Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Apakah Nyeri Otot Setelah Olahraga Normal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apakah Nyeri Otot Setelah Olahraga Normal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

23/02/2026

Pernah merasakan tubuh pegal, kaku, atau nyeri sehari setelah berolahraga? Kondisi ini sering membuat orang ragu untuk melanjutkan latihan, terutama bagi pemula. Padahal, nyeri otot setelah olahraga adalah hal yang cukup umum terjadi. Namun, apakah kondisi ini benar-benar normal, atau justru tanda bahaya? Cek informasi lengkapnya!

Apa Itu Nyeri Otot Setelah Olahraga?

Dalam dunia medis, nyeri otot setelah olahraga dikenal dengan istilah DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Kondisi nyeri dan kekakuan otot ini muncul akibat dari aktivitas fisik, terutama setelah latihan dengan intensitas tinggi atau jenis gerakan yang belum terbiasa dilakukan sebelumnya.

Disebut delayed onset karena nyerinya tidak langsung terasa, melainkan muncul sekitar satu hingga tiga hari setelah berolahraga. Selain itu, nyeri yang terjadi masih dalam kategori ringan hingga sedang. Jadi, aktivitas harian Anda masih dapat dilakukan dengan baik.

Penyebab Nyeri Otot Setelah Olahraga

Beberapa faktor utama yang menyebabkan nyeri otot setelah olahraga antara lain:

1. Robekan Mikro pada Serat Otot

Latihan fisik, khususnya latihan beban atau gerakan eksentrik seperti lunges dan jumps, dapat menyebabkan robekan mikro pada serat otot. Proses perbaikan robekan inilah yang nantinya memicu rasa nyeri.

2. Aktivitas atau Intensitas Latihan Baru

Bila Anda terbiasa dengan olahraga lari lalu mencoba latihan angkat beban, kemungkinan besar akan muncul DOMS karena otot mengalami pola kerja dan beban mekanik yang berbeda dari sebelumnya. Perubahan jenis aktivitas ini menyebabkan otot menerima stres yang lebih tinggi.

3. Kurangnya Pemanasan dan Pendinginan

Otot yang tidak dipersiapkan dengan baik sebelum latihan dan tidak direlaksasi setelahnya lebih rentan mengalami nyeri.

Pemanasan sebelum olahraga berfungsi meningkatkan suhu otot, elastisitas jaringan, serta aliran darah, sehingga otot lebih siap menerima beban. Sementara itu, pendinginan setelah olahraga membantu menurunkan aktivitas metabolik secara bertahap dan mencegah akumulasi metabolit.

Apakah Nyeri Otot Setelah Olahraga Itu Normal?

Ya, nyeri otot setelah olahraga umumnya normal. Pernah dengar istilah "no pain, no gain"? Nyeri otot memang sering kali dikaitkan dengan keberhasilan latihan. Pasalnya, kondisi DOMS diartikan sebagai respons alami tubuh dan menjadi tanda bahwa tubuh sedang memperbaiki dan menumbuhkan kembali serat otot setelah digunakan secara berbeda dari biasanya.

Akan tetapi, Anda perlu memperhatikan tingkat nyeri yang dialami. Nyeri yang masih tergolong normal biasanya bersifat ringan hingga sedang dan tidak mengganggu aktivitas harian secara signifikan. Sebaliknya, nyeri yang sangat hebat, menusuk, atau disertai pembengkakan ekstrem perlu diwaspadai.

Cara Mengatasi Nyeri Otot Setelah Olahraga

Umumnya nyeri otot setelah olahraga dapat dikelola secara mandiri di rumah dengan langkah berikut:

  • Istirahat yang cukup, untuk memberi waktu pada otot melakukan proses pemulihan dan regenerasi jaringan.
  • Kompres dingin atau hangat, kompres dingin membantu mengurangi peradangan, sedangkan kompres hangat membantu merelaksasi otot dan meningkatkan aliran darah.
  • Peregangan ringan, yang dilakukan secara perlahan untuk mengurangi kekakuan dan mempertahankan fleksibilitas otot.
  • Pijat, untuk memperbaiki sirkulasi darah dan membantu meredakan ketegangan otot.
  • Hidrasi dan asupan nutrisi yang seimbang, terutama cairan dan protein, untuk mendukung proses perbaikan jaringan otot.

