Pernah merasakan tubuh pegal, kaku, atau nyeri sehari setelah berolahraga? Kondisi ini sering membuat orang ragu untuk melanjutkan latihan, terutama bagi pemula. Padahal, nyeri otot setelah olahraga adalah hal yang cukup umum terjadi. Namun, apakah kondisi ini benar-benar normal, atau justru tanda bahaya? Cek informasi lengkapnya!
Dalam dunia medis, nyeri otot setelah olahraga dikenal dengan istilah DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Kondisi nyeri dan kekakuan otot ini muncul akibat dari aktivitas fisik, terutama setelah latihan dengan intensitas tinggi atau jenis gerakan yang belum terbiasa dilakukan sebelumnya.
Disebut delayed onset karena nyerinya tidak langsung terasa, melainkan muncul sekitar satu hingga tiga hari setelah berolahraga. Selain itu, nyeri yang terjadi masih dalam kategori ringan hingga sedang. Jadi, aktivitas harian Anda masih dapat dilakukan dengan baik.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan nyeri otot setelah olahraga antara lain:
Latihan fisik, khususnya latihan beban atau gerakan eksentrik seperti lunges dan jumps, dapat menyebabkan robekan mikro pada serat otot. Proses perbaikan robekan inilah yang nantinya memicu rasa nyeri.
Bila Anda terbiasa dengan olahraga lari lalu mencoba latihan angkat beban, kemungkinan besar akan muncul DOMS karena otot mengalami pola kerja dan beban mekanik yang berbeda dari sebelumnya. Perubahan jenis aktivitas ini menyebabkan otot menerima stres yang lebih tinggi.
Otot yang tidak dipersiapkan dengan baik sebelum latihan dan tidak direlaksasi setelahnya lebih rentan mengalami nyeri.
Pemanasan sebelum olahraga berfungsi meningkatkan suhu otot, elastisitas jaringan, serta aliran darah, sehingga otot lebih siap menerima beban. Sementara itu, pendinginan setelah olahraga membantu menurunkan aktivitas metabolik secara bertahap dan mencegah akumulasi metabolit.
Ya, nyeri otot setelah olahraga umumnya normal. Pernah dengar istilah "no pain, no gain"? Nyeri otot memang sering kali dikaitkan dengan keberhasilan latihan. Pasalnya, kondisi DOMS diartikan sebagai respons alami tubuh dan menjadi tanda bahwa tubuh sedang memperbaiki dan menumbuhkan kembali serat otot setelah digunakan secara berbeda dari biasanya.
Akan tetapi, Anda perlu memperhatikan tingkat nyeri yang dialami. Nyeri yang masih tergolong normal biasanya bersifat ringan hingga sedang dan tidak mengganggu aktivitas harian secara signifikan. Sebaliknya, nyeri yang sangat hebat, menusuk, atau disertai pembengkakan ekstrem perlu diwaspadai.
Umumnya nyeri otot setelah olahraga dapat dikelola secara mandiri di rumah dengan langkah berikut:
Untuk mengurangi risiko DOMS, Anda dapat lakukan langkah-langkah pencegahan berikut:
Meski DOMS merupakan kondisi normal setelah berolahraga, Anda masih harus memantau kondisi ini secara cermat. Segera konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan apabila nyeri otot disertai dengan kondisi berikut:
Kondisi tersebut dapat menandakan cedera otot yang lebih serius atau masalah medis lain yang memerlukan penanganan profesional. Untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat, Anda dapat berkonsultasi ke rumah sakit yang menyediakan layanan kesehatan olahraga. Salah satu fasilitas yang memiliki layanan tersebut adalah Rumah Sakit Royal Progress.
Layanan medis di Royal Sports memiliki dokter dengan spesialisasi ortopedi dan traumatologi, gizi klinik, dan kedokteran olahraga yang siap melakukan evaluasi menyeluruh dan mendampingi pemulihan cedera.
Biasanya 1-3 hari, tetapi bisa hingga 5 hari tergantung intensitas latihan.
Boleh, selama intensitas ringan dan tidak melatih otot yang sama secara berat.
Tidak selalu. Latihan tetap bermanfaat meskipun tanpa DOMS.
Jika nyeri sangat hebat, tidak wajar, atau disertai gejala lain seperti pembengkakan ekstrem.
