Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Mengenal Trigger Finger: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Mengenal Trigger Finger: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

25/03/2026

Meski sering tidak disadari, trigger finger adalah salah satu gangguan tangan yang cukup umum, terutama pada wanita dengan usia 50 tahun ke atas dan pada penderita diabetes. Gangguan ini biasanya berkembang perlahan, mulai dari rasa kaku ringan hingga jari yang benar-benar terkunci.

Munculnya masalah ini karena tendon jari mengalami iritasi atau pembengkakan sehingga sulit bergerak lancar di dalam selubungnya. Akibatnya, jari bisa terasa kaku atau tersangkut saat digerakkan.

Lalu, sebenarnya penyakit trigger finger itu apa, apa saja gejalanya, apa penyebabnya, bagaimana diagnosis ditegakkan, dan apa saja pilihan pengobatannya? Mari kita bahas lebih lanjut.

Apa Itu Trigger Finger?

Visualisasi Trigger Finger
Visualisasi Trigger Finger

Penyakit trigger finger adalah gangguan pada tendon jari yang membuat jari sulit bergerak normal. Kondisi ini menyebabkan jari bisa terkunci dalam posisi menekuk lalu tiba-tiba lurus seperti menarik pelatuk.

Hal tersebut terjadi karena tendon penggerak jari tidak dapat meluncur secara optimal di dalam selubung tendon akibat adanya pembengkakan atau terbentuknya nodul kecil.

Trigger finger atau stenosing tenosynovitis ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering pada wanita berusia di atas 50 tahun, penderita diabetes, gangguan tiroid, atau rheumatoid arthritis.

Gejala Trigger Finger

Gejala trigger finger biasanya mulai terasa ringan dan berkembang menjadi lebih parah seiring berjalannya waktu.

Beberapa tanda yang perlu Anda waspadai antara lain:

  • Kekakuan jari, terutama pada pagi hari.
  • Sensasi bunyi klik atau "pop" saat menggerakkan jari.
  • Adanya benjolan kecil (nodul) yang terasa nyeri di pangkal jari pada telapak tangan.
  • Jari terkunci dalam posisi menekuk dan tiba-tiba terbuka dengan sentakan.
  • Bengkak atau terdapat benjolan lunak di telapak tangan yang nyeri ketika ditekan.
  • Kesulitan meluruskan jari tanpa bantuan tangan lain.

Penyebab Trigger Finger

Banyak pasien bertanya, trigger finger disebabkan oleh apa?

Penyebab trigger finger adalah gerakan jari atau ibu jari yang berulang dan kuat secara terus-menerus. Hal ini mengakibatkan iritasi pada selubung tendon.

Di sisi lain, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang terkena kondisi ini, yaitu:

  • Pekerjaan atau hobi, seperti pekerjaan yang melibatkan genggaman berulang, misalnya musisi, petani, atlet tenis atau badminton, serta pekerja industri.
  • Kondisi medis yang memiliki risiko tinggi, seperti diabetes, asam urat atau gout, osteoarthritis, amyloidosis, penyakit tiroid, dan rheumatoid arthritis.
  • Jenis kelamin wanita, karena kondisi ini lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria.

Namun, pada sebagian orang, penyebab pasti hadirnya gangguan ini bisa tidak diketahui.

Diagnosis Trigger Finger

Untuk mendiagnosis trigger finger, dokter biasanya tidak memerlukan rontgen atau tes laboratorium yang rumit. Sebagian besar kasus dapat ditegakkan melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik langsung pada tangan dan jari.

Berikut pemeriksaan yang dokter lakukan untuk menegakkan diagnosis setelah wawancara medis.

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan meminta Anda membuka dan menutup tangan berulang kali untuk menilai kelancaran gerakan jari. Tujuannya untuk membantu menilai fungsi tendon dan mendeteksi adanya gangguan pergerakan jari.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa apakah terdapat nyeri, kaku, bunyi klik, atau jari yang terkunci saat ditekuk maupun diluruskan.

2. Identifikasi Nodul

Dokter juga akan meraba telapak tangan, terutama di area pangkal jari, untuk mencari adanya benjolan kecil (nodul). Nodul ini biasanya terbentuk akibat penebalan atau pembengkakan tendon.

