Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Penyakit Batu Empedu: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyakit Batu Empedu: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

18/04/2024

Penyakit batu empedu atau cholelithiasis merupakan kondisi ketika sakit perut mendadak akibat terbentuknya batu di dalam kantung empedu.

Pengertian Batu Empedu

Batu empedu terbentuk ketika empedu mengandung kadar kolesterol atau bilirubin yang tinggi, yang kemudian mengendap dan memadat menjadi partikel keras menyerupai batu di kantung dan saluran empedu.

Apabila batu empedu masuk ke dalam saluran empedu, kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan yang berisiko menimbulkan infeksi seperti kolangitis. Akibatnya, aliran cairan empedu terganggu dan dapat masuk ke dalam aliran darah, sehingga tubuh pasien tampak menguning (ikterus).

Selain itu, batu empedu bisa memicu penyumbatan yang kemudian menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada saluran empedu.

Parahnya lagi adalah, bakteri tersebut juga bisa menyebar melalui aliran darah sehingga dapat menyebabkan infeksi pada bagaian tubuh lainnya.

Terdapat tiga jenis batu empedu, yaitu:

a. Batu Empedu Kolesterol

Sesuai dengan namanya, batu empedu jenis ini terbentuk dari kolesterol. Biasanya batu empedu ini berwarna kuning atau hijau.

b. Batu Empedu Bilirubin

Merupakan jenis batu empedu yang terbentuk dari kalsium bilirubinat yang jumlahnya terlalu banyak dalam empedu. Warna dari batu empedu jenis ini biasanya berwarna gelap, seperti hitam atau cokelat.

c. Batu Empedu Campuran

Jenis yang ketiga ini merupakan batu empedu yang paling banyak dijumpai. Karena sekitar 80% orang penderita batu empedu mengalami batu empedu campuran. Kata campuran disini merujuk pada batu empedu yang terbentuk dari campuran kolesterol dan bilirubin.

Penyebab Batu Empedu

Penyebab dari terjadinya batu empedu itu tergantu pada jenisnya. Berikut penjelasan lengkapnya:

a. Penyebab Batu Empedu Kolesterol

Jenis yang paling umum adalah batu kolesterol. Kondisi ini terjadi akibat tingginya kadar kolesterol dalam cairan empedu, yang dapat dipicu oleh pola makan tinggi lemak atau konsumsi makanan berlemak secara berlebihan. Ketidakseimbangan ini menyebabkan kolesterol mengendap dan membentuk batu.

b. Penyebab Batu Empedu Bilirubin

Selanjutnya jenis batu empedu yang kedua ini terjadi karena bilirubin sulit larut dalam air. Selain, penyebabnya adalah terjadinya pengendapan garam bilirubin kalsium. Serta bisa terjadi karena adanya penyakit infeksi.

c. Penyebab Batu Empedu Campuran

Jenis batu empedu campuran terbentuk dari kolesterol, bilirubin, dan juga berbagai garam kalsium.

Gejala Batu Empedu

Sama halnya dengan jenis penyakit lainnya, para penderita batu empedu juga secara umum akan mengalami gejala-gejala tertentu.

Gejala atau ciri-ciri batu empedu yang paling umum dirasakan adalah adanya rasa nyeri pada bagian kanan atas atau tengah perut. Dan gejala tersebut muncul secara tiba-tiba.

Mata Kuning
Mata dan Kulit menguning gejala batu empedu

Apabila kondisi ukuran batu empedu sudah cukup besar, atau batu empedu sudah masuk ke dalam ujung saluran empedu, maka penderitanya bisa saja mengalami gejala lainnya seperti:

  • Merasakan nyeri yang hebat pada bagian perut kanan atas sampai dengan ulu hati. Nyeri tersebut terjadi karena adanya sumbatan pada saluran empedu.
  • Mual dan muntah. Tidak jarang dari penderita batu empedu selain merasakan nyeri pada perut, mereka juga merasa mual hingga muntah-muntah.
  • Beberapa dari penderita batu empedu juga merasakan demam, karena adanya infeksi pada kantung ataupun saluran empedu.
  • Perut kembung.
  • Kulit dan Bola mata menguning
  • Feses saat BAB berwarna putih
  • Urine berwarna seperti teh
  • Nyeri yang menjalar ke areha bahu atau tulang belikat.
  • Gangguan pencernaan seperti diare. Meskipun tidak semua penderita batu empedu merasakan gejala ini.

