Chemical peeling adalah salah satu perawatan kulit yang paling lama dipakai dokter kulit untuk membuat wajah tampak lebih cerah dan merata. Prosedur ini termasuk kategori resurfacing, yaitu tindakan yang memperbaiki permukaan kulit dengan mengangkat lapisan kulit rusak agar tergantikan kulit baru.
Chemical peeling adalah prosedur mengoleskan larutan bahan kimia dengan kekuatan tertentu ke permukaan kulit untuk menghilangkan lapisan kulit paling atas secara terkendali. Tindakan ini juga dikenal sebagai chemexfoliation atau derma peeling. Setelah lapisan kulit yang rusak terkelupas, kulit mengalami regenerasi sehingga tekstur dan warnanya membaik. Peeling bekerja secara kimiawi, bukan dengan menggosok kulit seperti scrub.
Bahan aktif menembus kulit sampai kedalaman tertentu, dan kedalaman itulah yang menentukan kategori peel. Semakin dalam penetrasinya, semakin besar perbaikan yang bisa dicapai, tetapi semakin panjang waktu pemulihannya. Sebagian bahan juga menekan produksi minyak, membuka sumbatan pori, atau menghambat pembentukan pigmen berlebih.
Peeling superficial hanya mencapai epidermis hingga bagian paling atas dermis, dan paling sering dipilih untuk perawatan rutin yang populer disebut peeling wajah. Bahan aktifnya umumnya alfa hidroksi acid seperti asam glikolat, asam laktat, dan asam mandelat, serta beta hidroksi acid berupa asam salisilat. Efeknya ringan sehingga bisa diulang setiap dua sampai lima minggu.
Peeling medium menembus epidermis dan sebagian lapisan atas dermis, umumnya memakai asam trikloroasetat atau TCA, kadang dikombinasikan dengan larutan Jessner atau asam glikolat. Jenis ini ditujukan untuk kerutan halus, bekas jerawat dangkal, dan gangguan pigmentasi yang membandel. Kulit biasanya pulih dalam satu sampai dua minggu.
Peeling deep mencapai lapisan dermis lebih dalam dengan asam karbol atau fenol. Prosedur ini untuk kerutan dalam, bekas luka yang jelas, atau pertumbuhan prakanker. Karena efeknya paling kuat, peeling deep hanya dilakukan di fasilitas medis dengan pemantauan ketat dan pemulihan di rumah bisa memakan dua sampai tiga minggu.
Flek hitam, melasma, dan bekas peradangan pasca jerawat termasuk indikasi dengan bukti ilmiah yang cukup kuat. Asam glikolat menjadi bahan yang paling banyak diteliti karena efektif memperbaiki keparahan melasma, terutama tipe epidermal atau campuran. Karena melasma cenderung kambuh, peeling diposisikan sebagai terapi pendamping dan tetap harus disertai perlindungan terhadap sinar matahari.
Bekas jerawat bisa berupa noda kehitaman sisa peradangan maupun tekstur kulit yang tidak rata. Peeling superficial memudarkan noda dengan mempercepat pergantian sel kulit, sedangkan peeling medium menyasar bekas jerawat dangkal yang lebih jelas. Peeling tidak dapat menghilangkan bekas luka yang sangat dalam atau kulit yang sudah mengendur.
Untuk kulit berminyak dan rentan komedo, asam salisilat melarutkan sumbatan pori sehingga komedo berkurang dan pori tampak lebih rapat. Peeling juga mengangkat tumpukan sel kulit mati penyebab wajah kusam sehingga kulit kembali bercahaya, sekaligus menyamarkan garis halus dan memperbaiki tekstur permukaan.
Kulit yang sedang iritasi, terbakar matahari, atau mengalami infeksi aktif sebaiknya menunda tindakan. Riwayat herpes simpleks pada wajah memerlukan obat antivirus sebelum dan sesudah peeling untuk mencegah kekambuhan. Pasien yang sedang atau baru mengonsumsi isotretinoin, memakai retinoid topikal, atau memiliki riwayat keloid dan penyembuhan luka buruk perlu evaluasi dokter lebih dulu. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi karena tidak semua bahan aktif aman.
Chemical peeling selalu diawali konsultasi untuk menilai jenis dan ketebalan kulit, derajat kerusakan akibat sinar matahari, serta riwayat pengobatan. Sebagian pasien perlu persiapan kulit dua sampai empat minggu dengan krim retinoid atau zat pencerah agar hasil lebih optimal. Beberapa hari sebelum tindakan, penggunaan produk aktif tertentu biasanya dihentikan sementara.