Pada trigger finger, benjolan dapat terasa nyeri saat ditekan dan biasanya akan terasa ikut bergerak di bawah kulit saat jari ditekuk atau diluruskan.

3. Musculoskeletal Ultrasound (USG Muskuloskeletal)

Ini adalah pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran tendon, otot, dan jaringan lunak di sekitar jari.

Pada trigger finger, pemeriksaan ini dapat membantu melihat penebalan selubung tendon, pembengkakan tendon, atau tanda peradangan. Namun, USG biasanya hanya dilakukan bila diperlukan karena sebagian besar diagnosis trigger finger dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik.

Pengobatan Trigger Finger

Lalu, trigger finger obatnya apa dan apakah trigger finger bisa sembuh?

Trigger finger bisa sembuh dengan penanganan yang tepat. Penanganannya sendiri sangat bergantung pada tingkat keparahan gejala. Berikut opsi penanganannya.

1. Terapi konservatif

Dokter mungkin menyarankan Anda untuk:

  • Istirahat dari aktivitas berat
  • Kompres hangat atau dingin
  • Penggunaan splint (belat)
  • Meminum obat anti-inflamasi (OAINS)
  • Latihan peregangan jari

Pendekatan ini sering dokter gunakan pada kasus ringan.

2. Suntik Steroid

Secara umum, suntikan steroid di dekat atau ke dalam selubung tendon memiliki tingkat keberhasilan sekitar 50-90%, tergantung kondisi pasien dan tingkat keparahan.

Pada trigger finger, dokter mungkin mempertimbangkan suntik steroid jika kondisinya:

  • Gejala tidak membaik dengan terapi konservatif selama 4-6 minggu.
  • Pasien ingin menghindari tindakan operasi.
  • Gejala mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Trigger finger derajat ringan sampai sedang.
  • Tidak ada perubahan gejala setelah terapi awal, tetapi belum perlu operasi.

Namun, jika suntikan tidak berhasil setelah 1-2 kali, dokter biasanya akan mempertimbangkan tindakan operasi.

3. Operasi

Jika gejala tergolong berat atau tidak membaik setelah terapi konservatif atau suntik, tindakan operasi trigger finger adalah opsi terbaik untuk membuka selubung tendon agar tendon kembali bergerak normal.

Beberapa opsi operasi yang dapat dilakukan antara lain:

Release Trigger Finger (A1 Pulley Release)

Ini adalah prosedur operasi yang paling umum. Dokter akan membuat sayatan kecil untuk membuka atau memotong bagian selubung tendon (A1 pulley) yang menyempit, sehingga tendon bisa bergerak lebih bebas. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan termasuk tindakan minimal invasif.

Flexor Tenosynovectomy (Pengangkatan Jaringan yang Menebal)

Selain itu ada flexor tenosynovectomy. Tindakan ini dilakukan dengan mengangkat jaringan selubung tendon (tenosynovium) yang mengalami peradangan dan penebalan.

Umumnya, dokter mempertimbangkan prosedur ini bila ada peradangan kronis, misalnya pada pasien dengan rheumatoid arthritis, atau bila gejala masih muncul setelah operasi release biasa.

Pengurangan Ukuran Tendon / Debulking Tendon

Pada beberapa kasus, masalah terjadi karena ukuran tendon dan selubungnya tidak seimbang. Dalam kasus ini, dokter dapat mengurangi sebagian jaringan tendon atau jaringan di sekitarnya agar tendon dapat meluncur lebih lancar.

Prosedur ini biasanya menjadi opsi tambahan pada kasus yang lebih kompleks atau tidak membaik dengan tindakan standar.

Jangan Abaikan Jari yang Kaku!

Jika Anda mengalami gejala di atas, jangan menunggu hingga jari benar-benar tidak bisa digerakkan. Tidak perlu bingung, trigger finger harus ke dokter apa? Segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.

Pulihkan kembali kenyamanan gerak tangan Anda bersama tim ahli di Rumah Sakit Royal Progres. Kami menyediakan layanan konsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai masalah persendian dan tendon.

Jadwalkan konsultasi Anda di RS Royal Progres hari ini dan kembalikan genggaman kuat Anda!