Pengobatan Batu Empedu

Bagi Anda yang mengalami gejala-gejala batu empedu memang sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Sebelumya dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaaan terdahulu sebagai proses diagnosis batu empedu.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan mata dan kulit untuk mengetahui apakah ada perubahan warna atau tidak. Apabila terjadi warna kekuningan mungkin merupakan tanda penyakit kuning, akibat terlalu banyaknya kandungan bilirubin dalam tubuh.

Endoscopic retrograde cholangiopancreatography
Endoscopic retrograde cholangiopancreatography

Untuk diagnosis batu empedu juga memungkinkan dilakukannya tes penunjang dengan menggunakan alat-alat khusus, seperti:

  • USG
  • CT-Scan pada bagian perut
  • MRI
  • ERCP

Apabila hasil diagnosis menunjukan bahwa seseorang mengalami penyakit batu empedu, maka penderitanya dapat melakukan pengobatan dua cara, yaitu:

1. Pengobatan Non-Bedah

Sebagian dari Anda mungkin ada yang bertanya-tanya “apakah batu empedu harus dioperasi?”

Jawabannya adalah tidak selalu harus operasi. Karena beberapa kondisi tanpa gejala dapat di evaluasi secara berkala.

Dokter akan memberikan perawatan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Melakukan terapi pelarutan oral, biasanya dengan penggunaan obat ursodiol dan chenodiol untuk menghancurkan batu empedu. Obat-obatan tersebut mengandung asam empedu, yang berfungsi untuk memecahkan batu empedu itu sendiri.
  • Litrotipsi gelombang kejut. Cara laiinnya untuk menghilangkan batu empedu adalah dengan menggunakan alat atau mesin Lithotripter. Gelombang kejut dari mesin tersebut dapat memecahkan batu empedu menjadi potongan-potongan yang kecil.
  • Melakukan drainase perkutan kandung empedu, dengan cara menempatkan jarum steril ke dalam kantung empedu untuk menyedot empedu.

2. Pembedahan

Kolesistektomi merupakan tindakan operasi untuk mengangkat kantung empedu.

Sebagian dokter mungkin akan menyarankan pasiennya untuk melakukan operasi pengangkatan kantung empedu, karena organ tersebut bukanlah organ penting. Karena kita bisa tetap hidup sehat tanpanya.

Operasi Laparoskopi
Operasi Laparoskopi

Terdapat dua jenis kolesistektomi yaitu:

  • Kolesistektomi laparoskopi. Yaitu tindakan operasi umum yang membutuhkan anestesi umum. Dokter spesialis bedah akan membuat beberapa sayatan pada perut pasien.Kemudian memasukkan alat kecil yang menyala pada salah satu sayatan, untuk memeriksa batu dan secara hati-hati mengeluarkan batu empedu tersebut.
  • Kolesistektomi terbuka. Biasanya operasi ini dilakukan ketika kantung empedu mengalami peradangan, terluka, ataupun terinfeksi. Selain itu, operasi ini juga dapat terjadi apabila terdapat masalah ketika proses kolesistektomi laparoskopi.

