani empat kali operasi sesar, risikonya melonjak hingga hampir 45 kali lipat.

2. Jaringan Parut pada Rahim

Jaringan parut (jaringan bekas luka) di rahim juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi. Bekas luka pada lapisan rahim (endometrium) dapat menghambat implantasi normal, sehingga plasenta cenderung melekat di bagian bawah rahim. Tak jarang plasenta bahkan sampai menutupi serviks.

Kondisi ini dapat muncul akibat operasi terdahulu, tindakan kuret, ataupun intervensi medis lainnya.

3. Usia Tua ketika Mengandung

Seiring bertambahnya usia, risiko seorang ibu terkena plasenta letak rendah juga semakin besar. Data menunjukkan bahwa perempuan berusia di atas tahun menghadapi risiko hampir 9 kali lebih tinggi daripada perempuan di bawah usia 20 tahun.

Diagnosis

Diagnosis plasenta previa dimulai dengan pemeriksaan posisi plasenta di pertengahan kehamilan melalui pemeriksaan USG kehamilan.

Apabila dokter mencurigai adanya plasenta previa sewaktu USG rutin, maka dokter akan menganjurkan tindak lanjut dengan USG transvaginal (TVS) pada usia kehamilan 32 minggu karena TVS lebih aman dan akurat daripada metode pencitraan lainnya.

Jika pada usia kehamilan 32 minggu kondisi tersebut masih ada tetapi ibu tidak menunjukkan gejala, pemeriksaan tambahan di sekitar minggu ke-36 akan membantu dokter memutuskan cara persalinan yang tepat.

Penanganan

Penanganan Plasenta Previa tergantung pada jenis plasenta previa dan usia kehamilan, dimana dokter spesialis kandungan akan berusaha semaksimal mungkin menentukan opsi terbaik untuk kesehatan janin dan kesehatan ibu dengan tujuan mengusahakan agar janin bisa lahir tidak prematur / sesuai masa kehamilan yang seharusnya. Terdapat sejumlah cara penanganan, di antaranya:

1. Menunda Waktu Persalinan

Untuk mengurangi risiko kelahiran prematur, dokter akan mengupayakan agar bayi tetap di dalam kandungan selama kondisi memungkinkan. Target yang diupayakan adalah setidaknya setelah 36 minggu.

Namun, jika terpaksa harus melahirkan lebih awal, tes kematangan paru janin (lewat analisis cairan ketuban) akan dilakukan untuk menilai kesiapan bayi hidup di luar rahim.

2. Transfusi Darah

Plasenta previa kerap menimbulkan perdarahan serius sebelum persalinan (perdarahan antepartum). Dalam kondisi ini, dokter akan memberikan transfusi darah agar hematokrit ibu tetap berada di angka minimal 30%. Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan oksigen tercukupi dan kondisi ibu terjaga.

3. USG Kandungan Berkala

Dokter juga dapat menggunakan USG secara berkala untuk memantau posisi plasenta, mengingat ada kemungkinan bergeser ke atas ketika rahim membesar, sekaligus menilai tumbuh kembang dan kesehatan bayi. Hasil pemantauan ini menjadi dasar dalam menentukan waktu dan metode persalinan.

4. Pemantauan Detak Jantung Janin

Detak jantung janin dipantau sebagai salah satu cara mengevaluasi kondisi kesehatan bayi. Pemeriksaan ini umumnya berupa tes non-stres atau profil biofisik yang berguna untuk mendeteksi dini tanda bahaya jika suplai oksigen ke janin berkurang.

5. Pemberian Glukokortikoid

Jika plasenta previa menimbulkan risiko kelahiran prematur, glukokortikoid (terapi pematangan paru) dapat menjadi salah satu terapi pilihan. Pemberian obat kepada ibu bertujuan mendukung pematangan paru-paru dan organ vital janin sebelum persalinan.

Waktu pemberian yang paling optimal biasanya antara usia kehamilan 24-34 minggu.

6. Terapi Tokolitik

Untuk menunda persalinan sebelum waktunya, dokter terkadang memberikan terapi tokolitik. Jenis obat ini berfungsi melemaskan otot rahim sekaligus menekan kontraksi, terutama bila ada ancaman perdarahan atau persalinan dini.

7. Operasi Sesar

Operasi sesar menjadi cara persalinan yang paling aman (dan paling dianjurkan) untuk perempuan dengan plasenta previa. Prosedur ini biasanya dijadwalkan pada usia kehamilan 36-37 minggu agar bayi lahir sebelum persalinan alami atau perdarahan hebat terjadi. Namun, jika perdarahan sudah terjadi lebih awal, operasi sesar darurat mungkin perlu segera dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi.

Mengurangi Risiko Plasenta Previa

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko plasenta previa atau meminimalkan komplikasinya:

  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol selama kehamilan.
  • Hindari penggunaan narkoba, seperti kokain, yang terkait peningkatan risiko plasenta previa.
  • Batasi prosedur invasif pada rahim (kuretase, histeroskopi) kecuali jika benar-benar diperlukan.
  • Kurangi aktivitas fisik berat dan hindari hubungan seksual penetratif atau pemeriksaan dalam non-medis untuk mencegah perdarahan.
  • Penuhi istirahat sesuai anjuran dokter (bed rest atau aktivitas terbatas) untuk mengurangi tekanan pada serviks.
  • Lakukan pemeriksaan USG antenatal secara rutin untuk deteksi posisi plasenta sedini mungkin dan tindak lanjut jika diperlukan.