FAQ

  1. Trigger finger disebabkan oleh apa?
    Trigger finger atau jari pelatuk biasanya disebabkan oleh peradangan atau penebalan tendon jari. Kondisi ini sering dipicu oleh penggunaan jari secara berulang seperti mengetik, menjahit, atau menggenggam alat kerja terlalu lama, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh penyakit tertentu seperti diabetes, rematik, atau asam urat, serta faktor usia dan cedera pada tangan.
  2. Apa trigger finger bisa sembuh?
    Trigger finger bisa sembuh tanpa operasi jika ditangani lebih awal, misalnya dengan mengistirahatkan jari, kompres hangat, peregangan jari, obat anti-radang, dan suntik steroid jika perlu. Jika kondisinya sudah tidak memungkinkan terapi mandiri dan obat-obatan, dokter mungkin memberikan opsi untuk operasi.
  3. Trigger finger dirujuk ke spesialis apa?
    Biasanya, trigger finger dirujuk ke dokter spesialis ortopedi (Sp.OT), terutama yang menangani masalah tulang, sendi, dan tendon tangan.

  • Assessment of Surgeon Variation in Adherence to Evidence-Based Recommendations for Treatment of Trigger Finger - JAMA Network. 2019
  • Advances in Trigger Finger Management: A Comprehensive Review of Modern Diagnostic and Treatment Approaches - TMSC. 2025
  • Corticosteroid Injections for Common Musculoskeletal Conditions - AAFP. 2015
  • A Critical Appraisal of Adult Trigger Finger: Pathophysiology, Treatment, and Future Outlook - PRS. 2019
  • Trigger Finger Surgery - Resurgens.
  • Trigger Digits: Principles, Management, and Complications - The Journal of Hand Surgery. 2006
  • Release of the A1 Pulley for Trigger Finger Complicated by Flexor Tenosynovitis  - PMC. 2015
  • Trigger Finger (Stenosing Flexor Tenosynovitis) - Rheumatology and Orthopedics - MSD Manual Professional Edition
  • Trigger finger - Symptoms and causes - Mayo Clinic
  • Trigger Finger: What It Is, Symptoms, Causes & Treatments - Health Central
  • Trigger Finger - Penn Medicine
  • Trigger Finger: Symptoms, Causes, and Treatment - WebMD
  • Trigger Finger: What It Is and Its Link to Arthritis - UPMC

Artikel Lainnya

Mengenal Tennis Elbow: Gejala, Penyebab, dan Solusi Pemulihan Total untuk Siku Anda

Merasakan nyeri di area luar siku saat mengangkat cangkir kopi atau berjabat tangan tentu bukan hal yang nyaman. Banyak orang mengira keluhan ini hanya pegal biasa yang akan membaik sendiri. Namun secara medis, tennis elbow adalah gangguan pada tendon yang membutuhkan perhatian, terutama bila nyeri berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas harian. Dalam dunia kedokteran, […]
05/05/2026

Mengenal Rotator Cuff Injury: Gejala, Penyebab, dan Cara Pemulihan Cedera Bahu yang Efektif

Rotator cuff injury adalah cedera pada kumpulan empat otot dan tendon di bahu yang berfungsi menjaga stabilitas dan mengontrol hampir seluruh gerakan lengan Anda. Struktur ini disebut sebagai "dynamic stabilizer" sendi bahu karena menjaga kepala humerus tetap berada di dalam soket glenoid saat bergerak. Masalahnya, nyeri bahu sering dianggap sepele. Padahal berdasarkan penelitian epidemiologi di […]
28/04/2026

Frozen Shoulder: Arti, Gejala, Penyebab & Pengobatannya

Bahu terasa kaku, nyeri saat digerakkan, bahkan sulit melakukan aktivitas sederhana seperti menyisir rambut atau memakai baju? Kondisi ini bisa jadi tanda frozen shoulder. Apa itu frozen shoulder? Sederhananya, frozen shoulder adalah gangguan pada sendi bahu yang membuat pergerakan semakin terbatas dari waktu ke waktu. Bahkan kondisi ini dapat terjadi hingga tahunan membuat mobilitas bahu […]
16/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down