Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Indonesia Resmi Akhiri KLB Polio - Yuk Jangan Lewatkan Imunisasi Anak

Indonesia Resmi Akhiri KLB Polio - Yuk Jangan Lewatkan Imunisasi Anak

26/11/2025

Indonesia resmi mengakhiri status Kejadian Luar Biasa (KLB) polio tipe 2, namun imunisasi tetap wajib dijaga agar polio tidak kembali dan anak-anak tetap terlindungi. Sebagai Rumah Sakit Royal Progress, informasi ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan orang tua akan pentingnya imunisasi lengkap dan deteksi dini kelumpuhan pada anak.

KLB Polio Indonesia Resmi Berakhir

Kementerian Kesehatan RI mengumumkan KLB polio tipe 2 berakhir setelah hampir 60 juta dosis imunisasi polio tambahan diberikan kepada anak-anak di seluruh Indonesia. Sejak Juni 2024 tidak ditemukan lagi virus polio pada anak maupun lingkungan, dan WHO secara resmi menyatakan penutupan KLB pada 19 November 2025.​

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama tenaga kesehatan, orang tua, masyarakat, serta dukungan mitra internasional seperti WHO, UNICEF, UNDP, CHAI, dan Rotary International. KLB polio sendiri mulai terjadi sejak Oktober 2022 dengan kasus pertama di Aceh, kemudian menyebar ke beberapa provinsi lain sebelum akhirnya dinyatakan terkendali.

Peran Imunisasi dalam Menghentikan Polio

Indonesia melakukan dua putaran imunisasi tambahan dengan vaksin novel OPV-2 (nOPV2) sejak akhir 2022 hingga triwulan ketiga 2024 untuk memutus penularan polio. Di saat yang sama, cakupan imunisasi rutin meningkat, termasuk dosis kedua vaksin polio inaktif (IPV) yang naik dari 63% pada 2023 menjadi 73% pada 2024.

Kementerian Kesehatan juga mulai menggunakan vaksin heksavalen yang menggabungkan DPT-HB-Hib dan IPV dalam satu suntikan, sehingga anak terlindungi dari enam penyakit sekaligus, termasuk polio. Program heksavalen ini sudah dimulai di beberapa provinsi pada Oktober 2025 dan akan diperluas secara nasional.

Penguatan Surveilans dan Kewaspadaan

Selain imunisasi, Indonesia meningkatkan kualitas surveilans lumpuh layuh akut atau Acute Flaccid Paralysis (AFP) pada anak melalui deteksi kasus yang lebih sensitif dan peningkatan kualitas spesimen. Penilaian independen global melalui Outbreak Response Assessment (OBRA) pada 2023-2025 menyimpulkan bahwa respons KLB polio Indonesia berkualitas dan memenuhi kriteria berakhirnya KLB.

Meski KLB telah berakhir, risiko polio tetap ada bila cakupan imunisasi menurun atau terjadi kesenjangan di beberapa daerah. Karena itu, kewaspadaan dan komitmen untuk menjaga imunisasi rutin tetap tinggi menjadi kunci agar Indonesia tetap bebas polio.

Peran Rumah Sakit Royal Progress

Sebagai fasilitas kesehatan, RS Royal Progress berkomitmen mendukung program imunisasi nasional dan edukasi pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, termasuk polio. Tim dokter anak dan tenaga kesehatan siap membantu orang tua menjadwalkan dan melengkapi imunisasi si Kecil sesuai usia.

Tips Kesehatan Pencegahan Polio untuk Orang Tua

  • Lengkapi jadwal imunisasi polio anak sesuai anjuran dokter, termasuk vaksin polio tetes/OPV dan suntik/IPV sesuai usia.
  • Simpan dan bawa selalu buku KIA atau buku imunisasi saat kontrol ke fasilitas kesehatan agar dokter dapat memantau kelengkapan vaksin anak.
  • Segera konsultasi ke dokter bila anak mengalami kelemahan mendadak pada tungkai atau lengan, kesulitan berjalan, atau tampak lunglai pada salah satu sisi tubuh.
  • Biasakan cuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan, setelah mengganti popok, dan setelah dari toilet untuk mengurangi risiko penularan penyakit lewat saluran cerna.
  • Pastikan air minum dan makanan anak dalam kondisi bersih dan matang, terutama bila bepergian atau tinggal di area dengan sanitasi yang kurang baik.
  • Jaga daya tahan tubuh anak dengan pola makan bergizi seimbang, cukup tidur, dan aktivitas fisik sesuai usia.

Bila Anda ingin memastikan jadwal imunisasi ataupun vaksin untuk buah hati, Anda dapat menghubungi Whatsapp Customer Care RS Royal Progress. Selain itu, jika Anda memerlukan konsultasi dengan dokter spesialis anak, silakan membuat janji lebih mudah melalui website RS Royal Progress.

Indonesia Umumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio Berakhir - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Artikel Lainnya

Sering Diabaikan, 7 Gejala Campak Ini Bisa Memicu Komplikasi Serius

Kasus campak di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, bahkan tercatat 8.224 suspek dengan 572 kasus terkonfirmasi hingga awal tahun 2026. Keadaan tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap gejala campak awal yang sering dianggap menyerupai flu biasa. Campak bukan hanya menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, tetapi juga dapat memengaruhi saluran pernapasan hingga kondisi tubuh secara keseluruhan. […]
20/05/2026

Stunting Adalah Ancaman, Ini Penjelasan Lengkapnya

Pernah melihat anak-anak yang lebih pendek dibandingkan teman sebayanya? Kondisi tersebut bisa jadi tanda stunting. Berdasarkan laporan United Nation Children's Fund (UNICEF), Indonesia hingga kini masih menghadapi tantangan serius terkait stunting dan defisiensi zat gizi mikro. Banyak orang mengira stunting hanya berkaitan dengan tinggi badan anak yang tidak sesuai usianya. Padahal, stunting memiliki dampak yang […]
12/03/2026

Anak Terlalu Kurus atau Gemuk? Ini Cara Menilai Berat Badan Ideal Sesuai Umur Anak

Banyak orang tua merasa khawatir ketika melihat anaknya terlihat lebih kurus atau lebih gemuk dibandingkan teman seusianya. Namun, menilai berat badan ideal sesuai umur anak tentu tidak bisa hanya didasari tampilan fisiknya saja. Penilaian haruslah mengacu pada grafik pertumbuhan dan evaluasi medis yang tepat. Menurut World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and […]
09/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down