Tindakan dilakukan di ruang perawatan atau fasilitas bedah rawat jalan. Kulit dibersihkan, rambut dilindungi, dan area mata ditutup pelindung. Dokter mengoleskan larutan peeling secara merata lalu mengamati reaksi kulit untuk menentukan kapan larutan dinetralkan, karena keberhasilan tindakan sangat bergantung pada keahlian pelakunya. Anda mungkin merasakan perih atau panas seperti terbakar matahari. Peeling superficial berlangsung sekitar tiga puluh menit tanpa anestesi, peeling medium bisa memicu sensasi panas hingga dua puluh menit dan kadang disertai obat penenang atau pereda nyeri, sedangkan peeling deep dilakukan dengan sedasi, obat penghilang nyeri lokal, dan cairan infus serta dikerjakan bertahap agar paparan bahan kimia terkendali.
Kulit diberi kompres dingin dan salep pelindung, lalu terasa kencang, kemerahan, dan sedikit nyeri. Pada peeling superficial, kemerahan dan pengelupasan mereda dalam beberapa hari.
Efek samping paling umum adalah kemerahan, rasa perih, kulit kering, dan pengelupasan. Kulit yang baru terbentuk bisa sementara tampak lebih terang atau lebih gelap dari area sekitarnya. Komplikasi yang lebih jarang namun serius meliputi perubahan warna permanen, infeksi, bekas luka, dan reaktivasi herpes. Segera hubungi dokter bila kulit terasa sangat terbakar, bengkak, berdarah, atau mengeluarkan nanah, dan hindari menggaruk atau mengelupas kulit sendiri.
Kunci hasil yang bertahan lama ada pada perawatan pasca tindakan. Bersihkan wajah dengan lembut, gunakan pelembap atau salep pelindung sesuai anjuran dokter, dan hindari produk aktif seperti retinoid, asam, dan scrub sampai kulit dinyatakan pulih. Yang paling penting, gunakan tabir surya setiap hari dengan perlindungan spektrum luas SPF 30 atau lebih tinggi dan tahan air, lalu aplikasikan ulang saat beraktivitas di luar ruangan. Kulit yang baru di-peeling jauh lebih rentan terhadap sinar ultraviolet, sehingga tanpa tabir surya hasil perawatan bisa hilang dan muncul bercak baru.
Jumlah sesi tidak sama untuk setiap orang. Peeling superficial biasanya memerlukan seri berkala setiap dua sampai lima minggu dengan total beberapa sesi tergantung respons kulit dan target yang ingin dicapai. Peeling medium sering cukup diulang satu sampai dua kali dengan jeda beberapa bulan, sedangkan peeling deep umumnya dilakukan sekali dan tidak perlu diulang untuk memperoleh efek penuhnya. Jumlah sesi dipengaruhi jenis dan kedalaman peel, kondisi kulit awal, kepatuhan memakai tabir surya, serta perawatan pendukung di rumah.
Bekerja secara kimiawi dengan mengangkat lapisan kulit mati dan merangsang regenerasi. Biaya relatif lebih terjangkau, dapat diulang, dan efektif untuk pigmentasi, jerawat, serta tekstur kulit.
Menggunakan jarum halus untuk menciptakan luka mikro sehingga merangsang produksi kolagen dan elastin. Cocok untuk bekas jerawat dan tekstur kulit, dengan risiko hiperpigmentasi yang umumnya lebih rendah.
Menggunakan energi panas untuk mengangkat lapisan kulit rusak atau merangsang kolagen. Laser lebih efektif untuk kerutan moderat sampai dalam dan bekas luka berisi, tetapi biayanya lebih tinggi dan pemulihannya sering lebih panjang.
Pilihan bergantung pada keluhan utama, warna dan ketebalan kulit, toleransi terhadap waktu pemulihan, serta anggaran. Masalah pigmentasi dan jerawat umumnya cukup ditangani dengan chemical peeling, sedangkan tekstur bekas luka yang dalam atau kulit yang mengendur mungkin memerlukan laser atau kombinasi tindakan.
Royal Dermatology & Aesthetic Centre (RDAC) adalah Centre of Excellence RS Royal Progress yang berlokasi di Jakarta Utara dan menangani berbagai permasalahan kulit serta estetika pada pria maupun wanita. Chemical peeling merupakan salah satu layanan resmi RDAC. Seluruh prosedur dijalankan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, mulai dari konsultasi awal, penentuan jenis dan kedalaman peel yang sesuai, tindakan, hingga pemantauan masa pemulihan. Fasilitas medis rumah sakit dan tim dokter bersertifikat memastikan setiap tindakan dilakukan dengan bahan terstandar, termasuk untuk pasien dengan kulit sensitif atau kulit berwarna lebih gelap. Informasi layanan lengkapnya tersedia di Royal Dermatology & Aesthetic Centre.
Setiap kulit memiliki kebutuhan berbeda, sehingga jenis dan kedalaman chemical peeling yang tepat hanya bisa ditentukan setelah pemeriksaan dokter spesialis kulit dan kelamin. Royal Dermatology & Aesthetic Centre, Centre of Excellence RS Royal Progress di Jakarta Utara, menyediakan konsultasi kulit dan estetika dengan chemical peeling sebagai salah satu layanan resminya. Buat janji temu lebih mudah melalui website RS Royal Progress.