Di Rumah Sakit Royal Progress, dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi memastikan penanganan tepat yang profesional bagi ibu dengan plasenta previa. Tim medis kami hadir untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi di setiap tahap. Jadwalkan konsultasi Anda hari ini untuk mendukung kehamilan yang lebih aman.

FAQ Plasenta Previa

Bisakah plasenta previa hilang dengan sendirinya?

Ya, bisa! Jika plasenta previa ditemukan di awal kehamilan (sebelum 20 minggu), ada kemungkinan besar akan hilang sendiri karena rahim yang membesar akan "mengangkat" plasenta ke atas.

Apakah saya bisa melahirkan normal jika ada plasenta previa?

Sebagian besar kasus plasenta previa memerlukan operasi caesar untuk keselamatan ibu dan bayi. Persalinan normal hanya mungkin pada kasus plasenta previa marginalis (yang sangat ringan) dengan pengawasan ketat.

Apa yang harus saya lakukan jika didiagnosis plasenta previa?

  • Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas berat dan istirahat total jika diperlukan
  • Jangan berhubungan seksual
  • Hindari pemeriksaan dalam yang tidak perlu
  • Segera ke dokter jika ada perdarahan
  • Rutin kontrol kehamilan sesuai jadwal.

Apakah plasenta previa akan berulang di kehamilan berikutnya?

Risiko berulang sekitar 2-3%. Jika Anda pernah mengalami plasenta previa, pastikan memberitahu dokter di kehamilan selanjutnya.

Jika terjadi plasenta previa, apakah bayi saya akan baik-baik saja?

Dengan perawatan medis yang tepat, sebagian besar bayi lahir sehat. Risiko utama adalah kelahiran prematur jika perdarahan terjadi lebih awal, tapi tim medis akan memantau kondisi bayi dengan cermat.

Kapan saya harus segera ke rumah sakit?

  • Segera ke rumah sakit jika mengalami:
  • Perdarahan dari vagina dalam jumlah banyak
  • Perdarahan yang tidak berhenti
  • Nyeri perut yang hebat
  • Kontraksi yang kuat dan teratur.

  • Placenta Previa - Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada
  • Placenta Praevia and Placenta Accreta: Diagnosis and Management (Green-top Guideline No. 27a) - RCOG
  • Placenta praevia - Better Health Channel
  • Placenta previa - PubMed
  • A Case of Vaginal Stillbirth in the Presence of Placenta Previa at 33 Weeks of Gestation - Chinen - 2016 - Case Reports in Obstetrics and Gynecology - Wiley Online Library
  • Abnormal placentation: evidence-based diagnosis and management of placenta previa, placenta accreta, and vasa previa - PubMed
  • Effect of maternal age and parity on the risk of uteroplacental bleeding disorders in pregnancy - ScienceDirect
  • Placenta Previa - Diagnosis & Treatment - Denver & Colorado - UCHealth
  • Placenta Previa: Symptoms, Causes, and Treatments - WebMD
  • Placenta Previa: Symptoms, Causes & Treatments - Cleveland Clinic

Artikel Lainnya

Gejala Menopause: 15 Tanda-Tanda yang Wajib Diketahui

Menopause adalah fase alami yang ditandai berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, umumnya terjadi pada usia 45-55 tahun. Setiap wanita mengalaminya berbeda-beda: ada yang hanya merasakan satu atau dua gejala ringan, ada pula yang terganggu oleh banyak keluhan sekaligus. Mengenali tanda-tanda menopause sejak dini penting agar Anda bisa membedakan keluhan yang normal dan yang membutuhkan […]
12/08/2026

Menopause: Pengertian, Gejala, Usia, dan Cara Penanganannya

Menopause adalah fase alami yang akan dilalui setiap wanita, bukan sebuah penyakit. Namun, perubahan hormon di masa ini dapat menimbulkan keluhan yang mengganggu kualitas hidup. Memahami pengertian menopause, usia normalnya, gejala yang perlu dikenali, dan cara mengatasinya akan membantu Anda menjalani masa transisi ini dengan lebih tenang. Jika keluhan menopause mengganggu, lakukan konsultasi dokter spesialis […]
12/08/2026

USG Mammae: Ketahui Manfaat dan Prosedurnya

USG mammae atau ultrasonografi mammae adalah pemeriksaan pencitraan medis yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mengevaluasi kondisi jaringan payudara. Pemeriksaan ini aman, tidak menyakitkan, dan tidak menggunakan paparan radiasi, sehingga cocok untuk berbagai kondisi, termasuk pada wanita hamil atau menyusui. Jika Anda menemukan benjolan pada payudara, mengalami keluar cairan dari puting, atau ingin melakukan […]
05/08/2026
1 2 3 9

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down