Cara Mencegah Nyeri Otot Setelah Olahraga

Untuk mengurangi risiko DOMS, Anda dapat lakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

  • Tingkatkan intensitas dan beban latihan secara bertahap agar otot memiliki waktu adaptasi yang cukup terhadap stres mekanik.
  • Variasikan jenis latihan secara terencana untuk mencegah stres berlebihan pada kelompok otot tertentu.
  • Atur frekuensi dan jeda pemulihan antar sesi latihan sehingga proses regenerasi otot dapat berlangsung optimal.
  • Pastikan kualitas tidur yang cukup karena sebagian besar proses pemulihan dan adaptasi otot terjadi saat tidur.
  • Gunakan teknik dan postur gerakan yang benar untuk mengurangi beban berlebih pada jaringan otot dan sendi.
  • Perhatikan sinyal kelelahan tubuh dan hindari memaksakan latihan saat otot belum pulih sepenuhnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski DOMS merupakan kondisi normal setelah berolahraga, Anda masih harus memantau kondisi ini secara cermat. Segera konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan apabila nyeri otot disertai dengan kondisi berikut:

  • Tidak membaik setelah 5-7 hari
  • Disertai pembengkakan hebat atau memar
  • Menyebabkan keterbatasan gerak yang parah
  • Disertai demam atau nyeri yang makin memburuk

Kondisi tersebut dapat menandakan cedera otot yang lebih serius atau masalah medis lain yang memerlukan penanganan profesional. Untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat, Anda dapat berkonsultasi ke rumah sakit yang menyediakan layanan kesehatan olahraga. Salah satu fasilitas yang memiliki layanan tersebut adalah Rumah Sakit Royal Progress.

Layanan medis di Royal Sports memiliki dokter dengan spesialisasi ortopedi dan traumatologi, gizi klinik, dan kedokteran olahraga yang siap melakukan evaluasi menyeluruh dan mendampingi pemulihan cedera.

FAQ

Berapa lama DOMS berlangsung?

Biasanya 1-3 hari, tetapi bisa hingga 5 hari tergantung intensitas latihan.

Apakah boleh tetap olahraga saat otot nyeri?

Boleh, selama intensitas ringan dan tidak melatih otot yang sama secara berat.

Apakah nyeri otot menandakan latihan efektif?

Tidak selalu. Latihan tetap bermanfaat meskipun tanpa DOMS.

Kapan nyeri otot menjadi berbahaya?

Jika nyeri sangat hebat, tidak wajar, atau disertai gejala lain seperti pembengkakan ekstrem.

  • Sports Medicine Physician (2025) - Cleveland Clinic
  • Sport Med (2003) - National Library of Medicine

Artikel Lainnya

Mengenal Tennis Elbow: Gejala, Penyebab, dan Solusi Pemulihan Total untuk Siku Anda

Merasakan nyeri di area luar siku saat mengangkat cangkir kopi atau berjabat tangan tentu bukan hal yang nyaman. Banyak orang mengira keluhan ini hanya pegal biasa yang akan membaik sendiri. Namun secara medis, tennis elbow adalah gangguan pada tendon yang membutuhkan perhatian, terutama bila nyeri berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas harian. Dalam dunia kedokteran, […]
05/05/2026

Mengenal Rotator Cuff Injury: Gejala, Penyebab, dan Cara Pemulihan Cedera Bahu yang Efektif

Rotator cuff injury adalah cedera pada kumpulan empat otot dan tendon di bahu yang berfungsi menjaga stabilitas dan mengontrol hampir seluruh gerakan lengan Anda. Struktur ini disebut sebagai "dynamic stabilizer" sendi bahu karena menjaga kepala humerus tetap berada di dalam soket glenoid saat bergerak. Masalahnya, nyeri bahu sering dianggap sepele. Padahal berdasarkan penelitian epidemiologi di […]
28/04/2026

Mengenal Trigger Finger: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Meski sering tidak disadari, trigger finger adalah salah satu gangguan tangan yang cukup umum, terutama pada wanita dengan usia 50 tahun ke atas dan pada penderita diabetes. Gangguan ini biasanya berkembang perlahan, mulai dari rasa kaku ringan hingga jari yang benar-benar terkunci. Munculnya masalah ini karena tendon jari mengalami iritasi atau pembengkakan sehingga sulit bergerak […]
25/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down