Komplikasi Batu Empedu

Jika tidak ditangani dengan tepat, batu empedu dapat berpindah dan menyumbat saluran empedu, sehingga berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Kolesistitis akut (peradangan pada kantung empedu)
  • Kolesistitis gangrenosa yang dapat berkembang menjadi peritonitis
  • Kolangitis akut (infeksi pada saluran empedu)
  • Penyakit kuning akibat gangguan aliran empedu
  • Pankreatitis akut (radang pankreas)
  • Ileus batu empedu (sumbatan pada usus)
  • Kanker kantung empedu

Pencegahan Batu Empedu

Cara mencegah batu empedu adalah dengan cara mengurangi resikonya dengan beberapa cara di bawah ini:

  • Biasakan makan tepat waktu. Biasakan untuk makan tepat waktu, karena melewatkan makan dapat meningkatkan risiko terjadinya batu empedu.
  • Mengkonsumsi makanan dengan kandungan serat yang tinggi, seperti buah-buahan, sayur dan biji-bijian.
  • Perhatikan berat bedan Anda, jangan sampai obesitas. Karena kelebihan berat badan dapat menjadi salah satu faktor terjadinya batu empedu.
  • Turunkan berat badan secara perlahan, bagi Anda yang terlanjur memiliki berat badan yang berlebih. Karena menurunkan berat badan secara cepat malah meningkatkan risiko pembentukan batu empedu.
  • Pertahankan berat badan yang ideal dengan cara melakukan pola hidup yang sehat, seperti istirahat yang cukup, rutin olahraga, dan konsumsi makanan serta minuman yang kaya akan gizi dan serat.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Apabila Anda mengalami tanda serta gejala-gejala dari batu empedu, maka seabiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Tujuannya adalah agar Anda segera mendapatkan diagnosis yang tepat dan cepat. Melakukan pemerikasaan sejak awal akan membantu Anda untuk melakukan pengobatan dengan lebih dini.

Anda bisa melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter Spesialis Bedah di RS Royal Progress.

Apabila hasil diagnosis menunjkan bahwa Anda mengidap penyakit batu empedu, maka Anda bisa melakukan perawatan hingga tindakan operasi di RS Royal Progress, bersama dokter spesalis bedah yang tentunya sudah berpengalaman.

  • Mayo CLinic - Gallstones
  • NHS UK - Gallstones

Artikel Lainnya

Apakah Lipoma Berbahaya? Kenali Penyebab dan Penanganan Benjolan Lunak di Kulit Ini

Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan benjolan kecil, lunak, dan bisa digerakkan di bawah kulit? Wajar jika Anda langsung panik. Namun, tidak semua benjolan berarti kondisi serius, dalam banyak kasus, benjolan tersebut bisa jadi adalah lipoma. Lalu apakah lipoma berbahaya? Simak hingga akhir untuk mendapatkan jawabannya! Mengenal Lipoma dan Ciri-cirinya Lipoma adalah tumor jinak yang berasalah dari […]
25/05/2026

Abses Perianal Pecah Sendiri: Bisa Sembuh Sendiri atau Perlu Penanganan Medis?

Pernah mengalami benjolan mirip bisul yang berisi nanah pecah? Kondisi abses perianal pecah sendiri sering dianggap bakal segera sembuh karena rasa nyeri berkurang setelah bisul meletus. Padahal, kondisi ini perlu perhatian serius karena bisa menimbulkan komplikasi lanjutan jika tidak ditangani dengan tepat. Mari kita pahami bersama apa itu abses perianal, penyebabnya, hingga penanganan yang tepat […]
22/05/2026

Mengenal Prosedur Laparoskopi Kista: Jenis, Keunggulan, dan Efek Sampingnya

Laparoskopi kista adalah prosedur operasi minimal invasif untuk mengangkat kista melalui sayatan kecil dengan alat khusus serta kamera. Laparoskopi kista ini dapat memberikan hasil efektif dengan risiko cenderung rendah daripada operasi terbuka konvensional. Umumnya, tindakan laparoskopi ini dilakukan saat kista berukuran besar atau bergejala. Namun, apabila kista telah menyebabkan komplikasi yang serius, tindakan yang diperlukan […]
20/05/2026
1 2 3 7

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down